Journey of life

Autumn 2016 – Day 14 : From Avignon to Paris

Today is final day. Maksudnya adalah hari terakhir bersama keluarga besar EUGOEU (biro perjalanalan dari tours4fun). Dari Avignon ke Paris jaraknya 700 km. Berhenti di rest area 3 kali dari jam 8 pagi kurang, sampe di Paris jam 5an sore. Tour leadernya nyalamain kita satu-satu. Rada lama salamannya mungkin karena bener-bener berkesan banget buat dia. Sang meneer yang nyetir lebih dari 3300 km masih semangat aja. Berikutnya melanjutkan perjalanan masing-masing dan sedih juga si opa Soo (salah satu peserta tour dari Australia, kita nyebutnya Opa Soo) sampe meluk gitu. Kita (saia dan 3 temen) dikasih kartu nama Opa Soo, katanya jika sewaktu-waktu ke Australia, hubungi dia. Hiksssssssss sediiiihhhh deh.

Geret-geret koper kesana kemari nyari-nyari hotel yang udah dibooking sebelumnya, akhirnya ketemu juga. Kami nginep di hotel Ibis. Makan malam di restoran Vietnam yang maknyosssssss banget pas di sebelah hotel. Hari ini gak rencana jalan kemana-mana karena mau nyantai dulu setelah beberapa hari alias 12 hari ikut tour. I love this tour and I hope someday I will meet again with all members of the tour.

C9BA8A78-0A87-4928-A572-7ED0E22BD653

Semangaaatttttttttttttttt…………..Berikutnya, kami sok-sok kepedean ngajakin semua fotoan buat kenang-kenangan gitu…ternyata pada mau loh…tumbenan….ini nih foto pertama dan terakhir yang semua tour members ada.

C5963555-61F0-44E5-8CF8-862D7B97CFCD
Foto full team minus dua orang yang sudah pergi ke Basel. Fotoan di tulisan Credit Suisse ini saia yang minta loh…waktu itu bilang, siapa tau nanti bisa gawe di Credit Suisse….wkwkwkwk

Post Note : Kisah perjalanan keliling Eropa bersama tours4fun berakhir sudah. Untuk selanjutnya di Paris, kami jalan sendiri. Temen saia ada kenalan temen di Paris ini, jadi untuk selanjutnya kami akan jalan bareng dia. Oiya, selama tour banyak banget ya kenal orang sesama tour. Di tour itu juga ada orang Indonesia, seorang ibu dengan dua anaknya. Anaknya yang pertama kuliah di London. Tapi, kami gak akrab sama mereka. Justru akrabnya sama orang diluar Indonesia. Kenapa? Saia juga gak tau kenapa ya, tapi ada beberapa orang Indonesia yang “mungkin”….mungkin yaaa…. agak kurang bersahabat bertemu dengan sesama orang Indonesia jika sedang di luar negeri. Kenapa saia menyimpulkan seperti ini? Karena ada cerita lain yang tidak akan saia ceritakan di blog ini 🙂 Si ibu dan anaknya ini kalau gak salah hanya sampai Austria yaa karena dia mau terbang ke Spanyol lalu ke Maroko. Tapi, kebanyakan dan pada umumnya saia ketemu orang Indonesia yang baik loh… 🙂

Jadi, temen-temen yang akrab sama kami adalah Uncle dari Singapore (lupa euy namanya…maap), Opa Soo dan Istrinya (kalau gak salah namanya Crystal) lalu Jennifer dari Filipina yang bekerja di Abu Dhabi.

Di peserta tour ada yang asik dengan dunianya sendiri gak? Oh tentu saja ada. Tapi mereka gak ganggu kok. Saia cerita aja ya. Salah satunya adalah pasangan yang terlihat dari Asia. Kyaknya mereka lagi honeymoon kali yaa…jarang bahkan ga pernah saling bicara antar sesama teman tour, gak pernah mau ikutan foto bareng dan hal-hal lainnya yang istilahnya bareng-bareng. Tapi, pas terakhir di Lucerne (waktu kami mau berpisah), mereka pertama kalinya mau ikutan foto bareng loh…Amazing!!! Trus, kyaknya yang cowo ada ngomong gitu dikit, mungkin kalau lamaan dikit bareng-barengnya, mereka akan lebih terbuka yaa…tapi gak apa-apalah….toh gak ganggu kok…hehe

