Ini masih kelanjutan cerita tentang Bangkok. Kami nginep di The Berkeley Hotel Pratunam Bangkok. Ini hotel bintang lima yang kami dapat dengan harga yang super duper murah karena ada diskon di tiket.com (bukan endorsement loh yaa). Kamarnya besar, makanannya banyak jenisnya, lobinya ok…pokoke semuanya ok deh.
Saia sang fotografer
Disini ada 2 tower, main tower dan north tower. Kami ada di north tower. Jadi dari main tower ke lantai 11 dari lantai 11 pindah ke lift lain untuk menuju kamar di north tower. Disini ada orang Indonesia juga loh staffnya. Ada deposit sebesar 3000 baht untuk 2 kamar dan dapat dibayar cash maupun pakai kartu kredit.
Variasi breakfast banyak ya, sampai ga bisa sua ngerasain.
Disini pokoke sangat amat direkomendasikan deh. Harga yang saia dapat untuk 2 kamar isi 2 dan 3 orang selama 2 malam lumayan murah. Kalau dirata-ratakan sekitar 300 ribuan per orang per malam. Happy holiday.
Selamat hari Minggu. Setelah tertunda berhari-hari, saia kembali menulis blog ini. Kali ini saia akan bercerita tentang kelanjutan perjalanan dari Khao Yai kemarin. Dari Khao Yai, saia dan temen-temen melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Di Bangkok, kami nginep di The Berkeley Hotel Pratunam. Cerita tentang hotel ini saia akan tuliskan terpisah ya.
Di Bangkok, saat tiba kami langsung ke hotel dulu, setelah itu jalan-jalan. Kebetulan hotel tenpat kami nginep berada di dekat pusat-pusat perbelanjaan. Kami makan malam di Neon Market. Kami keliling-keliling cari makan dan tiba-tiba ada orang yang bilang : halal…halal food, maka kami langsung melipir ke resto itu.
Di atas adalah salah satu contoh makanan yang kami pesan. Ada beberapa makanan lain yang ga kefoto. Saia gak makan tomyum yang ada di sebelah kanan bawah ya, karena itu seafood, jadi temen-temen lain yang makan dan tidak mengecewakan.
Makan malam
Saya pesan minuman manggo fresh atau apalah ya itu namanya, rasanya manis dan enak yah menurut saia. Harganya juga ga gitu mahal. Nasi 4, sayur 2 jenis, tomyum, beef, manggo fresh 4 dan 1 coconut 1436 bath.
Manggo fresh
Sehabis makan ya seperti biasa keliling pasar dan pasti ada ajaaa gitu yang dibeli.
Suasana selalu ramai dan hidup di kota Bangkok. Sampai malam masih jalan-jalan keliling.
Berikutnya, kami pergi ke Wat Pho dan Wat Arun. Di Wat Pho ada sleeping Budha yang terkenal itu. Biaya masuk Wat Pho 200 bath/orang. Harus pakai pakaian yang sopan menurut tata krama mereka. Disediakan semacam sarung bagi yang memerlukan alias pakai celana pendek, rok pendek dan yang sejenis itu.
Gegayaan duluSleeping Buddha
Dari Wat Pho kami ke Wat Arun. Naik kapal selama kurang lebih 2 menit dengan harga 40 bath/orang. Biaya masuk Wat Arun 50 bath/orang.
Disini juga foto-foto. Oiya, disini juga harus pakai pakaian sopan menurut tata krama mereka yaa dan ga gratis kyak di Wat Pho. Bayar 20 bath plus deposit 100 bath. Depositnya dibalikin nanti waktu ngebalikin sarungnya.
Dari Wat Arun balik lagi ke kota. Jalan-jalan lagi ke deket-deket hotel aja.
