Seperti yang saia janjikan kemarin, saia akan menuliskan catatan perjalanan saia di penghujung tahun 2018 ini. Kali ini saia akan bercerita mengenai kenapa saia bisa menjelajah daerah barat Indonesia setelah 245 purnama. Kalau mendengar kata “Silangit”, sebenarnya tidak begitu familiar di telinga saia karena baru kali ini saia mendarat di Silangit. Saia membeli tiket di sebuat situs pembelian tiket dan saia sangat beruntung. Saia pesan tiket di tiket.com (ini bukan endorse ya) dan mendapatkan FREE meal on board untuk perjalanan dari Halim Perdana Kusuma (HLP), Jakarta ke bandara Silangit. Berhubung saia suka yang namanya “discount” dan “promo” saia coba cari-cari ada promo apakah si tiket.com ini. Waktu bulan lalu saia pergi ke Bali, saia lihat ada penumpang yang dikasih FREE air mineral. Saia sempat dengar pramugarinya bilang, ini FREE karena si penumpang tersebut beli tiket di tiket.com, jadilah saia coba-coba searching siapa tau ada promo lainnya (padahal udah dapat promo FREE MEAL, tapi kemaruk mau nyari promo lain…hihiihihi).
Pencarian saia membuahkan hasil. Ternyata, jika pesan via aplikasi dan pengguna pertama, maka dapat potongan Rp. 150.000. Yihaaaaaaaa….dengan semangat 2018 saia download aplikasi tiket.com dan pesan via aplikasi. Saia dapat double promo, yakni FREE meal dan potongan 150ribu.
Gambar di atas adalah nasi Kapau. Lumayanlah…hehe
Perjalanan dari HLP ke Silangit memakan waktu 2 jam. Saia udah web check-in supaya memudahkan saja pada hari H. Saia menggunakan maskapai Citilink.
Satu lagi keberuntungan saia pada hari ini, bukan hanya saia aja sih tapi seluruh penumpang Citilink pada hari ini dapat voucher Rp. 150.000 untuk penerbangan atau hotel yang berlaku sampai 31 Maret 2019. Yeaayyyy!!! Bersyukur banget. Lagi-lagi voucher ini disponsori oleh tiket.com.
Yeayyyy…dapat voucher
Welcome ke Silangit. Tadi saia denger di pesawat kalau bandara ini namanya Bandara Sisingamangaraja XII, jadi kenapa jadi Silangit ya? Saia nda tau.
Disini masih dalam tahap pembangunan, jadi jangan dibayangkan seperti Jakarta.
Dari Silangit, dijemput menuju Muara, tempat nenek dan setelah 245 purnama, banyak perubahan. Kayaknya dulu waktu kecil semuanya seperti besar, kok sekarang jadi kecil yah? Jalan-jalan sebentar ngeliat Danau Toba, tapi seperti susah gitu masuknya, entah darimana pintu masuknya. Dulu kayaknya gampang-gampang aja dan gak pake pagar-pagar atau pintu. Sekarang dijadiin pelabuhan gitu. Sekian cerita petualangan saia pada hari ini.
Selamat pagi menjelang siang. Maapkeun saia yang baru update blog ini. Ini postingan pertama di bulan Desember 2018. Maklumlah, sebagai butiran debu di kantor, saia lagi banyak kerjaan menjelang akhir tahun. Hari ini adalah hari terakhir saia masuk kantor karena mulai besok saia akan cuti sampai nanti masuk kantor lagi tanggal 2 Januari 2019.
Kenapa judulnya “Setelah 245 purnama the Series”? Ini adalah rangkaian cerita yang akan saia ceritakan mulai besok ya. Ini bukan judul novel atau judul film, tapi ini adalah awal dari cerita saia menuju daerah yang ada di wilayah barat Indonesia. Saia akan mulai posting besok tanggal 18 Desember 2018 sampai dengan 23 Desember 2018. Pastinya rangkaian cerita ini adalah rangkaian cerita “fresh from the oven”. Penasaran? stay tune di blog ini yaa 🙂 Untuk foto-foto rangkaian cerita saia, kemungkinan tidak semua ditampilkan di blog ini, jadi bisa langsung meluncur ke IG blog ini.