Trus yang kedua, ada peserta tour yang kyaknya juga dari Asia. Kalau cowonya gak tau sih asalnya darimana tapi kalau yang cewe dari Vietnam. Sekilas terlihat, nih cewe kok kyak masih kecil ya…sekitaran 18 tahun tampangnya. Dia selalu pake stoking padahal dingin. Mungkin stoking anti dingin ya. Cewenya sih gak pernah ngomong, asik aja sama cowonya. Asli masih kecil itu cewe. Kalau yang cowo lebih ramah. Ternyata, si cewe memang masih muda, kyaknya anak kuliahan gitu sedangkan si cowo udah kerja di Basel. Jadi, pas di Lucerne, ada beberapa yang pisah. Kami berempat plus Opa Soo dan istrinya bareng ke Italy sedangkan cowo dan cewe dari Vietnam itu langsung ke Basel. Ada juga yang julid bilang, kok anak sekecil itu dibiarin orangtuanya jalan sama cowo keluar negeri….wkwkwkkwk…Siapa tau si cewe diem aja karena gak bisa bahasa Inggris…tapi gak tau sih…hahahaha….ternyata si cewe memang lagi dalam acara mengunjungi cowonya dan mereka akan ke Basel.

Seru juga ya cerita tentang peserta tour. Cerita lagi deh. Ada seorang pengusaha sepertinya (lupa padahal dia cerita) dari India yang bawa ibunya yang pakai kursi roda. Baik banget anaknya, ngangkat-ngangkat kursi roda, trus dorong kursi roda ibunya, pokoknya anak yang berbakti deh. Anaknya cowo loh. Kyaknya jarang saia lihat anak cowo yang bawa-bawa ibunya tanpa ada cewe satupun yang menyertai. Trus, ada juga peserta dari Pakistan yang saia kira temennya yang dari India ini, tau-tau beda. Waktu di Swiss, saia dan Jen bareng naik Flying ice sama si orang Pakistan ini.

Berikutnya ada pasangan bule dan satu-satunya pasangan bule yang ada di tour. Jarang ngomong juga, tapi orangnya ramah.

Selanjutnya ada pasangan Asia dan bule. Sama sih, gak banyak bicara tapi orangnya kelihatan ramah. Ada juga pasangan India yang tinggal di California lebih dari 12 tahun. Mereka jetlag selama di Eropa kata suaminya. Mereka gak ada anak karena ga mau punya anak. Waktu fotoan di negara mana gitu, si suaminya seneng banget deket sama kita-kita orang Indonesia, mungkin karena kita suka ngebanyol dan sok kepedean sama peserta lain kali yaa…Mereka suka fotoan deket saia, trus salah satu temen bilang, “kyaknya mereka seneng fotoan deket sama kamu, jangan-jangan kamu mau diangkat jadi anak”….wkwkkwkk…..Mereka ramah banget. Katanya, kesulitan dia selama di Eropa adalah masalah waktu karena beda 9 jam dan juga makanan. Mereka adalah vegetarian dan sulit mendapatkan makanan vegetarian, jadinya mereka bikin sendiri tiap hari makanan mereka. Lalu, ada peserta dari Kamboja, cowo yang selalu pake baju rapih kyak mau ke kantor. Dia selalu pakai kemeja rapi kantoran, celana panjang kantoran dan juga sepatu pantofel. Waktu ketemu sama dia pas breakfast, kirain dia itu turis yang lagi dalam perjalanan menuju acara kantor, tau-tau dia peserta tour juga. Lama-lama dia pake jaket juga sih…tapi tetep style kemeja rapinya, celana panjang dan pantofel ga pernah ketinggalan. Selebihnya orang-orang Filipina dan negara lainnya yang ramah-ramah.

 

Autumn 2016 – Day 13 : San Remo – Monaco – Grasse – Nice – Cannes – Avignon

Hari ini pagi-pagi dari San Remo melanjutkan perjalanan ke Monaco. Di sini damai banget, asli saia pasti betah banget kalo tinggal di Monaco. Tamannya bagus, jalannya bagus dan semuanya bagus, adem, teratur dan damai banget. Cintaaaaaaaaa deh sama Monaco. Kalau mau lihat indahnya Monaco bisa baca di Monaco yang mempesona.

