Full Moon in Bali – Ubud

Selamat pagi menjelang siang. Disini saia menceritakan tentang penginapan yang enak banget di Ubud. Jauh dari keramaian. Untuk yang bawa mobil memang agak ribet, karena ga ada tempat parkir. Kalau mau parkir, di pinggir jalan gitu. Penginapannya juga masuk ke dalam. Awalnya pasti sangsi banget, tapi ternyata gak mengecewakan. Terdapat 4 kamar dan 1 kolam renang. Kami sewa semua, jadi kyak private pool gitu. Harganya murah meriah dan dapat sarapan pagi.

Ini penampakannya :

ED9193F2-39BE-445D-B71D-64C81D8D259F

F07BEB50-8C19-4F9D-A8B7-9B88B0772D77
Jalan menuju penginapan

Nama penginapannya Ubud Tropical Garden 2. Dapat diskon dari Agoda, jadi totalnya ga sampe 1,1 jt udh all in yaa semua ruangan. Cocok wisata bareng keluarga.

0E58182C-D3C3-4C81-8AEA-7C7FA5DE71FE
Kolam renangnya

Cuma semalam sih disini, kapan-kapan harus nginep lebih lama. Asik banget, jauh dari keramaian, kamarnya bagus dan staff nya ramah banget.

Full Moon in Bali – Lumba-lumba di Pantai Lovina

Hari kedua dalam seri cerita Full Moon in Bali, yakni melihat lumba-lumba di Pantai  Lovina. Bangun pagi jam 5an waktu Bali menuju pantai tempat boat yang akan membawa ke tempat lumba-lumba. Jarak dari hotel ke pantai kurang lebih 30-40 meter, jadi sangat dekat. Saia nginep di Puri Bali Hotel. Hotelnya semacam bungalow gitu.

Saia videoin lumba-lumbanya ketika muncul :

Ini pemandangan pantai Lovina di pagi hari.

Ini sunrise-nya, kayak udah sore yaa, padahal ini udah jam 6 pagi.

3AA298E4-04D7-4EDE-9BC0-CAA484C22F6F
Sunrise

Lumba-lumbanya dikejar-kejar banyak kapal, jadi ya hilang timbul yaa. Ada juga yang beraksi gitu, tapi saia ga sempet mengabadikannya. Paling penting udah pernah lihat langsung lumba-lumba di lautan luas, ga sekedar di taman bermain yang waktu kecil sering kesana. Mari ke pantai Lovina.

Full Moon in Bali – Ulun Danu Bedugul

Selamat sore menjelang malam. Pas banget ya tanggal segini tahun lalu saia memulai petualangan “setelah 125 purnama”. Sekarang saia akan cerita mengenai perjalanan tahun ini yang akan saia beri nama “Full Moon In Bali”. Kenapa judulnya begitu? Karena ini adalah traveling pertama ke Bali bersama keluarga besar setelah pada gede-gede…hehehehe…Full moon maksudnya full anggota keluarga lengkap.

Hari ini, saia n the famz ke Pura Ulun Danu. Harga tiket masuknya murah meriah.

1D396A32-09FC-42E3-AB05-8804B62142C3
Tiket masuk

Kalau punya uang 50rb versi sebelum yang beredar sekarang, pura tersebut ada di uang tersebut. Saia juga fotoan pake uang 50rb yang ada gambar pura Bedugulnya. Bahkan ada segerombolan orang muda yang ngeliat saia fotoan pakai duit 50rb, nuker 2 lembar 50rban yang versi pura Bedugul ini. Hehehe…sepertinya mereka terinspirasi foto alay saia ini 🤣🤣

8789FDA0-47BB-451E-BF5E-482D52249707.jpeg
Gegayaan ala ala

Tempatnya bagus dan luas. Banyak yang lagi darmawisata. Seru deh. Lumayan jauh ya dari Bandara, sekitar kurang lebih 2 jam. Disini hanya mampir aja, karena tempat utama yang dituju adalah Lovina.

Suasana karena udah sore jadinya gak panas. Cenderung adem ya cuaca sore ini.  Ok deh, sekian dulu cerita sore ini. Foto-foto aja disini, banyak spot-spot keren.

