Mie Homemade

Selamat siang menjelang sore. Hari ini saia mau share pengalaman tentang membuat mie sendiri tanpa mesin. Jadi, sejak beberapa minggu terakhir entah mengapa, karena belum ada wacana untuk traveling di masa pandemik kali ini, saia jadi hobi nonton youtube tentang masakan. Salah satu youtube masakan yang saia nonton adalah youtube chef Devina yang pernah lomba di masterchef. Hingga suatu saat, saia niat untuk coba resepnya, yakni buat mie. Semua peralatan dan baham saia beli di marketplace (kecuali bahan yang sudah tersedia di rumah) dan beginilah penampakannya pada awal pembuatan :

Adonan mie

Setelah ngulenin dengan tenaga kuda dan tentu saja dibantu mama, maka saia potong-potong mienya. Emang dasar ga sabaran, mienya malah jadi kegedean kyak kwetiaw.

Potongan mie

Dari deket penampakannya kyak gini nih :

Tampak dekat

Ini buatnya pas saia lagi cuti. Emang niat banget kan sampe cuti segala buat bikin mie ini. Nah, mie ini ga langsung dieksekusi jadi makanan yang bisa disantap tapi disimpan dulu di kulkas.

Awal-awal ngadon, saia pakai proses yang didiemin semalaman. Besoknya pas mau diolah kan keras ya dan susah payah ngulenin, maklum saia imut-imut jadi tenaganya juga imut 😄

Pas ada waktu beberapa hari kemudian, nih mie dieksekusi jadi masakan ala ala :

Kwetiau homemade

Siapa yang masak? tentu saja mama!!! Hahahaha…

Resep untuk buat mienya bisa dilihat di youtube Devina ya dan saia buatnya ukurannya bener-bener seperti yang ada di youtube. Kalau kwetiau gorengnya itu bumbu khas mama.

Next saia akan cerita tentang pembuatan lainnya ya. Setelah mie ini, saia ada buat siomay dos dan ini juga resep dari Devina. Nanti akan saia ceritain. Stay tune ya 😊

HUT RI ke 76

Selamat Hari Ulang Tahun RI ke 76. Hari ini adalah hari kemerdekaan Indonesia tercinta. Karena hari ini adalah hari yang spesial untuk bangsa Indonesia, disini saia bagikan virtual video dalam rangka HUT RI ke 76. Di TV sekarang sedang ada upacara kenaikan Sang Saka Merah Putih. Ini adalah tahun kedua dimasa pandemik kita merayakan hari raya kemerdekaan.

Sampai saat ini, keadaan masih belum pulih, jadinya acara traveling pun belum pulih seperti sediakala. Walaupun belum sepenuhnya pulih, kita masih dapat melakukan hal-hal yang bersifat positif, contohnya membuat virtual video bersama teman-teman dan juga hal-hal lainnya yang dapat meningkatkan imun dan juga semangat. Mari kita terus menjaga protokol kesehatan dan berdoa semoga pandemik ini segera berakhir dan kita dapat kembali bercerita tentang dunia dan segala isinya.

MERDEKAAAAA!!!

Syarat Berwisata saat Pandemik

Selamat siang di hari Minggu yang cerah ceria ini. Sepi ya blog ini dengan cerita perjalanan. Kali ini saia mau sharing tentang berwisata selama pandemik. Sebenarnya saia punya rencana untuk keluar kota pada akhir Juni lalu, tapi melihat adanya pertumbuhan yang terinfeksi corona dalam beberapa hari terakhir, saia mengurungkan niat jadi lebih baik stay at home.

Saya baca-baca curhatan temen-temen yang ingin bepergian baik keluar kota maupun luar negri dan saia lihat memang banyak persyaratan yang harus diikuti. Salah satu syarat yang harus diikuti adalah sertifikat vaksin minimum vaksin pertama. Jadi, teman-teman, penting ya kita untuk vaksinasi.

Saia kurang tahu ya perjalanan dari luar negeri ke Indonesia itu bagaimana, karena seinformasi yang saia dapat, negara kita tercinta ini terkena red lines lah istilahnya ya karena memiliki tingkat pertumbuhan terinfeksi yang sangat luar biasa dalam beberapa waktu terakhir. Teman dan juga orang-orang yang saia kenal ada yang bepergian dari Indonesia ke luar negeri dan mereka aman-aman saja sih. Mungkin yang dilarang itu perjalanan dari Indonesia ke negara-negara tertentu yang melarang WNI datang bahkan transit di negaranya.

