Almost….

Kenapa judulnya ‘almost’? karena kami hampir ketinggalan pesawat sodara-sodara!!!!!!!!!!!! Kalau beneran ketinggalan pesawat, yuk mareeee keluarkan 8juta minimal untuk kembali ke Jakarta tercintaaaa….gimana ceritanya kok bisa hampir ketinggalan?

Begini ceritanya,

Kami kan pergi bertiga dengan tiga koper dan menjelang pulang ada tambahan 2 koper baru ukuran cabin size karena terlalu semangat shopping. Dari Nippori Station, saia udah infoin kalau tiketnya itu sekitar 2000an yen ke temen-temen. Sampai di mesin, kita bingung donk mau milih tiket yang mana, akhirnya kami milih Keisei Line (lihat dari info temen-temen di blog manapun, jarak tempuhnya sekitar 1 jam 10 menit dengan harga 1.030 yen). Sebenernya dalam hati saia, agak ragu gitu, tapi ok lah, banyak blog yang ngomong hal yang sama kok. Intinya kami naiknya ordinary train alias Keisei Line itu. Semenit, setengah jam, empat puluh lima menit, satu jam, satu jam sepuluh menit, satu jam lima belas menit, satu jam dua puluh menit, kok ya ga sampai-sampai. Kata temen, kita perlu transit, tapi klo saia baca-baca info bahkan dari website resmi di Jepang, ga ada petunjuk yang bilang harus transit. Mulai was-was ketika kurang dari dua jam sebelum flight belum juga sampai bandara. Makin panik, waktu kereta tersebut entah menuju daerah mana dan mundur lagi. Nanya sama petugas, kata petugas seharusnya transit, tapi gak transit juga bisa, karena ujungnya ya tetep ke bandara. OMG.

Kalut tingkat tinggi ketika 1,5 jam lagi sebelum flight. Turun entah di stasiun mana untuk naik taksi aja. Sebelumnya saia udah web check-in. Hujan turun dengan derasnya dan saia dengan gagahnya menembus hujan dan nanya bapak-bapak disana dimana taksi. Ditunjukkin ke arah sana, saia lari dan temen-temen juga. Gak ada taksi ternyata teman-teman!!! Nanya sama ibu-ibu, dia ngasih petunjuk pakai bahasa Jepang dan intinya kami gak dapat-dapat taksi juga. Sekalinya dapat taksi, taksinya gak mau karena kopernya kebanyakan.

Waktu tinggal satu jam lagi, yuk mareeee, saia nda tau ada dimanaa, wilayah mana dan harus bagaimana. Cek-cek website harga ke Jakarta klo ketinggalan pesawat, paling murah 6jutaan dengan waktu tempuh sekitar 23 jam-an. Waktu tempuh paling mendingan seharga 8jutaan, yuk mareeee….pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mulai berdoa dan menyanyi dalam hati. Entah harus bagaimana, udah kurang dari 1 jam dan tetep gak ada taksi, hujan deras, ga ada payung karena payung di koper. Pokoknya udah kyak ayam kuyup. Orang-orang pada ngeliatin.

Tuhan Maha Baik. Gak berapa lama, ada taksi, bapak-bapak yang super duper baik hati dan bersedia mengantar kami. Tadinya sih, temen saia bilang, kami berdua aja dulu, dia ntar belakangan yang penting sampai di airport tepat waktu. Ternyata, si bapak itu mau nampung kami bertiga di taksinya beserta 5 koper…Terima Kasih Tuhan….

Saia bilang ke supir taksi kalau kami punya waktu mepet, jadi tolong ngebut. Si Bapak taksi yang ceria itu mengangguk dengan semangat dan memacu taksinya. Saia berdoa dalam hati dan menyanyi “Tuhan pimpin spanjang jalan” berkali-kali sambil ngeliat jarak dan waktu di hp. Sekitar setengah jam kemudian sampailah kami di airport, setelah berterima kasih berkali-kali, kami segera lari ke arah check-in. Total argo taksi klo dirupiahin sekitar 2 jutaan. Jumlah yang fantastis untuk waktu tempuh setengah jam saja.

