Museum Bahari

Ini kelanjutan dari cerita kemarin yaa. Setelah dari Museum Sejarah, kami semua menuju museum Bahari. Kalau jalan kaki lumayan jauh juga, jadi kami ada yang naik bajaj dengan ongkos 15rb atau bisa juga menggunakan taksi online dengan tarif 10rb. Panas banget dan pas sampai rasa-rasanya kok saia jadi lemas…hehehehe…naik ke atas bangunan yang katanya bisa ngeliat pelabuhan Sunda Kelapa. Bangunannya terdiri dari 3 bangunan bertingkat gitu dan sesampainya di atas akan kerasa kalau bangunannya miring, jadi rada-rada pusing juga sih dikit…hehehehe

WhatsApp Image 2018-10-02 at 10.59.42 AM (4)
Dilihat dari atas bangunan

Saia kok gak ngeliat ada pelabuhan Sunda Kelapa yaa…hehe…dari bangunan ini, kita diajak ke museum Bahari. Oalaaaa…kirain nih bangunan museum Bahari, tau-tau harus jalan lagi sekitar 5 menit menuju museum Bahari yang sesungguhnya.

Di museum Bahari, kita akan lihat macam-macam jenis kapal. Ada kapal Pinisi, Dewa Rutji dan kapal-kapal lainnya.

WhatsApp Image 2018-10-02 at 10.59.42 AM (3)
kapal Pinisi

Disini juga ada diorama para pelaut seperti Laksamana Cheng Ho, Laksamana Malahayati, Fatahillah, Vasco da Gama, dll. Pokoke seru banget deh main kesini. Jadi keingetan sama pelajaran waktu sekolah dulu. Ada juga ikan-ikan yang diawetkan, jenis-jenis kayu dari yang jati sampai kayu yang jika direndam air makin lama makin kuat tapi kalau di darat jadi keropos. Ada juga kapal-kapal yang dipakai sampai ke Luar Negeri. Ada jenis meriam beserta kode-kodenya yang mengartikan dimana meriam itu dibuat. Beratnya 600 kilogram…

Disini juga ada cafenya, tapi kemarin itu sih kata pemandunya belum jadi. O iya, pintu menuju diorama pelaut itu masih asli loh, usianya udah lebih dari 300 tahun!!! Masih awet banget. Emang keren bangetlah ya itu si kayu jati.

Tadinya, dari museum Bahari mau lanjut ke museum Fatahillah, tapi gak jadi karena waktu mepet. Museum jam 4 tutup. Akhirnya balik deh ke tempat awal dan anak-anak naik sepeda.

Naik sepeda bayarnya 20rb/setengah jam. Saia juga coba naik sepeda, seru juga sih, tapi sayangnya panas banget…hehe…sekian cerita saia kali ini.

Published by

Unknown's avatar

My Journey My Story

Hobi menulis, traveling dan membaca buku. Memiliki cita-cita melihat berbagai bagian dunia dengan lebih dekat.

Leave a comment