Journey of life

Autumn 2016 – Day 6 : Budapest-Vienna

Selamat siang. Berikut adalah kisah lanjutan dari serial Autumn 2016 ya. Selamat membaca.

Hari ini pagi-pagi jam 8 langsung cuss dari Budapest ke negeri klasik, Austria. Perjalanan sekitar 3 jam. Mengunjungi Schonbrunn Palace, foto-foto dan jalan-jalan keliling kastil. Nggak masuk ke emperor palace nya karena males aja, mikir ga worth it. Tapi kata orang-orang yang masuk, keren banget tapi ga boleh foto-foto. Menyesal? Nggak juga. Gak gitu minat juga sih.

Jalan-jalan ke tempat swarovski dan toko-toko lain yang ada di jalan kota Vienna yang bangunannya klasik banget. Asli…kereeennnn dehh…..malam ini ada concert waltz sih tapi gak ikut karena mahal, 60 Euro. Akhirnya, di hotel aja masak nasi dan mie serta makan dengan gahar. Laperrrr euyyy.

Sekian cerita saia hari ini di kota cantik Vienna, Austria. Asli…cantik banget nih kota.

Post Note : Karena ini hanya cerita hari ke hari kemana aja dan cerita sesungguhnya sudah ada di post tersendiri, jadi langsung aja menuju post tersebut yaa…untuk post mengenai Budapest di Budapest, Hungary tempatnya Danube River dan juga mengenai Vienna di Vienna, si cantik nan klasik . Jika mau baca tentang Austria bisa baca di Si cantik Austria

Autumn 2016 – Day 5 : Bratislava, Slovakia – Budapest, Hungary (Hongaria)

Selamat siang. Kembali lagi di serial Autumn 2016. Karena re-post, lagi-lagi saia lupa belum nulis tentang Bratislava di Slovakia. Nanti akan dibahas tersendiri ya. Mungkin gak hari ini karena ada beberapa kesibukan yang terjadi hari ini. Seperti biasa, terdapat beberapa yang saia edit dari postingan di blog yang terdahulu ya. Selamat membaca.

Pagi-pagi di Bratislava langsung menuju Budapest, Hungary. Perjalanan sekitaran 5 jam yang harusnya ditempuh dalam waktu 3 jam karena hujan dan jalanan macet. Di Budapest mengunjungi tempat-tempat semacam kastil, gereja dan bangunan-bangunan keren lainnya. Daann yang paling ok, naik river cruise menjelajah Danube River yang ada di buku-buku piano klasik. Ternyata beneran ada sungai Danube!!! Postingan khususnya ada di Budapest, Hungary tempatnya Danube River

Malamnya, ikutan dinner Hungarian folk style gt. Lucunya nih, karena saia bukan orang yang suka kulineran, gak pernah minum wine, jadinya saat itu saia penyantap vegetarian food, air mineral dan jus apel. Menurut saia acara yang berbayar 50 Euro ini sangat biasa. Mungkin karena saia gak bisa adaptasi dengan makanan yang aneh di lidah saia.

Ada yang lucu. Ketika kumpulan pemusik mendatangi meja ke meja, salah satu teman kami yang kebetulan dimintain duit, nyari-nyari duit di tas kecilnya. Kami agak-agak gimanaaaaa gt (bingung mau kasih duit berapa). Berikutnya saia melihat, teman saia ini ngasih lembaran uang sebanyak 2 lembar uang kertas yang sangat saia kenal. Uang tersebut adalah uang 2000 Rupiah dan kepada pemusik itu diberikan uang 4000 Rupiah. Hahahaaa….ketawa sampe guling-gulingan kalau istilah lebaynya, ngeliat kelakuan teman satu itu.

Berikutnya balik ke hotel dan sejujurnya, saia tidak begitu enjoy dengan acara mahal itu. Menyesal? Tentu tidak. Jadi pengalaman yang bisa diceritakan kelak. Foto-foto semua ada di postingan Budapest, Hungary tempatnya Danube River .