Saking paniknya, saia nanya counter SQ dimana, pada gak ngerti dan disuruh ke informasi. Saia ke informasi, dan ternyata saia salah, harusnya ke South Wing bukan North Wing. Saia lari sekenceng-kencengnya diikutin temen-temen lain dan menuju counter SQ. Waktu tinggal 20 menit lagi. Saia langsung kasih hp dan bilang “I already web check-in”, saia jelasin juga klo saia salah Wing tadi. Tampang udah kayak orang semaput, saia lihat dari nametag nya, ANA bukan SQ, tapi saia gak peduli, pokoknya kami harus segera pulang.

Saia sangat mengapresiasi usaha mereka untuk nolongin kami. Mereka langsung sibuk urus ini dan itu, pake tulisan tangan (bahkan kemudian salah nulis nomor bangku saia..hihihiihi), pokoke serba cepat. Trus, salah satu petugas menemani kami untuk sampai di pintu SQ dengan selamat. Kami berlari kayak dikejar-kejar singa, mana gak makan pagi, jauh lagi pintunya. Tiba-tiba saia kleyengan, mata berputar-putar, tolong…tolong….jangan sampe pingsan, saia berhenti berlari, tapi si petugas menyemangati. Sampai hampir boarding gate, disamperin sama petugas cewe, dia pun mendampingi juga, berlari sampai boarding gate dan YAP!!!! sampai di pesawat dengan selamat….Terima kasih ya Tuhan. Karena si petugas tadi salah nulis bangku, pramugaranya bingung, kok bangku saia ga ada, trus ada pramugari ngomong, mereka ga penuh, jadi saia boleh duduk dimana aja, trus saia bilang, saia mau duduk disini (sebarisan sama temen-temen dan memang sebenernya disitu) trus si pramugari bilang OK. Pramugara datang (dia bawa boarding pass saia cari-cari bangku saia yang ditulis tangan tadi yang ternyata salah tulis) bilang, kalau bangku saia memang disitu.

Duduk dengan legaaaaaaaaa banget dan SQ delay setengah jam!!!! yukk mareeee….alasannya sih karena cuaca yang memang parah banget ketika itu, tapi kata temen, selain cuaca, kyaknya karena kami bertiga deh delaynya, karena bagasi kami sepertinya belum sampai di pesawat. Maafkan kami ya para penumpang. Penerbangan seharusnya jam 11.10 dan kami duduk di pesawat sekitar jam 11.00.

Temen saia bilang, kalau sebelum masuk boarding gate, dia dikasih kartu nama dan saia berinisiatif memberikan compliment kepada mereka, begini bunyinya :

Dear Singapore air,

Yesterday, we (me and my friends) served by Kanahashi. I am very grateful to him and also the crew at the check-in counter when we were very very late because of wrong entering the gate. I see the name tag officer at the SQ counter is ANA officer, I don’t know whether SQ is affiliated or not. I am very satisfied with the service provided by him and also the crew who were very very helpful. Starting from printing boarding passes, taking care of our baggage, delivering us to immigration and finally being able to fly to our destination city. Again, this is the best experience I’ve ever experienced. All crew was very very helpful with the maximum. Things I’ve never found in other countries and other airlines. I am the author of a blog and I will share this on my blog. Thank you Kanahashi, the officers at the check in counter, SQ officers and also the officers at the boarding gate. I really appreciate your effort.

Dua hari kemudian dapat balasan :

Thank you for contacting Singapore Airlines.
We appreciate your commendation of our services, and will convey your kind words to the relevant department/s and staff concerned.

This will motivate them to keep up their good work.

Thank you, once again, for taking the time to provide us your valuable feedback.