Besoknya, kami berencana pergi ke floating market. Ada floating market yang udah diinginkan dan pesan grabcar. Nah, si driver ini menyarankan untuk ke floating market terbesar di Thailand. Kata driver ini juga, perjalanan sekitar 1 jam karena berada diluar kota Bangkok. Dia jug minta tarif 1200 baht aja. Kita sih ok-in aja waktu itu. Sampai di floating market yang bernama Damner Saduak, saia shock karena biaya masuknya 1000 baht, kalau ikut atraksi bersama hewan 2000 baht. Dalam hati mau cancel aja tapi masa udah jauh-jauh (ternyata 2,5 jam) langsung cuss sih, jadi ya udah deh lanjut aja walau hati mangkel.
Jalan-jalan pakai perahu menyusuri perairan yang dikelilingi oleh orang-orang yang berjualan.
Saia gak beli apa-apa karena menurut saia harga barang-barangnya mahal. Kami juga sempet beli foto dengan menawar dari 300 baht ke 150 baht.
Kenang-kenangan
Kami juga sempet beli coconut ice cream seharga 60 baht.
Nahh ada cerita nih dibalik si floating market ini. Ternyata oh ternyata kami ditipu. Mulanya ada temen yang googling tempat ini, kenapa kok review-an nya lebih kecil dibanding tempat yang seharusnya kami tuju. Saia pun jadi ikutan penasaran tentang tempat ini dan ternyata banyak yang tertipu. Saia baca, kalau mau ke tempat ini dari Bangkok, ada hotel menyediakan paket tour termasuk transportasi pp dan biaya masuk sebesar 390 baht saja!!!!!!!!!!!! Yukkk mareeeeeeeeee kita jadi kezel tingkat dewa. Bener-bener tertipu!!! Pelajaran untuk para traveler supaya ga percaya gitu aja sama driver taxi disana (kami pakai taxi online yang wujudnya taxi bukan mobil pribadi kyak di Jakarta) dan banyak-banyak googling. Trus, kalau udah mau ke tempat yang kita tuju, tetep teguh pendirian, jangan mau terbujuk rayu oleh siapapun juga!
Dengan hati mangkel, kami lanjut perjalanan ke Chatuchak market. Market yang hanya buka waktu weekend aja ini sangat ramai.
Dari Chatuchak cari makan di mall. Saia beli sate ayam tapi rasanya kurang enak ya menurut saia.
Sate ayam
Sekianlah cerita saia mengenai perjalanan Bangkok kemarin. Ini adalah kali ketiga saia kesini. Untuk cerita lainnya yang tentang Bangkok ada di blog saia yang sebelumnya yaa.
Selamat siang. Setelah seperti lama tidak update blog, hari ini saia akan kembali bercerita tentang perjalanan saia dan teman-teman menjelajah negara Thailand. Kali ini saia menjelajah 2 kota, yakni Khao Yai dan Bangkok. Apa sih Khao Yai? Untuk lebih memperjelas tentang kota ini, untuk saat ini saia akan membahas khusus tentang Khao Yai.
Kenapa Khao Yai? Banyak yang mikir begitu kan. Biasanya kalau wisatawan ke Thailand mainnya itu ke Bangkok, Pattaya atau Phuket. Tapi ini ke Khao Yai. Jarang banget wisatawan ke Khao Yai, jadinya kami menjelajah langsung deh si Khao Yai ini…yahh anti mainstream trip lah yaa….hehehehe
Khao Yai adalah kota di luar kota Bangkok. Memerlukan waktu sekitar 3 jam untuk dapat sampai di Khao Yai dari Bangkok. Saia dan teman-teman (berlima) sampai di bandara Don Mueang, Bangkok sekitar jam 10 pagi. Dijemput driver yang sudah dipesan sebelumnya di Jakarta. Saia baca-baca di blog, kalau ke Khao Yai ini juga bisa ditempuh dengan transportasi umum, tapi setelah saia telusuri sepertinya agak kurang nyaman ya menggunakan tranportasi umum dikarenakan ujung-ujungnya mesti sewa motor juga keliling Khao Yai. Fare driver dari Bangkok ke Khao Yai untuk 1 harian termasuk mobil, jalan-jalan 12 jam sebesar 3500 baht. Kami sempet makan siang di pemberhentian (kurang tau juga namanya daerah apa). Saia makan nasi hainam ayam karena saia lihat hanya itu aja satu-satunya makanan yang halal diantara sekian banyak food court. Temen ada yang beli pie juga. Rasanya dan bentuknya mirip wingko.