Post Note : Waktu itu makannya rada aneh sih menurut saia. Saia lihat sekeliling (saia tadinya dapat juga, lalu diganti ke vegetarian menu), isinya semacam turkey, hati angsa dan makanan lain yang saia gak tau apa namanya. Daripada salah makan, saia ditawarin vegetarian menu dan temen saia yang ngasih uang 4000 Rupiah itu pesan ikan. Pas pesanan kami yang berbeda dari yang lain itu datang, saia agak shock dengan penampilan yang disebut “vegetarian menu”. Menunya ditaro disemacam buah kali ya..gak tau apa itu…tapi waktu itu ada yang nyebut paprika besar berwarna merah dan hijau. Gedeeee banget kyak labu gitu, trus isinya entah apa, saia gak tau, tapi yang pasti saia gak suka…hehe…nyoba hanya seiprit.

Temen satu lagi yang mesen menu ikan, menunya mirip ikan dori berselimut tepung. Dia bagi 2 sama saia dan menurut saia enak sih. Jadi nyesel harusnya milih menu ikan aja dibanding vegetarian. Minumnya ya jus apel itu, karena selain itu wine dan saia serta temen yang mesen menu ikan gak minum wine. Akhirnya kebuang deh itu makanan vegetarian.

Prague (Praha), Czech Republic

Selamat siang…datang kembali. Kalau ini post-an baru yaa karena tadi tiba-tiba keingetan belum nulis secara khusus tentang Praha. Saia tadi coba ubek-ubek foto di fb, ketemunya cuman dikit karena lupa banget yang mana Praha, Bratislava atau kota lainnya saking mirip-miripnya fotonya. Jadi, saia ambil foto yang saia lihat di title-nya saia upload di Praha ya.

Praha itu kota di Eropa Timur yang sangat indah. Banyak sekali bangunan-bangunan khas Eropa yang cakep banget. Saia memang tidak eksplor lebih lama di Praha karena keterbatasan waktu. O iya, disini mata uangnya bukan Euro ya, melainkan Koruna Ceko atau bahasa internasionalnya Czech Crowne (CZK). Waktu itu, saia hanya tuker sedikit dari Euro ke CZK karena dipakainya hanya di Praha aja. Jadi, sampai saat ini saia masih punya kembalian CZK yang tak terpakai. O iya, nama asli Praha itu Prague ya, berada di Republik Ceko (Czech Republic). Kalau waktu kecil dulu, saia pernah denger nama negara Cekoslowakia dan sekarang sepertinya dibagi dua antara Ceko (Czech) dan Slowakia (Slovakia). Saia sempet beli coklat juga disini buat oleh-oleh, lalu piringan kecil (aksesoris) untuk diri saia sendiri (koleksi), lalu beli tempelan kulkas juga dan aksesoris-aksesoris lainnya yang saia sendiri juga udah lupa. Saia jadi inget ada kisah nih disini, waktu itu kan saia pegang-pegang tempelan kulkas, trus ada temen yang nitip tempelan kulkas yang ada gambar negara Ceko-nya. Saia tanya sama penjualnya, katanya gak ada. Trus, ada 1 tempelan kulkas jatoh sampe magnetnya juga lepas. Saia udah bilang sama penjualnya, saia beli deh. Tapi ujung-ujungnya saia ga beli sih, karena saia beli aksesoris lain lumayan banyak. Saia sembunyiin aja tuh tempelan kulkas yang lepas diantara tumpukan aksesoris lainnya yang dijual itu…hihi…orangnya pas ngitung juga fine fine aja….mungkin karena saia beli lumayan banyak.

Foto-foto di atas ada di Hradcany Castle yang terkenal dan juga ada foto di depan Bazilika sv. Jiri.

Berikutnya foto di bawah ini adalah foto waktu beli oleh-oleh. fotoan sama pemilik tokonya.

A397DC7D-7C61-48F3-B5B2-98A2F56F9BEC
Masing-masing bawa bawaan untuk oleh-oleh

Di bawah ini foto saia gegayaan sebelum makan siang di……………………………..McD!!!!!!!!!! huahahahahaaaa……..