Dari Monaco melanjutkan perjalanan ke Grasse. Disini, saia berkunjung ke pabrik pembuatan parfum. Dijelaskan juga bedanya perfume, eau de toilette dan lainnya. Seru juga jalan-jalan kesini. Kami dikasih semacam sample perfume gitu, sekitaran 5ml, wanginya uenak banget dan GRATIS hehe. Dari Grasse langsung ke Nice. Nice itu daerah pantai, bagus, adem banget dan jalanannya anteng. Kyaknya sih pantai buatan ya, tapi gak tau juga…haha…warnanya biru cerah dan adanya di deket kota. Istilahnya, kalau di Jakarta ada Jl Jend Sudirman, sebrangnya itu pantai…keren deh. Kisah di Nice saia tulis tersendiri di Nice, si Kota Pantai Biru. Di Nice ini nemu restoran Asia dan harganya lumayan murah. Jadi makan disini dan beli juga buat dinner.

Dari Nice menuju Cannes sekitar 1 jam perjalanan. Cannes terkenal dengan festival film Cannes yang mendunia. Seru sih, ada kapal-kapal juga. Pantainya bersih. Cerita tentang Cannes saia tulis di Cannes, Tempatnya Festival Film Dunia.

Dari Cannes berangkat ke Avignon. Ini adalah malam terakhir bersama tour4fun, yakni biro perjalanan yang kami gunakan selama tour perjalanan. Besok udah berpisah dan melanjutkan perjalanan masing-masing di Paris. Di Avignon tinggal di apartment. Keren, semuanya lengkap. Sekian cerita hari ini.

Autumn 2016 – Day 12 : Florence – Pisa – Genoa

Hari ini perjalanan menuju Firenze alias Florence. Kotanya indah. Banyak bangunan-bangunan artistik di sini. Makan siang ala Florence dimana menunya itu spaghetti, pizza, ribs dan tiramisu. Ada wine juga…tapi saia nda minum wine.

Sebelumnya ke tempat pembuatan barang-barang kulit. Bagus-bagus loh dan tax free. Waahhh….tapi untuk kantong rupiah kyak saia tetep aja jatohnya mahal. Cerita lengkap mengenai Florence ada di Kota Sejuta Pasta dan Original Leather, Florence, Italy

Dari Florence langsung ke Pisa dan perjalanan sekitar 1 jam. Dulu mikirnya Pisa ini adalah nama menara aja, tau-tau Pisa nama kota juga, nama kotanya ya Pisa…hehe…Foto-foto di depan menara Pisa yang menjadi 7 keajaiban dunia versi saia masih kecil. Gak tau deh sekarang masih termasuk apa ngga. Cerita tentang Pisa ada di Menara Pisa, Pisa, Italy

Dari Pisa langsung menuju Genoa yang lebih tepatnya San Remo. Perjalanan dari Pisa sekitar 5 jam. Malam ini ada di San Marino. Hotelnya bagus tapi jauh dari parkiran bis. Jaringan internetnya juga bagus makanya bisa upload-upload foto.

Karena ada misunderstanding antara peserta tour dan tour guide, jadinya rada bermasalah juga pas sampe parkiran hotel, karena letak hotelnya jauh dari parkiran dan banyak tangga. Tour guide sebenarnya udah kasih tahu, kalau hotelnya harus jalan jauh dan tiap peserta diminta untuk bawa tas kecil isinya baju dan peralatan yang dibawa sendiri. Saia denger kan tuh, trus saia bilang gitu ke temen-temen. Tapi, temen saia yang satunya bilang, dia gak denger si tour guide ngomong gitu. Saia mikir, apa saia yang salah denger ya? Mungkin karena bahasa Inggris saia pas-pasan dan temen saia yang tadi bahasa Inggrisnya udah kelas tinggi, jadi pada gak percaya…wkwkwkk…Tapi, saia tetep berkeyakinan, kalau saia tuh gak salah denger. Akhirnya, ya udah deh, saia ikutan temen-temen lainnya aja, gak jadi bawa tas kecil.

