Mie Lemonilo

Ini bukan endorse ya, hanya pengalaman pribadi saja. Sebenarnya sudah lama lihat iklan mie sehat Lemonilo di tv bahkan sampai di body kereta. Tapi, waktu saia lihat sah satu sinetron yang mengiklankan ini dan lihat cara makan mereka enak banget, jadi pengen nyobain. Jadi, saia pesen di salah satu market place. Kebetulan dijual per paket terdiri dari 2 mie goreng dan 1 mie rebus. Saia lupa foto bungkus mie rebusnya, hanya mie gorengnya.

penampakan bungkus mie goreng lemonilo

Hari ini saia coba masak keduanya, begini penampakan mie goreng dan mie rebus Lemonilo :

Mie goreng
mie rebusnya

Gimana rasanya? Menurut saia sih persis banget sama mie instant merk terkenal yang disukai mungkin di seluruh dunia. Mie Lemonilo memproklamirkan dirinya sebagai mie sehat yanh dapat dikonsumsi kapan saja, tanpa pengawet, tanpa proses penggorengan untuk membuatnya kering. Ini informasi yang saia baca di internet. Warna hijaunya sendiri berasal dari bayam.

Struktur mie nya gak keriting tapi lurus, bentuknya juga gak kotak tapi membulat gitu deh. Harganya memang di atas rata-rata mie instan biasa. Saia beli sepaket isi 3 sekitar 22ribuan. Cobain deh mie Lemonilo ini.

Mie Aceh Pandrah

Hari ini saia sedang cuti dan lagi nunggu hasil test serology di Prodia Kramat untuk kantor yang syukurlah hasilnya non reaktif. Sambil nunggu hasil, saia berencana makan siang di Bakmi Naga, tapi pas lihat di google maps ternyata diarahkan ke Atrium. Bakmi Naga yang saia pernah lihat di Kramat ternyata udah ga ada. Sepanjang perjalanan ngeliat makanan-makanan yang ada dan akhirnya memutuskan makan mie aceh ini karena banyak ojek online yang antri untuk menunggu pesanannya. Saia akhirnya nyobain mie aceh goreng biasa.

Mie aceh goreng

Rasanya kuat akan rempah-rempah dan juga kerupuknya itu semacam kerupuk beras. Harganya pun murah meriah, hanya 15rb saja. Tempatnya sih kecil ya, tapi gak berhenti-berhenti ojek online datang untuk nungguin pesanan. Bagi yang berkesempatan ke daerah Kramat, bisa nyobain kesini.

Daftar harga

Di atas adalah daftar harganya. Cukup murah meriah dan pas di kantong.

Makanan sehat ala Burgreens

Selamat pagi dan selamat cuti bersama. Beberapa waktu lalu, saia lagi lihat-lihat instagram blog ini dan ada janji cerita tentang Burgreens. Ini bukan endorse yaa hanya pengalaman pribadi aja. Saia nyobain makan di Burgreens tahun lalu setelah lihat IG story dari temen yang vegan. Vegan itu orang yang tidak makan makanan yang berasal dari hewani beserta turunannya seperti keju, susu, telur, dll.

Saat itu saia coba steak vegan, gini nih penampakannya :

02B70748-B27A-462D-8DCD-8265C68C2906
Steak vegan

Rasanya gimana? Enaakkkk dan sangat mengenyangkan. Harganya kalau saia inget-inget sekitar 90rban belum termasuk tax sepertinya. Jadi kurang lebih 100ribuan lah.

Temen-temen lain nyobain ramennya juga. Penampakan ramen :

E69AD6BC-E140-4DE5-8F16-40935A58E05B
Ramen vegan

Rasanya juga enak. Tentu dari bahan-bahan berkualitas tinggi.

