Holaaa…berjumpa lagi setelah sekian lama tak menulis. Kali ini cerita saia mengenai Lembang Wonderland. Biaya masuknya per orang 25rb. Tempatnya itu mirip cerita Alice in the Wonderland. Kalau malam lantainya bisa nyala, pokoke sejenis negri magic deh. Banyak spot-spot foto yang keren dan banyak keluarga yang bawa anak-anak kecil kesini. Langsung lihat foto-fotonya aja yaa…
Keren-keren kan…pokoke yang suka foto-foto kesini deh…ada burung hantu beneran dan ada iguana juga jadi bukan sekedar negri dongeng yang berisi hal-hal magic aja…hehe…
Ini masih kelanjutan cerita tentang Bangkok. Kami nginep di The Berkeley Hotel Pratunam Bangkok. Ini hotel bintang lima yang kami dapat dengan harga yang super duper murah karena ada diskon di tiket.com (bukan endorsement loh yaa). Kamarnya besar, makanannya banyak jenisnya, lobinya ok…pokoke semuanya ok deh.
Saia sang fotografer
Disini ada 2 tower, main tower dan north tower. Kami ada di north tower. Jadi dari main tower ke lantai 11 dari lantai 11 pindah ke lift lain untuk menuju kamar di north tower. Disini ada orang Indonesia juga loh staffnya. Ada deposit sebesar 3000 baht untuk 2 kamar dan dapat dibayar cash maupun pakai kartu kredit.
Variasi breakfast banyak ya, sampai ga bisa sua ngerasain.
Disini pokoke sangat amat direkomendasikan deh. Harga yang saia dapat untuk 2 kamar isi 2 dan 3 orang selama 2 malam lumayan murah. Kalau dirata-ratakan sekitar 300 ribuan per orang per malam. Happy holiday.
Selamat hari Minggu. Setelah tertunda berhari-hari, saia kembali menulis blog ini. Kali ini saia akan bercerita tentang kelanjutan perjalanan dari Khao Yai kemarin. Dari Khao Yai, saia dan temen-temen melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Di Bangkok, kami nginep di The Berkeley Hotel Pratunam. Cerita tentang hotel ini saia akan tuliskan terpisah ya.
Di Bangkok, saat tiba kami langsung ke hotel dulu, setelah itu jalan-jalan. Kebetulan hotel tenpat kami nginep berada di dekat pusat-pusat perbelanjaan. Kami makan malam di Neon Market. Kami keliling-keliling cari makan dan tiba-tiba ada orang yang bilang : halal…halal food, maka kami langsung melipir ke resto itu.
Di atas adalah salah satu contoh makanan yang kami pesan. Ada beberapa makanan lain yang ga kefoto. Saia gak makan tomyum yang ada di sebelah kanan bawah ya, karena itu seafood, jadi temen-temen lain yang makan dan tidak mengecewakan.
Makan malam
Saya pesan minuman manggo fresh atau apalah ya itu namanya, rasanya manis dan enak yah menurut saia. Harganya juga ga gitu mahal. Nasi 4, sayur 2 jenis, tomyum, beef, manggo fresh 4 dan 1 coconut 1436 bath.
Manggo fresh
Sehabis makan ya seperti biasa keliling pasar dan pasti ada ajaaa gitu yang dibeli.
Suasana selalu ramai dan hidup di kota Bangkok. Sampai malam masih jalan-jalan keliling.
Berikutnya, kami pergi ke Wat Pho dan Wat Arun. Di Wat Pho ada sleeping Budha yang terkenal itu. Biaya masuk Wat Pho 200 bath/orang. Harus pakai pakaian yang sopan menurut tata krama mereka. Disediakan semacam sarung bagi yang memerlukan alias pakai celana pendek, rok pendek dan yang sejenis itu.
Gegayaan duluSleeping Buddha
Dari Wat Pho kami ke Wat Arun. Naik kapal selama kurang lebih 2 menit dengan harga 40 bath/orang. Biaya masuk Wat Arun 50 bath/orang.
Disini juga foto-foto. Oiya, disini juga harus pakai pakaian sopan menurut tata krama mereka yaa dan ga gratis kyak di Wat Pho. Bayar 20 bath plus deposit 100 bath. Depositnya dibalikin nanti waktu ngebalikin sarungnya.
Dari Wat Arun balik lagi ke kota. Jalan-jalan lagi ke deket-deket hotel aja.
Besoknya, kami berencana pergi ke floating market. Ada floating market yang udah diinginkan dan pesan grabcar. Nah, si driver ini menyarankan untuk ke floating market terbesar di Thailand. Kata driver ini juga, perjalanan sekitar 1 jam karena berada diluar kota Bangkok. Dia jug minta tarif 1200 baht aja. Kita sih ok-in aja waktu itu. Sampai di floating market yang bernama Damner Saduak, saia shock karena biaya masuknya 1000 baht, kalau ikut atraksi bersama hewan 2000 baht. Dalam hati mau cancel aja tapi masa udah jauh-jauh (ternyata 2,5 jam) langsung cuss sih, jadi ya udah deh lanjut aja walau hati mangkel.
Jalan-jalan pakai perahu menyusuri perairan yang dikelilingi oleh orang-orang yang berjualan.
Saia gak beli apa-apa karena menurut saia harga barang-barangnya mahal. Kami juga sempet beli foto dengan menawar dari 300 baht ke 150 baht.
Kenang-kenangan
Kami juga sempet beli coconut ice cream seharga 60 baht.
Nahh ada cerita nih dibalik si floating market ini. Ternyata oh ternyata kami ditipu. Mulanya ada temen yang googling tempat ini, kenapa kok review-an nya lebih kecil dibanding tempat yang seharusnya kami tuju. Saia pun jadi ikutan penasaran tentang tempat ini dan ternyata banyak yang tertipu. Saia baca, kalau mau ke tempat ini dari Bangkok, ada hotel menyediakan paket tour termasuk transportasi pp dan biaya masuk sebesar 390 baht saja!!!!!!!!!!!! Yukkk mareeeeeeeeee kita jadi kezel tingkat dewa. Bener-bener tertipu!!! Pelajaran untuk para traveler supaya ga percaya gitu aja sama driver taxi disana (kami pakai taxi online yang wujudnya taxi bukan mobil pribadi kyak di Jakarta) dan banyak-banyak googling. Trus, kalau udah mau ke tempat yang kita tuju, tetep teguh pendirian, jangan mau terbujuk rayu oleh siapapun juga!
