Bandara Silangit

Selamat siang. Saia sekarang udah ada di Jakarta. Kemarin saia sudah menuliskan kisah akhir dari perjalanan Setelah 125 Purnama the Series. Hari ini saia tiba-tiba teringat untuk menceritakan suasana terminal keberangkatan bandara Silangit. Bandara ini adalah bandara internasional loh. Walaupun bandaranya kecil, tapi keren juga kan udah jadi bandara internasional. Suasana Natal terasa banget di bandara ini dan saia sempet foto suasana Natal yang ada di bandara.

Di bandara ini, sedikit tempat beli oleh-oleh atau hampir tidak ada lah. Jadinya, kalau mau beli oleh-oleh harus keluar dari Ruang Tunggu Keberangkatan. Di dalam ruang tunggu yang ada hanya semacam coffee shop, mini market kecil dan juga semacam toko kecil yang jual kain, kacang, minuman ringan dan makanan kecil lainnya.

Kemarin, bandara Silangit ramai banget. Saia lihat penerbangan yang ada dari maskapai Garuda Indonesia, Citilink dan juga Batik Air. Saia gak tau juga kalau ada maskapai lain yang mendarat dan berangkat dari Silangit karena yang saia lihat hanya 3 maskapai itu. Sempet denger Sriwijaya, tapi saia gak lihat pesawat Sriwijaya. Saia pulang naik Citilink dan penumpangnya tidak seramai waktu berangkat yang full. Kemarin banyak waktu kosong, yah mungkin orang-orang akan kembali ke Jakarta setelah Natal atau setelah tahun baru usai.

Demikianlah perjalanan saia di sesi cerita yang lalu. Saia akan ceritakan tentang maskapainya juga seperti maskapai lain yang pernah saia ceritakan di blog ini. Selamat liburan bagi yang liburan dan semangat bekerja bagi yang masih bekerja 🙂

Setelah 245 Purnama the Series – Danau Toba

Selamat pagi. Ini adalah cerita terakhir dari seri 245 Purnama. Saia foto cerita asal muasal Danau Toba dari Sipinsur. Pagi ini saia kembali berjalan-jalan melihat Danau besar yang sebentar lagi akan saia tinggalkan. Sambil duduk di pembatas Danau, hp dan internet bersahabat, jadilah saia menulis kisah penutup dari serial ini.

20181223_074121
Plang himbauan

Danau yang akrab dengan saia ketika kecil, walaupun gak akrab-akrab banget, sekarang jadi menyusut dan tidak seakrab dulu lagi. Apakah ini karena adanya modernisasi disini? Saia tidak tahu persis. Ada sebuah bangunan yang dulu waktu kecil pernah saia lihat masih sangat baru kini tak terawat. Mengapa? karena ini blog traveling, jadi tidak membahas politik lah ya….hehe…intinya, sayang banget bangunan tersebut kini terbengkalai.

Saia tidak tahu, apakah saia akan kembali kesini dalam waktu dekat atau harus menunggu 245 purnama kembali? Atau bahkan lebih dari 245 purnama? Saia harap, kedepannya saia masih dapat kembali ke tempat ini dalam waktu dekat tanpa harus menunggu 245 purnama kembali.

Kemungkinan ini adalah post terakhir di tahun  2018 dan akan berjumpa lagi di petualangan berikutnya di tahun 2019. Salam petualang!!! 2018.

Setelah 245 Purnama the Series – Pelabuhan Muara

Selamat sore menjelang malam. Disini jam 6 sore masih terang benderang kayak jam 4 sore. Sore hari ini, saia jalan-jalan ke Pelabuhan. Dulu waktu kecil, pelabuhan belum ada, sekarang sedang dalam proses pembangunan dan air semakin lama semakin menyusut. Selama disini belum pernah ngerasain air Danau Toba yang dulu gampang banget digapai.

IMG_20181222_183542_682
Gapura Selamat Datang ke Pelabuhan

Sore hari foto-foto di icon Muara karena ini adalah sore terakhir dari petualangan Setelah 125 Purnama the Series. Besok sore udah kembali lagi ke sore-nya Jakarta. Sekalian saia video-in juga suasana sore ini, tapi gak bisa saia post disini, jadi cekidot ke IG aja ya atau bisa cari dengan hashtag #setelah245purnamatheseries.