Untuk pemilihan judul, saia lihat di om Google kalau bulan purnama itu terjadi minimal 12 kali dalam setahun dan maksimal 13 kali dalam setahun. Saia pakai angka minimal aja. Jadi, kalau 245 purnama??? hitung sendiri yaaa….hehehehe. Kenapa pakai istilah purnama? tiba-tiba aja keingetan film AADC gitu…wkwkwkwk. Tapi, sebenarnya saia hanya ingin menunjukkan rentang waktu. Kalau pakai tahun, udah biasa, kalau pakai bulan sepertinya juga terlalu biasa, makanya pakai yang agak-agak gak biasa gitu tapi sering terdengar oleh khalayak ramai.
Selamat siang menjelang sore….hari Minggu yang lalu saia baru aja kembali dari Bali. Acara kantor. Ini bukan pertama kalinya saia ke Bali, mungkin kira-kira ini kali ke-4 saia ke Bali. Bali kan udah terkenal sampai ke mancanegara dan rata-rata orang juga tahu bagaimana suasana di Bali. Saia gak akan cerita tentang acara kantornya yaa…tapi lebih ke hal-hal yang mungkin belum pernah diceritakan.
icon ini berada di sebelah Seminyak Village
Hari pertama di Bali, saia jalan-jalan menyusuri jalan di Seminyak. Saia tiba di Seminyak agak siangan gitu, karena sebelumnya beli oleh-oleh di Krisna dan makan ayam betutu. Sempat ke daerah Joger juga, tapi gak ke Joger-nya, tapi ke toko depannya Joger.
Dinner di cafe TEMU
Dinner di Cafe TEMU, saia pesen Lemongrass Fried Rice. Uenaaakkkkkkkkk deh. O iya, di foto yang ada di atas terdapat gelas dan es batu, itu minta ke cafenya alias gretong…xixixixi…harganya sekitar 55ribu belum termasuk tax dan service charge. Ambience nya bagus dan boleh juga nih kapan-kapan kalo ke Bali lagi atau lebih tepatnya ke Seminyak melipir ke cafe ini.
nyobain berbagai rasa ice cream di Gusto Gelato
Nahh,,,foto di atas saia lagi nyicipin berbagai rasa ice cream di Gusto Gelato. Nyicipin disini gratis loh dan enak ice creamnya. Ukuran small harganya 25 ribu, ukuran medium 48 ribu, klo yang large lupa…soalnya ga beli ukuran large…hehehehe…ada tempat nongkrongnya juga disini, pokoke seru deh.
yihaaaaaaaaaaaaaaaaa
Saia lagi bergaya foto ala ala banget ya disini sambil nungguin temen-temen yang lagi naik banana boat. Ini ada di Tanjung Benoa. Udara panas banget. Awal-awal sampai Bali agak seneng gitu karena suasana ga terlalu panas bahkan cenderung mendung dengan hujan rintik-rintik. Tapi, hari ketika saia ada di Tanjung Benoa, puanassshhnya polll.
Pantai Pandawa
Ini di Pantai Pandawa. Hari sudah mulai menjelang sore ketika itu, tapi ya teuteup yaaa suasana panas banget, namanya juga di pantai lah yaa….
Selama di Bali, saia menginap di Tijili Seminyak. Hotelnya bergaya tradisional, walaupun gak tradisional-tradisional banget sih, ada sentuhan modernnya juga. Makanan untuk breakfastnya sangat bervariasi dan rasanya juga lumayan enak. Boleh dicoba lagi kapan-kapan tinggal disini. Kolam renangnya gak nyobain sih, tapi gak dalem-dalem banget, sekitar 1,4 meter aja. Welcome drinknya juga suegeeerrr ditambah dengan kue bika ambon, lumayanlah sambil duduk-duduk deket kolam renang. Di tepi kolam renang ada semacam tempat duduk model sofa bed gitu, tapi waktu hari pertama udah keisi semua sama pengunjung yang lain.
Sekian cerita saia liburan gratis ke Bali…hehehehe
Holaaaaaaaa….setelah sekian lama gak nulis blog ini dikarenakan kesibukan yang memuncak akhir-akhir ini sehingga baru menulis lagi hari ini. Kali ini saia akan menceritakan tentang Yogyakarta. Sebenarnya pernah cerita tentang kota yang disebut kota pelajar ini ya beberapa waktu yang lalu. Saia kembali mengunjungi Yogya itu tanggal 26-28 Oktober 2018 dalam rangka outing kantor. Banyak hal menarik yang dapat diulas di Yogya, salah satunya adalah Prambanan. Saia sudah pernah ke Prambanan tahun 2012. Suasana panas banget, bener-bener panas dan sangat panas.
