Hulaaaaaaaaaa….kali ini saia akan cerita mengenai salah satu kota di Jerman, Frankfurt. Kenapa judulnya semalam di Frankfurt? karena ya hanya semalam saja saia berada di Frankfurt. Kenapa saia bisa berada di Frankfurt? Sebenernya sih karena tour dimulai dari Frankfurt ini. Jadi kami segerombolan empat orang dari Indonesia menginjakkan kaki pertama kali di Amsterdam. Dari Amsterdam kami menuju Frankfurt dan sampai sudah malam. Disini foto-foto yang dapat saia share mengenai keadaan kota Frankfurt. Berhubung sampai sudah malam dan pagi-pagi sekitar jam 8 harus berangkat, jadi gak banyak foto yang bisa saia berikan. Yukk mari kembali bercerita melalui foto-foto.
Bergaya dengan pemandangan kota Frankfurt di waktu pagi. Jangan salah loh, ini waktu pagi sekitar jam 6-an pagi. Kelihatan masih gelap banget kan yaa..apa karena lagi autumn??? yah, mungkin juga sih.Waktu di Frankfurt nginep di hotel Excelsior. Hotel ini recommended banget, selain dapat coklat sebagai welcome chocolate, keistimewaannya adalah free minibar. Jarang-jarang kan bahkan hampir gak ada hotel yang ngasih free buat minibar nya. Baru kali ini saia dapat yang kayak gini. Kapan-kapan kalau ke Frankfurt lagi, pastinya akan nginep di hotel ini lagi. Very Recommended hotel. Dari segi harga juga masuk kantong kategori pelancong pas-pasan seperti saia. Gak mahal tapi gak murahan juga. Coklatnya enak dan jadi kepengen lagi makan coklat ini…heheheheFrankfurt di waktu pagi yang seperti waktu malamKeadaan Franfurt di waktu pagi. Jalanan masih sangat sepi, tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang.
Walaupun hanya satu malam di Frankfurt, saia merasakan kota ini begitu menyenangkan. Pagi hari ketika kondisi cerah, banyak orang berlalu lalang melakukan aktivitasnya. Itulah Frankfurt menurut pandangan saia.
Menuliskan kisah di Budapest, ibukota Hungary (Hongaria) sebenernya ada cerita yang tidak ingin diceritakan…tapi ceritain aja deh. Foto-foto di kamera hp yang keren-keren banget hilang musnah dikarenakan saia salah pencet…hikss…untunglah ada kamera saku sang penyelamat segala kenangan itu. Walaupun yang keren-keren menghilang, tapi paling nggak kenangan tentang Hungary ini tidak hilang sama sekali.
Sepert biasa, bercerita melalui foto. Foto-foto disini dari kamera saku saia yang menyelamatkan memory tentang Budapest. Satu hal yang baru saia ketahui yaitu ternyata lagu Danube River itu bener-bener dari nama sungai bernama Danube di Hungary. Saia baru tahu deh. Bagi yang suka musik klasik (bukan klasik kali yakk) atau yang pernah les piano pasti tahu deh lagu Danube River ini…
Danube River. Foto diambil dari dalam Danube Cruise. Biaya naik Danube Cruise ini Euro 10Pemandangan di Danube River
Fotoan dengan background bangunan atau kastil yang keren banget di Hungary. Berhubung banyak orang yang juga fotoan di background yang sama, jadinya ya banyak orang juga jadi background foto ini.
Danube river yang ada di buku piano ternyata bener-bener adaDanube River
Ini adalah foto-foto Hungarian Dinner di Budapest. Ada atraksi musik dari para Hungarian musician dan juga Hungarian Folk style Dance. Dinner disini lumayan mehong loh, sekitar Euro 50. Suasananya kyak di cafe-cafe gitu. Untuk makanan, sebenernya saia agak shock gitu ngeliatnya, maklumlah saia kan bukan orang yang suka mencoba kuliner-kuliner baru. Akhirnya saia memutuskan untuk memilih vegetarian food yang sepertinya saia salah pilihan 😥 Entah apa itu menu vegetarian yang diletakkan di dalam paprika yang besar-besar warna merah dan hijau. Menurut saia sih, gak masuk yah makanan seperti itu, maklum saia orang Indonesia yang kalo makan pake nasi dan telur aja udah seneng banget. Menu makanan lainnya ada semacam hati angsa, turkey kari dan entah apa lagi. O iya, ada pork juga disitu….haiiissshhh….hahahha….temen ada yang mesen menu fish dan menu ini menurut saia bisa dikategorikan makanan yang normal menurut saia. Minumnya ada air putih, ada wine juga dan lain sebagainya. Tentu saja saia tidak minum wine, hanya minum air putih, jus jeruk dan jus apa lagi yaa…semangka or jambu gitu.
Dikarenakan harga yang super duper mahal untuk dinner disini, menurut saia cukuplah sekali saia mencoba dan nggak akan coba lagi…hehehehe….selain mehong, rasa dan jenis makanannya gak cucok di lidah saia yang doyannya nasi pake telor sekalian pake kecap juga.
