Liburan ke Brunei

Selamat siang di hari pemilihan kepala daerah hari ini. Kali ini saia akan bercerita tentang perjalanan ke Brunei tanggal 22-24 November 2024 yang lalu. Kok kepikiran mau ke Brunei sih? Sebenarnya sih karena mau menjelajah seluruh negara ASEAN dan Brunei ini yang belum. Akhirnya setelah batal waktu bulan kapan gitu di tahun ini juga karena tiba-tiba ada kesibukan, maka saia dan teman akhirnya ke Brunei.

Nyari-nyari tiket pesawat murmer dan dapatlah Air Asia (AA). Tadinya mau nyobain Royal Brunei, berhubung harganya lebih mahal sejuta, akhirnya ya naik AA. Saia cuti setengah hari karena AA berangkat jam 17.30 WIB. Perjalanan tiba lebih cepat dari waktu yang ditentukan dan di tengah perjalanan cuaca buruk dan pesawat goyang-goyang gitu. Deg-degan banget dan berdoa terus sampai akhirnya tenang kembali. Jadi inget pengalaman waktu pertama kali ke Manila tahun 2012 yang lalu, lebih heboh guncangannya dan lama banget lagi. Itu juga udah doa-doa terus dan satu pesawat semua melayangkan doa.

Tiba di Brunei, saia ga kaget sih melihat sepinya bandara karena udah baca-baca pengalaman orang dan juga liat di tiktok kalau bandaranya sepi banget. Oiya, saia ada kendala waktu di bandara karena belum isi kartu embarkasi elektronik, tapi temen saia ga isi selamat loh…haha, tergantung amal ibadah kali ya….wkwkwkk…di imigrasi cukup ramai karena ternyata dari Indonesia banyak banget yang mau kerja disana. Petugasnya cukup galak gitu, nanya mau kemana, trus bilang bayar 20 dolar gitu buat para pekerja itu, minta surat kerjalah, trus ada penumpang yang merupakan pekerja yang katanya mau ambil barang ke arah imigrasi, trus ditanya udah dicap belum, katanya belum, trus petugasnya bilang : jangan seenaknya kamu disini ya, disini ada aturan, jangan suka-suka kamu…saia yang lagi antri agak shock juga sih…haha

Setelah saia isi kartu embarkasi elektronik dan keluar imigrasi, saia lihat bandaranya memang kecil dan memang orangnya sedikit sekali. Saia dan teman ke counter taksi dan langsung deh naik bayar 25 dolar. Oiya, disini mata uangnya Dolar Brunei tapi bisa pakai Dolar Singapore ya karena ada perjanjian di antara mereka. Selengkapnya silakan googling.

Si driver taksi nawarin tour gitu, 35 dolar per jam dan minimal 2 jam. Wow, mahal banget kan. Ternyata dari airport ke tempat kami nginep yang namanya EZ Suites deket banget. Kyaknya ga sampai 10 menit sampai deh. Pokoknya cepet banget. Kata drivernya lagi, harusnya tarifnya itu 20 dolar tapi karena udah di atas jam 9 malam, maka jadi 25 dolar sampai jam 6 pagi.

Kami nginep di EZ Suites yang udah dibooking sebulan sebelumnya dengan metode pay at hotel. Dalam rupiah di invoicenya itu 999.999 konversi ke SGD jadinya SGD84. Tadinya kami bel-bel gitu, trus ada bule yang bukain pintu, kirain dia ownernya, taunya dia juga tamu. Sepertinya bel-bel yang kami bunyikan mengganggu dia. Akhirnya temen hubungi ownernya via WA. Pintu masuk pakai pin dan pintu kamar juga pakai pin. Kami bayar cash dan dikasih tau petunjuknya. Intinya mudahlah.

Malam itu kami cari-cari nih tempat sewa mobil yang murah, tapi kok ya mahal semua…haha…besok paginya kami jalan dan sarapan di McD. Temen wa ownernya dan dia ngasih harga sewa mobil 120 dolar dari tanggal 23-24 Nov dari jam 10 pagi sampai 7 malam keesokan hari (sampai airport). Kami tawar jadi 100 dolar dan dia mau. Btw, disini ga ada grab, uber, dll ya, adanya Dart. Saia udah download Dart tapi ternyata harus pakai sim card sana sedangkan saia beli wifi dari Jakarta. Untung aja ga beli sim card, saia baca-baca, Dart juga mahal dibandingkan sewa mobil yang 100 dolar itu.

