Hulaaahooo,,,,kembali lagi bersama saia disini….Hari ini saia mau cerita tentang bagian dari Austria, yakni ibukotanya, Vienna. Awalnya, Austria atau Vienna ini bukan bagian dari mimpi saia di masa-masa yang lalu. Tapiiiiiiiiiiii….seketka saia fall in love dengan si Vienna ini. Disini saia banyak menemui semacam orang-orang yang nawarin Vienna Waltz Concert dengan berpakaian a la musikus klasik jaman dulu. Keren banget. Di Vienna ini saia ga ikut Vienna Waltz Concert karena selain mehong sekitar Euro 55, temen-temen seperjalanan saia juga ga minat untuk ikutan, yasud…tapi bolehlah yaa lain kali saia ikutan, nabung dulu yang banyak…hihihihi….
Sekalinya saia kenal sama Vienna, seketika kok minat saia terhadap Swiss untuk menjadi negara tempat tinggal (amin!) pudar. Saia jadi lebih minat di Vienna. Pokoke kota satu ini bener-bener kota klasik banget. Mareeee lah kita bercerita melalui foto.

Sejujurnya saia juga udah rada-rada lupa gitu ini tempat namanya apa. Fotoan bareng temen-temen perjalanan dari Jakarta. Tempatnya tinggi, di belakan itu ada teropong dan harus masukin koin Euro 1. Saia sih males ngeluarin Euro 1…hihihihi…Jen, temen dari Abu Dhabi sih nyobain.


Di atas adalah bangunan-bangunan, jalanan dan suasana kota Vienna. Adem banget. Apa karena autumn yah….hehehe….
Bergaya di depan Istana Vienna. Temen seperjalanan ada yang ikut kursus singkat pembuatan apple strudle. Berhubung saia nda suka cinnamon, jadi ya ga begitu suka apple strudle…hehe…
Ternyata ada patung Goethe. Sepintas saia jadi amnesia. Saia mikirnya ini ada di Jerman, tapi pas liat history di fb, upload locationnya Vienna….hihihihi…Tapi setelah dipikir-pikir masuk akal juga ya, Austria kan negara berbahasa Jerman.

Begitulah cerita tentang Vienna. Masih banyak lagi yang tidak terlukiskan disini saking banyaknya yang mau diceritain, tapi bingung juga sih mau mulai darimana. Austria menurut saia nih yaa, seperti yang saia kasih tau sebelumnya, nih kota klasik banget, ok banget deh bagi pencinta musik klasik seperti saia.
Jika suatu saat nanti saia disuruh memilih negara Eropa mana yang ingin dikunjungi kembali, Austria terlebih Vienna akan menjadi satu pilihan teratas. Semoga saja masih ada kesempatan itu dikemudian hari. Amiiinnnnn š š š

2 thoughts on “Vienna, si cantik nan klasik”