Nah, pas di tempat tujuan…Peserta tour pada heboh, marah-marah, kenapa gak dikasih tau klo tempatnya jauh, tangganya banyak dan kudu bawa 1 tas kecil aja. Temen saia yang cowo bilang, “ah…bener apa kata lo, coba aja kita ikutin kata lo”.  Lah, sekarang baru ngomong gitu, kemaren gak ada ngomong gitu…haha…temen yang satu lagi, yang bahasa Inggrisnya selancar air mengalir juga kesel dan bilang kalau dia tuh ga denger ke tour guidenya. Oiya, temen yang cowo itu sempet berbisik : “sebenernya gue percaya sama lo, besok-besok gue dengerin apa kata lo aja dah”… 😀 (mukanya mutung :p)

Bener aja,  bagi turis yang bawa koper gede lebih baik keliling Senayan dulu 3 kali selama sebulan kalo gak mau pingsan di tengah jalan…..hahahaa….Akhirnya, pihak hotel menyediakan semacam van untuk membawa seluruh koper yang perlu dibawa. Hotelnya sendiri, kamarnya gede ya, bahkan ini kamar terbesar selama tour Eropa. Tapi, dapat kamarnya juga beda-beda deh, karena temen yang dua lagi, kamarnya lebih kecil. Suasana kamarnya rada serem gitu. Seperti lagi ada di film horor. Sempet becanda sama temen, jangan-jangan hotelnya dulunya rumah sakit. Mirip rumah sakit dan suasananya mencekam banget….hahahaha…Lobinya sih bagus, keren, cucok buat foto-foto walaupun ada aura-aura mistisnya. Hari ini adalah hari terakhir di Italy. Besok udah mulai menuju negara baru, Monaco.

Autumn 2016 – Day 11 : Roma – Vatikan – Arrezo

Hari ini di Roma, pagi-pagi langsung menuju Negara dimana Paus berada, yakni Vatikan. Disini ngeliat St Peter Basilica Church. Saia gak ikut Sistine Chapel tour karena mahal, yaitu 45 Euro. Jalan-jalan sekitaran Vatican City. Banyak pastor, biarawati dan juga pedagang yang rata-rata dari India. Cerita-cerita selama di Vatikan, ada di Negara di dalam Negara, Vatikan

Setelah dari kediaman Sri Paus, perjalanan dilanjutkan ke Colosseum tempat sang gladiator. Sayangnya hujan yang semakin deras membuat kunjungan gak maksimal. Udah gitu, gak ikut tournya juga. Males, udah lumayan mahal hujan lagi. Cerita tentang Colosseum ada di Colloseum, Roma, Italy Hahahaha…..public toilet gak ada. Adanya di restoran. Seperti yang udah diceritain sebelumnya, kalo makan di Italy harus bayar table juga dan itu terjadi. Malesnya lagi, semua orang harus pesen makan gak kyak di Indonesia yang satu atau dua orang aja yang mesen gak masalah. Huh….Italia….kamu membuat saya tak ingin kembali lagi. Ehh…..ada tuh kolam yang klo lempar koin bisa balik lagi. Saia dikasih koin sama temen dan satu temen tour. Artinya bakal balik lagi donk? Hahaaa….aminlah….gak masalah sih balik lagi juga. Cerita selama di Roma ada di Cerita singkat di Roma, Italy

Dari kolam koin perjalanan langsung ke Arrezo sekitar 3 jam perjalanan. Hotelnya bagus dan wifinya juga bagus….xixixixi….teuteup yahhhh…..wifi 😊

Autumn 2016 – Day 10 : Venice – Roma

Selamat malam. Lagi santai-santai keingetan belum posting tentang kelanjutan perjalanan ke Eropa tahun 2016.

Hari ini disambut dengan dinginnya udara dan kabut. Pagi-pagi jam 8 pagi berangkat ke pelabuhan tempat penyebrangan ke Venice. Jadi inget film CHIKA klo inget Venice. Setelah nyebrang, dianter keliling-keliling Venice sama tour guide cewe yang kyaknya khusus tour guide Venice. Naik gondola. Hmmm, mungkin karena ekspektasi terlalu tinggi, ga sebagus yang dibayangkan. Kyaknya lebih cakep Venice nya Macau deh…hehehe….tapi it’s ok….overall masih bs foto-foto ala Venice…hahhaaa…ya iyalaaahhh.

Venice murmer dibanding Milan. Jadi heboh shopping. Selain beli tas dan dompet titipan teman yang terbuat dari fine leather, saia jg beli buat diri sendiri. Hahahahaa….pokoke…heboh banget deh. Dapat diskon lagi.

