Almost….

Kenapa judulnya ‘almost’? karena kami hampir ketinggalan pesawat sodara-sodara!!!!!!!!!!!! Kalau beneran ketinggalan pesawat, yuk mareeee keluarkan 8juta minimal untuk kembali ke Jakarta tercintaaaa….gimana ceritanya kok bisa hampir ketinggalan?

Begini ceritanya,

Kami kan pergi bertiga dengan tiga koper dan menjelang pulang ada tambahan 2 koper baru ukuran cabin size karena terlalu semangat shopping. Dari Nippori Station, saia udah infoin kalau tiketnya itu sekitar 2000an yen ke temen-temen. Sampai di mesin, kita bingung donk mau milih tiket yang mana, akhirnya kami milih Keisei Line (lihat dari info temen-temen di blog manapun, jarak tempuhnya sekitar 1 jam 10 menit dengan harga 1.030 yen). Sebenernya dalam hati saia, agak ragu gitu, tapi ok lah, banyak blog yang ngomong hal yang sama kok. Intinya kami naiknya ordinary train alias Keisei Line itu. Semenit, setengah jam, empat puluh lima menit, satu jam, satu jam sepuluh menit, satu jam lima belas menit, satu jam dua puluh menit, kok ya ga sampai-sampai. Kata temen, kita perlu transit, tapi klo saia baca-baca info bahkan dari website resmi di Jepang, ga ada petunjuk yang bilang harus transit. Mulai was-was ketika kurang dari dua jam sebelum flight belum juga sampai bandara. Makin panik, waktu kereta tersebut entah menuju daerah mana dan mundur lagi. Nanya sama petugas, kata petugas seharusnya transit, tapi gak transit juga bisa, karena ujungnya ya tetep ke bandara. OMG.

Kalut tingkat tinggi ketika 1,5 jam lagi sebelum flight. Turun entah di stasiun mana untuk naik taksi aja. Sebelumnya saia udah web check-in. Hujan turun dengan derasnya dan saia dengan gagahnya menembus hujan dan nanya bapak-bapak disana dimana taksi. Ditunjukkin ke arah sana, saia lari dan temen-temen juga. Gak ada taksi ternyata teman-teman!!! Nanya sama ibu-ibu, dia ngasih petunjuk pakai bahasa Jepang dan intinya kami gak dapat-dapat taksi juga. Sekalinya dapat taksi, taksinya gak mau karena kopernya kebanyakan.

Waktu tinggal satu jam lagi, yuk mareeee, saia nda tau ada dimanaa, wilayah mana dan harus bagaimana. Cek-cek website harga ke Jakarta klo ketinggalan pesawat, paling murah 6jutaan dengan waktu tempuh sekitar 23 jam-an. Waktu tempuh paling mendingan seharga 8jutaan, yuk mareeee….pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mulai berdoa dan menyanyi dalam hati. Entah harus bagaimana, udah kurang dari 1 jam dan tetep gak ada taksi, hujan deras, ga ada payung karena payung di koper. Pokoknya udah kyak ayam kuyup. Orang-orang pada ngeliatin.

Tuhan Maha Baik. Gak berapa lama, ada taksi, bapak-bapak yang super duper baik hati dan bersedia mengantar kami. Tadinya sih, temen saia bilang, kami berdua aja dulu, dia ntar belakangan yang penting sampai di airport tepat waktu. Ternyata, si bapak itu mau nampung kami bertiga di taksinya beserta 5 koper…Terima Kasih Tuhan….

Saia bilang ke supir taksi kalau kami punya waktu mepet, jadi tolong ngebut. Si Bapak taksi yang ceria itu mengangguk dengan semangat dan memacu taksinya. Saia berdoa dalam hati dan menyanyi “Tuhan pimpin spanjang jalan” berkali-kali sambil ngeliat jarak dan waktu di hp. Sekitar setengah jam kemudian sampailah kami di airport, setelah berterima kasih berkali-kali, kami segera lari ke arah check-in. Total argo taksi klo dirupiahin sekitar 2 jutaan. Jumlah yang fantastis untuk waktu tempuh setengah jam saja.

Saking paniknya, saia nanya counter SQ dimana, pada gak ngerti dan disuruh ke informasi. Saia ke informasi, dan ternyata saia salah, harusnya ke South Wing bukan North Wing. Saia lari sekenceng-kencengnya diikutin temen-temen lain dan menuju counter SQ. Waktu tinggal 20 menit lagi. Saia langsung kasih hp dan bilang “I already web check-in”, saia jelasin juga klo saia salah Wing tadi. Tampang udah kayak orang semaput, saia lihat dari nametag nya, ANA bukan SQ, tapi saia gak peduli, pokoknya kami harus segera pulang.

Saia sangat mengapresiasi usaha mereka untuk nolongin kami. Mereka langsung sibuk urus ini dan itu, pake tulisan tangan (bahkan kemudian salah nulis nomor bangku saia..hihihiihi), pokoke serba cepat. Trus, salah satu petugas menemani kami untuk sampai di pintu SQ dengan selamat. Kami berlari kayak dikejar-kejar singa, mana gak makan pagi, jauh lagi pintunya. Tiba-tiba saia kleyengan, mata berputar-putar, tolong…tolong….jangan sampe pingsan, saia berhenti berlari, tapi si petugas menyemangati. Sampai hampir boarding gate, disamperin sama petugas cewe, dia pun mendampingi juga, berlari sampai boarding gate dan YAP!!!! sampai di pesawat dengan selamat….Terima kasih ya Tuhan. Karena si petugas tadi salah nulis bangku, pramugaranya bingung, kok bangku saia ga ada, trus ada pramugari ngomong, mereka ga penuh, jadi saia boleh duduk dimana aja, trus saia bilang, saia mau duduk disini (sebarisan sama temen-temen dan memang sebenernya disitu) trus si pramugari bilang OK. Pramugara datang (dia bawa boarding pass saia cari-cari bangku saia yang ditulis tangan tadi yang ternyata salah tulis) bilang, kalau bangku saia memang disitu.