Bisa dilihat-lihat kan pemandangannya kota Praha itu bagaimana. Waktu itu ramai banget, banyak turis juga.

Waktu itu sepertinya ada perayaan apa gitu ya memperingati sesuatu makanya ada bunga-bunga dan lilin di depan monumen ini.

Berikutnya adalah foto-foto lainnya dari kota cantik yang bernama Praha ini :

Bagus banget kan pemandangannya? Kotanya juga bagus, pokoke semuanya bagus deh. Kalau kesini, banyak wisata-wisata kastilnya dan itu keren banget.

Saia pertama kali tau ada kota yang bernama Praha dari seorang teman yang kebetulan dapat kesempatan untuk mengunjungi kota cantik ini secara gratis. Saia lihat foto-fotonya itu bagus banget dan temen saia itu sangat tertarik untuk kembali lagi ke kota Praha. Sebelumnya saia gak gitu tahu sih ada kota cantik yang bernama Praha ini. Tapi, setelah mendengar cerita temen saia itu, saia akhirnya ada keinginan juga untuk dapat mengunjungi Praha.

Waktu saia nontoh film “Surat dari Praha” di TV, sekonyong-konyong ingatan saia kembali pada saat saia ke Praha ini. Dan ternyata Praha banyak menyimpan cerita tentang masa lalu yang dialami oleh beberapa orang terpelajar di Indonesia. Saia sangat tertarik dengan cerita kehidupan mereka sampai saia nonton sendiri kisah nyata tentang mereka di youtube. Kisah yang membuka mata saia lebih lebar lagi mengenai kenyataan hidup yang dialami oleh orang-orang yang hidup sebelum saia lahir. Praha membuka tangannya lebar-lebar bagi orang-orang terpelajar tersebut dan saia semakin salut dengan kota yang bernama Praha.

Europe Trip 2016 – Day 4 : Prague (Praha)-Bratislava, Slovakia

Selamat siang. Kembali lagi masih di serial perjalanan Eropa 2016. Memasuki hari ke -4 nih. Selamat membaca.

Yuhuuu…kembali lagi di hari ke 4 di acara keliling Eropa. Hari ini ke Hradcany Castle di Praha. Gereja-gereja tua yang bener-bener kokoh, semua ada disini. O iya, ngeliat banyak pengemis plus anjing yang diselimutin….rasanya gimanaaaaaaaaa gt. Dingin-dingin berjongkok dengan kepala menyentuh tanah dingin, ada yang duduk juga sambil gendong anjing lucu yang diselimutin, ada juga cwe peminta-minta di depan pintu bersimpuh dengan kepala menelungkup ke tanah dan sang anjing disebelahnya tidur berbalutkan selimut. Asliiiiiiiiii….entah mengapa saia salutttttttttt banget. Di tengah kekurangan akan hal-hal yang bersifat material dalam hidup, masih punya rasa kasih kepada hewan. Semua jempol deh buat mereka. Salut.

Foto-foto dan jalan-jalan pastinya mengelilingi castle. Gak masuk ke sana karena kyana lebih seru foto-foto di luar…emang dasar maunya yang gratisan…hehehehee

Perjalanan kemudian berlanjut ke Bratislava, Slovakia. Perjalanan dari Praha ke Bratislava muaceeeettttt….jadi inget Jakarta. Pokoke kyak di Tanjung Priok gitu, banyak truk-truk gede dan macet. Sampai di Bratislava udah malem yang harusnya sampe jam 7 malah sampe jam setengah sembilanan. Nginep di hotel Lindner. Bagus hotelnya, jauhhh deh dibanding hotel di Praha. Praha emang indah, biar ga dieskplore semuanya, tapi bener-bener ok kotanya.

Sekian dulu cerita kali ini di hari ke 4 perjalanan panjang menuju negeri benua biru.