Dari Venice menuju Roma. Jadi inget ungkapan “masih banyak jalan menuju Roma”, ya memang banyak jalan menuju Roma, salah satunya, ya dari Venice. Perjalanan kira-kira sekitar 7 jam. Asliiiiiiiii sampe dipasangin 2 film di bis tetep gak sampe-sampe saking jauhnya. Roma oh Roma…mengapa tidak ada jalan yang lebih dekat???? Xixixixixi

Bermalam di Roma dan lagi-lagi ada free wifi tapi dibatasin 1 jam aja. Huhh…padahal masih banyak yang perlu diupload. Hahhahaaa….

Autumn 2016 – Day 9 : Lucerne – Milan – Venice

Selamat hari Jumat…lanjut lagi ya kisah tentang perjalanan ke Eropa 2016. Perjalanan ini dari Lucerne. Say good bye kepada temen-temen yang sejak dari Frankfurt udah bareng dan sekarang masuk ke tour selanjutnya (pindah line) karena jadwal berikutnya ke Italy. Tour yang sebelumnya lanjutnya ke Zurich. Kami gak ke Zurich.

Hadehhhh parah dah ini Italy, apa-apa aja bayar. Mehong lagi. Mendingan Swiss kemana-mana dehhh. Waktu di Milan jalan ke gereja Katedral yang cantik banget. Ceritanya bisa diliat di Sejenak di Milan, Italy. Disini kira-kira sekitaran 3 jam. Hanya mengunjungi Katedral aja disini. Trus makan pizza. Asliiiiiiiiii pizzanya enak pake banget deh. Apalagi yah? Di Italy ternyata klo makan di restoran, tablenya dibayar loh. Jadi klo beli makanan seharga 10 Euro trus makan di tempat, maka di charge misalnya 15 euro per kepala. Buset banget kan. Jadi lebih baik take away ajalah.

Dari Milan melanjutkan perjalanan ke Venice. Lumayan lama sekitar 4 jam klo ga salah yaah. Banyak lupa nih karena gak langsung nulis di blog. Bermalam di Venice dan hotelnya asli deh, gak recommend banget. Sepi, jadul abis intinya. Karena sampai udah malam, coba makan di resto hotelnya karena gak ada kehidupan yang “normal” di sekitar hotel. Normal disini maksudnya gak ada McD or warteg gitu….hahahaa…..makanannya yahhh biasa aja sih.

Post Note : Waktu di Italy, untuk dapat wifi gratis, kami masuk ke restoran. Kirain restorannya kayak di Indonesia ya, bisa sharing gitu makanannya. Tau-tau, tiap orang musti order, makanan dan minuman per orang dan juga tablenya per orang dibayar. Contohnya, hanya mau beli salad seharga 15 Euro untuk berempat, gak boleh loh. Jadi kalau berempat, masing-masing harus pesan dan minumannya pun harus pesan masing-masing. Anggeplah, makanannya 15 Euro satu orang, jadi harus beli 4, totalnya 60 Euro. Trus, minumannya juga gak boleh sharing. Anggeplah masing-masing beli minuman seharga 10 Euro, jadi untuk minuman 40 Euro. Udah gitu aja? Tentu saja tidak :p Bayar tablenya, misalkan per orang itu 15 Euro, jadi kalau berempat 60 Euro. Udah abis berapa? 160 Euro aja kan untuk salad dan minuman aja. Wkwkwkwk.

Nilai tukar di Italy pun menurut saia parah abis dibanding negara Eropa lainnya. Gak manusiawi, rendah banget. Akhirnya, kami waktu itu gak jadi nuker di money changer Italy. Kami nuker USD ke Euro. Kami nukernya akhirnya di Prancis. Mungkin gak semua ya, tapi ya itulah pengalaman. Kali aja pengalaman orang lain lebih beruntung ya.