IMG_20181222_183949_788
Fotoan di icon tulisan Muara

Setiap hari makan ikan kecuali hari ini makan ayam. Tadi pagi padahal masih lihat ayam itu, siangnya udah ada di kuali aja…hiks…hiks. Ikan disini beda banget dengan ikan yang ada di Jakarta. Gak amis dan pokoke saia suka deh…hehehehe

Berikut adalah foto-foto perjalanan sore tadi.

Ternyata ini hp bersahabat juga di malam terakhir petualangan ini, sehingga bisa posting foto-foto.

Setelah 245 Purnama the Series – Pemandian Air Soda

Selamat siang menjelang sore. Saia sekarang berada di area pemandian air soda. Saia ga ikutan berenang lagi karena seperti males gitu…hahhahaa….disini lumayan banyak orang. Menurut cerita, airnya itu air soda. Keliatan berbuih airnya, tapi kyaknya semua air berbuih deh. Banyak orang yang menggunakan ban renang, baik anak-anak maupun orang tua.

IMG_20181221_171354_173
Selamat Datang di Pemandian Air Soda

Di sini, bawahnya itu bebatuan. Airnya dingin seperti tempat renang yang biasanya. Dekat sini juga ada Salib Kasih. Oiya, kolam air soda ini hanya ada satu kolam. Kalau tadi ga berenang di air panas, pastinya mau coba juga berenang disini. Informasi lainnya, si Orat yang nyobain bilang, kalau kolamnya dalam, paling cetek sekitar 1,5 meter. Selebihnya lebih dalam dan mata kyak disiram air soda, pakai kacamata renang klo kesini. Gak pakai bayar alias FREE.

IMG_20181221_171354_178
Ini kolam pemandian air soda

Bagi yang berkesempatan untuk datang ke daerah ini, boleh lah dicoba.

 

Setelah 245 Purnama the Series – Air Panas Lambok

Selamat siang. Saia sekarang sedang berada di kolam air panas Lambok di Jl. Balige Sipaholon Tapanuli Utara. Di sekitar sini banyak kolam air panas. Disini selain kolam air panas, ada rumah makannya juga. Di hari Jumat ini, pengunjungnya sepi, tapi kalau hari Sabtu dan Minggu ramai banget. Saia sih suka yang kayak sekarang, tidak terlalu ramai.

20181221_105722
Kolam air panasnya

Kolamnya ada beberapa dan tidak terlalu dalam. Anak-anak pasti suka disini.

20181221_105733
Kolam air panas lainnya di tempat yang sama

Biaya masuknya Rp. 5000, sungguh sangat amat terjangkau. Untuk kamar bilasnya airnya panas banget, lebih panas dari kolamnya.

Setelah 245 Purnama the Series – Pasar Hari Kamis

Selagi internet nyambung, saia kembali cerita tentang petulangan hari ini. Foto-foto nantilah ya menyusul. Saia akan edit post ini.

Disini ada semacam pasar malam gitu, tapi udah dimulai sejak pagi. Kemarin-kemarin saia perhatikan banyak ruko, tempat jualan tapi kok sepi banget. Ternyata kalau disini pasar hanya buka hari Kamis. Truk-truk, kios jualan ramai menggelar jualanannya. Saia sempet jalan-jalan sebentar. Nanti sore kalau udah gak terlalu panas, ya jalan-jalan lagi.

Barusan saia lihat ada angkot, baru pertama kali ngeliat angkot disini. Mungkin itu angkot disewa buat bawa barang kali ya.

Udara tetep dingin walaupun matahari bersinar terik. Bawaanya laper terus….hahahaha….

Setelah 245 Purnama the Series – Huta Ginjang dan Sipinsur

Selamat malam. Maapkeun telat update dikarenakan sinyal yang tidak mendukung. Ini juga saia tathering dari si Orat berhubung HP saia benar-benar tidak bisa diharapkan. Tadinya saia udah nulis Draft cerita ini sampai dua kali dan keduanya terhapus dengan sempurna. Jadinya, memenuhi janji, saia minta tathering dari si Orat dan ngetik pakai iPad. iPad penyelamat.