Jika teman-teman belum divaksin, mari kita vaksin supaya tercipta herd community lebih cepat. Kita pasti menginginkan dapat kembali berpetualang ke berbagai pelosok dunia kan, jadi yuk kita mulai menyembuhkan keadaan dunia dengan cara vaksinasi dan stay at home. Gak lama kok jika kita mau ikuti aturan yang benar. Cheers.

Virtual Tour

Selamat pagi di hari Jumat yang cerah ini. Pandemik masih saja berlangsung ya sampai hari ini dan memang untuk traveling seperti dulu masih belum bisa dilaksanakan. Lebih baik kita menjaga kesehatan, patuhi prokes dan juga stay at home.

Bagi para traveler, pastinya merasakan rasa bosan karena tidak dapat menjelajah dunia lagi, tapi sekarang ini ada yang namanya virtual tour loh. Beberapa waktu lalu, ada yang nge-post tentang virtual tour ini dan saia mau ikutan tapi kelupaan…haha….kyaknya seru juga ya virtual tour untuk mengatasi keinginan akan traveling. Yuk, yang punya cerita tentang virtual tour, bisa bagi-bagi informasi.

Virtual tour ini kalau saia lihat iklannya tuh, bener-bener menjelajah tempat-tempat yang keren-keren dan kita tetap di rumah seolah-olah beneran ke tempat itu. Selain tempat-tempat wisata, ada juga teman yang kangen suasana suatu tempat dan kebetulan ada teman yang sedang atau tinggal disana sehingga dimulailah virtual tour ala ala.

Zaman semakin lama semakin berkembang sampai traveling pun juga ada virtual nya 🙂

Pantai di PIK 2

Waktu Rabu minggu lalu atau tepatnya menjelang lebaran, saia jalan-jalan ke pantai pasir putih yang ada di PIK 2. Saia kesana sampai dua kali, yakni hari Rabu menjelang Lebaran dan hari-H Lebaran. Di hari pertama sih ga begitu ramai dan tidak begitu macet, tapi di hari Kamisnya, wuihh, banyak bener orang yang datang kesini. Ini salah satu contoh keadaan di waktu sore menjelang malam.

Suasana sore menjelang malam

Saia dan keluarga datang kesini sampai sekitar jam 7 malam gitu. Disekelilingnya ga ada pedagang ataupun restoran ya, karena kami ke pantai yang agak jauhan dari tempat makan gitu. Ini pantai reklamasi jadi pasir putihnya itu ga lengket gitu deh. Kesini juga gratis, jadi bisa liburan murmer.

Suasana di malam hari

Tempat parkirnya juga sangat luas. Bisa sepedaan juga. Oiya, disini gak boleh main layangan (waktu itu ada ngeliat orang yang main layangan) tapi ditegur gitu karena lintasan udaranya adalah lintasan pesawat. Waktu saia kesini memang sering banget ngeliat pesawat wara wiri di langit.

Parkirannya

Kalau saia lihat temen-temen yang liburan selama liburan Lebaran kemarin, rata-rata pada pergi ke tempat ini loh….karena kan gak bisa mudik juga, ke Ancol pastinya ramai pakai banget dan juga tempat-tempat wisata lainya dan kesini bisa jadi pilihan loh.

Suasana di siang hari menjelang sore

Liburan murah meriah di Jakarta dengan suasana yang asyik banget buat keluarga atau bersantai bersama teman, cobain deh ke pantai pasir putih yang ada di PIK 2.

Ah Poong, Sentul

Selamat sore di bulan April yang cerah ini. Di hari ke-8 di bulan ke-4 ini, kembali saia cerita tentang Sentul…hehe, belum move on dari Sentul nih. Kali ini saia cerita tentang tempat yang bernama Ah Poong. Tempat ini sih mirip-mirip floating market, tapi ya tapi gak gitu mirip-mirip banget juga…hehe

Ah Poong

Disini ga ada tiket masuk ya, jadi gratis aja. Banyak juga mainan anak-anak disini. Selain itu, ada jembatan juga yang menghubungkan dari tempat masuk ke dalamnya.