Perjalanan dimulai dari Gambir. Kebetulan saia hampiiiiirrrrr telat dikarenakan jalanan yang macet menuju Gambir. Ternyata, saia beruntung karena keretanya delay. Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 8 jam sebelum tiba di stasiun Tugu, Yogyakarta. Menuju hotel dan malamnya jalan-jalan ke Bakmi Jawa mbah Gito ya klo gak salah. Foto-fotonya menyusul karena ada di hp satu lagi dan saia gak bawa hp nya hari ini…hehehehe…saia pesan mie rebusnya dan rasanya lumayan enak menurut saia. Saia gak tau sih, itu makanan enak karena saia emang laper atau bagaimana yaa…hehehehe…harga kerupuknya murah banget, hanya 1000 rupiah.
Besoknya jalan-jalan di Prambanan yang saat itu udaranya sangat amat panas sekaleeeeeeeee (*lebayyyy). Dari Prambanan balik ke hotel lalu sorenya jalan-jalan ke Malioboro. Karena saia pulangnya keesokan harinya dan itu penerbangan pagi, jadi gak ada acara jalan-jalan lagi. Tadinya ada keinginan jalan ke Raminten, tapi acara malam minggunya terlalu malam selesainya, sehingga udah pada tepar semua yang niatan ke Raminten, gak jadi deh. Secara keseluruhan, gak ngebosenin sih Yogya, banyak banget yang bisa dieksplor. Kemarin itu, waktunya memang sempit, jadi gak bisa eksplor lebih luas lagi. Rencana Desember nanti bakalan ke Yogya lagi….ke Yogya ku kan kembali….
Ini kelanjutan dari cerita kemarin yaa. Setelah dari Museum Sejarah, kami semua menuju museum Bahari. Kalau jalan kaki lumayan jauh juga, jadi kami ada yang naik bajaj dengan ongkos 15rb atau bisa juga menggunakan taksi online dengan tarif 10rb. Panas banget dan pas sampai rasa-rasanya kok saia jadi lemas…hehehehe…naik ke atas bangunan yang katanya bisa ngeliat pelabuhan Sunda Kelapa. Bangunannya terdiri dari 3 bangunan bertingkat gitu dan sesampainya di atas akan kerasa kalau bangunannya miring, jadi rada-rada pusing juga sih dikit…hehehehe
Dilihat dari atas bangunan
Saia kok gak ngeliat ada pelabuhan Sunda Kelapa yaa…hehe…dari bangunan ini, kita diajak ke museum Bahari. Oalaaaa…kirain nih bangunan museum Bahari, tau-tau harus jalan lagi sekitar 5 menit menuju museum Bahari yang sesungguhnya.
Di museum Bahari, kita akan lihat macam-macam jenis kapal. Ada kapal Pinisi, Dewa Rutji dan kapal-kapal lainnya.
kapal Pinisi
Disini juga ada diorama para pelaut seperti Laksamana Cheng Ho, Laksamana Malahayati, Fatahillah, Vasco da Gama, dll. Pokoke seru banget deh main kesini. Jadi keingetan sama pelajaran waktu sekolah dulu. Ada juga ikan-ikan yang diawetkan, jenis-jenis kayu dari yang jati sampai kayu yang jika direndam air makin lama makin kuat tapi kalau di darat jadi keropos. Ada juga kapal-kapal yang dipakai sampai ke Luar Negeri. Ada jenis meriam beserta kode-kodenya yang mengartikan dimana meriam itu dibuat. Beratnya 600 kilogram…
Disini juga ada cafenya, tapi kemarin itu sih kata pemandunya belum jadi. O iya, pintu menuju diorama pelaut itu masih asli loh, usianya udah lebih dari 300 tahun!!! Masih awet banget. Emang keren bangetlah ya itu si kayu jati.
Tadinya, dari museum Bahari mau lanjut ke museum Fatahillah, tapi gak jadi karena waktu mepet. Museum jam 4 tutup. Akhirnya balik deh ke tempat awal dan anak-anak naik sepeda.