Dengan hati mangkel, kami lanjut perjalanan ke Chatuchak market. Market yang hanya buka waktu weekend aja ini sangat ramai.
Dari Chatuchak cari makan di mall. Saia beli sate ayam tapi rasanya kurang enak ya menurut saia.
Sate ayam
Sekianlah cerita saia mengenai perjalanan Bangkok kemarin. Ini adalah kali ketiga saia kesini. Untuk cerita lainnya yang tentang Bangkok ada di blog saia yang sebelumnya yaa.
Selamat siang. Setelah seperti lama tidak update blog, hari ini saia akan kembali bercerita tentang perjalanan saia dan teman-teman menjelajah negara Thailand. Kali ini saia menjelajah 2 kota, yakni Khao Yai dan Bangkok. Apa sih Khao Yai? Untuk lebih memperjelas tentang kota ini, untuk saat ini saia akan membahas khusus tentang Khao Yai.
Kenapa Khao Yai? Banyak yang mikir begitu kan. Biasanya kalau wisatawan ke Thailand mainnya itu ke Bangkok, Pattaya atau Phuket. Tapi ini ke Khao Yai. Jarang banget wisatawan ke Khao Yai, jadinya kami menjelajah langsung deh si Khao Yai ini…yahh anti mainstream trip lah yaa….hehehehe
Khao Yai adalah kota di luar kota Bangkok. Memerlukan waktu sekitar 3 jam untuk dapat sampai di Khao Yai dari Bangkok. Saia dan teman-teman (berlima) sampai di bandara Don Mueang, Bangkok sekitar jam 10 pagi. Dijemput driver yang sudah dipesan sebelumnya di Jakarta. Saia baca-baca di blog, kalau ke Khao Yai ini juga bisa ditempuh dengan transportasi umum, tapi setelah saia telusuri sepertinya agak kurang nyaman ya menggunakan tranportasi umum dikarenakan ujung-ujungnya mesti sewa motor juga keliling Khao Yai. Fare driver dari Bangkok ke Khao Yai untuk 1 harian termasuk mobil, jalan-jalan 12 jam sebesar 3500 baht. Kami sempet makan siang di pemberhentian (kurang tau juga namanya daerah apa). Saia makan nasi hainam ayam karena saia lihat hanya itu aja satu-satunya makanan yang halal diantara sekian banyak food court. Temen ada yang beli pie juga. Rasanya dan bentuknya mirip wingko.
Pie
Perjalananan pertama kami ke PB Valley Khao Yai Winery. Disini biaya untuk ikut tournya untuk usia 4-12 tahun biayanya 300 bath, dewasa 350 bath. Lamanya tour sekitar 2 jam dan ada jam-jamnya. Kami gak ikut tournya karena untuk tour berikutnya sekitar 1,5 jam lagi. Jadi kami foto-foto dan jalan-jalan aja. Panassssssssssss banget…untung saia bawa payung. Disini pohon-pohon anggurnya belum berbuah, jadi ya ga ada anggurnya. Terdapat café juga yang menjual berbagai makanan dan minuman. Disini nyobain jagung merah, jagung yang warnanya merah. Saia gak beli, hanya icip-icip aja testernya. Selain jagung merah yang masih dalam bentuk jagung, ada juga yang udah dikemas dalam sebuah produk. Teksturnya ringan banget.
PB Valley WinerySaking panasnya saia pakai payung
Selanjutnya, kami ke Chocolate factory. Di Chocolate factory ini seperti Cimory gitu tempatnya. Ada coklat bentuk high heels, kalo mau makan pastinya ga tega banget yaa….haha…saia gak beli coklat sama sekali, tapi dikasih coklat sama temen…hehe….
Chocolate factoryCoklat bentuk high heels
Pembuat coklat sedang membuka coklat di ruangan berkaca, jadi kita bisa lihat bagaimana pembuatan coklat, kue dan lainnya.
Next destination, Primo Piazza. Primo Piazza ini istilahnya Italy-nya Thailand. Panas banget ya tapi seru sih foto-foto disini. Biaya masuknya kalau gak salah 200 baht dan dapat diskon 10% buat beli es krim. Tempatnya besar, terawat dan emang keren sih. Bisa jadi tujuan wisata nih kalau ada yang mau ke Khao Yai. Disini juga bisa kasih makan semacam domba kali yaa…pokoke yang mirip-mirip Pegasus gitu deh, apa yaa Namanya…hahahaa
Keren kan foto-foto di Primo Piazza? Bagi yang suka foto-foto, disini banyak banget spot-spot foto yang instagrammable. Foto-foto lainnya, bisa diliihat di instagram aja yaa…hehe
Ice cream di Primo Piazza, harganya 80 baht diskon 10% jadi 72 baht
Kami nginep di Mont Blanc Khao Yai. Tempatnya bagus, luas dan ada kolam renangnya. Tapi, sayangnya ga ada lift, jadi musti naik tangga…ya hitung-hitung olahraga lah yaa. Disini kayaknya cepet banget deh siangnya. Jam 7an pagi aja matahari udah mulai meninggi, udah panas banget….haha
Next, kami pergi ke Pete Maze. Disini tiket masuknya 150 baht. Foto-foto di labirin yang bisa kesasar kalau terus menerus jalan gak tau jalan. Kalau bawa anak-anak yang suka lari-larian alamat bisa nyasar nih. Kami juga nyasar-nyasar gitu sampai akhirnya ketemu emergency exit. Lelah hayati banget kan nyari-nyari jalan keluar ya mending keluar di pintu emergency exit aja deh…hehehehe…
Labirin
Dari Pete Maze, kami ke Farm Chockchai. Mirip Farm house ya…disini bisa kasih makan gajah juga, tapi kami maleslah beli makanan gajah supaya buat foto-foto aja. Disini saia rada kasihan gitu ngeliat si gajah ditunggangi. Sebagai pemerhati hewan, saia merasa seharusnya si empunya manusia jangan dudukin itu gajah, kan kasian.