Duduk dengan legaaaaaaaaa banget dan SQ delay setengah jam!!!! yukk mareeee….alasannya sih karena cuaca yang memang parah banget ketika itu, tapi kata temen, selain cuaca, kyaknya karena kami bertiga deh delaynya, karena bagasi kami sepertinya belum sampai di pesawat. Maafkan kami ya para penumpang. Penerbangan seharusnya jam 11.10 dan kami duduk di pesawat sekitar jam 11.00.

Temen saia bilang, kalau sebelum masuk boarding gate, dia dikasih kartu nama dan saia berinisiatif memberikan compliment kepada mereka, begini bunyinya :

Dear Singapore air,

Yesterday, we (me and my friends) served by Kanahashi. I am very grateful to him and also the crew at the check-in counter when we were very very late because of wrong entering the gate. I see the name tag officer at the SQ counter is ANA officer, I don’t know whether SQ is affiliated or not. I am very satisfied with the service provided by him and also the crew who were very very helpful. Starting from printing boarding passes, taking care of our baggage, delivering us to immigration and finally being able to fly to our destination city. Again, this is the best experience I’ve ever experienced. All crew was very very helpful with the maximum. Things I’ve never found in other countries and other airlines. I am the author of a blog and I will share this on my blog. Thank you Kanahashi, the officers at the check in counter, SQ officers and also the officers at the boarding gate. I really appreciate your effort.

Dua hari kemudian dapat balasan :

Thank you for contacting Singapore Airlines.
We appreciate your commendation of our services, and will convey your kind words to the relevant department/s and staff concerned.

This will motivate them to keep up their good work.

Thank you, once again, for taking the time to provide us your valuable feedback.

Saia sangat mengapresiasi usaha mereka dalam hal memberikan pelayanan terbaik. SQ akan selalu jadi maskapai favorit saia dan Jepang adalah negara terbaik dengan pelayanan terbaik sepanjang petulangan saia menjejakkan kaki di berbagai belahan dunia.

Oiya, kenapa saia selalu berdoa dalam hati dan gak lupa nyanyi lagu “Tuhan pimpin spanjang jalan”? Karena beberapa kali saia mengalami hal-hal yang menegangkan dan lagu itu yang paling ampuh sehingga akhirnya bisa happy ending. Eh, tapi bukan karena itu lagu yaaa, tapi karena doa dan usaha juga…intinya, serahkan semua pada Tuhan, maka biarkan Tuhan yang bertindak.

Summer in Japan 2019

Hulaa…kembali lagi di blog tercintah. Sekitar akhir Mei 2019 lalu, saia dan teman-teman kantor tiba-tiba kepikiran untuk ngebolang ke Jepang dan gak tanggung-tanggung langsung mesen tiket pesawat untuk perjalan bulan Juli 2019!!! Amazing banget kan yaaa….nah, berhubung gak sampai dua bulan kemudian akan ngebolang, maka kami bertiga (yang lainnya karena dadakan gak bisa ikutan) hunting penginapan dan juga lihat-lihat tempat yang akan dikunjungi. Tanggal 11-16 Juli 2019 akhirnya kami bertiga ngebolang ke Jepang. Kali ini rutenya adalah Jakarta-Osaka dan Narita-Jakarta. Tadinya saia mau bikin seri perjalanan ke Jepang kali ini, tapi karena kesibukan yang lumayan padat di bulan ini maka saia akan ceritakan satu judul ini saja secara keseluruhan ya. Oiya, kami bertiga ke Jepang pp naik SQ sedangkan dari Osaka ke Haneda (Tokyo) naik ANA.

Hari pertama tanggal 11 Juli 2019, kami tiba di Osaka sekitar jam setengah 10 malam. Dari Jakarta transit di Singapore sekitar 1,5 jam dan melanglang buana menuju Kansai Airport di Osaka selama kurang lebih 6,5 jam. Mulai berpetualang di hari Jumat tanggal 12 Juli 2019. Keliling-keliling shopping dan ke Osaka Castle. O iya, kali ini kami beli Osaka Day Pass yang one day. Baru dipesan pas di pesawat, keren kan..hahahaa…oiya, maksudnya belum terbang ya pesawatnya, jadi masih posisi di Jakarta sambil nunggu take off.

9F3A7939-5AFF-45F2-A442-0E2723F68739
Ini pilihan makanan SQ yang saia pilih untuk breakfast. Ini di pesawat Jakarta-Singapore

Berikut beberapa foto yang saia and the gank kunjungi selama di Osaka, untuk lebih banyak ngeliat foto selama disana, silakan cekidot ke instagram travel blog saia ya : @lihatlahlebihdekattravelblog.

Foto-foto di atas diambil dari hotel di Osaka. Nama hotelnya Sakuragawa Riverside Hotel. Harganya tidak terlalu mahal. Walaupun kami bertiga, tapi hotel yang kami pesan ini bisa memuat 4 orang karena ada 4 beds dan harga untuk kamar tersebut adalah 2.555.239 rupiah saja. Di bagi 3 jadi murmer kan. O iya, itu harga 2 malam loh dan lebih murmer lagi klo dibagi 4 karena okupansinya memang untuk 4 orang.

Jalan-jalan sekitar hotel dan kami akhirnya mengunjungi Castle yang deket-deket situ, apa ya namanya, saia juga lupa gitu…hehe…

Pokoke Castle tersebut hanya jalan kaki deh dari hotel. Foto-fotonya banyak sih, tapi ya ga muat klo dimasukin ke blog ini…hehehehe #alesan.

Osaka one day pass harganya sekitar 400ribuan dan worth it banget sih karena tinggal tap dan masuk aja. Tapiiiiiiiiii gak semua gretong alias gratis untuk masuk wahana yang ada di list nya Osaka one day pass yaaa, ada juga yang berupa diskon. Gak semua juga tercover Osaka one day pass ini, jadi musti pastiin mau kemana dan apakah tercover menggunakan Osaka one day pass.

Perjalanan selanjutnya menuju Osaka Castle. Kali kedua saia mengunjungi Castle ini. Kali ini saia lewat belakang gak lewat depan kayak tahun lalu, jadi rada-rada bingung gitu deh jalannya.