Naik sepeda bayarnya 20rb/setengah jam. Saia juga coba naik sepeda, seru juga sih, tapi sayangnya panas banget…hehe…sekian cerita saia kali ini.
Selamat sore. Saia hari ini cerita tentang perjalanan ke museum Sejarah, kemarin 30 September 2018. Serombongan 19 orang dari anak-anak hingga dewasa.
Dari stasiun Jakarta Kota tinggal jalan kaki aja ga jauh. Kita dipandu sama pemandu dan ini fasilitas dari kenalan jadinya semuanya FREE.
Di museum Sejarah bisa ngeliat asal muasal Jakarta, adat Betawi yang dipengaruhi budaya Cina dan Arab, prasasti, penjara bawah tanah, dll. Untuk penjara wanita ga bisa diakses karena sedang perbaikan. Menurut pemandunya, Cut Nyak Dien pernah dipenjara disini sebelum diasingkan. Terdapat sumur juga yang dulunya buat minum orang-orang di sana pada jaman itu. Sumurnya sekarang kotor gitu trus ada ikan lelenya. Dulu gak ada lelenya, sekarang dibikin lele agar mengindari nyamuk. Gitu cerita pemandunya.
Wisata museum Sejarah seru juga. Dari sini kita menuju ke museum Bahari. Cerita museum Bahari besok diceritain yaa…
Ini adalah re-post dari postingan saia di blog yang lama (edit dikit di bahasa yang terlalu alay…hehe). Semoga informasi ini berguna untuk teman-teman yang akan ke Hongkong-Shenzen-Macau.
Tanggal 11-15 Oktober 2013 saia kembali traveling ke 3 negara, yaitu ke Hongkong-Shenzen-Macau. Cerita dimulai dari keberangkatan pada tanggal 11 Oktober pukul 00.10 dan tiba di Hongkong sekitar jam5-an pagi waktu Hongkong. O iya, perbedaan waktu 1 jam dimana Hongkong lebih cepat. Setelah mengurus keimigrasian, saia, my sistz, mba Vero and Cindy segera menuju shuttle bus yang akan membawa kami ke daerah Chungking Mansion. Menurut petunjuk (saia bbm-an sama orang Indonesia yang di Hk-kami ambil tour Shenzen dari dia, namanya mba Aming) kami akan turun di Imperial hotel. Kami ngantri bis sambil foto-foto dan akhirnya saia tersadar waktu lihat ada orang bawa karcis sedangkan kami tidak. Ternyata, harus beli karcis dulu di loket khusus seharga Hk$33 dan naik bis no A21 ke daerah yang akan kami tuju. Akhirnya, kami kembali ke loket dan setelah beli karcisnya, udah ada antrian baru lagi….terpaksa deh ngantri dari belakang lagi….ga lama, si bis nya datang dan kami berempat naik di lantai dua bis nya trus di atas poto-poto, trus karena berpatokan pada si Imperial Hotel itu, akhirnya kami kelewatan dan bingung….hadeeehh, trus ngelanjutin naik MTR (Mass Transit Railway) dan intinya setelah cari sana sini, dikasih tau semacam agen-agen taksi, sampailah kami di tempat yang dituju….fiuuuuhhhh….
Lanjuttt lagi tentang perjalanan di Hk..
Hari pertama di Hk, langsung jalan-jalan ke Disneyland yang rame dibicarakan orang. Kami melanjutkan perjalanan menuju Disneyland. Ngomong-ngomong soal tiket, kami dapat Hk$25 lebih murah dibanding harga normal dari mbak Aming itu. Akhirnya, mba Vero ketemuan sama suaminya mbak Aming di station MTR buat bertransaksi….yaitu pembelian tiket Disneyland….setelah mendapatkannya, kami semua segera berangkat ke sana.
Gak banyak permainan yang dimainkan, karena sampenya juga udah siang banget. Hanya foto-foto dan coba-coba masuk ke semacam mainan rumah hantu. Seremmm bener….semuanya tema haloween gitu..yah, mungkin karena bulan Oktober yaa…paradenya bagus-bagus…lucu-lucu…ada tokoh-tokoh yang ada dalam cerita Disney. Kami juga kelewatan nonton parade Disney…kecewa sih…tapi, ya udah lah mungkin lain kali jika ada kesempatan kembali lagi ke Hk.