Setelah foto jembatan ini, banyak orang lalu lalang, untung waktu difoto sepi

Jembatan di atas itu menghubungkan ke tempat-tempat makanan, mainan, dll. Dibawahnya sungai. Saat itu, sungainya kering gitu loh, jadi batu-batunya kelihatan dan gak ada juga kapal berseliweran.

gambaran sungainya

Intinya sih, saia gak lama-lama banget disini, karena hunting tempat lain yang mau dikunjungi. Suasana sepi mungkin karena hari kerja ya.

Villa Aman D’sini

Selamat siang di hari yang cerah tapi sepertinya sebentar lagi akan mendung ini. Masih cerita tentang wisata di Sentul ya. Kali ini saia akan cerita tentang sebuah villa yang bernama Villa Aman D’sini. Disini pemandangannya bagus banget, salah satunya ini :

Ini view lagi gerimis loh

Disini biaya masuknya itu 50rb dan bisa dituker sama makanan dan minuman juga. Jadi, intinya ya kalau beli pas sesuai dengang tiket masuk, jadinya tiket masuknya gratis lah yaa.

Ini Kolam renangnya

Waktu kesana, masih ada yang baru dibangun villanya, jadinya ada tukang yang lagi ngecat gitu deh.

Pemandangannya
Jalan yang ada di villa

Seru nih kalau jalan-jalan bareng keluarga. Waktu disini, nyobain sate ayam, fish and chips serta minuman lemongrass tea. Lumayanlah.

Fish and Chips. Satenya ada disebelah sana…hehe
Lemongrass tea. Ini minuman punya temen, saya numpang minta fotonya aja…hehe
Ini ada disana juga, buat foto-foto gaya-gayaan aja

Ayo, bawa keluarga, teman, saudara, tetangga atau siapapun ke sini. Seru juga loh dan pemandangannya super cakep deh.

Mandapa Kirana, Sentul

Selamat siang di hari libur di hari Jumat kali ini. Kali ini saia akan cerita masih seputaran Sentul ya, tentang sebuah tempat yang bernama Mandapa Kirana. Tempat ini sih kalau kata orang yang saia tanya disana baru buka tahun 2020 lalu, jadi masih gress banget. Disini biaya masuknya 50ribu dan bisa dituker dengan makanan dan minuman. Jadi, misalkan nih, 4 orang bayarnya kan 200rb, maka satu tiket itu bisa dituker dengan 1 makanan or 1 minuman ya, gak berlaku gabungan. Jadi, kalau temennya mesen makanan harga 70rb, maka tinggal bayar 20rb lagi. Jika yang satunya hanya beli minuman harga 30rb, itu gak bisa digabung ke 20rb tadi, tapi ya bablas aja sisanya gitu.

Disini keren banget buat foto-foto. Cakep deh, trus ada fotografernya juga dan ga dipungut biaya. Kalau mau kasih duit, silakan, nggak, juga nggak apa-apa. Toiletnya cakep banget dan bersih, pokoknya bener-bener keren deh.

Pemandangan luarnya

Ada spot-spot foto juga disini, saia dan temen-temen juga fotoan, tapi tidak diupload disini ya karena ntar jadi tenar lagi….hahaha….

Untuk di dalamnya, seperti ini foto-foto di bawah ini. Tempatnya khas Bali gitu. Kalau kata driver yang nganter, dia tanya ke orang yang ada disitu, pemiliknya orang Bali.

Nih dia salah satu yang akan ditemui dekat pintu masuk

Selanjutnya, foto-foto di deket kolam renang yang ada Pura-nya gitu. Kinclong banget deh kolam dan airnya.

Nih pemandangan yang ada di dalamnya. Keren kan…

Selanjutnya, tentu saja foto-foto saia disini…hihiihii

Gegayaan banget kan…haha
Keren ya backgroundnya…haha
Wkwkwkwkk….sebenernya ada foto lagi lompat, tapi ga ok jadi saia hapus aja…hehe
Ini foto tanpa bayangan di air

Sebenarnya ada lagi foto di kolam renang ini, tapi gak diupload disini lah ya…ntr isinya malah foto-foto semua lagi kyak album foto.