Lembang Wonderland

Holaaa…berjumpa lagi setelah sekian lama tak menulis. Kali ini cerita saia mengenai Lembang Wonderland. Biaya masuknya per orang 25rb. Tempatnya itu mirip cerita Alice in the Wonderland. Kalau malam lantainya bisa nyala, pokoke sejenis negri magic deh. Banyak spot-spot foto yang keren dan banyak keluarga yang bawa anak-anak kecil kesini. Langsung lihat foto-fotonya aja yaa…

Keren-keren kan…pokoke yang suka foto-foto kesini deh…ada burung hantu beneran dan ada iguana juga jadi bukan sekedar negri dongeng yang berisi hal-hal magic aja…hehe…

2 foto lagi deh…hehe…

Gimana? Tertarik ke Lembang Wonderland?

The Berkeley Pratunam Hotel

Ini masih kelanjutan cerita tentang Bangkok. Kami nginep di The Berkeley Hotel Pratunam Bangkok. Ini hotel bintang lima yang kami dapat dengan harga yang super duper murah karena ada diskon di tiket.com (bukan endorsement loh yaa). Kamarnya besar, makanannya banyak jenisnya, lobinya ok…pokoke semuanya ok deh.

A13988A1-B12D-4A9E-B354-264F8FEE7DC6
Saia sang fotografer

Disini ada 2 tower, main tower dan north tower. Kami ada di north tower. Jadi dari main tower ke lantai 11 dari lantai 11 pindah ke lift lain untuk menuju kamar di north tower. Disini ada orang Indonesia juga loh staffnya. Ada deposit sebesar 3000 baht untuk 2 kamar dan dapat dibayar cash maupun pakai kartu kredit.

Variasi breakfast banyak ya, sampai ga bisa sua ngerasain.

Disini pokoke sangat amat direkomendasikan deh. Harga yang saia dapat untuk 2 kamar isi 2 dan 3 orang selama 2 malam lumayan murah. Kalau dirata-ratakan sekitar 300 ribuan per orang per malam. Happy holiday.

Bangkok, Thailand

Selamat hari Minggu. Setelah tertunda berhari-hari, saia kembali menulis blog ini. Kali ini saia akan bercerita tentang kelanjutan perjalanan dari Khao Yai kemarin. Dari Khao Yai, saia dan temen-temen melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Di Bangkok, kami nginep di The Berkeley Hotel Pratunam. Cerita tentang hotel ini saia akan tuliskan terpisah ya.

Di Bangkok, saat tiba kami langsung ke hotel dulu, setelah itu jalan-jalan. Kebetulan hotel tenpat kami nginep berada di dekat pusat-pusat perbelanjaan. Kami makan malam di Neon Market. Kami keliling-keliling cari makan dan tiba-tiba ada orang yang bilang : halal…halal food, maka kami langsung melipir ke resto itu.

Di atas adalah salah satu contoh makanan yang kami pesan. Ada beberapa makanan lain yang ga kefoto. Saia gak makan tomyum yang ada di sebelah kanan bawah ya, karena itu seafood, jadi temen-temen lain yang makan dan tidak mengecewakan.

1BCFFDF0-4CD3-4E6A-BBE8-7D14C2679972
Makan malam

Saya pesan minuman manggo fresh atau apalah ya itu namanya, rasanya manis dan enak yah menurut saia. Harganya juga ga gitu mahal. Nasi 4, sayur 2 jenis, tomyum, beef, manggo fresh 4 dan 1 coconut 1436 bath.

1B2F366B-0AF9-46F8-8AFD-31F125888562
Manggo fresh

Sehabis makan ya seperti biasa keliling pasar dan pasti ada ajaaa gitu yang dibeli.

Suasana selalu ramai dan hidup di kota Bangkok. Sampai malam masih jalan-jalan keliling.

Berikutnya, kami pergi ke Wat Pho dan Wat Arun. Di Wat Pho ada sleeping Budha yang terkenal itu. Biaya masuk Wat Pho 200 bath/orang. Harus pakai pakaian yang sopan menurut tata krama mereka. Disediakan semacam sarung bagi yang memerlukan alias pakai celana pendek, rok pendek dan yang sejenis itu.