Karnaval
Acara malam hari yang paling seru…yaitu acara kembang api…nunggunya lama euy, 1 jam!! Tapi ga nyesel juga kok udah nunggu lama, soalnya keren banget kembang apinya…jadi pengen liat lagi…..
Lanjutttt lagiiii….setelah Hk, besoknya kami pergi ke Shenzen dan di Shenzen ini kami udah ikut tournya mbak Aming ini….seruuuu sih, tapi jadi kehabisan duit gara-gara masuk ke mana yaa itu tempatnya….mini China gitu deh, kyak TMII lah klo disini….fuiihhh, hampir sama kayak harga tiket masuk Disneyland!!! Tempatnya biasa aja dan gak gitu menarik-menarik banget…o iya, namanya Splendid China….untung ada semacam show yang bisa mengobati kekecewaan, tapi rada ga rela juga tuh ngeluarin duit banyak buat hal yang ga seberapa itu….ada something dibalik peristiwa Splendid China yang sepertinya tidak perlu diceritakan.
Tour guide nya berganti waktu ke Splendid China…ya ga masalah sih, tapi kasihan juga si tour guide pengganti karena dia itu ga bisa masuk show dikarenakan namanya ga terdaftar tapi yang ada namanya si guide lama. Sebelum ke Splendid China, kami pergi ke World…..apa gitu…lupa euuyy, pokoke Dunia Mini lah, ada menara Eiffel, ada menara Pisa dan bangunan2 terkenal lainnya….tempatnya kereeeenn, herannya, harga tour yang terbilang murah udah termasuk tiket masuk sini….o iyaa…namanya…Window of the World
Sebelum ke tempat itu, kami dibawa mengunjungi semacam tabib alias toko obat, disuruh beli obat, males banget, trus ke tempat-tempat aksesoris dan lain sebagainya deh….tapi kyaknya ga penting banget, soalnya semuanya itu semacam orang jualan lah….mukanya jelek bae waktu ga dibeli…..wkwkwkk…bodo wae lah….
Beli aksesoris buat oleh-oleh juga di Shenzen ini….intinya, seru sih di Shenzen ini, apalagi kan bahasanya itu Mandarin, gak kayak di Hk yang banyakan Cantonesse…pantesan saia jadi puyeng…di Hk itu bahasanya rada-rada beda dengan yang saia pelajari di les Mandarin….wkwkwkk…
Malemnya, balik ke Hk. Besoknya siap-siap ke Macau dan ada kabar mengejutkan yang mengharuskan bayar tunai Guest Housenya…weleh2, jadi males pake situs xxxxxxx.com. biasanya sih pake situs xxxxx.com huh, nyebelin…pusink lah cari-cari dana tunai dan sempet kepikiran ga jadi ke Macau, mana ATM saia ketelen lagi di sana….dan setelah berpusing-pusing ria, Tuhan memberikan saia wifi di mall itu dan ternyata saia berhasil menghubungi Tgn di Jkt and minta dia transfer….dan syukurlaaaahhhh….semua berjalan seperti rencana.
Macau tempatnya kecil tapi kehidupan lumayan juga. Gak lama di sana, karena udah puyenk dan pengen buru-buru pulang aja. Sorenya langsung pulang ke Hk. Sampai di Hk belanja belanji di Ladies Market. Siap-siap buat pulang, karena flightnya pagi. Dari Guest House sekitar jam setengah sebelas, nunggu-nunggu bis di pinggiran jalan pake acara nyasar-nyasar. Ketiduran di bis, untung saia denger “feichang…feichang” langsung terbangun dan turun di airport. Nunggu counter check in buka di terminal 2, abis itu ke terminal 1 nungguin sampe pagi dan akhirnyaaaaa…tiba di Jakarta tercintaaaa….
17 Agustus 2018 hari Jumat dan yang pastinya tanggal merah. Di hari kemerdekaan yang ke 73 itu, saia n famz jalan-jalan ke AEON Jakarta Grand City yang ada di Cakung. Ini bukan kali pertama saia kesini, tapi yang kedua kali. Kali ini saia niat mau naik Ferris Wheel yang beritanya tertinggi di Indonesia.
Pertama kali ke AEON Jakarta Grand City tanggal 4 Desember 2017 yang lalu. Hari Senin dan suasana gak gitu rame, tapiiiiiiiiii tanggal 17 Agustus yang lalu, bener-bener rame banget dan kayaknya udah lebih rame dari tahun lalu deh. Toko-tokonya full dan orangnya juga banyak, pokoke super duper rame. Karena ajang Asian Games, ada semacam panggung gt dan ada nyanyian soundtrack Asian Games. Pokoke seru.