Di Sentul ini sih memang tempat wisatanya itu gak gitu besar-besar banget, tapi bagus-bagus banget. Waktu kesini itu weekdays dan lumayan ramai loh, gimana kalau weekend yaa…yuk yang mau wisata keren yang deket Jakarta, ke Sentul ajaaaa….

Edensor Hills – Sentul

Selamat pagi di hari yang cerah di akhir bulan Maret ini. Kali ini saia akan cerita tentang tempat yang bernama Edensor Hills. Kalau mendengar kata “Edensor” para pencinta tetralogi Laskar Pelangi pasti udah tau banget nih. Ya, ini adalah sebuah tempat di Inggris. Tapi, kali ini saia tidak akan cerita tentang Edensor di Inggris melainkan Edensor yang ada di Indonesia tercinta, tempat yang tidak jauh dari Jakarta, yakni kawasan Sentul. Waktu saia kesini, masih sekitar jam 8 pagi, jadi masih sepi. Restoran buka jam 10 pagi, jadi saia foto-foto aja. Disini gak ada biaya masuk alias gratis. Sepertinya bisa menginap juga ya, karena ada villanya gitu. Ini dia foto-foto di Edensor Hills, Sentul :

Kiri jalan itu semacam tempat penyimpanan barang gitu, tempatnya mirip kyak toko. Kanan jalan ada toilet, toiletnya super bersih.
Foto tangga untuk naik ke restorannya. Saat itu sedang ada perbaikan dan masih pagi juga

Berikutnya adalah background dari restoran tersebut, gunung menjulang dan juga udara yang segar dan dingin, wah pokoknya asik banget deh.

Background di restoran
Masih pemandangan gunung yang keren banget

Berikutnya adalah sekeliling restoran ya. Ada semacam kolam gitu, kyaknya kolam ikan ya tapi ga ada ikannya kyaknya saat itu.

Kolam di restoran
Beginilah pemandangan dari atas restoran

Berikutnya, masuk ke dalam restoran. Belum buka tapi bisa foto-foto. Khas gaya-gaya Eropa gitu.

Difoto dari depan

Kira-kira segitu lah kisah perjalanan ke Edensor Hills, Sentul. Ada foto-foto lainnya sih, tapi ada orangnya…hihihihi….mungkin kapan-kapan diposting ya, tapi untuk saat ini, foto-foto tanpa ada orang dulu yaa. Masuk kesini gratis ya…jadi coba aja berkunjung ke sana. Keluar tol Sentul Selatan dan terus aja ikutin maps.

Se’i Ayam

Selamat sore di hari Minggu yang indah. Kali ini saia mau cerita tentang makanan yang namanya Se’i ayam. Saia pernah lihat di daerah Tebet restoran Se’i sapi. Saia sih penasaran apa sih Se’i itu. Kalau saia baca-baca, Se’i itu masakan dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Saia sih belum ada kesempatan untuk nyobain se’i sapi itu.

Nah, pas di BSD sekitar 2 minggu lalu, saia lagi nyari-nyari makanan yang enak dan ngeliat ada se’i ayam dan akhirnya nyobain se’i ayam. Ada beberapa sambel yang tersedia seperti kecombrang, matah, luat dan cabe ijo. Ada 2 jenis nasi juga, nasi putih biasa dan nasi jeruk. Saia pesen 4 macam sambel itu karena yang makan ada 4 orang. Saia nyobain yang nasi jeruk beserta sambel kecombrang.

Penampakan nasi jeruk se’i ayam dengan sambel kecombrang

Ada semacam sayur seperti sayur daun singkong tapi mirip kyak sayur yang ada di sayur asem…hahahaha, bingung kan…saia gak ahli di bidang persayuran jadi agak kurang paham juga nama sayurnya apa.

Sambelnya bener-bener maknyosss banget, se’i ayamnya menurut saia rada keras ya, tapi ga tau deh, apa emang kyak gitu teksturnya dan kyak dimasak di atas arang gitu kalau rasa-rasanya sih.

Pertama kali makan nasi jeruk dan menurut saia sih enak ya. Cobain deh. Saia nyobainnya di Seilera BSD (bukan endorse ya). Saia mesen via ojek online.