Salah satu sudut Farm Chokchai
Dari Khao Yai kami beranjak ke Bangkok langsung ke hotel. Si driver mau juga nungguin dan kita bayar lebih buat jalan-jalan di Bangkok hari itu. Oiya, total 2 hari di Khao Yai = 3500+3500 = 7000 baht. Bayar hotel si driver 700 baht dan fee buat driver 50 baht/orang/day.
Sekian dulu ya cerita tentang Khao Yai-nya. Cerita Bangkoknya akan diupdate nanti. Yuk mari ke Khao Yai.
Selamat siang. Cerita hari ini datang dari Cirebon. Jadi, kemarin saia dan rombongan dari gereja jalan-jalan sehari ke Cirebon. Berangkat sekitar jam 5.30 pagi. Perjalanan lancar. Kira-kira 3 jam, sampailah di Cirebon.
Pemberhentian pertama di Pelabuhan Cirebon. Sebenernya sih ga boleh masuk gitu karena kayaknya bukan tempat umum. Tapi, pada akhirnya diperbolehkan masuk juga sih, sebentaran sekitar setengah jam. Hanya foto-foto aja disana. Panas banget padahal masih sekitar jam 9 pagi.
Di Pelabuhan
Dari Pelabuhan menuju semacam keraton gitu. Ada yang unik nih, bangunannya ada yang direkatkan hanya dengan putih telur dan apa ya satu lagi…lupa deh namanya apa…tapi bahan masakan gitu.
Direkatkan dengan putih telur dan satu bahan lagi…(lupa saia…hehe)
Disini juga ada museumnya dan ada semacam keramik-keramik yang menceritakan semua agama. Contohnya ada cerita tentang orang Majus, Daud dan Goliat, Zakheus, dll.
Silsilah
Disini banyak banget yang tukang sapu trus menyodorkan semacam kotak dari kerdus untuk amal gitu.
MuseumKompleks Kasepuhan
Kemarin ketemu pangeran juga dan ada yang beli semacam minyak jasmine gitu harganya 25rb. Trus, main-main dengan burung dan juga nyobain air dari sumur yang bisa bikin awet muda, enteng jodoh, dll gitu deh. Kalau rasanya manis, berarti lagi sakit, kalau berasa tawar berarti baik-baik saja. Ya gitu deh mitosnya.
Dari sini, hari makin panas dan saia sendiri agak kurang bersemangat gitu karena super panas. Panasnya itu poooll banget. Untuk makan siang saia makan siang di Empal Gentong bu Nur.
Empal Gentong Bu Nur
Harga empal gentongnya 25rb, nasi 4rb dan air mineral (Ga kefoto) 4rb. Dagingnya banyak banget, nasi saia udah abis, dagingnya belum abis-abis juga. Enak sih menurut saia.
Berikutnya, ke Goa Sunyaragi. Gak seperti goa-goa yang ada di tv-tv. Kirain adem, tapi beneran panas banget. Saia pakai topi plus payung.
Goa Sunyaragi
Saia sih ga gitu banyak foto-foto ya karena super panas dan saia gak niat untuk foto-foto. Foto-foto hanya sekedarnya buat dimasukkin ke blog dan instagram traveling aja. Selebihnya gak sih, selfie aja udah males karena beneran panas pake banget.
Setelah dari Goa ini, sebenarnya ada 1 destinasi lagi, tapi dibatalkan karena hari yang panas banget dan pada ga semangat. Langsung ke tujuan akhir, yakni batik Trusmi. Disini banyak pengunjungnya dan mungkin kalau di Bali kayak Kresna gitu ya. Saia sih hanya beli makanan aja, yakni keripik dan 1 coklat kecil. Selebihnya ngga. Oiya, sebelumnya saia udah beli kerupuk dan emping, kalau beli-beli yang lain kayaknya saia kurang minat yaa karena menurut saia sih ya biasa aja dan bisa didapatkan dimana aja. Banyakan produk dari Jogja. Berangkat ke Cirebon, masa oleh-olehnya tulisan Jogja…hehe.
Sekian cerita saia hari ini. Jumat ini saia akan melanglang buana lagi dan kali ini ke negri sebrang. Ini kali ketiga saia kesana. Tapi, ada 1 destinasi baru yang saia belum pernah kesana dan masih sedikit banget traveler yang kesana. Kemana??? stay tune tetep di blog ini yaaa….
Selamat siang menjelang soreeee….sepertinya saia pernah ada bilang untuk menuliskan sesuatu mengenai perjalanan, tapi apa yaa….bagi para readers yang baca blog saia, trus saia bilang akan menuliskan sesuatu, silakan ingetin saia yaa…saia agak-agak lupa gitu karena kesibukan yang melanda akhir-akhir ini. Hari ini, saia akan cerita mengenai paket internet.
Kalau sedang berada di negara orang dan gak ada internet, kok kayaknya ada yang kurang yaa…selama ini kalau saia melakukan perjalanan baik sampai Eropa sekalipun, selalu mengandalkan wifi yang tersebar dimana-mana. Oiya, khusus untuk perjalanan ke Eropa, saia beli semacam sim card dengan nomor London yakni kode +44 di depan VFS di Kuningan City. Waktu itu harganya sekitar 400ribu rupiah yaa dan itu untuk chatting only. Kalau mau kirim gambar, ada batasan kuotanya, begitu juga dengan voice call via WA, jadi ya tentu saja sangat amat terbatas, sehingga jika ingin mengirim gambar, lebih memilih wifi di hotel, bis atau dimana aja. Aman gak? ya aman-aman aja sih menurut saia, tapi gak tau deh kalau menurut para pakar IT.