3DDDE04A-581B-4259-87BD-17223A7A229C.jpeg
Gegayaan dulu
ABD5D085-19D4-42EE-A9A3-A6466BBF8A19
Sleeping Buddha

Dari Wat Pho kami ke Wat Arun. Naik kapal selama kurang lebih 2 menit dengan harga 40 bath/orang. Biaya masuk Wat Arun 50 bath/orang.

Disini juga foto-foto. Oiya, disini juga harus pakai pakaian sopan menurut tata krama mereka yaa dan ga gratis kyak di Wat Pho. Bayar 20 bath plus deposit 100 bath. Depositnya dibalikin nanti waktu ngebalikin sarungnya.

Dari Wat Arun balik lagi ke kota. Jalan-jalan lagi ke deket-deket hotel aja.

Besoknya, kami berencana pergi ke floating market. Ada floating market yang udah diinginkan dan pesan grabcar. Nah, si driver ini menyarankan untuk ke floating market terbesar di Thailand. Kata driver ini juga, perjalanan sekitar 1 jam karena berada diluar kota Bangkok. Dia jug minta tarif 1200 baht aja. Kita sih ok-in aja waktu itu. Sampai di floating market yang bernama Damner Saduak, saia shock karena biaya masuknya 1000 baht, kalau ikut atraksi bersama hewan 2000 baht. Dalam hati mau cancel aja tapi masa udah jauh-jauh (ternyata 2,5 jam) langsung cuss sih, jadi ya udah deh lanjut aja walau hati mangkel.

Jalan-jalan pakai perahu menyusuri perairan yang dikelilingi oleh orang-orang yang berjualan.

Saia gak beli apa-apa karena menurut saia harga barang-barangnya mahal. Kami juga sempet beli foto dengan menawar dari 300 baht ke 150 baht.

31B52105-155A-4CFD-BBDD-CC94BE28891F
Kenang-kenangan

Kami juga sempet beli coconut ice cream seharga 60 baht.

Nahh ada cerita nih dibalik si floating market ini. Ternyata oh ternyata kami ditipu. Mulanya ada temen yang googling tempat ini, kenapa kok review-an nya lebih kecil dibanding tempat yang seharusnya kami tuju. Saia pun jadi ikutan penasaran tentang tempat ini dan ternyata banyak yang tertipu. Saia baca, kalau mau ke tempat ini dari Bangkok, ada hotel menyediakan paket tour termasuk transportasi pp dan biaya masuk sebesar 390 baht saja!!!!!!!!!!!! Yukkk mareeeeeeeeee kita jadi kezel tingkat dewa. Bener-bener tertipu!!! Pelajaran untuk para traveler supaya ga percaya gitu aja sama driver taxi disana (kami pakai taxi online yang wujudnya taxi bukan mobil pribadi kyak di Jakarta) dan banyak-banyak googling. Trus, kalau udah mau ke tempat yang kita tuju, tetep teguh pendirian, jangan mau terbujuk rayu oleh siapapun juga!

Dengan hati mangkel, kami lanjut perjalanan ke Chatuchak market. Market yang hanya buka waktu weekend aja ini sangat ramai.

Dari Chatuchak cari makan di mall. Saia beli sate ayam tapi rasanya kurang enak ya menurut saia.

B8D90C41-4409-4430-9C52-9EF721D6C736
Sate ayam

Sekianlah cerita saia mengenai perjalanan Bangkok kemarin. Ini adalah kali ketiga saia kesini. Untuk cerita lainnya yang tentang Bangkok ada di blog saia yang sebelumnya yaa.

Khao Yai, Thailand

Selamat siang. Setelah seperti lama tidak update blog, hari ini saia akan kembali bercerita tentang perjalanan saia dan teman-teman menjelajah negara Thailand. Kali ini saia menjelajah 2 kota, yakni Khao Yai dan Bangkok. Apa sih Khao Yai? Untuk lebih memperjelas tentang kota ini, untuk saat ini saia akan membahas khusus tentang Khao Yai.