Saia sangat mengapresiasi usaha mereka dalam hal memberikan pelayanan terbaik. SQ akan selalu jadi maskapai favorit saia dan Jepang adalah negara terbaik dengan pelayanan terbaik sepanjang petulangan saia menjejakkan kaki di berbagai belahan dunia.

Oiya, kenapa saia selalu berdoa dalam hati dan gak lupa nyanyi lagu “Tuhan pimpin spanjang jalan”? Karena beberapa kali saia mengalami hal-hal yang menegangkan dan lagu itu yang paling ampuh sehingga akhirnya bisa happy ending. Eh, tapi bukan karena itu lagu yaaa, tapi karena doa dan usaha juga…intinya, serahkan semua pada Tuhan, maka biarkan Tuhan yang bertindak.

Summer in Japan 2019

Hulaa…kembali lagi di blog tercintah. Sekitar akhir Mei 2019 lalu, saia dan teman-teman kantor tiba-tiba kepikiran untuk ngebolang ke Jepang dan gak tanggung-tanggung langsung mesen tiket pesawat untuk perjalan bulan Juli 2019!!! Amazing banget kan yaaa….nah, berhubung gak sampai dua bulan kemudian akan ngebolang, maka kami bertiga (yang lainnya karena dadakan gak bisa ikutan) hunting penginapan dan juga lihat-lihat tempat yang akan dikunjungi. Tanggal 11-16 Juli 2019 akhirnya kami bertiga ngebolang ke Jepang. Kali ini rutenya adalah Jakarta-Osaka dan Narita-Jakarta. Tadinya saia mau bikin seri perjalanan ke Jepang kali ini, tapi karena kesibukan yang lumayan padat di bulan ini maka saia akan ceritakan satu judul ini saja secara keseluruhan ya. Oiya, kami bertiga ke Jepang pp naik SQ sedangkan dari Osaka ke Haneda (Tokyo) naik ANA.

Hari pertama tanggal 11 Juli 2019, kami tiba di Osaka sekitar jam setengah 10 malam. Dari Jakarta transit di Singapore sekitar 1,5 jam dan melanglang buana menuju Kansai Airport di Osaka selama kurang lebih 6,5 jam. Mulai berpetualang di hari Jumat tanggal 12 Juli 2019. Keliling-keliling shopping dan ke Osaka Castle. O iya, kali ini kami beli Osaka Day Pass yang one day. Baru dipesan pas di pesawat, keren kan..hahahaa…oiya, maksudnya belum terbang ya pesawatnya, jadi masih posisi di Jakarta sambil nunggu take off.

9F3A7939-5AFF-45F2-A442-0E2723F68739
Ini pilihan makanan SQ yang saia pilih untuk breakfast. Ini di pesawat Jakarta-Singapore

Berikut beberapa foto yang saia and the gank kunjungi selama di Osaka, untuk lebih banyak ngeliat foto selama disana, silakan cekidot ke instagram travel blog saia ya : @lihatlahlebihdekattravelblog.

Foto-foto di atas diambil dari hotel di Osaka. Nama hotelnya Sakuragawa Riverside Hotel. Harganya tidak terlalu mahal. Walaupun kami bertiga, tapi hotel yang kami pesan ini bisa memuat 4 orang karena ada 4 beds dan harga untuk kamar tersebut adalah 2.555.239 rupiah saja. Di bagi 3 jadi murmer kan. O iya, itu harga 2 malam loh dan lebih murmer lagi klo dibagi 4 karena okupansinya memang untuk 4 orang.

Jalan-jalan sekitar hotel dan kami akhirnya mengunjungi Castle yang deket-deket situ, apa ya namanya, saia juga lupa gitu…hehe…

Pokoke Castle tersebut hanya jalan kaki deh dari hotel. Foto-fotonya banyak sih, tapi ya ga muat klo dimasukin ke blog ini…hehehehe #alesan.