Sejak dulu, saia gak ada niatan untuk beli sim card negara yang bersangkutan karena saia gak mau rempong bongkar-bongkar hp gitu. Tapiiiiiiiii waktu ke KL April lalu, saia beli sim card barengan sama temen-temen seperjalanan. Murmer sih, gak sampai seratus ribu untuk tujuh hari. Belinya di Klook. Harga tepatnya saia bener-bener lupa, mungkin sekitar 60ribuan yaaa…Ambilnya di bandara KL.
Ke Jepang Juli lalu, saia jadi mikir, kira-kira ngandelin wifi yang tersebar luas dimana-mana atau beli sim card. Akhirnya saia milih menggunakan wifi pocket aja. Sebenernya saia udah pernah pakai wifi pocket waktu pergi ke Jepang tahun lalu. Kali ini saia mau pakai wifi pocket ini lagi. Waktu tahun lalu, saia cari-cari referensi wifi pocket yang recommended dan saia nemuin Passpod di pencarian saia. Waktu itu sih saia belum lihat banyaknya komentar mengenai Passpod ini, kalau wifi pocket sebelah sih banyak yang comment baik positif maupun negatif. Nahh, saia mikir, ini Passpod satu-satunya yang sepi komentar, adapun yang komentar itu cuman satu orang dan itu komentar positif. Karena hanya si Passpod satu-satunya yang saia lihat tidak ada komentar negatifnya, maka saia memutuskan untuk menggunakan Passpod sebagai wifi pocket.
Bagaimana hasilnya??? yaaa….tentu saja saia sangat rekomen menggunakan Passpod. Penggunaannya sangat mudah. Sejak pertama kali saia pakai Passpod di Jepang 2018, Jepang 2019 kembali saia menggunakan Passpod. Saia juga rekomendasiin Passpod ke beberapa teman yang nanya tentang paket internet di luar negeri.
Jepang 2019 adalah kali kedua saia pakai Passpod. Wifi pocket ini bisa dipakai sampai dengan 5 devices yaa, jadi bisa patungan sama temen-temen yang lainnya, kan lumayan. Tapi jaraknya jangan jauh-jauh juga, max 10 meter ya kalau ga salah. Pakainya unlimited dan harganya sangat terjangkau.
Nah, saia nulis sekarang ini, karena saia lihat ada email masuk dimana Passpod lagi ada promo 3 hari (sekarang terakhir) untuk wifi Korea Selatan, Malaysia dan Vietnam sebesar Rp. 24.900 aja lohhh…lumayan banget kan….dan pemesanan ini untuk perjalanan sampai Juni 2020…asiikkkk kannnn….Tadinya kirain yang ke Thailand promo juga, tapi gak promo, kan lumayan buat ke Thailand bulan depan…hehehehe…
Sekarang saia sih gak cari-cari wifi pocket lain. Passpod udah jadi pilihan pertama dan utama. Saia belum pernah cobain wifi pocket yang lain sih, tapi kalau udah nyaman dengan satu produk, saia sih pake produk itu terus, ngapain coba-coba????hehehehe, tapi ya gak ada salahnya juga ya coba-coba biar tahu. O iya, ini bukan endorsement yaa…hanya pengalaman pribadi aja. Daripada beli paket data yang terbatas dan mahal, mending ke wifi pocket Passpod deh. Wifi-nya bisa diambil sendiri di kantor Passpod, ambil di bandara atau dianter ke alamat yang dituju. Selama ini sih saia selalu dianter jemput di alamat yang saia tuju. Gratis gak pake bayar juga ga pake repot.
Selamat sore. Lagi-lagi karena kesibukan belum update blog lagi. Siapa sih yang ga kenal Bandung? Pasti semua kenal Bandung ya. Nah, awal Agustus lalu tepatnya tanggal 3-4 Agustus 2019, saia ke Bandung karena ada acara kampus gitu. Anniversary-an kampus. Tapi ga ngikutin sampai selesai sih, tujuan utamanya jalan-jalan aja.
Di Bandung saia nginep di hotel Aston Tropicana Cihampelas. Hotelnya bagus dan fasilitasnya bagus juga, cocok buat keluarga gitu. Saia pesan hotel di tiket.com dan dapat diskon yang lumayan banget loh. Saia jadi suka banget pake tiket.com karena diskonnya menarik. Ini bukan endorsement loh yaa. Sarapannya enak, kolam renangnya juga ada buat dewasa dan anak. Paling kedalaman kolam renangnya hanya 1,5m gak dalem-dalem banget dibanding kolam renang pada umumnya untuk dewasa.
Baru nyadar juga kalau ada pelangi di kolam renang itu.
Sarapannya enak semuanya. Saia ambi sedikit-sedikit dan ga semua kefoto.
Lobinya juga bagus. Kalau malam minggu ada yang main piano dan penyanyinya.
Suasana malam minggu
Hotel ini rame banget pas weekend. Banyak orang tua yang bawa anak-anaknya liburan di hotel ini.
Kenapa judulnya ‘almost’? karena kami hampir ketinggalan pesawat sodara-sodara!!!!!!!!!!!! Kalau beneran ketinggalan pesawat, yuk mareeee keluarkan 8juta minimal untuk kembali ke Jakarta tercintaaaa….gimana ceritanya kok bisa hampir ketinggalan?
Begini ceritanya,
Kami kan pergi bertiga dengan tiga koper dan menjelang pulang ada tambahan 2 koper baru ukuran cabin size karena terlalu semangat shopping. Dari Nippori Station, saia udah infoin kalau tiketnya itu sekitar 2000an yen ke temen-temen. Sampai di mesin, kita bingung donk mau milih tiket yang mana, akhirnya kami milih Keisei Line (lihat dari info temen-temen di blog manapun, jarak tempuhnya sekitar 1 jam 10 menit dengan harga 1.030 yen). Sebenernya dalam hati saia, agak ragu gitu, tapi ok lah, banyak blog yang ngomong hal yang sama kok. Intinya kami naiknya ordinary train alias Keisei Line itu. Semenit, setengah jam, empat puluh lima menit, satu jam, satu jam sepuluh menit, satu jam lima belas menit, satu jam dua puluh menit, kok ya ga sampai-sampai. Kata temen, kita perlu transit, tapi klo saia baca-baca info bahkan dari website resmi di Jepang, ga ada petunjuk yang bilang harus transit. Mulai was-was ketika kurang dari dua jam sebelum flight belum juga sampai bandara. Makin panik, waktu kereta tersebut entah menuju daerah mana dan mundur lagi. Nanya sama petugas, kata petugas seharusnya transit, tapi gak transit juga bisa, karena ujungnya ya tetep ke bandara. OMG.