Berikutnya penampakan “chicken katsu” vegan :

19B0E27B-6E0A-41BA-9521-280EE001CB2C
Chicken katsu vegan

Temen juga ada yang pesen jus, tapi saia lupa nih nama jusnya apa. Berikut penampakannya :

17B03945-A8A5-4B4B-A0B5-35CF6FDB40B2
Jus

Cobain deh 😊

Bratislava, Slovakia

Selamat pagi menjelang siang. Tadi ngeliat di list yang harus ditulis dan topik Bratislava adalah topik yang dijanjikan akan ditulis. Sebenernya sih saia udah agak-agak lupa ya. Waktu ke Eropa 2016, hanya bentaran sih di Bratislava. Berikut foto di Bratislava :

Foto-foto di atas adalah Bratislava Castle. Hanya keliling-keliling aja sih, gak tau juga di dalamnya ada apa saja. Waktu dulu kesini gak langsung nulis sih ya, jadinya terus terang saia lupa juga sih ngapain aja setelah ini dan mengunjungi apa lagi. Sekian dulu cerita singkat saia kali ini. Hitung-hitung utang cerita saia tentang Bratislava bisa kesampaian ya…hehe

Venice, Italy

Jadi inget musti nulis tentang Venice (Venezia) di Italy. Pertama kali tau tentang Venice ini dari film judulnya “Chika”. Waktu nonton film tersebut (yang tentunya nonton di tv…hehe), saia jadi tertarik dengan kota air Venice ini. Saia udah pernah ke kota tiruan Venice di Makau, tapi pastinya berbeda dengan yang asli.

Saia dan rombongan saat ini menaiki kapal sampai di tempat penyebrangan. Dari sana, keliling-keliling. Ada banyak turis yang datang. Ada juga yang lagi pemotretan pre-wedding. Ada pemain-pemain musik. Semuanya serba ada deh disini…hehe. Begini penampakan tempat penyebrangannya.

Saia beli tas titipan temen dari kulit di Venice ini. Tas dan dompet sih lebih tepatnya. Karena beli titipan temen, saia jadi beli juga…hahahaha….trus, saia beli payung yang gambarnya cakep banget, gambar kota Italy warna biru laut, asli cakep banget, sampai ada temen kantor yang nanya payungnya cakep banget beli dimana…hehe…harga payungnya 5 euro dan menurut saia sih cukup murah ya untuk sekelas Eropa. Saia lihat payung-payung lainnya ynag saia temui kisaran paling murah 10-12 euro. Tapi, sekarang payungnya udah rusak, karena waktu hujan saia naik motor, dipakai dan langsung ambyar.

Saia dan temen-temen naik gondola. Kalau gak salah inget ketika itu harganya 12 euro yaa…pokoknya cukup murah sih untuk ukuran kantong euro. Begini penampakannya :

F435C7F6-B7DB-49C8-922B-1D68FC28E12E
Ini foto gegayaan dulu di atas jembatan gondola

70774DD9-C12E-484F-9662-8E46B5CCA48A
Gondolanya banyak, jadi inget film CHIKA disini.

C3343EBE-35C5-4E16-B107-7C3D9052A476
Menyusuri jalan ini

A2C89DFD-D295-4C5E-A699-5E5A607C33AE
Penampakan dari atas jembatan

2A71A46D-FFEF-4394-887C-FB00D42A5351
Kanan kiri kayak semacam flat gitu. Ada orang yang tingga disitu sambil “dadah dadah”

AF4D4F67-7735-4F5D-BD1F-8DFAD546AD2D
Bangunan yang juga dilewati oleh gondola

3EEFF560-C067-479A-A436-73146C8A0289
Pemandangan dari gondola juga

Sebelum naik gondola, ada tempat ngumpul gitu. Disitu banyak juga orang foto-foto. Tempatnya sih hanya berupa lapangan yang lapang gitu.

BB945C90-05BD-4CF9-B1E6-6268A2E34B6B
Ini dia titik kumpulnya

Kalau waktu saia di Venice sih memang gak bener-bener seperti yang dibayangkan gitu. Maksudnya, gak seperti yang saia bayangkan ketika nonton film Chika. Secara kebersihan sih, bersihan tiruannya di Makau…haha…banyak bangunannya yang lumutan, mungkin karena sering terkena air ya. Trus, saia pernah nemuin semacam mangkok gitu, intinya sih sumbangan minimal 1 euro di sebuah bangku saat mau naik ke atas lagi. Saia lihat juga, banyakan orang-orang yang sudah lanjut usia di flat-flat itu. Entah bagaimana cara mereka menuju daratan, ya pastinya sih naik kapal ya. Pokoknya sekelilingnya itu air, air dan air. Warna airnya juga keruh, ya mungkin karena hal-hal yang berkaitan dengan alam dan juga kebiasaan sehari-hari kali ya sehingga dapat mempengaruhi warna airnya.