Post Note : Kalau bicara tentang Praha, pastinya yang pernah nonton film “Surat dari Praha” yang diperankan oleh Julie Estelle bisa dapat gambaran yang lebih jelas tentang kota Praha ini. Banyak sekali bangunan-bangunan khas Eropa (ya iyalah, kan di Eropa…hehe) yang cantik banget. Saia belum pernah cerita khusus tentang Praha ya di blog ini? Nanti akan saia ceritakan tersendiri ya (sambil ngecek di blog ini apakah saia pernah nulis tentang Praha dan jawabannya belum sodara-sodara!!!) wahh, kelupaan nih nulis tentang Praha.

Post note-nya sampai sini aja deh, supaya ada cerita tersendiri tentang Praha ya. Harus ubek-ubek foto juga nih untuk dapat ditampilkan dalam blog ini tentang Praha.

Autumn 2016 – Day 3 : Prague (Praha)

Perjalanan di hari 3 berawal dari Frankfurt ke Prague alias Praha. Praha ini ada di negara Czech Republic atau dikenal  dengan Republik Ceko. Perjalanan sekitar 6,5 jam. Pemandangannya baguuussss banget. O iya, kalo dari suasana kota dan orang, lebih suka Belanda or Jerman. Lebih gimanaaaa gt deh. Disini juga banyak orang merokok dimana-mana jadi klo dari sisi saia sih kurang asoy. Belum begitu melihat kecantikan kota ini karena akan di explore hari ini, yakni di hari ke 4.

Untuk ukuran hotel yang dikasih di Praha, masih lebih OK hotel Frankfurt. Disini minim fasilitas. Ya ga tau juga sih kenapa milih disini. Mata uang di Praha ini adalah CK alias Checzh Krone. Berhubung gak punya CK kemaren itu pake euro deh. Laku kok, kembaliannya pake CK tapinya. Jadi inget waktu ke Cambodia, bayar pake USD kembaliannya pake Riel.

Apa lagi yah…..semalem juga saking kepengennya, makan indomie pake nasi, sambel roa dan ikan teri….maknyooossss lezatooosss….hahhaa….kyaknya saia juga udah mulai bs menyesuaikan diri. Gak jetlag lagi. Ok deh sekian dlu….masih ngantuk nih…maklum masih jam 3.21 pagi waktu Praha.

.

Autumn 2016 – Day 2 : Amsterdam-Frankfurt

Selamat pagi menjelang siang. Berikut adalah lanjutan perjalanan saia ke Eropa tahun 2016. Disini banyak yang saia edit (bahasa-bahasa alay, bahasa yang disingkat), kalimat-kalimat yang gak perlu untuk masa sekarang (wkwk) dan juga ada post note ya yang gak dituliskan di blog sebelumnya. Jadi, intinya sih di blog ini saia akan ceritakan selengkap-lengkapnya. Dulu waktu nulis di blog yang lama, karena waktu terbatas (maksudnya dulu bergantung pada public wifi) jadinya kurang maksimal nulisnya. Nulisnya juga di hp, jadinya kan terbatas yaa.. ok deh, selamat membaca yaa…

Holaaaaa….ketemu lagi nihhh…sekarang sebenernya sih udah hari ke 3 yah….perjalanan dari Hongkong ke Amsterdam kurang lebih 11 jam 30 menit. Perjalanan terpanjang yang pernah saia lalui. Mana gak bisa tidur karena gak dapat posisi yang enak. Perjalanan sepanjang 9 jam pertama bener-bener penuh kasak kusuk. 2 Jam sebelum sampai Amsterdam, lumayan nyaman karena ternyata kursinya bisa dikebelakangin. Huhuhuhu….coba dari pertama tau, jadinya kan ga senewen sendiri. Pas waktu  makan terakhir di pesawat, saia liat ada yoghurt pineapple, sebenernya udah tau, bakal sakit perut tapi mubazir kan ya, jadi saia makan juga yang berakibat diare parah di negeri orang. Bener dahhhh besok-besok biar aja mubazir daripada diare tingkat tinggi. Udah tau gak bisa makan yoghurt, masih bandel aja…hihihhi