Kalut tingkat tinggi ketika 1,5 jam lagi sebelum flight. Turun entah di stasiun mana untuk naik taksi aja. Sebelumnya saia udah web check-in. Hujan turun dengan derasnya dan saia dengan gagahnya menembus hujan dan nanya bapak-bapak disana dimana taksi. Ditunjukkin ke arah sana, saia lari dan temen-temen juga. Gak ada taksi ternyata teman-teman!!! Nanya sama ibu-ibu, dia ngasih petunjuk pakai bahasa Jepang dan intinya kami gak dapat-dapat taksi juga. Sekalinya dapat taksi, taksinya gak mau karena kopernya kebanyakan.
Waktu tinggal satu jam lagi, yuk mareeee, saia nda tau ada dimanaa, wilayah mana dan harus bagaimana. Cek-cek website harga ke Jakarta klo ketinggalan pesawat, paling murah 6jutaan dengan waktu tempuh sekitar 23 jam-an. Waktu tempuh paling mendingan seharga 8jutaan, yuk mareeee….pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mulai berdoa dan menyanyi dalam hati. Entah harus bagaimana, udah kurang dari 1 jam dan tetep gak ada taksi, hujan deras, ga ada payung karena payung di koper. Pokoknya udah kyak ayam kuyup. Orang-orang pada ngeliatin.
Tuhan Maha Baik. Gak berapa lama, ada taksi, bapak-bapak yang super duper baik hati dan bersedia mengantar kami. Tadinya sih, temen saia bilang, kami berdua aja dulu, dia ntar belakangan yang penting sampai di airport tepat waktu. Ternyata, si bapak itu mau nampung kami bertiga di taksinya beserta 5 koper…Terima Kasih Tuhan….
Saia bilang ke supir taksi kalau kami punya waktu mepet, jadi tolong ngebut. Si Bapak taksi yang ceria itu mengangguk dengan semangat dan memacu taksinya. Saia berdoa dalam hati dan menyanyi “Tuhan pimpin spanjang jalan” berkali-kali sambil ngeliat jarak dan waktu di hp. Sekitar setengah jam kemudian sampailah kami di airport, setelah berterima kasih berkali-kali, kami segera lari ke arah check-in. Total argo taksi klo dirupiahin sekitar 2 jutaan. Jumlah yang fantastis untuk waktu tempuh setengah jam saja.
Saking paniknya, saia nanya counter SQ dimana, pada gak ngerti dan disuruh ke informasi. Saia ke informasi, dan ternyata saia salah, harusnya ke South Wing bukan North Wing. Saia lari sekenceng-kencengnya diikutin temen-temen lain dan menuju counter SQ. Waktu tinggal 20 menit lagi. Saia langsung kasih hp dan bilang “I already web check-in”, saia jelasin juga klo saia salah Wing tadi. Tampang udah kayak orang semaput, saia lihat dari nametag nya, ANA bukan SQ, tapi saia gak peduli, pokoknya kami harus segera pulang.
Saia sangat mengapresiasi usaha mereka untuk nolongin kami. Mereka langsung sibuk urus ini dan itu, pake tulisan tangan (bahkan kemudian salah nulis nomor bangku saia..hihihiihi), pokoke serba cepat. Trus, salah satu petugas menemani kami untuk sampai di pintu SQ dengan selamat. Kami berlari kayak dikejar-kejar singa, mana gak makan pagi, jauh lagi pintunya. Tiba-tiba saia kleyengan, mata berputar-putar, tolong…tolong….jangan sampe pingsan, saia berhenti berlari, tapi si petugas menyemangati. Sampai hampir boarding gate, disamperin sama petugas cewe, dia pun mendampingi juga, berlari sampai boarding gate dan YAP!!!! sampai di pesawat dengan selamat….Terima kasih ya Tuhan. Karena si petugas tadi salah nulis bangku, pramugaranya bingung, kok bangku saia ga ada, trus ada pramugari ngomong, mereka ga penuh, jadi saia boleh duduk dimana aja, trus saia bilang, saia mau duduk disini (sebarisan sama temen-temen dan memang sebenernya disitu) trus si pramugari bilang OK. Pramugara datang (dia bawa boarding pass saia cari-cari bangku saia yang ditulis tangan tadi yang ternyata salah tulis) bilang, kalau bangku saia memang disitu.
Duduk dengan legaaaaaaaaa banget dan SQ delay setengah jam!!!! yukk mareeee….alasannya sih karena cuaca yang memang parah banget ketika itu, tapi kata temen, selain cuaca, kyaknya karena kami bertiga deh delaynya, karena bagasi kami sepertinya belum sampai di pesawat. Maafkan kami ya para penumpang. Penerbangan seharusnya jam 11.10 dan kami duduk di pesawat sekitar jam 11.00.
Temen saia bilang, kalau sebelum masuk boarding gate, dia dikasih kartu nama dan saia berinisiatif memberikan compliment kepada mereka, begini bunyinya :
Dear Singapore air,
Yesterday, we (me and my friends) served by Kanahashi. I am very grateful to him and also the crew at the check-in counter when we were very very late because of wrong entering the gate. I see the name tag officer at the SQ counter is ANA officer, I don’t know whether SQ is affiliated or not. I am very satisfied with the service provided by him and also the crew who were very very helpful. Starting from printing boarding passes, taking care of our baggage, delivering us to immigration and finally being able to fly to our destination city. Again, this is the best experience I’ve ever experienced. All crew was very very helpful with the maximum. Things I’ve never found in other countries and other airlines. I am the author of a blog and I will share this on my blog. Thank you Kanahashi, the officers at the check in counter, SQ officers and also the officers at the boarding gate. I really appreciate your effort.