Hari ini saia berpetualang ke Huta Ginjang. Kalau terjemahan bebasnya sih, Kampung Tinggi. Udara disini dingin banget. Biar hampir tengah hari, walaupun ada panas matahari, tetep dinginnya semriwing.

20181219_110318.jpg
Huta Ginjang

Disini ada tugu dengan lambang tangan orang yang sedang berdoa. Di dekat pintu masuk ke arah tugu dan ke arah tangga bawah, ada kaleng kerupuk yang dibolongin tengahnya dan juga ada bangku plastik. Saia udah yakin, kalau itu maksudnya ada bea masuknya. Tiba-tiba, ada anak kecil duduk di kursi plastik itu dan terjadilah percakapan saia dengan si anak kecil itu. Anak kecil itu, logatnya logat daerah banget, jadi baca percakapannya sekalian bayangin logatnya ya.

Anak kecil : kakak, bayar uang masuk 2 ribu

Saia : ada apa di bawah sana?

Anak kecil : ada bukit doa

Saia sebenarnya ga mudeng itu anak ngomong apa. Tapi, si Orat mudeng jadinya saia mudeng juga kalau anak itu ngomong “bukit doa”.

Saia keluaran duit 2 ribu satu-satunya yang ada di tas. Si Orat saia suruh bayar sendiri, karena saia nda punya duit dua ribuan lagi.

Anak kecil : dua ribu

Saia : satu orang 2 ribu kan? Jadi kalau dua orang 4 ribu.

Anak kecil : dua ribu

Saia : berdua dua ribu?

Anak kecil : iya

Saia : (bingung)

Terus, saia denger ada ibu-ibu teriak per orang dua ribu. Si Orat gak jadi ikut karena dia dipanggil balik ke tempat awal duduk-duduk. Sebelum saia turun, saia sempat denger ibu-ibu yang sama ngomong dengan bahasa daerah ke anak kecil tadi yang untungnya saia ngerti , artinya kurang lebih “bagus sekali uang mu”.

Saia gak gitu turun ke bawah karena tangganya banyak dan bangunannya kurang terawat. Jadi foto-foto dari tangga pertama aja. Sempat juga foto-foto di dekat tugu yang berlambang tangan berdoa itu.

Foto-foto pemandangannya bagus.

Dari Huta Ginjang saia melipir ke Sipinsur. Disini bisa foto Danau Toba yang keren banget dan slot ya memang bagus alias pas. Disini juga ada terpampang cerita tentang asal usul Danau Toba. Masuk ke sini gak bayar, hanya bayar biaya kebersihan ada seikhlasnya. Saia makan nasgor dan nasgor ya enak banget (mungkin karena saia lagi super laper….hahahaha).

Disini ada cerita tentang asal usul Danau Toba juga. Silakan dibaca.

20181219_140934
Cerita asal usul Danau Toba

Berikut foto-foto yang saia ambil di Sipinsur.

Sekian cerita saia untuk hari ini. Sampai jumpa besok di cerita selanjutnya tentang perjalanan Setelah 245 Purnama the Series.

Setelah 245 Purnama the Series – Perjalanan ke Silangit

Seperti yang saia janjikan kemarin, saia akan menuliskan catatan perjalanan saia di penghujung tahun 2018 ini. Kali ini saia akan bercerita mengenai kenapa saia bisa menjelajah daerah barat Indonesia setelah 245 purnama. Kalau mendengar kata “Silangit”, sebenarnya tidak begitu familiar di telinga saia karena baru kali ini saia mendarat di Silangit. Saia membeli tiket di sebuat situs pembelian tiket dan saia sangat beruntung. Saia pesan tiket di tiket.com (ini bukan endorse ya) dan mendapatkan FREE meal on board untuk perjalanan dari Halim Perdana Kusuma (HLP), Jakarta ke bandara Silangit. Berhubung saia suka yang namanya “discount” dan “promo” saia coba cari-cari ada promo apakah si tiket.com ini. Waktu bulan lalu saia pergi ke Bali, saia lihat ada penumpang yang dikasih FREE air mineral. Saia sempat dengar pramugarinya bilang, ini FREE karena si penumpang tersebut beli tiket di tiket.com, jadilah saia coba-coba searching siapa tau ada promo lainnya (padahal udah dapat promo FREE MEAL, tapi kemaruk mau nyari promo lain…hihiihihi).