5D8770AD-92B2-439D-9011-31A9F47A952E
Di Osaka Castle *abaikan payung ungu panda itu :p

Oiya, waktu ke sana kan lagi summer yaa, jadi sedia payung. Ada cerita khusus mengenai si payung ungu panda saia ini. Jadi ceritanya saia lagi mau foto-foto di Osaka Castle, jadi si payung disingkirkan dulu. Tiba-tiba ada anak kecil nyamperin payung saia dan bapaknya juga. Si anak pikir ini payung nganggur kali yak, jadi dia mau ambil karena keliatannya dia kepanasan dan orang tuanya gak bawa payung. Waktu saia lihat gelagat anak itu mau ambil payung saia, saia langsung gercep alias gerak cepat, temen saia yang lagi fotoin saia pun nyadar kan. Si anak keliatan kecewa gitu. Ya ampuuunnn naakk, gak mungkin donk payung cakep panda gitu ga ada yang punya…kasian sih sama anak itu, tapi ya orang tuanya sebelum berangkat sedia payung sebelum panas donk, kan udah tau musim panas. Dari semua pengunjung, hanya keluarga itu saja yang ga bawa payung atau topi,so..maafkeun yaaa. Untuk yang namanya panas, saia belum bisa berkorban untuk memberikan payung saia dan membiarkan saia sendiri kepanasan karena saia bisa meleleh karena kepanasan.

Selanjutnya, kami pergi ke Osaka Sky Way gitu. Beda sama yang saia naiki waktu ke Osaka tahun lalu.

Untuk naik yang paling atas, gak boleh pake topi or payung, jadi panas gitu deh makanya buru-buru turun setelah foto sekejap.

Naik boat juga sebagai bagian dari FREE atraksi. Karena panas, naik boat pun orang-orang pada pake payung, hahahaha…lucu banget. Sebenarnya sih menurut saia gak sepanas Jakarta banget, tapi panasnya itu beda deh dan mengganggu sih menurut saia, gimana yahh, saia juga sulit melukiskannya dengan kata-kata. Disini payung banyak banget yang jual. O iya, walaupun musim panas, jangan disangka panas terus menerus yaa, kebanyakan hujannya dibanding panasnya. Ini adalah liburan musim panas saia yang pertama di negeri 4 musim. Selama ini saia menghindari musim panas di negeri 4 musim karena saia tidak suka musim panas. Mending kedinginan deh dibanding kepanasan.

Di Osaka juga saia dan temen-temen sering banget naik taksi, wkwkwkk…kata orang-orang kan naik taksi di Jepang itu mahal, tapi ya menurut saia sih masih wajar-wajar aja ya untuk ukuran Jepang. Memang tidak semurah Jakarta, bahkan Paris lebih murah argo taksinya di banding Jepang ini. Kami coba beberapa makanan dan berikut adalah makanan yang saia coba. Makanan paling ‘sengsara’ yang saia makan adalah nasi plus telur ayam kampung rebus. Masih ditambah sambel ABC yang dibawa dari Jakarta dan kerupuk ikan yang juga dibawa dari Jakarta.

3DBCB172-2F90-4931-877E-15A8A0635C88
Makanan ala ala nih…hehe

Kenapa saia makan hanya itu saja? Karena semuanya pork, jadi ga ada pilihan lain selain si telur ayam kampung rebus yang tak ada rasanya itu. Minumnya, air mineral yang bisa direfill sesuka hati. Selama disini air mineralnya selalu dingin kyak es, mungkin karena musim panas kali ya. Tapi ini makanan mending, daripada sebelumnya saia makan udon dingin…and I don’t like it.

Malamnya, ada restoran yang tahun lalu sebenarnya saia pernah kesini tapi gak jadi makan karena takutnya ada pork nya. Saia standby google translate otomatis, jadi setiap ada makanan saia screening dulu pakai hp. Daaannnnn, kami menemukan restoran yang isinya chicken semua dan non pork, horaaayyyy…akhirnya bisa makan bener juga…O iya, makan disini pas malam minggu ya, alias malam terakhir di Osaka.

Semua makanan di atas enak kecuali si tahu yang super duper hambar entah mengapa, tapi tak apalah, yang penting makanannya bisa dimakan sama saia yang banyak pantangannya ini…hehehehehe….

Kami sempat juga berkunjung ke Kincir Angin terbesar di Jepang gitu, letaknya di Mall. Datengnya juga udah telat banget, tapi demi gratisan dari si Osaka One Day Pass, maka dijalanilah semua itu.

Ini keretanya lantainya dari kaca, jadi yang takut ketinggian mending ga usah lihat ke bawah deh. Ngeri-ngeri gitu deh naiknya, apalagi pas udah di atas banget, hahahaa….seru deh pokoke, apalagi gak perlu pake bayar kan…hahahaha…

Dari Jakarta kan ke Kansai dan karena hari Minggunya kami akan lanjut ke Tokyo, maka kami bersiap menuju Itami Airport tempat ANA pesawat yang akan membawa kami ke Haneda Airport di Tokyo berada. ANA ini pesawatnya super keren, mirip kayak pesawat ke Eropa. Bangkunya 3-4-3. Untuk perjalanan yang hanya satu jam-an dari Osaka ke Tokyo menurut saia pesawatnya bener-bener eksklusif, beda banget sama maskapai premium lainnya yang jika perjalananya sekitar satu jam-an pesawatnya agak-agak kurang terawat or terlihat tua gitu. Secara keseluruhan, saia suka banget sama ANA, maybe next time lah ya jika ada waktu dan rejeki, pengen juga naik ANA direct Jakarta-Jepang. Naik shuttle bus yang tiketnya bisa dibeli di mesin. Waktunya hanya setengah jam dari tempat naik shuttle busnya.

Di Tokyo, hujan terus, jadi ya selalu bawa payung. Karena angin kencang si payung ungu panda saia jadi rusak, mau saia buang aja di sana, tapi kata temen saia reparasi aja nanti di Jakarta…hihihiihi…

Kami bertiga mengunjungi Hachiko. Hujan gak menghalangin antrian yang berjibun, tapi cepet aja tuh kami bisa fotoan di Hachiko.