Dua hari kemudian dapat balasan :
Thank you for contacting Singapore Airlines. We appreciate your commendation of our services, and will convey your kind words to the relevant department/s and staff concerned.
This will motivate them to keep up their good work.
Thank you, once again, for taking the time to provide us your valuable feedback.
Saia sangat mengapresiasi usaha mereka dalam hal memberikan pelayanan terbaik. SQ akan selalu jadi maskapai favorit saia dan Jepang adalah negara terbaik dengan pelayanan terbaik sepanjang petulangan saia menjejakkan kaki di berbagai belahan dunia.
Oiya, kenapa saia selalu berdoa dalam hati dan gak lupa nyanyi lagu “Tuhan pimpin spanjang jalan”? Karena beberapa kali saia mengalami hal-hal yang menegangkan dan lagu itu yang paling ampuh sehingga akhirnya bisa happy ending. Eh, tapi bukan karena itu lagu yaaa, tapi karena doa dan usaha juga…intinya, serahkan semua pada Tuhan, maka biarkan Tuhan yang bertindak.
Hulaa…kembali lagi di blog tercintah. Sekitar akhir Mei 2019 lalu, saia dan teman-teman kantor tiba-tiba kepikiran untuk ngebolang ke Jepang dan gak tanggung-tanggung langsung mesen tiket pesawat untuk perjalan bulan Juli 2019!!! Amazing banget kan yaaa….nah, berhubung gak sampai dua bulan kemudian akan ngebolang, maka kami bertiga (yang lainnya karena dadakan gak bisa ikutan) hunting penginapan dan juga lihat-lihat tempat yang akan dikunjungi. Tanggal 11-16 Juli 2019 akhirnya kami bertiga ngebolang ke Jepang. Kali ini rutenya adalah Jakarta-Osaka dan Narita-Jakarta. Tadinya saia mau bikin seri perjalanan ke Jepang kali ini, tapi karena kesibukan yang lumayan padat di bulan ini maka saia akan ceritakan satu judul ini saja secara keseluruhan ya. Oiya, kami bertiga ke Jepang pp naik SQ sedangkan dari Osaka ke Haneda (Tokyo) naik ANA.
Hari pertama tanggal 11 Juli 2019, kami tiba di Osaka sekitar jam setengah 10 malam. Dari Jakarta transit di Singapore sekitar 1,5 jam dan melanglang buana menuju Kansai Airport di Osaka selama kurang lebih 6,5 jam. Mulai berpetualang di hari Jumat tanggal 12 Juli 2019. Keliling-keliling shopping dan ke Osaka Castle. O iya, kali ini kami beli Osaka Day Pass yang one day. Baru dipesan pas di pesawat, keren kan..hahahaa…oiya, maksudnya belum terbang ya pesawatnya, jadi masih posisi di Jakarta sambil nunggu take off.
Ini pilihan makanan SQ yang saia pilih untuk breakfast. Ini di pesawat Jakarta-Singapore
Berikut beberapa foto yang saia and the gank kunjungi selama di Osaka, untuk lebih banyak ngeliat foto selama disana, silakan cekidot ke instagram travel blog saia ya : @lihatlahlebihdekattravelblog.
Foto-foto di atas diambil dari hotel di Osaka. Nama hotelnya Sakuragawa Riverside Hotel. Harganya tidak terlalu mahal. Walaupun kami bertiga, tapi hotel yang kami pesan ini bisa memuat 4 orang karena ada 4 beds dan harga untuk kamar tersebut adalah 2.555.239 rupiah saja. Di bagi 3 jadi murmer kan. O iya, itu harga 2 malam loh dan lebih murmer lagi klo dibagi 4 karena okupansinya memang untuk 4 orang.
Jalan-jalan sekitar hotel dan kami akhirnya mengunjungi Castle yang deket-deket situ, apa ya namanya, saia juga lupa gitu…hehe…
Pokoke Castle tersebut hanya jalan kaki deh dari hotel. Foto-fotonya banyak sih, tapi ya ga muat klo dimasukin ke blog ini…hehehehe #alesan.
Osaka one day pass harganya sekitar 400ribuan dan worth it banget sih karena tinggal tap dan masuk aja. Tapiiiiiiiiii gak semua gretong alias gratis untuk masuk wahana yang ada di list nya Osaka one day pass yaaa, ada juga yang berupa diskon. Gak semua juga tercover Osaka one day pass ini, jadi musti pastiin mau kemana dan apakah tercover menggunakan Osaka one day pass.
Perjalanan selanjutnya menuju Osaka Castle. Kali kedua saia mengunjungi Castle ini. Kali ini saia lewat belakang gak lewat depan kayak tahun lalu, jadi rada-rada bingung gitu deh jalannya.
Di Osaka Castle *abaikan payung ungu panda itu :p
Oiya, waktu ke sana kan lagi summer yaa, jadi sedia payung. Ada cerita khusus mengenai si payung ungu panda saia ini. Jadi ceritanya saia lagi mau foto-foto di Osaka Castle, jadi si payung disingkirkan dulu. Tiba-tiba ada anak kecil nyamperin payung saia dan bapaknya juga. Si anak pikir ini payung nganggur kali yak, jadi dia mau ambil karena keliatannya dia kepanasan dan orang tuanya gak bawa payung. Waktu saia lihat gelagat anak itu mau ambil payung saia, saia langsung gercep alias gerak cepat, temen saia yang lagi fotoin saia pun nyadar kan. Si anak keliatan kecewa gitu. Ya ampuuunnn naakk, gak mungkin donk payung cakep panda gitu ga ada yang punya…kasian sih sama anak itu, tapi ya orang tuanya sebelum berangkat sedia payung sebelum panas donk, kan udah tau musim panas. Dari semua pengunjung, hanya keluarga itu saja yang ga bawa payung atau topi,so..maafkeun yaaa. Untuk yang namanya panas, saia belum bisa berkorban untuk memberikan payung saia dan membiarkan saia sendiri kepanasan karena saia bisa meleleh karena kepanasan.