Kembali ke topik cerita. Saia niat banget untuk mencoba ferris wheel-nya. Setelah cari info, akhirnya saia tercapai juga naik nih bianglala.
Ferris Wheel
Letak bianglala ini ada di lantai 3. Di lantai 3 itu juga tempatnya foodcourt dan permainan anak, pokoke seru banget buat jalan-jalan keluarga atau bareng sama temen.
Saia cari info, tiket bianglala ini 50rb rupiah dan ternyata ada tiket weekdays dan tiket weekend. Untuk lebih jelasnya saia fotoin dibawah ini.
Tiket bianglala
Untuk anak yang tingginya di bawah 90 cm, FREE loh.
FREE tiket untuk anak dibawah 90 cm
Ini dia penampakan tiketnya :
tiket Ferris Wheel
Selain itu, kita juga dapat voucher makanan. Ada dua makanan yang bisa dipilih, yakni bakso dan french fries. Awalnya sih saia mikirnya mau french fries aja, karena klo bakso kelamaan nunggu (dari berenam, hanya dua yang naik). Tapi, si mbak-mbak loketnya ga nanya, langsung centang aja french fries.
Voucher makan
Ada videonya, tapi gak bisa ditampilin di blog ini, jadi liat di instagram saia aja yaaa atau di instagram @lihatlahlebihdekattravelblog. Foto-foto pemandangan dari atas.
Pemandangan dari atas
O iya…lamanya berputar sekitar 13 menit gitu yaa…dan itu hanya sekali putaran aja. Ada AC nya di dalamnya juga tempat duduknya warna pink gitu. Satu kereta bisa dinaikin oleh 6 orang, berhubung saia hanya berdua dan gak ada antrian di belakang, jadinya ga digabung sama peserta lain. Kalau ada antrian di belakang, pastinya digabung. Untung antrian berikutnya masih jauh…hehehehhe
Bagusan naik di waktu malam sepertinya, karena ada lampu-lampu dan pastinya pemandangan kota lebih keren di waktu malam. Sempet foto bianglalanya di waktu malam.
Ferris Wheel edisi malam
Besok-besok pengen coba juga sih naik Ferris Wheel di waktu malam, sepertinya seru. Sekian cerita saia tentang bianglala tertinggi di Indonesia ini.
Selamat siang. Dari hari-hari kemarin, sebenernya inget banget nulis blog lagi, tapi karena kesibukan apalagi dua hari terakhir ini, jadinya baru sempet nulis lagi nih. Kali ini saia menceritakan tentang perjalanan ke Chinatown, Bandung tanggal 11 Agustus 2018 yang lalu. Tiket masuk ke Chinatown Rp. 30rb plus dapat voucher senilai Rp. 5rb yang bisa dipakai disemua konter yang ada disana. O iya, pembayaran hanya menggunakan debit card dan kartu FLAZZ aja yaaaa….gak ada pembayaran cash. Ada konter tempat pengisian FLAZZ dan juga ATM BCA yang bisa digunakan untuk top up FLAZZ. Kartu debit yang dipakai, dari bank mana aja yaa…bukan bank-bank tertentu.
Chinatown, Bandung
Banyak Spot-spot menarik yang bisa dijadiin tempat foto dan asyiknya gratis udah termasuk tiket masuk…pokoke seru banget deh. Ada juga kan tempat wisata yang udah bayar, tapi untuk foto-foto masih harus bayar juga….
Salah satu spot fotonya
Ada barongsai juga kalau sore. Waktu itu gak full nonton karena harus balik buru-buru ke hotel dikarenakan ada acara yang jaraknya lumayan jauh dari hotel, jadi harus cepet balik.