Jalan-jalan sebentar ke kota Amsterdam karena akan segera berangkat ke Frankfurt sore harinya. Ambil tour hop on hop off lengkap bis and canal cruise nya. Saia gak begitu menikmati banget karena diare yang melanda. O iya, rutenya dari Schiphol ke Centraal (semacam stasiun pusat di Amsterdam) ya. Pulangnya dari Centraal balik ke Schiphol untuk lanjut ke Utrecht dan akhirnya ke Frankfurt. Waktu mau naik train  dari Schiphol ke Utrecht itu, kami kecepetan datangnya, jadinya harus nunggu 3 jam….huaaaaaaaa….mana dingin lagi dan kalau waktu Indonesia udah saatnya time to sleeeeeppppppppp……

Di train menuju Frankfurt, ketemu sama orang Indonesia yang lagi sekolah spesialis kedokteran di Jerman. Dia membantu kami waktu kami berempat lagi geret-geret koper di train. Dia bilang, dia ngeh kita orang Indonesia karena kyaknya kita berisik banget ngomong pake bahasa Indonesia sambil jalan geret-geret koper. Baik orangnya, bahkan nawarin nemenin jalan-jalan kalau kami pada mau ke Bremen. Sayangnya, gak ada plan ke Bremen, maybe next time. Orangnya banyak ngasih petunjuk tentang keadaan di Uni Eropa. Lumayanlah buat nambah-nambah pengetahuan. Kereta lumayan sepi. Karena kami gak ada nomor seat, jadi bisa duduk dimana saja, tapi kalo ada yang datang mengklaim tempat duduknya, ya pindah ke tempat lain….hahahaaa….

Sampai di Frankfurt sekitar jam 22.30 waktu Frankfurt alias 03.30 WIB. Asli ngantuk banget. Jetlag. Hotelnya deket sebenernya dari tempat pemberhentian train-nya, tapi karena gak tau daerah sana, jadinya muter-muter dulu  kesana kemari…hahhaaa…dan nginep di hotel Excelsior karena deket sama meeting point besok ke Praha. Kalau di Jakarta udah waktunya bangun, karena ini di Frankfurt, time to sleep. Waktu di Frankfurt, Jerman sama kyak di Amsterdam, yakni 5 jam lebih lambat dari Jakarta. Hotel Excelsior ini enak banget loh, udah harganya gak terlalu mahal, kalau gak salah sih 2 jutaan ya buat berempat semalem. Breakfastnya banyak variasinya juga seluruh isi minibarnya boleh dibawa loh dan gak kena charge. Minibarnya isinya banyak lagi, dari wine, orange juice dan jenis makanan minuman lainnya. Pokoknya 1 kulkas kecil full isinya. Saia bawa orange juice yang dibotol kaca, rada berat botolnya. Tetep dibawa-bawa terus kalau gak salah sampai Austria, setelah itu, dibuang karena berat…hahaa…Temen saia bawa wine, katanya mau dibawa ke Indonesia, tapi sampai Prancis atau Italy (lupa) ditinggal karena botolnya berat. Pokoknya kalau mau ke Frankfurt, coba deh hotel Excelsior, asik banget.  Ada welcome chocolate lagi. Bukan endorsement yaa, tapi pengalaman pribadi aja.

Post note : Kalau diingat-ingat, nyesel juga ya gak minta no hp si dokter itu, padahal kyaknya si dokter itu baik banget dan menurut saia sih dia udah kasih sinyal-sinyal untuk kami supaya minta no hp nya dia, sampai di bilang “saia udah mau turun loh” beberapa kali setiap kali stasiun yang dia mau tuju sudah semakin dekat dan berkali-kali nawarin untuk ngajakin jalan-jalan kalau kita ke Bremen, trus dia juga pas udah mau turun, tampangnya kayak “kok ga ada yang nanya no hpnya, kan dia mau ajak jalan-jalan dan ini orang semua bilang iya iya iya”. Saia waktu itu sebenernya kepikiran mau minta no hpnya, tapi saia bener-bener diare parah waktu itu, jadi udah gak konsen aja. Bahkan waktu ada salah satu temen nanya, ada gak orang Indonesia disana yang cakep (dia nanya-nanya jodoh), si dokter bilang : ohh banyakkk kok orang Indonesia di Jerman, nanti bisa dikenalin….