Selanjutnya, kami pergi ke Osaka Sky Way gitu. Beda sama yang saia naiki waktu ke Osaka tahun lalu.
Untuk naik yang paling atas, gak boleh pake topi or payung, jadi panas gitu deh makanya buru-buru turun setelah foto sekejap.
Naik boat juga sebagai bagian dari FREE atraksi. Karena panas, naik boat pun orang-orang pada pake payung, hahahaha…lucu banget. Sebenarnya sih menurut saia gak sepanas Jakarta banget, tapi panasnya itu beda deh dan mengganggu sih menurut saia, gimana yahh, saia juga sulit melukiskannya dengan kata-kata. Disini payung banyak banget yang jual. O iya, walaupun musim panas, jangan disangka panas terus menerus yaa, kebanyakan hujannya dibanding panasnya. Ini adalah liburan musim panas saia yang pertama di negeri 4 musim. Selama ini saia menghindari musim panas di negeri 4 musim karena saia tidak suka musim panas. Mending kedinginan deh dibanding kepanasan.
Di Osaka juga saia dan temen-temen sering banget naik taksi, wkwkwkk…kata orang-orang kan naik taksi di Jepang itu mahal, tapi ya menurut saia sih masih wajar-wajar aja ya untuk ukuran Jepang. Memang tidak semurah Jakarta, bahkan Paris lebih murah argo taksinya di banding Jepang ini. Kami coba beberapa makanan dan berikut adalah makanan yang saia coba. Makanan paling ‘sengsara’ yang saia makan adalah nasi plus telur ayam kampung rebus. Masih ditambah sambel ABC yang dibawa dari Jakarta dan kerupuk ikan yang juga dibawa dari Jakarta.
Makanan ala ala nih…hehe
Kenapa saia makan hanya itu saja? Karena semuanya pork, jadi ga ada pilihan lain selain si telur ayam kampung rebus yang tak ada rasanya itu. Minumnya, air mineral yang bisa direfill sesuka hati. Selama disini air mineralnya selalu dingin kyak es, mungkin karena musim panas kali ya. Tapi ini makanan mending, daripada sebelumnya saia makan udon dingin…and I don’t like it.
Malamnya, ada restoran yang tahun lalu sebenarnya saia pernah kesini tapi gak jadi makan karena takutnya ada pork nya. Saia standby google translate otomatis, jadi setiap ada makanan saia screening dulu pakai hp. Daaannnnn, kami menemukan restoran yang isinya chicken semua dan non pork, horaaayyyy…akhirnya bisa makan bener juga…O iya, makan disini pas malam minggu ya, alias malam terakhir di Osaka.
Semua makanan di atas enak kecuali si tahu yang super duper hambar entah mengapa, tapi tak apalah, yang penting makanannya bisa dimakan sama saia yang banyak pantangannya ini…hehehehehe….
Kami sempat juga berkunjung ke Kincir Angin terbesar di Jepang gitu, letaknya di Mall. Datengnya juga udah telat banget, tapi demi gratisan dari si Osaka One Day Pass, maka dijalanilah semua itu.
Ini keretanya lantainya dari kaca, jadi yang takut ketinggian mending ga usah lihat ke bawah deh. Ngeri-ngeri gitu deh naiknya, apalagi pas udah di atas banget, hahahaa….seru deh pokoke, apalagi gak perlu pake bayar kan…hahahaha…
Dari Jakarta kan ke Kansai dan karena hari Minggunya kami akan lanjut ke Tokyo, maka kami bersiap menuju Itami Airport tempat ANA pesawat yang akan membawa kami ke Haneda Airport di Tokyo berada. ANA ini pesawatnya super keren, mirip kayak pesawat ke Eropa. Bangkunya 3-4-3. Untuk perjalanan yang hanya satu jam-an dari Osaka ke Tokyo menurut saia pesawatnya bener-bener eksklusif, beda banget sama maskapai premium lainnya yang jika perjalananya sekitar satu jam-an pesawatnya agak-agak kurang terawat or terlihat tua gitu. Secara keseluruhan, saia suka banget sama ANA, maybe next time lah ya jika ada waktu dan rejeki, pengen juga naik ANA direct Jakarta-Jepang. Naik shuttle bus yang tiketnya bisa dibeli di mesin. Waktunya hanya setengah jam dari tempat naik shuttle busnya.
Di Tokyo, hujan terus, jadi ya selalu bawa payung. Karena angin kencang si payung ungu panda saia jadi rusak, mau saia buang aja di sana, tapi kata temen saia reparasi aja nanti di Jakarta…hihihiihi…
Kami bertiga mengunjungi Hachiko. Hujan gak menghalangin antrian yang berjibun, tapi cepet aja tuh kami bisa fotoan di Hachiko.
Abaikan si kantong plastik
Disini saia agak sedikit ngenes gitu deh ngeliat dengan gampangnya toko-toko pakai plastik. Di Indonesia kita berusaha untuk mengurangi untuk penggunaan plastik, disini pakai plastik tanpa ampun-ampunan, saia jadi merasa agakkkk gimanaaaa gitu deh ngeliat dengan mudahnya menggunakan plastik…hiks…hiks…
Foto di atas adalah foto mesin cuci (kiri) dan pengering (kanan). Ada kejadian lucu, karena bahasa kanji semua dan saia kurang paham, saia cuci di mesin yang kanan. Setelah saia baca-baca lagi, ternyata saia salah dan akhirnya saia cuci di mesin yang kiri. Sayangnya lagi, mesin kiri itu untuk yang 10kg seharga 500 yen, sedangkan ada yang 5kg seharga 200 yen, 7kg seharga 300 yen dan seterusnya. Oalaaaa…rugi bandar deh, hehehehe..saia sampai hujan-hujanan beli minuman seharga 100 yen pakai uang 1000 yen supaya dapat uang koin 100 yen. Mesin ini hanya bisa diisi dengan koin 100 yen. Bisa juga sih yang 500 yen, kalau mesinnya memang 500 yen.
