Munich, Jerman Selayang Pandang

Haloo…kembali lagi dengan saia disini…hehhee…kali ini saia akan cerita mengenai sebuah kota di Jerman yang bernama Munich (Munchen). Kenapa judulnya selayang pandang, karena saia juga gak tahu kenapa memberi judul seperti itu. Di Munich sendiri sebenernya gak lama yah, hanya beberapa jam saja. Beli aksesoris, foto-foto dan ke hotel. Hotelnya di Unterhaching (seperti distrik di kota Munich). Dikarenakan gak lama ada di Munich alhasil foto-foto yang ada juga tidak banyak. Waktu sudah sore pada saat tiba di Munich. Kota ini lumayan ramai dengan lalu lalangnya orang-orang beraktivitas. Yuk lihat foto-fotonya :

14724364_10154778734974411_3886947590370271340_n
Begaya di depan toko Football Club Bayern Munchen
14657277_10154778735974411_6031576962863411275_n
Lagi….begaya di depan toko yang jual peralatan klub sepakbola Jerman, Bayern Munchen. Saia bukan salah satu penggemar Bayern Munchen jadi ya ga beli apa-apa…hehee….price barang-barang di fan-shop ini lumayan mehong untuk ukuran saia….hehehee
14724346_10154778736629411_757795927221721031_n
Begaya di depan mobil yang diparkir….maafkan foto yang ngeblur ini. Semoga besok-besok beneran punya mobil kyak gini….ammmiinnn

Hanya ada 3 foto di atas yang bisa saia share….hehehehe….soalnya waktunya singkat banget. Menurut saia Munich kota yang lumayan hidup dari segi kehidupan (maksudnya apa yahh :p), cuman ada something yang bikin kita-kita yang dari Asia ngerasa dibedain. Di Munich ini, resto antara orang Asia dan non Asia (alias bule Eropa) dibedain. Awalnya saia gak nyadar sih, temen satu team saia yang nyadar, kenapa kok kita di resto hotel itu hanya orang Asia aja (ada guide Eropanya satu – mungkin dia mau berbaur atau gak enakan). Di antara tour kami tentu saja ada bule Eropa dan pasangan bule Eropa itu restonya di depan sedangkan kami orang Asia paling belakang.

Awalnya, waktu kami mau breakfast, kami melewati beberapa resto. Para pegawai hotelnya ramah-ramah. Trus, pas bilang mau breakfast, mereka nunjukkin jalan. Pas kami jalan, kami ketemu sama pasangan bule Eropa yang satu group sama kami. Kami lihat kok sepi, makan berduaan aja. Lalu kami ketemu sama driver bus, juga di resto depan, makan sendirian. Driver kami itu orang Polandia, orangnya udah berumur, tapi baik dan sangat helpful. Tampangnya mirip artis Ari Wibowo, …mungkin kalau Ari Wibowo udah tua, bakal mirip kyak bapak Polandia itu. Intinya sampailah kami di resto khusus orang-orang Asia dan temen saia yang dari Jakarta yang lebih dulu menyadari…ahhh syediiihhh dehh…jadi gak kepengen ke Munich lagi….

Saia sih masih berharap, kalau anggapan saia mengenai “dibedakan” ini hanyalah sebuah perasaan yang gak mendasar. Jika nanti saia memiliki pengalaman yang jauh lebih indah, pastinya saia akan terus menyapa : “Hi Munich….see you agaaiinnn!!!”

Semua cerita di atas berdasarkan pengalaman saia. Mungkin orang-orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Tapi, saia sih enjoy aja…I don’t care laahhh. Tapi disinilah seninya. Kita jadi tahu tentang hal-hal yang sebelumnya kita tidak pernah tahu. Ini bukanlah cerita orang lain, tapi cerita tentang diri sendiri, pengalaman sendiri dan merasakan sendiri. Bukan berarti saia tidak akan mengunjungi negara Jerman lagi lohhh…menurut saia Jerman ini memiliki ke-khas-an sendiri. Negeri yang memiliki banyak cerita menarik. Jerman termasuk dalam destinasi saia seandainya nanti saia diberi kesempatan kedua untuk kembali ke negeri penuh sejarah ini. Saia masih pengen dong mengunjungi Berlin, Bremen, Stuttgart dan tempat-tempat lainnya di Jerman. Semoga masih ada kesempatan itu….ammiinnn.

Advertisement