719E0C94-1523-4FC4-8D1F-38BF747BEFB4
Abaikan si kantong plastik

Disini saia agak sedikit ngenes gitu deh ngeliat dengan gampangnya toko-toko pakai plastik. Di Indonesia kita berusaha untuk mengurangi untuk penggunaan plastik, disini pakai plastik tanpa ampun-ampunan, saia jadi merasa agakkkk gimanaaaa gitu deh ngeliat dengan mudahnya menggunakan plastik…hiks…hiks…

Foto di atas adalah foto mesin cuci (kiri) dan pengering (kanan). Ada kejadian lucu, karena bahasa kanji semua dan saia kurang paham, saia cuci di mesin yang kanan. Setelah saia baca-baca lagi, ternyata saia salah dan akhirnya saia cuci di mesin yang kiri. Sayangnya lagi, mesin kiri itu untuk yang 10kg seharga 500 yen, sedangkan ada yang 5kg seharga 200 yen, 7kg seharga 300 yen dan seterusnya. Oalaaaa…rugi bandar deh, hehehehe..saia sampai hujan-hujanan beli minuman seharga 100 yen pakai uang 1000 yen supaya dapat uang koin 100 yen. Mesin ini hanya bisa diisi dengan koin 100 yen. Bisa juga sih yang 500 yen, kalau mesinnya memang 500 yen.

Foto di atas adalah foto pasar yang terkenal itu, Tsukiji Market dan Imperial Palace. Bagi pecinta seafood or makanan lainnya, disini banyak banget kulinerannya dan lagi-lagi saia gak kulineran karena saia nda bisa makan bebas seperti orang lainnya. Saia lihat orang makan aja udah seneng kok…hehehehe. Dari sini ke Tokyo Sky Tower.

1F27BDC2-931D-4329-8A9F-FE2BA416B5EE
ngambil foto ini perlu perjuangan karena di pinggir jalan dan banyak lalu lalang kendaraan

Foto-foto aja Tokyo Sky Tower sekaligus shopping juga. Secara harga sih ga terlalu mahal dan bahkan cenderung murmer untuk ukuran souvenir ya… saia beli tas sekitar 300 yen.

001EA7F6-3E5D-444E-A63B-8AA9557D5261
gegayaan walaupun ga naik ke atas

Kenapa ga naik ke atas? Karena mahal banget, sekitar 4000an yen gitu…gak worth it lah menurut kami…tapi gak ada salahnya sih yang mau nyoba kesana. Saia lihat banyak banget anak-anak disini, ternyata dan ternyata ada aquarium juga di lingkungan Tokyo Sky Tower ini.

Dari sini, kami bolak balik shopping-shopping aja di Ginza, Shibuya, Shinjuku dan Harajuku. O iya, disini ada loh cafe yang khusus untuk penggemar kucing dan kelinci, seperti foto di bawah ini :

Ada juga cafe yang lucu banget, tapi rata-rata isinya dessert sih, jadi saia hanya minum ice chocolate blended aja. Rata-rata cwe isinya dan semuanya serba kuning, kuning dan kuning.

E433A420-6690-421A-A610-FFA9AE8D8D10
chocolate ice blended

Waktu di Ginza tuh ada anjing mirip singa gitu, saia sempet foto-foto itu anjing dan ada pemusik juga, mirip kyak waktu saia di Italy gitu. Disini juga saia lompat-lompat di tengah jalan. Loh kok di tengah jalan? yoii, karena saat itu lagi ada demo, tapi demo damai, jadinya saia begaya-begaya di tengah jalan.

Loncat-loncat bahagia di tengah jalan :

0A380C85-38DB-4F45-92F5-ACBEC1FE25FE
yihaaaaa

Makanan yang saia makan di Tokyo salah satunya adalah ini :

Banyak kejadian lucu yang dikarenakan miskomunikasi. Dari yang harusnya nunggu makanan tapi kami langsung ngeloyor pergi sehingga dianterin sama pelayannya, sampai bingung-bingung nanya apakah makanannya mengandung pork atau nggak. Disini saia juga coba Yoshinoya, Hanamaru dan lainnya yang ada di Indonesia dan untungnya gak mengecewakan sih menurut saia.

Di Jepang saia tinggal di daerah Asakusa dan untuk hotelnya sih agak mengecewakan karena ada kecoak, trus selimutnya gatel, spreinya ga bersih, WC nya jadul abiez, dll deh. Gak perlu disebutin lah ya namanya, tapi positifnya menurut saia sih, staffnya lumayan berusaha untuk memberikan yang terbaik semampu mereka. Agak jauh kalau mau menuju Shinjuku, Shibuya, dll.

Sekian cerita summer in Japan 2019 saia kali ini. Selanjutnya saia akan menuliskan cerita yang sangat menegangkan #lebay.

Jogja 2019

Selamat sore di hari pertama bulan Juli yang cerah. Suasana jalan sepi banget, mungkin karena anak sekolahan masih pada libur ya. Kali ini saia bercerita tentang liburan ke Jogja tanggal 28-30 Juni 2019. Ini adalah kali ke 3 saia ke Jogja dalam kurun waktu Januari 2018-Juni 2019. Petualangan kali ini bareng khalayak ramai. Intinya sih, ada alumni SMA yang ngadain acara jalan-jalan ke Jogja dan kuotanya masih ada. Mungkin karena ada sebagian besar yang gak bisa ikut, jadilah saia dan teman-teman yang gak ada hubungannya dengan SMA itu ikut. Emak babeh saia juga ikut, saia ajakin dan mereka mau.

Perjalanan menggunakan bis. Dari titik kumpul di Bekasi sekitar jam 7an pagi dan sampai di Jogja sekitar jam 10 malam. Siangnya, maceeetttt banget yang arah-arah Karawang gitu deh, gak paham juga.

Langsung ke cerita lah ya. Saia jalan-jalan ke UGM, Malioboro, pasar Beringharjo dan sekitarnya. Makan di angkringan dan juga foto-foto depan Museum Serangan 1 Maret. Ada semacam atraksi anak-anak di sana. Rameeee banget. Saia nyobain telur gulung harganya 10rb seporsi.