Kenapa Khao Yai? Banyak yang mikir begitu kan. Biasanya kalau wisatawan ke Thailand mainnya itu ke Bangkok, Pattaya atau Phuket. Tapi ini ke Khao Yai. Jarang banget wisatawan ke Khao Yai, jadinya kami menjelajah langsung deh si Khao Yai ini…yahh anti mainstream trip lah yaa….hehehehe

Khao Yai adalah kota di luar kota Bangkok. Memerlukan waktu sekitar 3 jam untuk dapat sampai di Khao Yai dari Bangkok. Saia dan teman-teman (berlima) sampai di bandara Don Mueang, Bangkok sekitar jam 10 pagi. Dijemput driver yang sudah dipesan sebelumnya di Jakarta. Saia baca-baca di blog, kalau ke Khao Yai ini juga bisa ditempuh dengan transportasi umum, tapi setelah saia telusuri sepertinya agak kurang nyaman ya menggunakan tranportasi umum dikarenakan ujung-ujungnya mesti sewa motor juga keliling Khao Yai. Fare driver dari Bangkok ke Khao Yai untuk 1 harian termasuk mobil, jalan-jalan 12 jam sebesar 3500 baht. Kami sempet makan siang di pemberhentian (kurang tau juga namanya daerah apa). Saia makan nasi hainam ayam karena saia lihat hanya itu aja satu-satunya makanan yang halal diantara sekian banyak food court. Temen ada yang beli pie juga. Rasanya dan bentuknya mirip wingko.

72783037_2297483983896235_8942067302549169577_n
Pie

Perjalananan pertama kami ke PB Valley Khao Yai Winery. Disini biaya untuk ikut tournya untuk usia 4-12 tahun biayanya 300 bath, dewasa 350 bath. Lamanya tour sekitar 2 jam dan ada jam-jamnya. Kami gak ikut tournya karena untuk tour berikutnya sekitar 1,5 jam lagi. Jadi kami foto-foto dan jalan-jalan aja. Panassssssssssss banget…untung saia bawa payung. Disini pohon-pohon anggurnya belum berbuah, jadi ya ga ada anggurnya. Terdapat café juga yang menjual berbagai makanan dan minuman. Disini nyobain jagung merah, jagung yang warnanya merah. Saia gak beli, hanya icip-icip aja testernya. Selain jagung merah yang masih dalam bentuk jagung, ada juga yang udah dikemas dalam sebuah produk. Teksturnya ringan banget.

70936671_144302830134915_7180938055404590251_n
PB Valley Winery
WhatsApp Image 2019-10-18 at 13.12.24
Saking panasnya saia pakai payung

Selanjutnya, kami ke Chocolate factory. Di Chocolate factory ini seperti Cimory gitu tempatnya. Ada coklat bentuk high heels, kalo mau makan pastinya ga tega banget yaa….haha…saia gak beli coklat sama sekali, tapi dikasih coklat sama temen…hehe….

WhatsApp Image 2019-10-18 at 13.12.23
Chocolate factory
72341394_178371773294092_6777165065547610836_n
Coklat bentuk high heels

Pembuat coklat sedang membuka coklat di ruangan berkaca, jadi kita bisa lihat bagaimana pembuatan coklat, kue dan lainnya.

Next destination, Primo Piazza. Primo Piazza ini istilahnya Italy-nya Thailand. Panas banget ya tapi seru sih foto-foto disini. Biaya masuknya kalau gak salah 200 baht dan dapat diskon 10% buat beli es krim. Tempatnya besar, terawat dan emang keren sih. Bisa jadi tujuan wisata nih kalau ada yang mau ke Khao Yai. Disini juga bisa kasih makan semacam domba kali yaa…pokoke yang mirip-mirip Pegasus gitu deh, apa yaa Namanya…hahahaa

Keren kan foto-foto di Primo Piazza? Bagi yang suka foto-foto, disini banyak banget spot-spot foto yang instagrammable. Foto-foto lainnya, bisa diliihat di instagram aja yaa…hehe

72372395_138359524204456_4545782288179404879_n
Ice cream di Primo Piazza, harganya 80 baht diskon 10% jadi 72 baht

Kami nginep di Mont Blanc Khao Yai. Tempatnya bagus, luas dan ada kolam renangnya. Tapi, sayangnya ga ada lift, jadi musti naik tangga…ya hitung-hitung olahraga lah yaa. Disini kayaknya cepet banget deh siangnya. Jam 7an pagi aja matahari udah mulai meninggi, udah panas banget….haha