Osaka one day pass harganya sekitar 400ribuan dan worth it banget sih karena tinggal tap dan masuk aja. Tapiiiiiiiiii gak semua gretong alias gratis untuk masuk wahana yang ada di list nya Osaka one day pass yaaa, ada juga yang berupa diskon. Gak semua juga tercover Osaka one day pass ini, jadi musti pastiin mau kemana dan apakah tercover menggunakan Osaka one day pass.

Perjalanan selanjutnya menuju Osaka Castle. Kali kedua saia mengunjungi Castle ini. Kali ini saia lewat belakang gak lewat depan kayak tahun lalu, jadi rada-rada bingung gitu deh jalannya.

5D8770AD-92B2-439D-9011-31A9F47A952E
Di Osaka Castle *abaikan payung ungu panda itu :p

Oiya, waktu ke sana kan lagi summer yaa, jadi sedia payung. Ada cerita khusus mengenai si payung ungu panda saia ini. Jadi ceritanya saia lagi mau foto-foto di Osaka Castle, jadi si payung disingkirkan dulu. Tiba-tiba ada anak kecil nyamperin payung saia dan bapaknya juga. Si anak pikir ini payung nganggur kali yak, jadi dia mau ambil karena keliatannya dia kepanasan dan orang tuanya gak bawa payung. Waktu saia lihat gelagat anak itu mau ambil payung saia, saia langsung gercep alias gerak cepat, temen saia yang lagi fotoin saia pun nyadar kan. Si anak keliatan kecewa gitu. Ya ampuuunnn naakk, gak mungkin donk payung cakep panda gitu ga ada yang punya…kasian sih sama anak itu, tapi ya orang tuanya sebelum berangkat sedia payung sebelum panas donk, kan udah tau musim panas. Dari semua pengunjung, hanya keluarga itu saja yang ga bawa payung atau topi,so..maafkeun yaaa. Untuk yang namanya panas, saia belum bisa berkorban untuk memberikan payung saia dan membiarkan saia sendiri kepanasan karena saia bisa meleleh karena kepanasan.

Selanjutnya, kami pergi ke Osaka Sky Way gitu. Beda sama yang saia naiki waktu ke Osaka tahun lalu.

Untuk naik yang paling atas, gak boleh pake topi or payung, jadi panas gitu deh makanya buru-buru turun setelah foto sekejap.

Naik boat juga sebagai bagian dari FREE atraksi. Karena panas, naik boat pun orang-orang pada pake payung, hahahaha…lucu banget. Sebenarnya sih menurut saia gak sepanas Jakarta banget, tapi panasnya itu beda deh dan mengganggu sih menurut saia, gimana yahh, saia juga sulit melukiskannya dengan kata-kata. Disini payung banyak banget yang jual. O iya, walaupun musim panas, jangan disangka panas terus menerus yaa, kebanyakan hujannya dibanding panasnya. Ini adalah liburan musim panas saia yang pertama di negeri 4 musim. Selama ini saia menghindari musim panas di negeri 4 musim karena saia tidak suka musim panas. Mending kedinginan deh dibanding kepanasan.

Di Osaka juga saia dan temen-temen sering banget naik taksi, wkwkwkk…kata orang-orang kan naik taksi di Jepang itu mahal, tapi ya menurut saia sih masih wajar-wajar aja ya untuk ukuran Jepang. Memang tidak semurah Jakarta, bahkan Paris lebih murah argo taksinya di banding Jepang ini. Kami coba beberapa makanan dan berikut adalah makanan yang saia coba. Makanan paling ‘sengsara’ yang saia makan adalah nasi plus telur ayam kampung rebus. Masih ditambah sambel ABC yang dibawa dari Jakarta dan kerupuk ikan yang juga dibawa dari Jakarta.