Ini foto-foto waktu di UGM :

43778701-C460-4289-87E0-06EBAF64A8A1
Gegayaan

Di UGM lagi ada acara pernikahan di balairungnya. Saia lihat banyak banget stand flower yang ngucapin selamat. Ada tempat untuk minum dan isi air minum juga. Duduk selonjoran depan FEB UGM sambil ngobrol-ngobrol. Jadi fotografer dadakan para alumni yang janjian dan juga yang dadakan ketemuan. Ada yang lagi joging sore bersama dua anjing kecil. Sempet masuk perpustakaan buat ngadem bentaran, tapi pas jam 4 keluar karena mau tutup.

Dari UGM ke Malioboro naik Grabcar. Duduk-duduk aja kyak orang bener. Pulangnya jalan kaki ke arah Munguran, tapi nyasar dan setelah jalan sejam-an dan kira-kira 5 km, naik Grab. Hahahaha.

Foto di atas adalah bagian dari perjalanan menggunakan kaki. Tampang masih cerah ceria, lama-lama jadi luluh lantak. Saia sih masih semangat, tapi ada temen yang udh rontok berat…hahahha….

Pulang dari Jogja sekitar jam 11.30, sampai Bekasi jam 2 pagi tadi, sampai rumah sekitar 2.30 pagi, tidur jam 3.30 pagi dan 5.30 alarm berbunyi. What a wonderful holiday!!!

Penipuan pembelian tiket perjalanan

Selamat hari Pancasila. Tiket adalah bagian penting dalam setiap perjalanan. Gak ada tiket, perjalanan hanya mimpi. Walaupun ada juga cerita-cerita mengenai orang yang melakukan perjalanan tanpa tiket, tapi itu adalah suatu keberuntungan yang mungkin tidak semua orang memilikinya.

Kali ini, saia ingin membahas mengenai penipuan dalam pembelian tiket online. Kebetulan, sore tadi dengar cerita tentang orang yang tertipu dalam pembelian tiket. Nyesek banget pasti rasanya.

Membahas tentang penipuan tiket, saia sendiri pernah mengalaminya, tapi tidak sampai tertipu. Ceritanya, saia ikut salah satu group jalan-jalan populer. Pernah nulis post dan komen juga. Gak berapa lama, muncullah friend request yang saia sendiri tidak kenal. Rata-rata para traveler kalau dilihat dari home fb-nya. Ada 1 penjual tiket online yang kalau saia lihat postingannya, bukan tipe penipu. Saia juga pernah pesan tiket dari dia dan ok. Jadi, ini adalah penjual yang amanah. Berikutnya, ada semacam fb dari salah satu travel agent yang lumayan populer sekarang ini tapi dulu saia belum pernah dengar, add saya sebagai friend. Karena ada hubungannya dengan traveling, maka saia accept. Kebetulan juga waktu itu ada rencana ke Singapore dan nanya harga tiket sama dia. Harganya murahhhhh banget. Padahal pas hari libur gitu. Misalkan normalnya bisa 2jutaan, kalau di dia itu hanya 600rban klo ga salah. Trus, harga tiket anak setengah harga tiket dewasa. Transfernya bukan ke nama perusahaan (karena fbnya atas nama perusahaan) tetapi ke personal bank.

Sebagai orang yang sudah makan asam garam dunia per-traveling-an (asheeeeekkkkk….wkwkwkk) dan kebetulan saia orangnya sangat perhitungan dalam soal duit apalagi klo duit buat traveling, pasti saia super duper pelit klo emang niatnya backpackeran ga bakal mau selisih serupiah pun….hahahhahaa (kecuali klo ga niat backpacker, tiket berapa aja asal udah NIAT BANGET pasti tanpa pikir panjang langsung booking). Nah si akun fb yang ternyata akun bodong ini menimbulkan kecurigaan saia. Saia sih suka hal-hal yang murmer, tapi klo murmer gak masuk akal, ya ga suka!!! #galak.

Niat awal ke Singapore mau backpackingan alias pake koper juga sihh, tapi maunya tiket murmer karena kan udah sering kesana, jadi gak mau yang premium. Nih tiket yang ditawarin si fb bodong kok murah amat, ke rekening pribadi dan contactnya masa ke nomor hp. Saia langsung telpon maskapai tersebut. Si admin fb bodong itu bilang harus dibayar dalam waktu 1 jam. Sempet nelpon juga dan logatnya itu masih kental dari daerah Indonesia yang sebelah sana deh pokoknya. Seperti masih terbata-bata menggunakan bahasa Indonesia. Apa iya ada call center maskapai yang menjelajah internasional punya CS yang maaf banget aksennya kental banget dari daerah tersebut.

Akhirnya saia cari di om gugel, nomor telepon CS maskapai yang dimaksud. Si mbak-mbak CS beneran yang saia telpon, cek bookingan dengan nomor booking yang saia sebut. Hasilnyaaaaaaaa??? Ya..ada nomor bookingan saia itu, tinggal bayar. Saia tanya, bayarnya ke account pribadi? Kata mbak-mbaknya, ke rekening perusahaan. Si mbak-mbak kyaknya udah curiga gitu, saia kena tipu. Saia tetep cool. Saia tanya, totalnya berapa? Kata dia klo ga salah 2jtaan atau 4jutaan gt deh buat berempat…si penipu suruh tranfser 1jutaan klo ga salah yaa. Si mbak-mbak CS bilang, jangan transfer ke rekening pribadi mbak, itu penipuan. Okk, makasih mbak.

Singkat cerita, si penipu itu telpon-telpon terus, tapi saia gak angkat. Dia sms dan tanya kenapa ga diangkat. Saia balas aja, anda penipu. Eh, dia bales, katanya dia ga nipu, saia telah menuduh dia dan bla bla bla….pake sok-sok ngancem segala. EGP!!!! Sana dah ke laut aja berenang-renang sampai ke tepian…hihihihi.

Akhirnya tuh fb bodong saia block. Saia jadi anti sama tuh travel agent. Tapi saia penasaran juga. Travel agent yang asli sih ga masalah ya, emang dasar penipu suka bikin perkara deh.