Pas si dokter turun (mukanya bener-bener seperti ga tega ninggalin kami), temen-temen yang lain baru pada ngeh, kok gak minta no hpnya….huaaaaaaaaa…capcayy dehh…Sampai ada temen yang lihat-lihat ke belakang lagi dan lihat keluar, siapa tau si dokter masih ada, tapi si dokter udah menghilang. Sampai sekarang, saia nyesel tuh, kan lumayan ya nambah pertemanan. Suka berandai-andai, seandainya waktu itu saia gak diare parah, pastinya saia akan heboh cerita tentang banyak hal dan juga minta no hpnya, kali aja kan dapat kenalan temen-temen orang Indonesia yang kuliah di Jerman dan bisa jadi inspirasi untuk next destination. Waktu tiba di Indonesia, sempet nyari-nyari info mengenai dokter itu. Kan dokter itu sempat cerita dulu waktu kerja di Jakarta kerja di Rumah Sakit X trus dia lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas X. Jadinya, karena penasaran saia googling namanya beserta nama Rumah Sakit tempat dia kerja dan kampusnya. Sempet ketemu sih infonya, tapi sekarang kalau dicari udah gak ketemu lagi infonya.

Buat saia, Bremen itu bukanlah nama asing. Waktu saia kelas 6 SD, saia belajar tentang adanya industri tembakau Indonesia yang dikirim ke Bremen, Jerman. Trus, waktu saia melanglang buana ke Jember tahun 2004, saia mengunjungi beberapa tempat bersama temen-temen di Jember dan sampailah kami di pabrik di kota Jember yang namanya saia juga lupa ya. Disitu dijelaskan bahwa pabrik itu memproduksi tembakau untuk dieskpor ke Bremen. Seketika saia langsung inget pelajaran kelas 6 SD. Dan 12 tahun kemudian, dibelahan bumi lain, saia kembali ketemu orang yang tinggalnya di Bremen. Tuhan bener-bener merealisasikan sesuatu yang gak asing buat saia. Makanya, waktu dokter itu ngomong Bremen, saia antusias banget mau cerita-cerita tentang Bremen dan tembakau di Jember, tapi ya, berhubung diare parah, saia gak minat ngomong banyak-banyak saat itu.

Oiya, kenapa saia buat post note panjang lebar mengenai pertemuan dengan dokter Indonesia di train menuju Frankfurt? Karena saia waktu nonton film Aura Kasih “Arini, masih ada kereta yang lewat” kan syutingnya di train Jerman yaa, tiba-tiba jadi keingetan pertemuan dengan dokter ini dan nyesel banget deh kenapa waktu itu kok seolah-olah kami tuh gak menghargai kebaikan dia. Kali aja kan besok-besok ada rezeki atau grand prize ke Bremen (mimpi :p). Mungkin, sekarang dokter itu udah balik ke Indonesia dan mudah-mudahan gak baca blog saia ini sih….wkwkwk

Autumn 2016 – Day 1 : Jakarta-Hongkong

Halohaaa…selamat sore….karena banyak yang suka tanya-tanya tentang pengalaman saia menjelajah Eropa tahun 2016 yang lalu terutama jadwal secara rincinya, saia kembali akan re-post di blog ini dari blog terdahulu ya. Sebenarnya sih untuk negara-negara yang saia kunjungi, sudah saia ceritakan di blog ini sebelumnya, tapi ini adalah rangkaian lengkap dari Day 1 sampai terakhirnya yaa…jangan bosen-bosen karena lagi social distancing seperti ini, jadwal traveling yang seharusnya ada di bulan April ini jadi tertunda. Ok deh, bagi yang DM saia di instagram, fb atau medsos lainnya, bisa dibaca disini yaa….selamat membaca (jika ada bahasa yang alay di blog lama, disini saia akan edit agar lebih “bermakna” ) hehe…O iya, saia akan posting 1 hari 1 judul ya…