Next, kami pergi ke Pete Maze. Disini tiket masuknya 150 baht. Foto-foto di labirin yang bisa kesasar kalau terus menerus jalan gak tau jalan. Kalau bawa anak-anak yang suka lari-larian alamat bisa nyasar nih. Kami juga nyasar-nyasar gitu sampai akhirnya ketemu emergency exit. Lelah hayati banget kan nyari-nyari jalan keluar ya mending keluar di pintu emergency exit aja deh…hehehehe…

71893702_942602892770484_8538488799237891303_n(1)
Labirin

Dari Pete Maze, kami ke Farm Chockchai. Mirip Farm house ya…disini bisa kasih makan gajah juga, tapi kami maleslah beli makanan gajah supaya buat foto-foto aja. Disini saia rada kasihan gitu ngeliat si gajah ditunggangi. Sebagai pemerhati hewan, saia merasa seharusnya si empunya manusia jangan dudukin itu gajah, kan kasian.

71152846_2790077737671287_8287295481638261685_n
Salah satu sudut Farm Chokchai

Dari Khao Yai kami beranjak ke Bangkok langsung ke hotel. Si driver mau juga nungguin dan kita bayar lebih buat jalan-jalan di Bangkok hari itu. Oiya, total 2 hari di Khao Yai = 3500+3500 = 7000 baht. Bayar hotel si driver 700 baht dan fee buat driver 50 baht/orang/day.

Sekian dulu ya cerita tentang Khao Yai-nya. Cerita Bangkoknya akan diupdate nanti. Yuk mari ke Khao Yai.

Cirebon

Selamat siang. Cerita hari ini datang dari Cirebon. Jadi, kemarin saia dan rombongan dari gereja jalan-jalan sehari ke Cirebon. Berangkat sekitar jam 5.30 pagi. Perjalanan lancar. Kira-kira 3 jam, sampailah di Cirebon.

Pemberhentian pertama di Pelabuhan Cirebon. Sebenernya sih ga boleh masuk gitu karena kayaknya bukan tempat umum. Tapi, pada akhirnya diperbolehkan masuk juga sih, sebentaran sekitar setengah jam. Hanya foto-foto aja disana. Panas banget padahal masih sekitar jam 9 pagi.

a4c84604-ecf0-4c6e-9661-3786ff982c01
Di Pelabuhan

Dari Pelabuhan menuju semacam keraton gitu. Ada yang unik nih, bangunannya ada yang direkatkan hanya dengan putih telur dan apa ya satu lagi…lupa deh namanya apa…tapi bahan masakan gitu.

d11b16c8-1882-4c8e-abbc-1a6682a98037
Direkatkan dengan putih telur dan satu bahan lagi…(lupa saia…hehe)

Disini juga ada museumnya dan ada semacam keramik-keramik yang menceritakan semua agama. Contohnya ada cerita tentang orang Majus, Daud dan Goliat, Zakheus, dll.

a157b2b5-f9c8-4f30-a827-f64ed84e9bd2
Silsilah

Disini banyak banget yang tukang sapu trus menyodorkan semacam kotak dari kerdus untuk amal gitu.

4b594ecb-32cf-4833-9960-0c7cc4f64c1d
Museum
463661ae-3eef-4191-8c32-ccc3583f58b4
Kompleks Kasepuhan

Kemarin ketemu pangeran juga dan ada yang beli semacam minyak jasmine gitu harganya 25rb. Trus, main-main dengan burung dan juga nyobain air dari sumur yang bisa bikin awet muda, enteng jodoh, dll gitu deh. Kalau rasanya manis, berarti lagi sakit, kalau berasa tawar berarti baik-baik saja. Ya gitu deh mitosnya.

Dari sini, hari makin panas dan saia sendiri agak kurang bersemangat gitu karena super panas. Panasnya itu poooll banget. Untuk makan siang saia makan siang di Empal Gentong bu Nur.