 

 

Autumn 2016 – Day 18 : Hongkong – Jakarta

Hari ini (25 Oktober 2016) sudah tiba di Hongkong untuk penerbangan selanjutnya ke Jakarta pk 19.05 waktu Hongkong. Besok pagi udah kembali lagi ke realita hidup. Hahhaaaa….
Penerbangan dari Paris ke Hongkong sekitar 11 jam 45 menit dan ga sedramatis penerbangan ke Amsterdam. Mungkin karena udah mulai terbiasa dengan perjalanan jauh dan udah tau duduk di pesawat biar pewe….hehehe….

Okkk….see u Jakarta..

Autumn 2016 – Day 17 : Last day in Paris

Keren juga nih ya klo ditulis judul film “Last Day in Paris” hahahaaa…..yupp hari ini adalah final day….last day dari segala petualangan selama dua minggu ini ke Eropa. Hari ini gak ada rencana mau kemana-mana karena mau santai-samtai setelah tour berhari-hari, tersesat, jalan jauh, hujan-hujanan dan sebelum penerbangan jauh selama belasan jam menuju negara tercinta. Seperti yang sudah dituliskan kemarin, penerbangan hari ini jam 21.15 waktu Paris menuju Hongkong dan akan tiba di Hongkong pukul 15.00 waktu Hongkong. Dari Hongkong jam 19.05 dan akan tiba di Jakarta jam 22.50 waktu WIB.
Perjalanan yang mengesankan dan penuh arti. Perjalanan ini mungkin hanya angan-angan belaka di zaman dahulu kala dan ternyata bisa menggapainya sekarang ini. Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kebaikan, kesempatan, kesehatan dan hal-hal lainnya yang membuat terlaksananya perjalanan ini. Perjalanan ini gak mudah tapi Dia memudahkan segala sesuatunya. Mungkin klo ada wifi akan cerita lagi di blog waktu di Hongkong. Akhir kata, biarlah segala yang bernafas memuji Dia. Amin.

Autumn 2016 – Day 16 : Disneyland Paris

Hari ini rencananya berangkat jam 9, tapi baru jam 10.30 berangkatnya karena nyasar-nyasar kemaren jadi bawaannya ngantuk. Setelah muter-muter nyari metro yang ujung-ujungnya ke Olympiades juga, beli tiket di counter untuk return sekitar 60 Euro…..dari Olmpyades ke Gare de Lyon, sempet nyasar pas mau naik RER ke Disneyland, akhirnya naik juga RER A4 dan turun paling ujung….namanya apa yah Marne Le Ville – Disneyland Parc kalo gak salah yaa…hahhaaa…pokoke paling ujung deh.

Pas nyampe ada matahari tapi dinginnya pooollll….foto-foto di gerbang Disneyland trus di pohon merah. Tiket magic flex yang udah dibeli 57GBP ternyata harus nambah 15 Euro untuk 2 parks….huhuhuhu males banget, toh gak banyak yang dieksplore.

Wahana pertama naik railroad  sampe muter lagi. Kenalan sama keluarga Australia yang asyik banget. Dari situ makan chips and fish. Trus ikutan meet and greet nya Mickey, setelah itu hujan turun dengan deras. Memutuskan untuk beli merchandise Disney. Setelah beli dan memutuskan untuk pulang, ternyata ada parade Disney. Hujan-hujanan bela-belain foto dan rekam. Bulan ini bulan Oktober, gak kyak di Disneyland Hongkong dulu yang udah bertema Halloween. Di Disneyland Paris biasa aja. Mungkin karena lagi liburan sekolah juga jadi banyak anak-anak yang tentu aja agak kurang enjoy dengan tema Halloween (mungkin ya). Cerita lengkap ada di Disneyland Paris.

Malam ini malam terakhir di hotel Ibis Paris. Besok malam masih di Paris juga sih, tapi udah di airport. Besok balik ke Hongkong jam 21.15. Hari Selasa malam sampe Jakarta dan Rabu pagi back to reality.

Kalau dipikir-pikir yahh….2 minggu lalu, lagi di Frankfurt. 1 minggu lalu lagi di Italy, hari ini lagi di Paris dan minggu depan udah di Jakarta. What a wonderful life.