3DBCB172-2F90-4931-877E-15A8A0635C88
Makanan ala ala nih…hehe

Kenapa saia makan hanya itu saja? Karena semuanya pork, jadi ga ada pilihan lain selain si telur ayam kampung rebus yang tak ada rasanya itu. Minumnya, air mineral yang bisa direfill sesuka hati. Selama disini air mineralnya selalu dingin kyak es, mungkin karena musim panas kali ya. Tapi ini makanan mending, daripada sebelumnya saia makan udon dingin…and I don’t like it.

Malamnya, ada restoran yang tahun lalu sebenarnya saia pernah kesini tapi gak jadi makan karena takutnya ada pork nya. Saia standby google translate otomatis, jadi setiap ada makanan saia screening dulu pakai hp. Daaannnnn, kami menemukan restoran yang isinya chicken semua dan non pork, horaaayyyy…akhirnya bisa makan bener juga…O iya, makan disini pas malam minggu ya, alias malam terakhir di Osaka.

Semua makanan di atas enak kecuali si tahu yang super duper hambar entah mengapa, tapi tak apalah, yang penting makanannya bisa dimakan sama saia yang banyak pantangannya ini…hehehehehe….

Kami sempat juga berkunjung ke Kincir Angin terbesar di Jepang gitu, letaknya di Mall. Datengnya juga udah telat banget, tapi demi gratisan dari si Osaka One Day Pass, maka dijalanilah semua itu.

Ini keretanya lantainya dari kaca, jadi yang takut ketinggian mending ga usah lihat ke bawah deh. Ngeri-ngeri gitu deh naiknya, apalagi pas udah di atas banget, hahahaa….seru deh pokoke, apalagi gak perlu pake bayar kan…hahahaha…

Dari Jakarta kan ke Kansai dan karena hari Minggunya kami akan lanjut ke Tokyo, maka kami bersiap menuju Itami Airport tempat ANA pesawat yang akan membawa kami ke Haneda Airport di Tokyo berada. ANA ini pesawatnya super keren, mirip kayak pesawat ke Eropa. Bangkunya 3-4-3. Untuk perjalanan yang hanya satu jam-an dari Osaka ke Tokyo menurut saia pesawatnya bener-bener eksklusif, beda banget sama maskapai premium lainnya yang jika perjalananya sekitar satu jam-an pesawatnya agak-agak kurang terawat or terlihat tua gitu. Secara keseluruhan, saia suka banget sama ANA, maybe next time lah ya jika ada waktu dan rejeki, pengen juga naik ANA direct Jakarta-Jepang. Naik shuttle bus yang tiketnya bisa dibeli di mesin. Waktunya hanya setengah jam dari tempat naik shuttle busnya.

Di Tokyo, hujan terus, jadi ya selalu bawa payung. Karena angin kencang si payung ungu panda saia jadi rusak, mau saia buang aja di sana, tapi kata temen saia reparasi aja nanti di Jakarta…hihihiihi…

Kami bertiga mengunjungi Hachiko. Hujan gak menghalangin antrian yang berjibun, tapi cepet aja tuh kami bisa fotoan di Hachiko.

719E0C94-1523-4FC4-8D1F-38BF747BEFB4
Abaikan si kantong plastik

Disini saia agak sedikit ngenes gitu deh ngeliat dengan gampangnya toko-toko pakai plastik. Di Indonesia kita berusaha untuk mengurangi untuk penggunaan plastik, disini pakai plastik tanpa ampun-ampunan, saia jadi merasa agakkkk gimanaaaa gitu deh ngeliat dengan mudahnya menggunakan plastik…hiks…hiks…

Foto di atas adalah foto mesin cuci (kiri) dan pengering (kanan). Ada kejadian lucu, karena bahasa kanji semua dan saia kurang paham, saia cuci di mesin yang kanan. Setelah saia baca-baca lagi, ternyata saia salah dan akhirnya saia cuci di mesin yang kiri. Sayangnya lagi, mesin kiri itu untuk yang 10kg seharga 500 yen, sedangkan ada yang 5kg seharga 200 yen, 7kg seharga 300 yen dan seterusnya. Oalaaaa…rugi bandar deh, hehehehe..saia sampai hujan-hujanan beli minuman seharga 100 yen pakai uang 1000 yen supaya dapat uang koin 100 yen. Mesin ini hanya bisa diisi dengan koin 100 yen. Bisa juga sih yang 500 yen, kalau mesinnya memang 500 yen.