Holaaaaa….kembali lagi bersama saia dalam perjalanan ke benua biru. Mumpung dapat wifi gratis nih di Hongkong International Airport jadi lumayan bisa nulis blog. Waktu di Hongkong lebih cepat satu jam. Jadi sekarang udh jam 9.23  malam alias 21.23 waktu setempat. Lagi nungguin next flight ke Amsterdam nih yang jadwalnya itu 00.15 waktu Hongkong dan sampai di Amsterdam pukul 6.45 pagi waktu Amsterdam. Jadi kira-kira total perjalanan sekitar 12 jam dari Hongkong.

Tadi di pesawat Cathay kami berempat kan udah mesen moslem meal dannnnn huhuhuhu…kentang, daging kambing, kacang polong plus jagung plus apa lagi gitu, lalu roti. Asliiiiiii…gak bisa makan nih saia….buseettt dehhh….tau gitu gak usah milih makanan deh. Iri banget liat orang sebelah makan nasi. Untung sebelumnya udah beli makan di Old Town White coffee yang rasanya uenaakkk…jadi ga kelaperan banget di pesawat.

Hahaaa…sekian cerita saia sampai saat ini. Sampai jumpa di cerita selanjutnya. Oiya, rangkaian ceritanya saia tulis “Autumn 2016” aja ya.

Refund Tiket Pesawat

Selamat malam. Baru bisa update blog lagi nih. Karena adanya wabah covid-19 banyak saya baca yang melakukan pembatalan perjalanan selama kondisi masih belum kondusif. Saya akan menceritakan pengalaman pembatalan penerbangan dimasa sekarang ini.

Saia dan teman-teman berencana berangkat ke Bangka 17-19 April 2020. Dulu waktu memesan, gak ada yang mengira kondisi akan seperti sekarang ini. Kami mengajukan reschedule ke salah satu agen travel online tempat dimana kami memesan tiket ke Bangka ini. Cukup mudah, tapi bagasinya hangus. Saia mencoba email ke CS-nya untuk menanyakan apakah dimungkinkan agar bagasinya ikut ke penerbangan yang dijadwal ulang? Karena mungkin banyak yang mengajukan refund atau reschedule, jadi agak lama juga dapat jawabam CS-nya. Intinya ga boleh. Saia coba tanya, apa gak bisa di-nego? Karena kan kami ikutin saran untuk tetep stay at home. Tidak bisa sodara-sodara!!!! Ya udahlah yaa.

Selain tiket di atas, saia punya tiket lain. Pemesanannya di tiket.com. Ini beda agent online ya. Kalau case di atas saia pake agent online lain. Saia batalin tiketnya H-2 kalau gak salah yaa, padahal belinya baru kemarennya. Beli tiket itu buat saudara yang mau datang ke Jakarta, tapi batal karena ada acara yang batal. Saia minta refund. Awal-awal saia dikasih tau, estimasi refundnya setengah harga tiket. Wahh lumayan juga saia pikir. Memang cukup lama, ada kali sekitar 14 hari untuk menunggu dan hasilnya refund disetujui dan hanya dipotong sekitar 10% dan sekitar 90% dananya balik. Tapi, baliknya ke akun pembayaran. Jadi, kalau pakai kartu kredit, baliknya ke kartu kredit. Dulu juga saia pernah refund di tiket.com dan ditanya mau transfer kemana? Asal nama sama dengan pembeli atau salah satu penumpang, gak masalah. Jadinya kartu kredit menunjukkan saldo kredit tapi ga bisa diambil dan kalo diambil kena charge kali yaa…sayang banget uangnya ngendap di kartu kredit. Refundnya belum sampe sih, karena baru disetujui tanggal 2 April 2020. Perlu waktu paling lambat 14 hari kerja dana balik ke kartu kredit.