Kami berjalan-jalan dan nyobain berbagai makanan berdasarkan rekomendasi dari si owner. Asli baik banget itu owner. Nyobain apa aja, bisa cekidot di youtube dan tiktok saia ya. Harga bbm juga murah banget, lebih murah dari air mineral. Kami isiin bbm 15 dolar (soalnya ga enak kan udah pake mobilnya masa ga diisi seperti semula), itu bisa dipakai sampai hampir 300 km perjalanan loh. Murah banget kan.

Kami menjelajah berbagai macam tempat bahkan sampai ke luar pulau, nyobain makanan khas mereka, hujan-hujanan ke kampung air, pokoknya semua yang direkomendasiin kami ikuti deh. Bisa cek di youtubenya ya. Total all in untuk 3 hari 2 malam kurang dari SGD 150 (termasuk hotel, makan yang terus menerus, bensin, dll). Disini masuk museum gratis, ga ada parking fee, ga ada toll fee, semuanya gratis. Oiya, tapi waktu ke Regalia karena wisatawan bayar 5 dolar per org dewasa dan 2 dolar kalau anak-anak, tapi kalau warganegara Brunei gratis.

Jadi kira-kira pengeluaran selama disana untuk 2 orang :

  1. Taxi airport : SGD 25
  2. Hotel : SGD 84
  3. Sewa mobil : SGD 100
  4. Royal Regalia : SGD 10
  5. BBM : SGD 15
  6. Parkir Airport : SGD 2,4 (ini karena kami masuk ke area parking P1 yang ternyata berbayar dan baru tau kalau memang ada juga parking berbayar…haha)
  7. Perahu : SGD 4 (ini biaya pp waktu ke Kampung Air)
  8. Makan di Jing Chew : SGD 5,1 disini kami pesan roti kacang kahwin dan roti keju, minumnya semacam teh dan air mineral. Roti kacang kahwin itu kalau disini isinya kyak martabak kacang rasanya juga mirip
  9. Adresto : SGD 11 kalau ini resto yang ada di Kampung Air. Kami makan nasi katok, soto ayam (mirip soto mie), ambuyan (atau apa gitu namanya mirip papeda dengan saos duren dan mangga), ice milo, teh O atau apa gitu nama tehnya…haha, sate ayam 2 porsi (1 porsi isi 3 tusuk)
  10. B Smile : SGD 24,6 disini makan laksa (temen), saia makan nasgor american style (ini maksudnya nasgor yang porsinya banyak banget cucok buat saia yang tampang kecil tapi makannya banyak wkwkkk dengan ayam fried chicken kecil 2 dan sosis), mie mamak (kyak mie aceh), ice milo dan teh O. Orang restonya sampai bilang, awalnya dia heran, kok ini pesenannya ada 3 padahal orangnya hanya dua. Gak tau dia kalau nih dua orang kecil-kecil makannya banyak
  11. Martabak : SGD 5 kalau ini mirip telor yang dikasih tepung aja sih dengan dikasih saus kari gitu
  12. Mc D : SGD 3,8 kalau temen SGD 3,5 kami pilih yang breakfast menu
  13. Soto Pabo : temen SGD 7,9 dia makan soto dan teh O sedangkan saia hanya SGD 1,8 karena hanya pesan Bandung Ice. Tadinya mesen waffle tapi orangnya lagi ga ada jadi cancel.

Nah jadi intinya sekian pengeluaran kami. Oiya, saia beli oleh-oleh sekitar SGD 35 itupun sepertinya yang ada di Jakarta juga karena ga tau mau beli apa, semuanya kayaknya ada di Jakarta. Gak ada makanan khas yang bisa dibawa. Saia ngabisin dolar Brunei beli apa aja yang bisa dibeli, intinya saia hanya ngeluarin duit SGD 50 buat hal-hal semacam itu. Jadi, uang saia yang keluar kira-kira hanya SGD 200. Satu lagi, belum termasuk tiket pesawat pp AA sekitar 2,5 jutaan. Mau ke Brunei? Cobain deh, dua hari cukup