9fe1c2ab-9a0a-49ba-b321-3ea29ba074c0
Empal Gentong Bu Nur

Harga empal gentongnya 25rb, nasi 4rb dan air mineral (Ga kefoto) 4rb. Dagingnya banyak banget, nasi saia udah abis, dagingnya belum abis-abis juga. Enak sih menurut saia.

Berikutnya, ke Goa Sunyaragi. Gak seperti goa-goa yang ada di tv-tv. Kirain adem, tapi beneran panas banget. Saia pakai topi plus payung.

b1f40cba-2b46-4d8a-9823-b6117e5b44f9
Goa Sunyaragi

Saia sih ga gitu banyak foto-foto ya karena super panas dan saia gak niat untuk foto-foto. Foto-foto hanya sekedarnya buat dimasukkin ke blog dan instagram traveling aja. Selebihnya gak sih, selfie aja udah males karena beneran panas pake banget.

Setelah dari Goa ini, sebenarnya ada 1 destinasi lagi, tapi dibatalkan karena hari yang panas banget dan pada ga semangat. Langsung ke tujuan akhir, yakni batik Trusmi. Disini banyak pengunjungnya dan mungkin kalau di Bali kayak Kresna gitu ya. Saia sih hanya beli makanan aja, yakni keripik dan 1 coklat kecil. Selebihnya ngga. Oiya, sebelumnya saia udah beli kerupuk dan emping, kalau beli-beli yang lain kayaknya saia kurang minat yaa karena menurut saia sih ya biasa aja dan bisa didapatkan dimana aja. Banyakan produk dari Jogja. Berangkat ke Cirebon, masa oleh-olehnya tulisan Jogja…hehe.

Sekian cerita saia hari ini. Jumat ini saia akan melanglang buana lagi dan kali ini ke negri sebrang. Ini kali ketiga saia kesana. Tapi, ada 1 destinasi baru yang saia belum pernah kesana dan masih sedikit banget traveler yang kesana. Kemana??? stay tune tetep di blog ini yaaa….

Wifi Pocket – Passpod

Selamat siang menjelang soreeee….sepertinya saia pernah ada bilang untuk menuliskan sesuatu mengenai perjalanan, tapi apa yaa….bagi para readers yang baca blog saia, trus saia bilang akan menuliskan sesuatu, silakan ingetin saia yaa…saia agak-agak lupa gitu karena kesibukan yang melanda akhir-akhir ini. Hari ini, saia akan cerita mengenai paket internet.

Kalau sedang berada di negara orang dan gak ada internet, kok kayaknya ada yang kurang yaa…selama ini kalau saia melakukan perjalanan baik sampai Eropa sekalipun, selalu mengandalkan wifi yang tersebar dimana-mana. Oiya, khusus untuk perjalanan ke Eropa, saia beli semacam sim card dengan nomor London yakni kode +44 di depan VFS di Kuningan City. Waktu itu harganya sekitar 400ribu rupiah yaa dan itu untuk chatting only. Kalau mau kirim gambar, ada batasan kuotanya, begitu juga dengan voice call via WA, jadi ya tentu saja sangat amat terbatas, sehingga jika ingin mengirim gambar, lebih memilih wifi di hotel, bis atau dimana aja. Aman gak? ya aman-aman aja sih menurut saia, tapi gak tau deh kalau menurut para pakar IT.

Sejak dulu, saia gak ada niatan untuk beli sim card negara yang bersangkutan karena saia gak mau rempong bongkar-bongkar hp gitu. Tapiiiiiiiii waktu ke KL April lalu, saia beli sim card barengan sama temen-temen seperjalanan. Murmer sih, gak sampai seratus ribu untuk tujuh hari. Belinya di Klook. Harga tepatnya saia bener-bener lupa, mungkin sekitar 60ribuan yaaa…Ambilnya di bandara KL.