Foto di atas adalah foto pasar yang terkenal itu, Tsukiji Market dan Imperial Palace. Bagi pecinta seafood or makanan lainnya, disini banyak banget kulinerannya dan lagi-lagi saia gak kulineran karena saia nda bisa makan bebas seperti orang lainnya. Saia lihat orang makan aja udah seneng kok…hehehehe. Dari sini ke Tokyo Sky Tower.
ngambil foto ini perlu perjuangan karena di pinggir jalan dan banyak lalu lalang kendaraan
Foto-foto aja Tokyo Sky Tower sekaligus shopping juga. Secara harga sih ga terlalu mahal dan bahkan cenderung murmer untuk ukuran souvenir ya… saia beli tas sekitar 300 yen.
gegayaan walaupun ga naik ke atas
Kenapa ga naik ke atas? Karena mahal banget, sekitar 4000an yen gitu…gak worth it lah menurut kami…tapi gak ada salahnya sih yang mau nyoba kesana. Saia lihat banyak banget anak-anak disini, ternyata dan ternyata ada aquarium juga di lingkungan Tokyo Sky Tower ini.
Dari sini, kami bolak balik shopping-shopping aja di Ginza, Shibuya, Shinjuku dan Harajuku. O iya, disini ada loh cafe yang khusus untuk penggemar kucing dan kelinci, seperti foto di bawah ini :
Ada juga cafe yang lucu banget, tapi rata-rata isinya dessert sih, jadi saia hanya minum ice chocolate blended aja. Rata-rata cwe isinya dan semuanya serba kuning, kuning dan kuning.
chocolate ice blended
Waktu di Ginza tuh ada anjing mirip singa gitu, saia sempet foto-foto itu anjing dan ada pemusik juga, mirip kyak waktu saia di Italy gitu. Disini juga saia lompat-lompat di tengah jalan. Loh kok di tengah jalan? yoii, karena saat itu lagi ada demo, tapi demo damai, jadinya saia begaya-begaya di tengah jalan.
Loncat-loncat bahagia di tengah jalan :
yihaaaaa
Makanan yang saia makan di Tokyo salah satunya adalah ini :
Banyak kejadian lucu yang dikarenakan miskomunikasi. Dari yang harusnya nunggu makanan tapi kami langsung ngeloyor pergi sehingga dianterin sama pelayannya, sampai bingung-bingung nanya apakah makanannya mengandung pork atau nggak. Disini saia juga coba Yoshinoya, Hanamaru dan lainnya yang ada di Indonesia dan untungnya gak mengecewakan sih menurut saia.
Di Jepang saia tinggal di daerah Asakusa dan untuk hotelnya sih agak mengecewakan karena ada kecoak, trus selimutnya gatel, spreinya ga bersih, WC nya jadul abiez, dll deh. Gak perlu disebutin lah ya namanya, tapi positifnya menurut saia sih, staffnya lumayan berusaha untuk memberikan yang terbaik semampu mereka. Agak jauh kalau mau menuju Shinjuku, Shibuya, dll.
Sekian cerita summer in Japan 2019 saia kali ini. Selanjutnya saia akan menuliskan cerita yang sangat menegangkan #lebay.
Selamat sore di hari pertama bulan Juli yang cerah. Suasana jalan sepi banget, mungkin karena anak sekolahan masih pada libur ya. Kali ini saia bercerita tentang liburan ke Jogja tanggal 28-30 Juni 2019. Ini adalah kali ke 3 saia ke Jogja dalam kurun waktu Januari 2018-Juni 2019. Petualangan kali ini bareng khalayak ramai. Intinya sih, ada alumni SMA yang ngadain acara jalan-jalan ke Jogja dan kuotanya masih ada. Mungkin karena ada sebagian besar yang gak bisa ikut, jadilah saia dan teman-teman yang gak ada hubungannya dengan SMA itu ikut. Emak babeh saia juga ikut, saia ajakin dan mereka mau.
Perjalanan menggunakan bis. Dari titik kumpul di Bekasi sekitar jam 7an pagi dan sampai di Jogja sekitar jam 10 malam. Siangnya, maceeetttt banget yang arah-arah Karawang gitu deh, gak paham juga.
Langsung ke cerita lah ya. Saia jalan-jalan ke UGM, Malioboro, pasar Beringharjo dan sekitarnya. Makan di angkringan dan juga foto-foto depan Museum Serangan 1 Maret. Ada semacam atraksi anak-anak di sana. Rameeee banget. Saia nyobain telur gulung harganya 10rb seporsi.
Ini foto-foto waktu di UGM :
Gegayaan
Di UGM lagi ada acara pernikahan di balairungnya. Saia lihat banyak banget stand flower yang ngucapin selamat. Ada tempat untuk minum dan isi air minum juga. Duduk selonjoran depan FEB UGM sambil ngobrol-ngobrol. Jadi fotografer dadakan para alumni yang janjian dan juga yang dadakan ketemuan. Ada yang lagi joging sore bersama dua anjing kecil. Sempet masuk perpustakaan buat ngadem bentaran, tapi pas jam 4 keluar karena mau tutup.
Dari UGM ke Malioboro naik Grabcar. Duduk-duduk aja kyak orang bener. Pulangnya jalan kaki ke arah Munguran, tapi nyasar dan setelah jalan sejam-an dan kira-kira 5 km, naik Grab. Hahahaha.
Foto di atas adalah bagian dari perjalanan menggunakan kaki. Tampang masih cerah ceria, lama-lama jadi luluh lantak. Saia sih masih semangat, tapi ada temen yang udh rontok berat…hahahha….
Pulang dari Jogja sekitar jam 11.30, sampai Bekasi jam 2 pagi tadi, sampai rumah sekitar 2.30 pagi, tidur jam 3.30 pagi dan 5.30 alarm berbunyi. What a wonderful holiday!!!