Autumn 2016 – Day 8 : Munich – Liechtenstein – Engelbert – Lucerne

Perjalanan kali ini dari Munich ke Austria untuk kemudian menuju Liechteinstein sebuah negara kecil yang gak kalah cantiknya. City centernya kecil, lebih gede mall yang ada di Jakarta. Mata uangnya CHF alias Franc Swiss tapi bisa pake Euro juga. Termasuk negara mahal karena semuanya mahal. Tapi untuk barang-barang lebih murah ketimbang Swiss. Ada apa di Liechteinstein bisa dilihat di post Si kecil yang kaya, Liechtenstein Dari negara kecil Liechteinstein perjalanan dilanjutkan ke Mt. Titlis di Engelbert, Switzerland. Bener-bener kereeennnnnn dan cantiiikkkkk banget. Coba naik flying ice juga sama dua teman satu group tour. Asliiiiiiiiii seru banget. Tiketnya CHF 12 dan ada fotonya juga tapi hanya teman dari Philippines yang beli, saia poto aja. Ada apa di Mt. Titlis, bisa dibaca di post Mt. Titlis, Engelbert, Switzerland Abis dari sana ke Lucerne dan pisah sama teman-teman di bis sebelumnya. Cerita tentang Lucerne bisa baca di Lucerne, part of my journey Hikksssss sediihhhh banget. Pisah sama temen-temen yang udah kayak keluarga yang selama seminggu bersama-sama untuk melanjutkan ke green line yaitu bis menuju Italy.

Bis yang sebelumnya melanjutkan perjalanan ke Zurich. Intinya..  bener-bener perjalanan yang menyenangkan.

Autumn 2016 – Day 7 : Vienna – Salzburg – Munich

Hari ke 7 dalam trip di benua biru. Pagi-pagi di Vienna langsung menuju Salzburg. Awalnya jalan-jalan dan foto-foto di tempat-tempat yang ok di Vienna. Asli nih kota cantikkkkk banget. I falling in love to Austria. Dari Vienna menuju Salzburg tempat sang komposer terkenal Mozart. Perjalanan Vienna-Salzburg sekitar 4 jam dan sepanjang jalan diputer film Sounds of Music. Seumur-umur baru kali ini nonton Sounds of Music sampai selesai. Asliiiiiiiii bagus banget.

Tiba di Salzburg langsung menuju museum Mozart. Biaya masuknya 10 Euro, tapi klo group lebih dari 10 orang jadi diskon 1.5 Euro. Per orang jadinya 8.5 Euro. Malam ini adalah malam terakhir bersama orang-orang tour blue line karena besok pisah di Lucerne karena kami akan pindah ke green line. O iya, drivernya orang Polandia sepertinya, karena keluarganya tinggal di sana. Orangnya baiiiikkkkkkkkkkk pake bangetttttttthhh. Kalau di Indonesia udah jadi artis sekelas Ari Wibowo deh. Asli, baik banget. Seandainya saia bisa dapat bule baik kyak dia….wkwkkwkkk….ngimpi.com.

Dari Salzburg menuju Munich yang ternyata perbatasan antara Salzburg dan Jerman itu deket banget. Kyaknya cuma 2 menit udah sampe border aja. Kasian ya drivernya nyetir berjam2-jamdan baik banget ngangkat-ngangkat bagasi semua orang. Yahh emang kerjaannya dia sih…tapi appreciate banget. Di Munich seperti biasa mengejar aksesoris buat di rumah. Jalan-jalan dan foto-foto seperti biasa.

Malam ini dinner bareng temen dari Philippines tapi gawe di Abu Dhabi, namanya Jennifer, panggilannya Jen. Masak nasi, maka  kentang goreng McD beserta chicken wings dan chicken nugget. Foto-foto juga sama temen seperjalanan dari Frankfurt, yaitu opa-opa (kita manggilnya uncle) dari Singapore yang lagi ada kerjaan di Stuttgart, Jerman. Banyaklah kenangan selama ikut tour kali ini.

Besok rencana ke negara impian dari kecil….Swiss yang akan berakhir di Lucerne. Sekian cerita untuk hari ini.

Autumn 2016 – Day 6 : Budapest-Vienna

Selamat siang. Berikut adalah kisah lanjutan dari serial Autumn 2016 ya. Selamat membaca.

Hari ini pagi-pagi jam 8 langsung cuss dari Budapest ke negeri klasik, Austria. Perjalanan sekitar 3 jam. Mengunjungi Schonbrunn Palace, foto-foto dan jalan-jalan keliling kastil. Nggak masuk ke emperor palace nya karena males aja, mikir ga worth it. Tapi kata orang-orang yang masuk, keren banget tapi ga boleh foto-foto. Menyesal? Nggak juga. Gak gitu minat juga sih.

Jalan-jalan ke tempat swarovski dan toko-toko lain yang ada di jalan kota Vienna yang bangunannya klasik banget. Asli…kereeennnn dehh…..malam ini ada concert waltz sih tapi gak ikut karena mahal, 60 Euro. Akhirnya, di hotel aja masak nasi dan mie serta makan dengan gahar. Laperrrr euyyy.