Jalan di Budapest. Para pejalan kaki lagi nunggu lampu hijau untuk pejalan kaki agar dapat menyeberangSuasana kota BudapestBergaya di icon HungaryBergaya di icon BudapestJalanan di kota Budapest, HungaryTugu yang ada di BudapestBangunan dan jalanan di Budapest. Teratur.Bangunan di BudapestBergaya di tugu Budapest
Masih tugu di Budapest. Disini banyak banget pengunjung. Waktu itu ngeliat banyak anak sekolahan yang lagi study tour ke sini.
Bangunan Klasik di BudapestAgain…Danube River. Pemandangan kota dari Danube RiverDanube River ini sangat indah, airnya bersih, jernih, suasananya juga nyamanSelpieh again di depan semacam gedung parlemen di Budapest. Background lainnya anak-anak yang sedang study tour
Last picture, lagi-lagi saia bergaya di atas Danube Cruise dengan background Danube River dan bangunan klasik di pinggir Danube River. Di foto ini gak ada background orang…hehehe
Gak pernah kepikiran akan menginjakkan kaki di tempat yang namanya Hungary. Dulu waktu masih kecil, kirain Hungary ini adalah negara dari benua hitam tau-tau ini salah satu negara di benua biru. Letaknya sendiri di Eropa Timur kalau saia tidak salah. Waktu pertama kali ke Hungary sih ga ada pikiran ini negara terkenalnya karena apa. Setelah dibilang oleh tour guidenya akan menyusuri Danube River, saia mulai ingat ternyata si Danube River ini bener-bener ada di dunia dan letaknya di Hungary dan saia berhasil menginjakkan kaki saia di tempat dimana saia tahu hanya melalui lagu di buku piano.
Hulaaahooo,,,,kembali lagi bersama saia disini….Hari ini saia mau cerita tentang bagian dari Austria, yakni ibukotanya, Vienna. Awalnya, Austria atau Vienna ini bukan bagian dari mimpi saia di masa-masa yang lalu. Tapiiiiiiiiiiii….seketka saia fall in love dengan si Vienna ini. Disini saia banyak menemui semacam orang-orang yang nawarin Vienna Waltz Concert dengan berpakaian a la musikus klasik jaman dulu. Keren banget. Di Vienna ini saia ga ikut Vienna Waltz Concert karena selain mehong sekitar Euro 55, temen-temen seperjalanan saia juga ga minat untuk ikutan, yasud…tapi bolehlah yaa lain kali saia ikutan, nabung dulu yang banyak…hihihihi….
Sekalinya saia kenal sama Vienna, seketika kok minat saia terhadap Swiss untuk menjadi negara tempat tinggal (amin!) pudar. Saia jadi lebih minat di Vienna. Pokoke kota satu ini bener-bener kota klasik banget. Mareeee lah kita bercerita melalui foto.
Bergaya di depan Schonbrunn gate. Ini tempat yang terkenal banget di Vienna. Ada Istananya. Saia nda masuk ke istananya, sebenernya sih lumayan murmer juga, kalau gak salah ingat Euro 15, tapi saia lebih memilih foto-foto diluar dibandingkan masuk ke dalam istananya. Antriannya super panjang dan jadi males.
Sejujurnya saia juga udah rada-rada lupa gitu ini tempat namanya apa. Fotoan bareng temen-temen perjalanan dari Jakarta. Tempatnya tinggi, di belakan itu ada teropong dan harus masukin koin Euro 1. Saia sih males ngeluarin Euro 1…hihihihi…Jen, temen dari Abu Dhabi sih nyobain.
Selfie di depan Istana di Vienna, entah apa namanya…hadeehhh….sepert lupa saiaSelpieh agaiinnn….:p
Di atas adalah bangunan-bangunan, jalanan dan suasana kota Vienna. Adem banget. Apa karena autumn yah….hehehe….
Bergaya di depan Istana Vienna. Temen seperjalanan ada yang ikut kursus singkat pembuatan apple strudle. Berhubung saia nda suka cinnamon, jadi ya ga begitu suka apple strudle…hehe…
Ternyata ada patung Goethe. Sepintas saia jadi amnesia. Saia mikirnya ini ada di Jerman, tapi pas liat history di fb, upload locationnya Vienna….hihihihi…Tapi setelah dipikir-pikir masuk akal juga ya, Austria kan negara berbahasa Jerman.
Bareng sama Mbak Rini, pencinta apple strudle sejati…xixixixi…sayangnya dipoto pas apple strudlenya udah abis yakk..hahahaha…ini makan di semacam cafe gitu. Tadinya mau makan disini dengan harapan ada wifi, apa boleh buat wifinya ada di dalam ruangan sedangkan ini makannya di cafe outdoor (ada cafe indoornya juga)
Begitulah cerita tentang Vienna. Masih banyak lagi yang tidak terlukiskan disini saking banyaknya yang mau diceritain, tapi bingung juga sih mau mulai darimana. Austria menurut saia nih yaa, seperti yang saia kasih tau sebelumnya, nih kota klasik banget, ok banget deh bagi pencinta musik klasik seperti saia.
Jika suatu saat nanti saia disuruh memilih negara Eropa mana yang ingin dikunjungi kembali, Austria terlebih Vienna akan menjadi satu pilihan teratas. Semoga saja masih ada kesempatan itu dikemudian hari. Amiiinnnnn 🙂 🙂 🙂