Seperti yang saia janjikan kemarin, saia akan menuliskan catatan perjalanan saia di penghujung tahun 2018 ini. Kali ini saia akan bercerita mengenai kenapa saia bisa menjelajah daerah barat Indonesia setelah 245 purnama. Kalau mendengar kata “Silangit”, sebenarnya tidak begitu familiar di telinga saia karena baru kali ini saia mendarat di Silangit. Saia membeli tiket di sebuat situs pembelian tiket dan saia sangat beruntung. Saia pesan tiket di tiket.com (ini bukan endorse ya) dan mendapatkan FREE meal on board untuk perjalanan dari Halim Perdana Kusuma (HLP), Jakarta ke bandara Silangit. Berhubung saia suka yang namanya “discount” dan “promo” saia coba cari-cari ada promo apakah si tiket.com ini. Waktu bulan lalu saia pergi ke Bali, saia lihat ada penumpang yang dikasih FREE air mineral. Saia sempat dengar pramugarinya bilang, ini FREE karena si penumpang tersebut beli tiket di tiket.com, jadilah saia coba-coba searching siapa tau ada promo lainnya (padahal udah dapat promo FREE MEAL, tapi kemaruk mau nyari promo lain…hihiihihi).
Pencarian saia membuahkan hasil. Ternyata, jika pesan via aplikasi dan pengguna pertama, maka dapat potongan Rp. 150.000. Yihaaaaaaaa….dengan semangat 2018 saia download aplikasi tiket.com dan pesan via aplikasi. Saia dapat double promo, yakni FREE meal dan potongan 150ribu.
Gambar di atas adalah nasi Kapau. Lumayanlah…hehe
Perjalanan dari HLP ke Silangit memakan waktu 2 jam. Saia udah web check-in supaya memudahkan saja pada hari H. Saia menggunakan maskapai Citilink.
Satu lagi keberuntungan saia pada hari ini, bukan hanya saia aja sih tapi seluruh penumpang Citilink pada hari ini dapat voucher Rp. 150.000 untuk penerbangan atau hotel yang berlaku sampai 31 Maret 2019. Yeaayyyy!!! Bersyukur banget. Lagi-lagi voucher ini disponsori oleh tiket.com.

Welcome ke Silangit. Tadi saia denger di pesawat kalau bandara ini namanya Bandara Sisingamangaraja XII, jadi kenapa jadi Silangit ya? Saia nda tau.
Disini masih dalam tahap pembangunan, jadi jangan dibayangkan seperti Jakarta.
Dari Silangit, dijemput menuju Muara, tempat nenek dan setelah 245 purnama, banyak perubahan. Kayaknya dulu waktu kecil semuanya seperti besar, kok sekarang jadi kecil yah? Jalan-jalan sebentar ngeliat Danau Toba, tapi seperti susah gitu masuknya, entah darimana pintu masuknya. Dulu kayaknya gampang-gampang aja dan gak pake pagar-pagar atau pintu. Sekarang dijadiin pelabuhan gitu. Sekian cerita petualangan saia pada hari ini.