Sekian cerita saia hari ini di kota cantik Vienna, Austria. Asli…cantik banget nih kota.

Post Note : Karena ini hanya cerita hari ke hari kemana aja dan cerita sesungguhnya sudah ada di post tersendiri, jadi langsung aja menuju post tersebut yaa…untuk post mengenai Budapest di Budapest, Hungary tempatnya Danube River dan juga mengenai Vienna di Vienna, si cantik nan klasik . Jika mau baca tentang Austria bisa baca di Si cantik Austria

Autumn 2016 – Day 5 : Bratislava, Slovakia – Budapest, Hungary (Hongaria)

Selamat siang. Kembali lagi di serial Autumn 2016. Karena re-post, lagi-lagi saia lupa belum nulis tentang Bratislava di Slovakia. Nanti akan dibahas tersendiri ya. Mungkin gak hari ini karena ada beberapa kesibukan yang terjadi hari ini. Seperti biasa, terdapat beberapa yang saia edit dari postingan di blog yang terdahulu ya. Selamat membaca.

Pagi-pagi di Bratislava langsung menuju Budapest, Hungary. Perjalanan sekitaran 5 jam yang harusnya ditempuh dalam waktu 3 jam karena hujan dan jalanan macet. Di Budapest mengunjungi tempat-tempat semacam kastil, gereja dan bangunan-bangunan keren lainnya. Daann yang paling ok, naik river cruise menjelajah Danube River yang ada di buku-buku piano klasik. Ternyata beneran ada sungai Danube!!! Postingan khususnya ada di Budapest, Hungary tempatnya Danube River

Malamnya, ikutan dinner Hungarian folk style gt. Lucunya nih, karena saia bukan orang yang suka kulineran, gak pernah minum wine, jadinya saat itu saia penyantap vegetarian food, air mineral dan jus apel. Menurut saia acara yang berbayar 50 Euro ini sangat biasa. Mungkin karena saia gak bisa adaptasi dengan makanan yang aneh di lidah saia.

Ada yang lucu. Ketika kumpulan pemusik mendatangi meja ke meja, salah satu teman kami yang kebetulan dimintain duit, nyari-nyari duit di tas kecilnya. Kami agak-agak gimanaaaaa gt (bingung mau kasih duit berapa). Berikutnya saia melihat, teman saia ini ngasih lembaran uang sebanyak 2 lembar uang kertas yang sangat saia kenal. Uang tersebut adalah uang 2000 Rupiah dan kepada pemusik itu diberikan uang 4000 Rupiah. Hahahaaa….ketawa sampe guling-gulingan kalau istilah lebaynya, ngeliat kelakuan teman satu itu.

Berikutnya balik ke hotel dan sejujurnya, saia tidak begitu enjoy dengan acara mahal itu. Menyesal? Tentu tidak. Jadi pengalaman yang bisa diceritakan kelak. Foto-foto semua ada di postingan Budapest, Hungary tempatnya Danube River .

Post Note : Waktu itu makannya rada aneh sih menurut saia. Saia lihat sekeliling (saia tadinya dapat juga, lalu diganti ke vegetarian menu), isinya semacam turkey, hati angsa dan makanan lain yang saia gak tau apa namanya. Daripada salah makan, saia ditawarin vegetarian menu dan temen saia yang ngasih uang 4000 Rupiah itu pesan ikan. Pas pesanan kami yang berbeda dari yang lain itu datang, saia agak shock dengan penampilan yang disebut “vegetarian menu”. Menunya ditaro disemacam buah kali ya..gak tau apa itu…tapi waktu itu ada yang nyebut paprika besar berwarna merah dan hijau. Gedeeee banget kyak labu gitu, trus isinya entah apa, saia gak tau, tapi yang pasti saia gak suka…hehe…nyoba hanya seiprit.

Temen satu lagi yang mesen menu ikan, menunya mirip ikan dori berselimut tepung. Dia bagi 2 sama saia dan menurut saia enak sih. Jadi nyesel harusnya milih menu ikan aja dibanding vegetarian. Minumnya ya jus apel itu, karena selain itu wine dan saia serta temen yang mesen menu ikan gak minum wine. Akhirnya kebuang deh itu makanan vegetarian.