Pie
Perjalananan pertama kami ke PB Valley Khao Yai Winery. Disini biaya untuk ikut tournya untuk usia 4-12 tahun biayanya 300 bath, dewasa 350 bath. Lamanya tour sekitar 2 jam dan ada jam-jamnya. Kami gak ikut tournya karena untuk tour berikutnya sekitar 1,5 jam lagi. Jadi kami foto-foto dan jalan-jalan aja. Panassssssssssss banget…untung saia bawa payung. Disini pohon-pohon anggurnya belum berbuah, jadi ya ga ada anggurnya. Terdapat café juga yang menjual berbagai makanan dan minuman. Disini nyobain jagung merah, jagung yang warnanya merah. Saia gak beli, hanya icip-icip aja testernya. Selain jagung merah yang masih dalam bentuk jagung, ada juga yang udah dikemas dalam sebuah produk. Teksturnya ringan banget.
PB Valley WinerySaking panasnya saia pakai payung
Selanjutnya, kami ke Chocolate factory. Di Chocolate factory ini seperti Cimory gitu tempatnya. Ada coklat bentuk high heels, kalo mau makan pastinya ga tega banget yaa….haha…saia gak beli coklat sama sekali, tapi dikasih coklat sama temen…hehe….
Chocolate factoryCoklat bentuk high heels
Pembuat coklat sedang membuka coklat di ruangan berkaca, jadi kita bisa lihat bagaimana pembuatan coklat, kue dan lainnya.
Next destination, Primo Piazza. Primo Piazza ini istilahnya Italy-nya Thailand. Panas banget ya tapi seru sih foto-foto disini. Biaya masuknya kalau gak salah 200 baht dan dapat diskon 10% buat beli es krim. Tempatnya besar, terawat dan emang keren sih. Bisa jadi tujuan wisata nih kalau ada yang mau ke Khao Yai. Disini juga bisa kasih makan semacam domba kali yaa…pokoke yang mirip-mirip Pegasus gitu deh, apa yaa Namanya…hahahaa
Keren kan foto-foto di Primo Piazza? Bagi yang suka foto-foto, disini banyak banget spot-spot foto yang instagrammable. Foto-foto lainnya, bisa diliihat di instagram aja yaa…hehe
Ice cream di Primo Piazza, harganya 80 baht diskon 10% jadi 72 baht
Kami nginep di Mont Blanc Khao Yai. Tempatnya bagus, luas dan ada kolam renangnya. Tapi, sayangnya ga ada lift, jadi musti naik tangga…ya hitung-hitung olahraga lah yaa. Disini kayaknya cepet banget deh siangnya. Jam 7an pagi aja matahari udah mulai meninggi, udah panas banget….haha
Next, kami pergi ke Pete Maze. Disini tiket masuknya 150 baht. Foto-foto di labirin yang bisa kesasar kalau terus menerus jalan gak tau jalan. Kalau bawa anak-anak yang suka lari-larian alamat bisa nyasar nih. Kami juga nyasar-nyasar gitu sampai akhirnya ketemu emergency exit. Lelah hayati banget kan nyari-nyari jalan keluar ya mending keluar di pintu emergency exit aja deh…hehehehe…
Labirin
Dari Pete Maze, kami ke Farm Chockchai. Mirip Farm house ya…disini bisa kasih makan gajah juga, tapi kami maleslah beli makanan gajah supaya buat foto-foto aja. Disini saia rada kasihan gitu ngeliat si gajah ditunggangi. Sebagai pemerhati hewan, saia merasa seharusnya si empunya manusia jangan dudukin itu gajah, kan kasian.
Salah satu sudut Farm Chokchai
Dari Khao Yai kami beranjak ke Bangkok langsung ke hotel. Si driver mau juga nungguin dan kita bayar lebih buat jalan-jalan di Bangkok hari itu. Oiya, total 2 hari di Khao Yai = 3500+3500 = 7000 baht. Bayar hotel si driver 700 baht dan fee buat driver 50 baht/orang/day.