Ke Jepang Juli lalu, saia jadi mikir, kira-kira ngandelin wifi yang tersebar luas dimana-mana atau beli sim card. Akhirnya saia milih menggunakan wifi pocket aja. Sebenernya saia udah pernah pakai wifi pocket waktu pergi ke Jepang tahun lalu. Kali ini saia mau pakai wifi pocket ini lagi. Waktu tahun lalu, saia cari-cari referensi wifi pocket yang recommended dan saia nemuin Passpod di pencarian saia. Waktu itu sih saia belum lihat banyaknya komentar mengenai Passpod ini, kalau wifi pocket sebelah sih banyak yang comment baik positif maupun negatif. Nahh, saia mikir, ini Passpod satu-satunya yang sepi komentar, adapun yang komentar itu cuman satu orang dan itu komentar positif. Karena hanya si Passpod satu-satunya yang saia lihat tidak ada komentar negatifnya, maka saia memutuskan untuk menggunakan Passpod sebagai wifi pocket.

Bagaimana hasilnya??? yaaa….tentu saja saia sangat rekomen menggunakan Passpod. Penggunaannya sangat mudah. Sejak pertama kali saia pakai Passpod di Jepang 2018, Jepang 2019 kembali saia menggunakan Passpod. Saia juga rekomendasiin Passpod ke beberapa teman yang nanya tentang paket internet di luar negeri.

Jepang 2019 adalah kali kedua saia pakai Passpod. Wifi pocket ini bisa dipakai sampai dengan 5 devices yaa, jadi bisa patungan sama temen-temen yang lainnya, kan lumayan. Tapi jaraknya jangan jauh-jauh juga, max 10 meter ya kalau ga salah. Pakainya unlimited dan harganya sangat terjangkau.

Nah, saia nulis sekarang ini, karena saia lihat ada email masuk dimana Passpod lagi ada promo 3 hari (sekarang terakhir) untuk wifi Korea Selatan, Malaysia dan Vietnam sebesar Rp. 24.900 aja lohhh…lumayan banget kan….dan pemesanan ini untuk perjalanan sampai Juni 2020…asiikkkk kannnn….Tadinya kirain yang ke Thailand promo juga, tapi gak promo, kan lumayan buat ke Thailand bulan depan…hehehehe…

Sekarang saia sih gak cari-cari wifi pocket lain. Passpod udah jadi pilihan pertama dan utama. Saia belum pernah cobain wifi pocket yang lain sih, tapi kalau udah nyaman dengan satu produk, saia sih pake produk itu terus, ngapain coba-coba????hehehehe, tapi ya gak ada salahnya juga ya coba-coba biar tahu. O iya, ini bukan endorsement yaa…hanya pengalaman pribadi aja. Daripada beli paket data yang terbatas dan mahal, mending ke wifi pocket Passpod deh. Wifi-nya bisa diambil sendiri di kantor Passpod, ambil di bandara atau dianter ke alamat yang dituju. Selama ini sih saia selalu dianter jemput di alamat yang saia tuju. Gratis gak pake bayar juga ga pake repot.

Aston Tropicana Bandung

Selamat sore. Lagi-lagi karena kesibukan belum update blog lagi. Siapa sih yang ga kenal Bandung? Pasti semua kenal Bandung ya. Nah, awal Agustus lalu tepatnya tanggal 3-4 Agustus 2019, saia ke Bandung karena ada acara kampus gitu. Anniversary-an kampus. Tapi ga ngikutin sampai selesai sih, tujuan utamanya jalan-jalan aja.

Di Bandung saia nginep di hotel Aston Tropicana Cihampelas. Hotelnya bagus dan fasilitasnya bagus juga, cocok buat keluarga gitu. Saia pesan hotel di tiket.com dan dapat diskon yang lumayan banget loh. Saia jadi suka banget pake tiket.com karena diskonnya menarik. Ini bukan endorsement loh yaa. Sarapannya enak, kolam renangnya juga ada buat dewasa dan anak. Paling kedalaman kolam renangnya hanya 1,5m gak dalem-dalem banget dibanding kolam renang pada umumnya untuk dewasa.

Baru nyadar juga kalau ada pelangi di kolam renang itu.

Sarapannya enak semuanya. Saia ambi sedikit-sedikit dan ga semua kefoto.

Lobinya juga bagus. Kalau malam minggu ada yang main piano dan penyanyinya.

09CB0F90-DEF9-4E6D-80BF-9B71D4586793
Suasana malam minggu

Hotel ini rame banget pas weekend. Banyak orang tua yang bawa anak-anaknya liburan di hotel ini.

Ke Bandung? Ke Aston aja. Bukan iklan loh…hehe…