Kalau foto yang di atas itu, foto ala ala candid camera….hihiihihiii….lucu deh mau gaya-gaya candid gitu….hihiihi
Di Chinaton Bandung selain arena spot foto, ada juga arena untuk anak-anak. Semacam play ground gitu. Makanan, minuman dan toko merchandise juga tersebar disini. Untuk makanan, dari segi rasa menurut saia sih biasa aja dan cenderung lama yaa….mungkin tipe makanan fresh from the oven alias dimasak dulu dari bahan mentah gitu….Saia coba makanan soto betawi plus nasi juga tahu gejrot. Soto betawinya dari segi rasa lumayan enak dan tahu gejrotnya rasanya agak-agak gimanaaaa gitu…kayaknya sih dari tahu-nya yaa….tapi ya ga tau juga sih….ini menurut saia aja. Harga soto betawi plus nasi sekitar 35rb dan tahu gejrotnya 15rb. Untuk minuman, saia coba es cendol, harganya 25rb dan rasanya lumayan enak.
Oiya, karena saia dan temen-temen nginep di Aryaduta Hotel, jarak dari Aryaduta ke Chinatown yang di Jl. Klenteng ini sebenernya ga begitu jauh (pakai transportasi online hanya 8rb, tapi macetnyaaaaaaaa bener-bener keliatan seperti jauh banget padahal nggak.
Wisata keluarga atau bareng temen, seru banget kesini dan menurut saia sih worth it buat dikunjungi yaaa….cobain dehh….
Seperti janji saia…ini re-post dari blog saia yang di http://www.menmybestfriends.blogspot.com yaa…siapa tau ada yang memerlukan informasi seperti ini di blog saia ini, karena dulu mau cari informasi di blog-blog traveling ga nemu yang sesuai dengan masalah yang ada. Cekidot yaa…
Hari ini saia lagi mau cerita tentang Mom and Kids trip. Sebelumnya kan udah diceritain bahwa akan ada 10 orang yang akan ikut tour ini dan hari ini nambah satu lagi, yaitu anak. Setelah saia coba mesen lewat website yang ternyata tidak bisa dipesan hanya tiket anak saja (harus dengan orang dewasa), saia pagi ini coba telepon maskapai T***R dan Air Asia karena perginya naik T***R dan pulangnya naik Air Asia. Karena call center Air Asia buka dari jam 6 pagi, saia jam 8 lewat tadi pagi langsung nelpon dan dijawab ramah oleh mbak-mbak cs-nya. Saia lalu nambah tiket anak untuk penerbangan dengan Air Asia dari KL ke Jkt dan DONE. Tadinya mau cash, tapi karena ibu sang anak sedang ribet hari ini, jadinya inisiatif bayar pake cc aja dan saia harus nelpon mbak-mbak cs yang ramah itu lagi. Karena tiket KL-Jkt udah ok, saia mulailah nelpon cs T***R dannnnnnnnnn sepertinya csnya belum pada datang yah jam 9 gitu. Bukanya jam 9 pagi. Nelponin terus sampe jarum jam ke angkat 9.30 masiiihhh yaaaahhh…huuhhhhhhhh…keselll banget deh. Setelah sabar menunggu seperti menunggu durian runtuh, akhirnya nyambung juga dan dijawab sama mas-mas berlogat entah daerah mana. Sambutannya, maaf, kurang ramah, gak kayak mbak-mbak Air Asia yang super duper ramah. Penjelasannya pun ga gitu jelas, mungkin karena logatnya yah, trus intinya ga bisa tuh nambah penumpang anak (child) via phone, hanya bisa nambah infant ajahhh….DAMN!!!! Si cs juga ga berusaha untuk bantu kek, atau ngapain kek, yahh gitu deh,,,,say bye bye dengan logatnya yang kental itu….males jadinya….
Saia nelpon sang ibu, akhirnya diputuskanlah si anak ini masuk rombongan pertama yaitu naik Air Asia (AA) pp. Saia nelpon cs AA dan disambut dengan mbak-mbak ramah lagi. Setelah mesen Jkt-Spore buat anak dan beres dalam waktu singkat, saia nelpon lagi buat bayar yang bookingan KL-Jkt dan disambut sama mas-mas ramah juga. Akhirnya semua DONE.
Air Asia emang the best deh buat low cost. Bukan iklan loh, gak dibayar buat ngiklan, tapi emang bener2 pelayanannya ok banget. Udah gitu mbak-mbak dan mas-masnya itu baik banget, nawarin bantuan klo misalnya diperlukan, memberikan saran supaya si anak nyaman dalam perjalanan, dll. Pokoke, untuk low cost Air Asia memiliki tempat tersendiri di hati deh….tsaaaahhhhhhhhhh….ok deh…see yaaa di tulisan berikutnya…