Autumn 2016 – Day 15 : Paris

Pada hari ini bangun rada siangan mumpung gak pake tour lagi setelah malamnya ngelaundry ala Prancis. Asliiii bingung banget ngegunain mesinnya. Malah sempet nyasar juga sebelum sampe ke tempat laundry..hahaha….akhirnya diajarinlah sama orang-orang yang ada disana dengan bahasa sekedarnya. Wkwkwkkkk….Saia udah pernah nulis tentang Paris di Romantic City, Paris ya, tapi berhubung ini adalah lanjutan dari serial Autumn 2016, saia akan ceritakan cerita di hari ke-15 petualangan di benua biru ini. Gak ada foto-foto disini ya, karena semua foto udah ada di cerita masing-masing. Cekidot ke postingan tersebut aja ya.

Pagi-pagi setelah bangun langsung breakfast yang lumayan banget karena ada hot chocolate…hehe….trus ngelanjutin perjalanan ke Eiffel…..yesss….Eiffel I’m in love!!! Dari hotel ke stasiun metro terdekat untuk naik metro ke Trocadero. Beli tiketnya juga bingung-bingung. Atas petunjuk temennya mba Rini, kami beli tiket langsung yang 10 supaya lebih murah. Sampe Trocadero bingung-bingung nyari temennya mba Rini yang tinggal di Paris. Setelah jalan menyusuri jembatan sungai Seine, ketemu juga sama temennya mba Rini. Foto-foto di Eiffel dan di pohon yang warnanya keren banget. Dari sini, karena si Om Chris laper, tadinya temennya mba Rini mau ngajakin makan nasi goreng ikan asin, tapi karena saia pengen banget ke Sorbonne, jadi dia rekomendasiin makan ayam item. Kenapa dinamain ayam item? Karena ini adalah resep dari org berkulit hitam, rasanya maknyooooosssss banget. Sambelnya ok punya. Si empunya restoran adalah orang Asia Timur, jadi bukan asli dari tanah Ham. Kalau bahasa yang benernya ayam Afrika (waktu baca-baca di internet). Kisah si ayam Afrika ini bisa baca di Ayam Afrika, Paris

Dari resto ayam item, ngopi-ngopi cantik di sebuah cafe. Tentu saja saia nda ngopi, tapi minum hot chocolate (lagi?? Xixixixi). Dari situ pergi ke gereja tempat syuting Da Vinci Code. Masuk ke dalam gereja. Kyaknya ada bagian yang dipugar. Foto-foto di depan gereja dan air mancurnya.

Dari gereja, jalan kaki ke Sorbonne. Setelah impian 20 tahun lalu mengenai Sorbonne, akhirnya kesampaian juga fotoan dan ngeliat Sorbonne di depan mata. Ya….Sorbonne!! Gak ada yang lebih menyenangkan ketika impian masa kecil tercapai. Tuhan bener-bener memeluk setiap mimpi. Dia berikan kesempatan pada saia untuk dapat menggapai Sorbonne yang mungkin tak kan pernah terbayangkan akan kesini. God is good all the time.

Dari Sorbonne berangkat menuju Notre Dame. Kisah si bongkok dari Notre Dame sangat fenomenal. Foto-foto di depannya dan abis itu caooo lagi karena temennya mba Rini ada acara di rumahnya dan saia selagi di Paris ingin menyusuri semua icon semaksimal mungkin. (Post Note : syedihnya pas dapat berita tentang Notre Dame yang terbakar, untungnya udah pernah kesana).

Tadinya gak cukup waktu ke museum Louvre. Setelah mikir-mikir untuk naik metro, akhirnya naik metro ke Louvre. Foto-foto dulu di jembatan sungai Seine….bagus bangeeettt. Ternyata Louvre itu luas banget. Disini ada lukisan Monalisa. Gak masuk ke dalam karena udah sore, rugi juga klo masuk karena sebentar lagi akan tutup. Foto-foto aja. Apalagi pas cuacanya bagus banget sehingga bangunannya berwarna keemasan. Wiiihhh….kereeennn banget deh. Bener-bener fantastik deh menurut saia.

Dari Louvre langsung menuju Triomphe D’ Arch. Jalanannya seperti Sudirman-nya Jakarta. Wow….seneng banget bisa fotoan di icon ini. Setelah temennya mba Rini pamit pulang, kami masih jalan-jalan. Beli ini dan itu sampai akhirnya pulang.

Jalan pulang nyasar sampe pegel. Hahaaa…..karena belum familiar kali yakk. Rencananya hari ke 16 akan ke Disneyland. Nantikan cerita selanjutnya.