Jadiiiiiiiii, supaya ga tertipu, usahain cari aja sendiri atau dari travel agent online yang memang sudah kredibel seperti Traveloka, tiket.com, dll. Jangan mudah percaya dengan orang yang nawarin tiket lebih murah, apalagi murahnya gak masuk akal. Logika aja sih, emang keuntungan agent dari 1 tiket itu bisa 1 juta? Kan nggak. Jadi ga mungkin harga tiket normal 5 juta, jadi 3 juta misalnya, gak mungkin banget, memang agent mau nombokin yang 2 juta? Saia pernah juga jadi agent travel online kecil-kecilan, saia kasih tau ya, untungnya dikit…pernah untung 3000 perak aja dari 1 tiket. Tapi, ya ga tau lah klo agent besar. Tapi ya nggak mungkin berjuta-juta juga per tiket untungnya.

Jadi, buat para pencari tiket, belilah tiket di tempat yang TERPERCAYA. Jangan beli pada orang yang baru kenal di fb, ga jelas, dll. Kalau gak ngerti, tanya temen yang tau. Klo gak punya temen, datang langsung ke travel agent deket rumah. Tadinya mau untung malah buntung.

Buat para penipu, kasihanilah mereka yang kalian tipu. Kalian gak tau kan, mereka beli tiket karena ada urusan mendadak keluarga misalnya atau urusan penting lainnya. Ada mungkin diantara para pembeli itu, seseorang yang meminjam uang untuk beli tiket karena urusan penting, anak-anak yang patungan untuk orang tuanya, orang yang menabung dengan sepenuh hati, dll. Jangan cari uang dengan menipu orang lain. Nanti suatu saat nanti, semua perbuatan kita akan kembali ke kita. Apa yang kamu tabur, itu yang akan kamu tuai.

Sekian dulu sharing cerita hari ini.  Semoga berguna bagi para pembaca untuk tidak mudah tergiur tiket murah.

Hanamaru Udon

Selamat siang di hari libur ini. Hampir lupa nulis blog di bulan ini dikarenakan banyaknya kesibukan…hahhaaa…kali ini, saia bercerita tentang udon yang belum lama hadir di mall Pacific Place, namanya Hanamaru Udon. Jumat lalu saia berkesempatan untuk coba udon ini bersama teman-teman yang tidak puasa dan teman yang sedang libur puasanya.

Tempatnya saat itu cukup sepi, mungkin karena bulan puasa. Di bulan puasa ini, ada paket Ramadhan senilai Rp. 55.000 termasuk minuman dan gorengannya. Kalau pakai OVO diskon 20% dengan maksimum 10.000 klo ga salah ya. Beginilah penampakan pesanan saia :

C9D7EA71-7CAF-47FA-8CF6-6EC1089B4034
Paket udon yang saia pilih

Rasanya lumayan enak dan mirip-mirip Marugame Udon nuansanya. Ada crispy kriuk yang bisa diambil semaunya, cabe bubuk, daun bawang,dll. Yukk maree yang mau coba, silakan dicoba.

Central Market, Malaysia

Yeayyyy…selagi inget nulis dan kebetulan sore tadi ada yang nanya. Saia kalau ke KL pastinya beli oleh-oleh di Central Market. Paling gampang kalau mau kesini, pakai bis gratis yang purple line turun di Pasar Seni. Dari Pasar Seni, tinggal jalan kaki aja, gedungnya warna biru. Di sebelahnya ada lambang kayak burung gitu trus ada tulisan Kasturi Walk.

Ada salah satu toko coklat langganan saia “Choc Boutique”. Toko ini dimana-mana ada. Di Central Market sendiri ada dua toko. Toko pertama besar, gak jauh dari pintu masuk dan toko kedua berada di tengah. Langganan saia sih yang ditengah. Klo ke KL selalu beli disitu. Orangnya baik dan tabah banget ngadepin serombongan cwe-cwe heboh dari Indonesia…hahahaha….bukan endorse loh, tapi emang begitu. Kita juga akan dikasih tas yang bagus dan lumayan banget sebagai kantong belanja. Yuk yak yukk maree berbelanja.

 

Colmar Tropicale

Selamat sore menjelang malam. Hari ini hari libur, asik banget kan. Oiya, sebelum lupa, saia kali ini cerita tentang perjalanan ke Malaysia beberapa hari lalu. Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah Colmar Tropicale. Ada apa di Colmar? Lihat foto-fotonya yaa.

Colmar Tropicale ini adalah perkampungan dengan nuansa desa di Prancis. Biaya masuknya 16 Ringgit. Untuk mencapai kesana, saia dan teman-teman naik Grab car selama kurang lebih 1 jam. Lumayan jauh perjalanannya. Disini sih bagus buat foto-foto dan banyak banget rombongan Indonesia sedang berlibur disini.

Ramen Halal Seirock-ya

Selamat sore. Di hari pertama di bulan April ini, kembali cerita tentang makanan dulu ya…hehe. Jumat lalu, saia coba ramen halal yang ada di Jl. Radio Dalam. Dari kantor di SCBD, saia naik MRT yang masih gratis sampai ke Blok A. Dari Blok A naik transportasi online. Gampang tempatnya, deket lagi dari MRT, walau gak deket-deket amat juga sih. Tempatnya lumayan panas ya, walaupun ada AC nya. Saia reserved tempat karena saia baca-baca banyak yang bilang pengunjungnya banyak, jadi daripada sia-sia menunggu lebih baik reserve tempat. Awalnya dapat yang deket pintu, minta pindah ke tengah dan lumayan lah gak panas-panas banget, walaupun gak sejuk juga. Nama restorannya Seirock-ya.

Saia pesen Toripaitan shoyu pedas dengan tambahan telur. Begini penampakannya:

E43B358F-D3BE-4F74-9EE6-EB0CAFCE81F6
Penampakan awal
2375B59D-D834-4BC3-A04C-61D931662C4C
Penampakan setelah dicampur sambel

Menurut saia sih, ini ramen enakkkk dan kuahnya gurih dan kental. Telurnya super lembut. Saia tambahin cabe bubuk, tapi kyaknya ga ngaruh, mungkin cabe bubuknya buat hiasan aja kali ya, ga ada pedes-pedesnya sih menurut saia. Apa lidah saia yang udah kebal kali yaa….hahahaha

Temen saia yang lain pesan Toripaitan ekstrim pedas dan Toripaitan ekstrim telur. Selain itu kami berempat (satu nyusul abis sholat Jumat), nyobain Gyoza ayam panggang yang rasanya menurut saia sih, ga berasa sama sekali. Nyobain Yaki shumai juga dan rasanya agak kurang-kurang apaaa gitu deh.

