Ini bagian terakhir mengenai Italy, kali ini saia akan cerita tentang sebuah negara yang ada di dalam negara, Vatikan, nama negara tersebut. Vatikan ini berada di kota Roma, Italy. Ada apa di Vatikan?
Welcome to Vatikan
Vatikan ini adalah tempat tinggalnya Sri Paus, pimpinan tertinggi Gereja Katolik. Disini juga ada Sistine Chapel, gereja yang katanya memiliki nilai yang sangat tinggi. Saia gak masuk ke Sistine Chapel ini karena tiket masuknya mahal, kalau gak salah sekitar 55 Euro gitu, mahal beut, kantong rupiah saia gak mampu…hhehehe….saia foto-foto aja di depan bangunan-bangunan megah di Vatikan. Kalau dilihat dari banyaknya orang yang ngantri, kalau gak salah mereka itu yang mau masuk trus salaman sama Sri Paus atau gimana yaa, semacam itulah. Ngeliat ada rombongan biarawati yang sedang melakukan jalan salib, saia gak foto, karena saia gak tau boleh foto apa nggaknya, saia lihat gak ada orang foto-foto waktu hal tersebut berlangsung.
Ini foto saia di depan air mancur bangunan megah di Vatikan. O iya, di setiap gate alias pintu gerbangnya itu ada tulisan Alexander XX contohnya, semuanya berurutan gitu deh, entah apa maksudnya.
Gak afdol kalau ga ada tulisan Vatican-nya
Berikutnya kita akan melihat suasana di Vatikan :
Saat itu banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke negara kecil ini. Kalau gak salah inget luas negara ini hanya 0,4 km2 yaa, sungguh kecil kan.
Selfie di depan bangunan kota Vatican
Disini banyak pedagan souvenir yang berasal dari India. Ada makanan fastfood juga seperti McD. Kotanya kecil, jalanannya pun ramai meski tidak seramai di Jakarta.
Disini juga ada ada beberapa polisi yang keren, hahaa…waktu itu ada fotonya sih, tapi saia cari-cari di database kok ga ada yaa…hihihihi…sekian cerita saia tentang negara di dalam negara ini dan ini adalah negara dan kota terakhir yang saia ceritakan selama Euro Trip. Di lain kesempatan harus mengunjungi daerah Eropa lainnya nih, agar ada cerita seru lainnya.
Kembali lagi dengan saia sang penjelajah bumi…hihihihi….kali ini saia akan tetap di negara Italy untuk mengunjungi Colloseum.
Ini dia tempat dimana sang gladiator, Colloseum
Waktu ke sana, hujan turun lumayan deres, jadi rada malay jalan-jalan sekitar Colloseum ini. Bangunannya seperti yang ada di foto itu. Hasil fotonya keren yah, gak keliatan seperti lagi hujan. Colloseum ini kalau gak salah merupakan icon terkenal lainnya setelah Menara Pisa di Italy ini. Banyak banget wisatawan datang kesini.
Selfian depan Colloseum
Kalau dilihat-lihat, bangunannya udah lumayan berumur yah, mungkin udah ratusan tahun. Kalau lihat kedalamnya kayaknya asik juga, tapi rada males klo hujan udah turun, dimana-mana becek, bikin suasana hati jadi bimbang dan ragu….hahahahahahahaha….
Holaaaa…kembali lagi dengan saia disini, sang penulis blog, hahahaa….Kali ini saia akan bercerita tentang kota Pisa. Dulu saia pikir, nama Pisa itu adalah nama sebuah menara miring yang ketika saia SD merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Ternyata, Pisa ini merupakan nama kota di negara Italia. Yuk yak yukk lihat-lihat si keajaiban dunia ini.
Ini dia salah satu dari 7 keajaiban dunia, Menara Pisa
Banyak banget wisatawan yang foto-foto di icon ini. Saia salah satu dari ribuan wisatawan yang datang ke tempat ini, foto-foto dari berbagai macam arah.
Kota ini kota yang sepi sih menurut saia kalau dibandingkan Jakarta. Saia ga tau apakah ada tempat menarik lainnya di Pisa ini karena waktu itu ke kota Pisa hanya untuk mengunjungi menara miring ini. Mungkin lain waktu akan ada kesempatan itu.