Macam-macamlah cerita di tengah wanah covid-19 ini. Pastinya dibalik semua cerita ini, ada hikmahnya yaa. Mungkin sekarang belum terlihat, tapi nanti kita akan mengerti maksud dibalik segala peristiwa yang sekarang terjadi. Jadi, sekarang stay at home dulu yaa…Salam Traveling!!!!

Lembur Kuring

Selamat pagi. Keingetan untuk nulis blog mengenai restoran Lembur Kuring. Saia nyobain makanan disini hari Minggu lalu tanggal 1 Maret 2020. Lagi ada lomba tiktok juga loh di restoran ini. Ini bukan endorse yaa.

68DAD450-EE25-43D2-9B42-6BEF3C24A802

Kembali ke soal kuliner yaa…hehe…saia akan review makanan yang ada di restoran Lembu Kuring berdasarkan pendapat pribadi saia.

Review 1 :

310CC0B3-2B5E-428C-8A87-4D3A43D720CF
Gurame goreng

Gurame gorengnya renyah dan menurut saia sih ok. Saia sih dikasih sambel kecap dan sambel cabe ijo, tapi saia ga tau ya apakah ini sambelnya si gurame atau ngga.

Review 2 :

254C9D91-BC05-4A17-BAA1-C81E429FF3F9
Kailan sapi

Kailan sapinya lumayan sih menurut saia. Ada rasa yang kyaknya perlu dilengkapi, tapi apa yaa….haha….saia makan ajalah.

Review 3 :

FB04729C-84A3-47A4-A50E-189DEB6D0696
Sapo tahu ayam

Sapo tahu ayamnya juga lumayan. Sama seperti kailan sapi, ada rasa yang kurang gitu. Biasanya saia suka banget sama sapo tahu kan yaa, tapi saat itu saia hanya makan 1 potongan tahu aja.

Review 4 :

7408655B-3504-44FD-9A1B-B93F85EFA14E
Sop iga daging

Sop iga dagingnya saia hanya icip dikit. Menurut saia, kuahnya enak dan dagingnya juga lembut.

Review 5 :

77DE9CAD-16E4-4669-A2A5-0F03081D4F6C
Gado-gado

Gado-gadonya menurut saia yah lumayan jugalah. Soal rasa, seperti ada rasa yang kurang ya. Tapi, saia tetep makan…hehe

Review 6 :

8F9F4BFC-F101-463C-8965-00B5BD670AFA
Sate ayam

Sate ayamnya menurut saia juga lumayan enak. Daging ayamnya empuk dan saos kacangnya pas sih menurut saia.

Review 7 :

Minuman di atas adalah jeruk lemon, jus alpukat dan es kelapa gelas. Minuman saia adalah jeruk lemon, rasanya tuh kayak ada yang kurang yaa. Mungkin kalau kesini lagi saia akan coba pesan yang lain. Jus alpukat dan es kelapa gelas saia ga icip jadi ga bisa kasih tau rasanya gimana, tapi ga ada yang komplen kok.

Disini juga ada mainan anak dan spot-spot foto yang instagrammable banget. Nih contohnya :

Spot lainnya :

2D3841C9-6E71-42D5-A2EA-D3FCD13C6E83
Salah satu spot foto

Foto lainnya :

Apakah akan balik lagi? Mungkin iya. Loh kok mungkin? Soalnya jauh restorannya di BSD, rumah di Jakarta. Jadi, bagi yang berkesempatan ke wilayah BSD, silakan dicoba. Tempatnya lumayan luas dan kemari Minggu sih cukup ramai tapi gak ramai semrawut gitu.

Gurame Rica-rica

Selamat siang menjelang sore. Hari ini saia nyoba makanan baru yang bernama gurame rica-rica di Ocean Chinese Restaurant. Ini nih gambarannya :

FF64AEFA-F072-47A9-9F72-E39D13AE91EC
Gurame rica rica

Ada cabe rawitnya juga, tapi cuman dikit. Rasanya sih kok kayak kuah fuyunghai yaa…hehehehe. Harganya murmer, ga sampai 30rb termasuk pajak. Tadi saia pakai diskonan Grabfood. Jadinya ya lumayan bangetlah…hehehehe