Kenapa saia nggak mesen Toripaitan ekstrim pedas secara saia pencinta pedas? karena mengandung seafood, jadinya yaa yang amannya itu yang Toripaitan shoyu pedas yang pure ayam aja, gak pake aroma-aroma seafood.

Harga Toripaitan shoyu pedas sebelum tax Rp. 66.000 plus toping telur Rp. 11.000. Paketan saia itu ga pake telur, jadi klo udah sepaket sama telur, ya ga perlu tambahan toping telur lagi.

Harga Toripaitan ekstrim pedas Rp. 73.500 dan Toripaitan ekstrim telur Rp. 79.200. Kalau mau nambah sambal jepangnya juga bisa Rp. 5.500. Saia gak beli minum karena bawa  air minum di botol minum dari kantor biar irit…hahahaha. Nggak biar irit juga sih, tapi ya kali makan mesennya air mineral, mending bawa deh. Soalnya, jenis minumannya kurang banyak menurut saia, gak ada coklat…hehe.

Temen saia, satu juga bawa minum, satu pesen green tea cold yang bisa di-refill seharga Rp. 12.100 dan satu lagi pesen mango peach seharga Rp. 15.400. Gyoza harganya Rp. 34.100 dan Yaki shumai Rp. 39.600. Cukup pricey, tapi gak nyesel deh. Hari Minggu kepengen lagi makan di AEON, tapi berhubung saia hari Minggu kemarin nungguin tukang di ruko, jadinya gak jadi deh.

Pokoke cobain deh, halal lagi. Kalau saja restorannya rada disejukin dikit, wahh, lebih mantap lagi. Tapi, untuk sekarang ini ya lumayanlah untuk ramen halal yang enak.

MRT Jakarta

Selamat siang. Kali ini cerita saia mengenai MRT Jakarta yang akhir-akhir ini jadi viral dimana-mana ya…hehe. Ceritanya, kemarin berencana pulang naik MRT (waktu uji coba ga ikutan karena ga ada waktu *sok sibuk :p). Saia dan temen pakai tiket temen lainnya yang dibeli gratis di satu e-commerce yang memfasilitasi pembelian tiket MRT. Saia naik di statiun MRT Polda. Ada dua petugas yang minta lihat bukti bookingan tiket, lalu temen saia nunjukkin screen shot nya. Sebenarnya, ada yang lebih dekat stasiunnya, yaitu stasiun Bursa Efek Indonesia, tapi sepertinya belum full beroperasi kali yaa, jadinya naik via Stasiun Polda.

Rencananya, turun di statiun Dukuh Atas BNI City. Kemarin dapat kabar, kalau MRT tidak berhenti di situ, tapi kemarin sih berhenti di Dukuh Atas yaa. Orang-orang masih pada antusias foto-foto dan juga rekam video selama perjalanan MRT. Cepet banget. Berikut foto-foto yang dapat saia share :

Di dalam stasiun MRT, udah ada beberapa toko-toko yang buka, juga ngasih diskon khusus di jam-jam tertentu. Pokoke TOP banget deh. Hari Minggu mau coba sampai stasiun akhir, selagi masih gratis. Yukk coba naik MRT.

Jogja-Klaten

Holaaaaaaaaa….kembali ini re-post dari blog saia yang dulu dan yang sekarang masih tetep eksis…hehe….

Jogja-Klaten

Hari ini saia mau cerita tentang perjalanan ke Jogja-Klaten…berangkat hari Kamis malam tanggal 12 Juli 2012 jam 20.20 dari Stasiun Senen. Hampir aja ketinggalan kereta karena sebelumnya mau beli makanan dulu, tapi karena si penjual kayaknya cuek bebek dan ga niat jualan (sebel banget ama pedagang yang kayak gini, kesannya seperti hanya dia doank kali ya yang dagang, meskipun kenyataannya emang gitu…cuman dia doank yang dagang, lainnya pada udah tutup…)

Di kereta, suasana sih penuh ya tapi ga ada yang berdiri-berdiri seperti dulu waktu mau ke Jember. Perginya bertiga tapi tempat duduknya terpisah….mana tempat duduknya ga bisa dimodifikasi, pegel beut dah…dan untungnya jam 6 pagi keesokan harinya sampai di stasiun Tugu, Jogja…itu juga hampir kelewatan loh soalnya ga nyadar klo udah nyampe!!!

Dari stasiun jalanlah kami beriringan bertiga dan banyak yang nawarin naik becak. Setelah berjalan terus, akhirnya kami tertarik sama abang-abang becak (maksudnya tertarik buat naik becaknya….) jadi, karena bertiga dan barang bawaan banyak, naiknya dua becak trus nyari-nyari hotel. Waktu tiba di hotel yang dimaksud, ternyata udah full, trus si abang becaknya dengan baik hati nganterin buat nyari hotel lain dan ketemulah hotel itu…sejenak waktu melihat dari luar, saia merasa…koq hotelnya kyak gini ya…tapi mungkin emang begitu kali hotel di Jogja…akhirnya masuklah kami bertiga, sebelumnya si abang becak yang tau kami mau lanjut ke Klaten bilang : “ini no hp saya, kan katanya mau ke Klaten, nanti bisa hubungi saya, nanti saya jemput ke sini”…nama abang becaknya pak Supri…trus saia bilang “ok”.

Setelah dapat room no 03 (klo ga salah), kami bertiga masukin barang, ngecharge hp (klo saia berhubung batere masih ada dan colokan cuman 2 jd belakangan nge-chargenya), tidur-tiduran, mandi dan jalaaaannnnnn…..

Pertama keluar dari hotel, mau cari makanan dulu dan setelah berjalan menyusuri jalan Malioboro itu, terlihatlah ada tulisan “pecel ayam” gitu…trus tanpa a i u e o, pesen pecel ayam, nasi sama air mineral…pertama di kasih nasinya, agak kurang selera juga…buseeet, terlihat lembek seperti bubur, untung wkt dimakan ga gitu eneg-eneg banget sih, trus pas liat pecel ayamnya dengan banyak kol…kayak kurang ok gt menurut saia..rasanya juga kurang mantep, pokoke ga seenak yang di Jakarta deh…dan pada saat mau bayar…jreng….jreng…jreng….buseeeettttt…mahal beutt, gile….kalah dah ibukota Jakarta tercinta….waktu temen minta daftar harga, dikasih daftarnya (awalnya cuman dikasih daftar menu tanpa harga)..bener-bener kebohongan publik tingkat tinggi nih, ga mau lagi deh makan di situ lagi, udah sangat mahal, makanannya juga kurang enak….