Ulalalaaaaaaaa…saatnya bermain bersama di Disneyland Paris. Ini adalah Disneyland ke-2 yang saia kunjungi setelah Disneyland Hongkong. Disini adalah seperti kota impian. Luaaaassss banget, jadinya ga semua bisa diexplore dalam 1 hari itu. Tiket masuknya lumayan mehong, sekitar 90 euro gitu buat dewasa….hadehhhh…yah gpp lah sekali-sekali, yang penting udah pernah menginjakkan kaki ke dalam Disneyland Paris. Waktu itu beli di website pake mata uang GBP yang ternyata pas dikonversi masih disuruh nambah sekitar 15 euro lagi. Di websitenya dibilang cheaper tiket than ticket in locket, eh tau-tau sama aja. Pas diminta kirim komentar menggunakan website, saia sampaikan saja unek-unek saia dan mereka minta maaf gitu. Ok lah, back to topic, lihat yuk ada apa aja di Disneyland Paris.
Welcome to Disneyland Paris
Bagian depan dan belakang (atau samping yah) dari Disneyland Paris. Waktu itu kalau gak salah hari Minggu yah, suasana rame banget tapi gak seramai Dufan juga sih di high season.
Inceran yang paling diincer nih. Antrian panjang banget buat fotoan sama si MickeyFotoan sama si Mickey. Gak beli fotonya, soalnya mahal…hahahaha….ini difoto dari layar komputerIstana impianSefieh di istana impian. O iya, waktu itu hujan deres banget, ga ada payung (ga bawa lebih tepatnya) tapi hasil foto semua maksimal
Kepala Mickey dan Donald Duck family menghiasi taman-taman di Disneyland Paris.
Komidi putar. Ngeblur karena bergerak komidi putarnya…haha….
Rangkaian parade tokoh-tokoh kartun. Walaupun hujan, tetep semangat nungguin sampai paradenya selesai. O iya, lagu paradenya ini saia sangat suka banget, judulnya Magic Everywhere. Sebenarnya lagi ini adalah lagu 20th anniversary celebration tahun 2012. Seru dan asik banget lagunya. Lalu, dimanakah magic wand?
Yihaaaaaaaaaaa,,,,ini dia sang magic wand
Disneyland Paris pokoke OK banget. Pengen banget kesini lagi suatu saat nanti dan tentu saja harus menabung pakai mikir karena mahal banget tiket kesini, tapi worth it loh. Yukk, ke Disneyland Paris.
Hulaaa….kali ini saia akan kembali cerita mengenai salah satu kota romantis di Prancis yang selalu diagung-agungkan selama ini, kota Paris yang terkenal dengan landmark Menara Eiffel yang waktu saia SD dulu termasuk dalam 7 keajaiban dunia (sekarang gak tau deh apa masih masuk apa ngga). Mari bercerita mengenai Paris dari foto.
Ini dia si Menara Eiffel, lambangnya kota Paris
Ini saia fotoan di landmark kota romantis ini. O iya, waktu itu saia dua kali ke Eiffel, soalnya rada lama juga di kota Paris ini, sampai hafal jalannya, alur metronya, dll. Pokoke gampanglah di Paris. Pokoke kalau naik metro, turun di stasiun Trocadero, keluar pintu….langsung terpampang sang Eiffel.
Keluar MRT Trocadero langsung fotoan. Harus jalan lebih ke depan supaya lebih ok, kalau dari sini seperti berkabut.Inilah jalan sekitar Eiffel
Fotoan dulu lah di Eiffel dengan jarak dekat (kesannya…hihihihii…gak bosen-bosen deh ke Eiffel, banyak orang tapi seru. Jadi inget film Eiffel I’m in love, gak nyangka saia juga bisa falling in love sama Eiffel.
Ini fotoan di depan pohon yang lagi bagus-bagusnya di musim gugur Oktober 2016 lalu. Matahari besinar tapi gak terik melainkan menyilaukan…hahaha…pohon ini dilewati kalau mau menuju Eiffel. O iya, di sekitar jalan ini banyak orang yang bawa-bawa semacam kertas plus paper board gitu, minta tanda tangan or gimana gitu. Kalau menurut temennya temen yang ada di Paris, gak usah ditanggepin, karena nanti ujung-ujungnya minta duit. Kayaknya mereka pada tau yang mana turis yang mana orang lokal. O iya, disini orang-orang dari berkulit hitam pada pinter bahasa Indonesia loh, artinya banyak banget ya orang Indonesia yang berkunjung ke Paris dan mereka tau banget klo kami tuh orang Indonesia…hehehehe….