Pencarian saia membuahkan hasil. Ternyata, jika pesan via aplikasi dan pengguna pertama, maka dapat potongan Rp. 150.000. Yihaaaaaaaa….dengan semangat 2018 saia download aplikasi tiket.com dan pesan via aplikasi. Saia dapat double promo, yakni FREE meal dan potongan 150ribu.

Gambar di atas adalah nasi Kapau. Lumayanlah…hehe

Perjalanan dari HLP ke Silangit memakan waktu 2 jam. Saia udah web check-in supaya memudahkan saja pada hari H. Saia menggunakan maskapai Citilink.

Satu lagi keberuntungan saia pada hari ini, bukan hanya saia aja sih tapi seluruh penumpang Citilink pada hari ini dapat voucher Rp. 150.000 untuk penerbangan atau hotel yang berlaku sampai 31 Maret 2019. Yeaayyyy!!! Bersyukur banget. Lagi-lagi voucher ini disponsori oleh tiket.com.

IMG_20181218_133413_290
Yeayyyy…dapat voucher

Welcome ke Silangit. Tadi saia denger di pesawat kalau bandara ini namanya Bandara Sisingamangaraja XII, jadi kenapa jadi Silangit ya? Saia nda tau.

Disini masih dalam tahap pembangunan, jadi jangan dibayangkan seperti Jakarta.

Dari Silangit, dijemput menuju Muara, tempat nenek dan setelah 245 purnama, banyak perubahan. Kayaknya dulu waktu kecil semuanya seperti besar, kok sekarang jadi kecil yah? Jalan-jalan sebentar ngeliat Danau Toba, tapi seperti susah gitu masuknya, entah darimana pintu masuknya. Dulu kayaknya gampang-gampang aja dan gak pake pagar-pagar atau pintu. Sekarang dijadiin pelabuhan gitu. Sekian cerita petualangan saia pada hari ini.

Setelah 245 Purnama the Series

Selamat pagi menjelang siang. Maapkeun saia yang baru update blog ini. Ini postingan pertama di bulan Desember 2018. Maklumlah, sebagai butiran debu di kantor, saia lagi banyak kerjaan menjelang akhir tahun. Hari ini adalah hari terakhir saia masuk kantor karena mulai besok saia akan cuti sampai nanti masuk kantor lagi tanggal 2 Januari 2019.

Kenapa judulnya “Setelah 245 purnama the Series”? Ini adalah rangkaian cerita yang akan saia ceritakan mulai besok ya. Ini bukan judul novel atau judul film, tapi ini adalah awal dari cerita saia menuju daerah yang ada di wilayah barat Indonesia. Saia akan mulai posting besok tanggal 18 Desember 2018 sampai dengan 23 Desember 2018. Pastinya rangkaian cerita ini adalah rangkaian cerita “fresh from the oven”. Penasaran? stay tune di blog ini yaa 🙂 Untuk foto-foto rangkaian cerita saia, kemungkinan tidak semua ditampilkan di blog ini, jadi bisa langsung meluncur ke IG blog ini.

Untuk pemilihan judul, saia lihat di om Google kalau bulan purnama itu terjadi minimal 12 kali dalam setahun dan maksimal 13 kali dalam setahun. Saia pakai angka minimal aja. Jadi, kalau 245 purnama??? hitung sendiri yaaa….hehehehe. Kenapa pakai istilah purnama? tiba-tiba aja keingetan film AADC gitu…wkwkwkwk. Tapi, sebenarnya saia hanya ingin menunjukkan rentang waktu. Kalau pakai tahun, udah biasa, kalau pakai bulan sepertinya juga terlalu biasa, makanya pakai yang agak-agak gak biasa gitu tapi sering terdengar oleh khalayak ramai.

See you tomorrow 🙂