Selanjutnya berjalan menyusuri jalan Malioboro, ditawari becak sama abang-abang becak yang banyak berseliweran di mana-mana dan memutuskan naik becak abang-abang yang terpilih, sangat murah meriah ongkos becaknya untuk jalan-jalan ke berbagai pelosok, klo ga salah 4 tempat seperti tempat belanja-belanja khas daerah…setelah keliling-keliling beli oleh-oleh kami berencana untuk berangkat ke Prambanan dan turun di halte trans Jogja.

Trans Jogja ini kayak trans Jakarta, tapi lebih keren di sini sih…soale di sana bisnya lebih kecil dan haltenya sempit, hanya ada satu pintu masuk dan masuknya satu-satu. Klo boleh kritik, hmm, sori dori aja sih…petugasnya juga kurang sigap terkesan lambat banget, udah gitu pake acara ngomong-ngomong jadi memperlambat pembelian tiket, trus kurang atraktif juga untuk ngembaliin kembalian atau bahasa kasarnya super duper lamban, selalu ga punya kembalian, beralasan ini itu supaya ngasih uang pas, alasan yang ga perlu penumpang lain tau…heran deh, koq petugas bisa omong kayak gitu ya, udah kayak klompencapir aja…pokoke, untuk pelayanan, Trans Jogja menurut saya kurang dah…(mungkin karena di Jakarta ga kayak gitu ya…) – ini pendapat tahun 2012, kalau sekarang, gak tau juga sih karena terakhir ke Jogja Oktober 2018 yang lalu saia tidak menggunakan Trans Jogja.

Di trans Jogja ini juga sih terlihat ga kayak Jakarta juga yang heboh-heboh rebutan tempat duduk, klo disini lebih membumi lah istilahnya….yah, ada plus minus nya sih…singkat cerita setelah perjalanan yang panjang..sampailah kami di Prambanan…belum sampe sebenernya, harus naik delman dulu lalu sampailah di Prambanan. Bayar tiket masuk dan mulai menjelajah Prambanan, foto sana sini, liat candi-candi lain, naik kereta jalan-jalan menuju 3 candi lainnya dan akhirnya keluar dari wilayah Prambanan. Sebelnya, di loket tertulis, klo wisatawan asing free klo lokal bayar…ya ampyuuunnn Indonesiakuuuuu, masa narik fee dari bangsa sendiri sih???? Lebih mengistimewakan orang asing daripada orang sendiri, seketika saia jadi kecewa dengan negaraku Indonesia tercinta….:( . Makan dulu di luar dan terlihat harganya murah meriah (karena paginya tertipu dengan makanan kurang enak tapi sangat mahal). Saia pesan nasi goreng alias nasgor yang lainnya nasi soto. Saia tadinya nanya dulu itu soto pake santan apa bening, kata ibu-ibunya semuanya bening…jd saia lebih milih nasgor aja. Sebelumnya saia nanya, nasgor isinya apa aja, si ibu itu bilang, “kol, telur…” trus saia tanya, “boleh ga telornya diceplok” trus si ibu bilang “ok”.  Waktu makanan datang, saia liat soto teman dan berpikir “itu soto?? Kyaknya airnya doank yang banyak dan isinya seiprit gitu….untung gw ga mesen soto!!!!”  datanglah nasgor pesanan saia dan seketika saia melihat ada yang kurang beres sama nih nasgor…warnanya coklat banget dan kyak basah gitu nandain kebanyakan kecap…telornya sih lumanyan beres lah….pas dimakan…ini nasgor manisnya ga keukur dah, udah gitu ada rasa-rasa asin. Tiba-tiba saia ngerasa bener-bener tertipu untuk kedua kalinya nih….pas bayar??? Ternyata tuh telor ceplok punya harga sendiri, et dah buset, koq gitu ya?? Udah nasgornya harganya lebih murah di Jakarta, manis dan asinnya ga kebayang, eh si telor ternyata nambah biaya lagi….lah tadi kata si ibu nasgor pake telor dan kol..lah ini kok jadi telornya nambah biaya nasgor??? Apa jadinya klo si nasgor doank yang saia pesan….bisa pingsan dah gw!!! Abis itu beli oleh-oleh yang harganya murah ketimbang waktu jalan-jalan pertama kali…lumayaan, tapi ada teman yang karena ga begitu perhatiin barang yang dibelinya, jadinya beli baju yang rada robek….weleh-weleh.

Setelah dari Prambanan balik ke hotel, bergaya-gaya dan berheboh-heboh ria untuk menikmati Jogja di waktu malam. Masih belanja belanji juga, makan-makan dan tetep aja yang namanya makanan Jawa itu manisnya ga ketulungan, jadinya meski mesen yang mie goreng pedes, teuteup lohhh manisnyaaaaaa…..!!!!

Sabtu pagi rencana mau ke gereja, tapi berhubung ga tau letak arahnya kemana dan dimana, jadinya ga gereja deh. Sabtu siang siap-siap menuju Klaten dan ternyata ke sana hanya setengah jam naik kereta. Ke Stasiun nelpon pak Supri dan kayaknya dia rada kecewa gitu liat kami udah belanja-belanja tanpa menggunakan jasa dia. Sampai di sana dijemput dan singkat cerita Klaten itu sepiiii akan sarana wisata (mungkin karena udah malem), tapi namanya mobil, motor berseliweran sih…jangan ditanya…debu knalpot dimana-mana. Minggu siang naik bis menuju Jakarta dan sampai pagi hari jam 8 kurang. Lama banget dari perkiraan yang harusnya jam 5 pagi. Serunya, ngelewatin berbagai daerah di Jawa….dan berhubung Senin itu saia cuti, jadi bersantai-santai deh di rumah…hehehehe.