Ngelewatin gedung ini kalau mau ke Eiffel yang arah sungai SeinePemandangan sekitar EiffelSuasana kota ParisIni dia yang namanya sungai Seine, sungai yang pernah saia denger waktu SD dulu, gak nyangka beneran bisa lihat sungai Seine langsungSalah satu jalan di sudut kota Paris. Lewatin jalan ini waktu mau ke Sorbonne
Ini lagi salah salah satu yang terkenal dari negara Prancis, Arc de Triomphe. Di sekitar jalan yang mirip jalan Sudirman di Jakarta ini, banyak outlet-outlet premium dengan harga yang menurut saia lebih murah dibanding di Jakarta. Kalau malam lampu-lampu dinyalakan dan keren banget, pokoke seru deh. Ke sini juga dua kali….xixixixi
Gak afdol kalo gak selfiean depan Arc de Triomphe di siang hariKali ini selfian di waktu malam….xixixixi
Di foto ini, saia fotoan di depan gereja yang jadi tempat syutingnya film Da Vinci Code. Berhubung saia gak pernah nonton filmnya dan cuma pernah denger aja, jadilah saia menelusuri ke dalam gereja ini. Ada bagian yang sedang direnovasi ketika itu, jadi fotonya segini aja.
Ini adalah museum Louvre tempatnya lukisan Monalisa. Waktu kesini, gak masuk ke dalam karena udah sore dan sepertinya udah mau tutup. Wisatawan yang mau masuk ke museum ini denger cerita dari orang yang tinggal disana, ngantri banget. O iya, itu bangunannya warna kuning keemasan bukan karena warnanya beneran kyak gitu yah, tapi karena terpapar sinar matahari sore. Kalau lihat bagian yang tidak terpapar sinar matahari, ya warnanya warna asli. Saia foto dalam dua bagian biar keliatan jelas gitu perbedaanya…hahahaha….
Nih dia yang lebih jelas ada tulisan Louvre nya…hehhee
Masih bagian dari Louvre dari sisi yang tidak terpapar matahari. Gak mendung tapi cerah ceriaUniversitas Sorbonne
Khusus Sorbonne, saia mau cerita. Waktu itu saia bilang sama temennya temen yang tinggal di Paris supaya bisa berkunjung ke Sorbonne. Waktu itu sebenernya Sorbonne agak jauh dan gak sejalan dengan Arc de Triomphe, Louvre, dll. Tapi, saia bilang, Sorbonne ini memiliki arti penting buat saia, impian masa kecil saia. Waktu itu saia fotoan di depan yang tulisannya “Universite of Paris” or apaaalah gitu, intinya ya itu si Sorbonne. Saia bilang, saia belum ngerasa ke Sorbonne klo belum lihat ada tulisan Sorbonne-nya, akhirnya jalan menyusuri jalan dan keteeeeemuuuuu!!!!
Kenapa Sorbonne memiliki arti penting buat hidup saia? waktu itu saia masih kelas 6 SD, belajar mengenai negara-negara di dunia. Biasa aja sih. Tapi entah mengapa, waktu guru mengatakan Universitas Sorbonne di Paris, seketika itu juga saia merasa ada something yang saia gak tau apa itu. Saia bercita-cita untuk kuliah di Sorbonne (wkwkwkwk). Karena saia gak sejenius Marie Currie, akhirnya impian saia hanya melihat Sorbonne saja dannnn Tuhan mengabulkan impian saia untuk dapat benar-benar mengunjungi Sorbonne. Sorbonne kampus impianku, kapan yah aku beneran bisa kuliah di sana??? hahahahaha….tapi, ini adalah impian masa kecilku. Sorbonne yang hanya ada dalam lukisan kecil di kepala seorang anak kecil kini sudah tergapai. Makanya saia suka banget tetralogi Laskar Pelangi, beli bukunya di Gramedia, asli dan empat-empatnya punya karena apa? bukan karena lagi tenar ketika itu, tapi ketika saia tahu kalau penulisnya lulusan Sorbonne….hahhahaha
Cerita Sorbonne lagi ahh…(xixixixi). Ini benar-benar mimpi saia. Saia gak pernah mimpi ke Amerika atau ke Gurun Sahara. Hanya Sorbonne yang menjadi impian kecil saia (selain Swiss tentunya). Sorbonne…akhirnya Tuhan benar-benar mengijinkan saia untuk dapat melihatmu dari dekat.
Impian yang dahulu jauh, kini dekat. The power of dream…juga doa dan usaha….:)