Sekian dulu ya cerita tentang Khao Yai-nya. Cerita Bangkoknya akan diupdate nanti. Yuk mari ke Khao Yai.
Selamat siang. Cerita hari ini datang dari Cirebon. Jadi, kemarin saia dan rombongan dari gereja jalan-jalan sehari ke Cirebon. Berangkat sekitar jam 5.30 pagi. Perjalanan lancar. Kira-kira 3 jam, sampailah di Cirebon.
Pemberhentian pertama di Pelabuhan Cirebon. Sebenernya sih ga boleh masuk gitu karena kayaknya bukan tempat umum. Tapi, pada akhirnya diperbolehkan masuk juga sih, sebentaran sekitar setengah jam. Hanya foto-foto aja disana. Panas banget padahal masih sekitar jam 9 pagi.
Di Pelabuhan
Dari Pelabuhan menuju semacam keraton gitu. Ada yang unik nih, bangunannya ada yang direkatkan hanya dengan putih telur dan apa ya satu lagi…lupa deh namanya apa…tapi bahan masakan gitu.
Direkatkan dengan putih telur dan satu bahan lagi…(lupa saia…hehe)
Disini juga ada museumnya dan ada semacam keramik-keramik yang menceritakan semua agama. Contohnya ada cerita tentang orang Majus, Daud dan Goliat, Zakheus, dll.
Silsilah
Disini banyak banget yang tukang sapu trus menyodorkan semacam kotak dari kerdus untuk amal gitu.
MuseumKompleks Kasepuhan
Kemarin ketemu pangeran juga dan ada yang beli semacam minyak jasmine gitu harganya 25rb. Trus, main-main dengan burung dan juga nyobain air dari sumur yang bisa bikin awet muda, enteng jodoh, dll gitu deh. Kalau rasanya manis, berarti lagi sakit, kalau berasa tawar berarti baik-baik saja. Ya gitu deh mitosnya.
Dari sini, hari makin panas dan saia sendiri agak kurang bersemangat gitu karena super panas. Panasnya itu poooll banget. Untuk makan siang saia makan siang di Empal Gentong bu Nur.
Empal Gentong Bu Nur
Harga empal gentongnya 25rb, nasi 4rb dan air mineral (Ga kefoto) 4rb. Dagingnya banyak banget, nasi saia udah abis, dagingnya belum abis-abis juga. Enak sih menurut saia.
Berikutnya, ke Goa Sunyaragi. Gak seperti goa-goa yang ada di tv-tv. Kirain adem, tapi beneran panas banget. Saia pakai topi plus payung.
Goa Sunyaragi
Saia sih ga gitu banyak foto-foto ya karena super panas dan saia gak niat untuk foto-foto. Foto-foto hanya sekedarnya buat dimasukkin ke blog dan instagram traveling aja. Selebihnya gak sih, selfie aja udah males karena beneran panas pake banget.
Setelah dari Goa ini, sebenarnya ada 1 destinasi lagi, tapi dibatalkan karena hari yang panas banget dan pada ga semangat. Langsung ke tujuan akhir, yakni batik Trusmi. Disini banyak pengunjungnya dan mungkin kalau di Bali kayak Kresna gitu ya. Saia sih hanya beli makanan aja, yakni keripik dan 1 coklat kecil. Selebihnya ngga. Oiya, sebelumnya saia udah beli kerupuk dan emping, kalau beli-beli yang lain kayaknya saia kurang minat yaa karena menurut saia sih ya biasa aja dan bisa didapatkan dimana aja. Banyakan produk dari Jogja. Berangkat ke Cirebon, masa oleh-olehnya tulisan Jogja…hehe.
Sekian cerita saia hari ini. Jumat ini saia akan melanglang buana lagi dan kali ini ke negri sebrang. Ini kali ketiga saia kesana. Tapi, ada 1 destinasi baru yang saia belum pernah kesana dan masih sedikit banget traveler yang kesana. Kemana??? stay tune tetep di blog ini yaaa….