Foto di atas adalah foto pasar yang terkenal itu, Tsukiji Market dan Imperial Palace. Bagi pecinta seafood or makanan lainnya, disini banyak banget kulinerannya dan lagi-lagi saia gak kulineran karena saia nda bisa makan bebas seperti orang lainnya. Saia lihat orang makan aja udah seneng kok…hehehehe. Dari sini ke Tokyo Sky Tower.

1F27BDC2-931D-4329-8A9F-FE2BA416B5EE
ngambil foto ini perlu perjuangan karena di pinggir jalan dan banyak lalu lalang kendaraan

Foto-foto aja Tokyo Sky Tower sekaligus shopping juga. Secara harga sih ga terlalu mahal dan bahkan cenderung murmer untuk ukuran souvenir ya… saia beli tas sekitar 300 yen.

001EA7F6-3E5D-444E-A63B-8AA9557D5261
gegayaan walaupun ga naik ke atas

Kenapa ga naik ke atas? Karena mahal banget, sekitar 4000an yen gitu…gak worth it lah menurut kami…tapi gak ada salahnya sih yang mau nyoba kesana. Saia lihat banyak banget anak-anak disini, ternyata dan ternyata ada aquarium juga di lingkungan Tokyo Sky Tower ini.

Dari sini, kami bolak balik shopping-shopping aja di Ginza, Shibuya, Shinjuku dan Harajuku. O iya, disini ada loh cafe yang khusus untuk penggemar kucing dan kelinci, seperti foto di bawah ini :

Ada juga cafe yang lucu banget, tapi rata-rata isinya dessert sih, jadi saia hanya minum ice chocolate blended aja. Rata-rata cwe isinya dan semuanya serba kuning, kuning dan kuning.

E433A420-6690-421A-A610-FFA9AE8D8D10
chocolate ice blended

Waktu di Ginza tuh ada anjing mirip singa gitu, saia sempet foto-foto itu anjing dan ada pemusik juga, mirip kyak waktu saia di Italy gitu. Disini juga saia lompat-lompat di tengah jalan. Loh kok di tengah jalan? yoii, karena saat itu lagi ada demo, tapi demo damai, jadinya saia begaya-begaya di tengah jalan.

Loncat-loncat bahagia di tengah jalan :

0A380C85-38DB-4F45-92F5-ACBEC1FE25FE
yihaaaaa

Makanan yang saia makan di Tokyo salah satunya adalah ini :

Banyak kejadian lucu yang dikarenakan miskomunikasi. Dari yang harusnya nunggu makanan tapi kami langsung ngeloyor pergi sehingga dianterin sama pelayannya, sampai bingung-bingung nanya apakah makanannya mengandung pork atau nggak. Disini saia juga coba Yoshinoya, Hanamaru dan lainnya yang ada di Indonesia dan untungnya gak mengecewakan sih menurut saia.

Di Jepang saia tinggal di daerah Asakusa dan untuk hotelnya sih agak mengecewakan karena ada kecoak, trus selimutnya gatel, spreinya ga bersih, WC nya jadul abiez, dll deh. Gak perlu disebutin lah ya namanya, tapi positifnya menurut saia sih, staffnya lumayan berusaha untuk memberikan yang terbaik semampu mereka. Agak jauh kalau mau menuju Shinjuku, Shibuya, dll.

Sekian cerita summer in Japan 2019 saia kali ini. Selanjutnya saia akan menuliskan cerita yang sangat menegangkan #lebay.