Dusun Bambu

Hulaaaa…hari ini saia akan bercerita tentang sebuah tempat di kota Bandung sana yang bernama Dusun Bambu. Waktu saia ke sana kira-kira bulan Februari tahun 2016 dan saat itu adalah hari Senin. Hari Senin? tanggal merah kah? oohh, tentu saja tidak, tapi kami dari kantor yang sama, sama-sama cuti pada saat tanggal tersebut. Untungnya lagi, kami yang pergi ke sana berasal dari Departemen yang berbeda di kantor, jadinya gak masalah kalau cuti bareng-bareng. Gak semuanya sekantor sih, satu temennya temen dan satunya lagi udah resign alias mantan temen sekantor, tapi kami masih keep in touch sampai sekarang.

Ada apa di Dusun Bambu, nih foto-fotonya :

Foto-fotonya sepertinya kurang banyak gitu yah, entah pakai hp siapa waktu itu, hehehee, di media library adanya hanya ini aja dan beberapa foto selfie lainnya. Males banget kan klo ngeliat foto-foto selfie saia ajah…hehehehe…

Dusun Bambu itu tempat yang asyik buat keluarga. Ada arena permainan anak-anak. Di sana kalau makan itu, harus beli kupon dulu. Kupon yang udah dibeli, gak bisa diuangin lagi, jadi, mau gak mau ya harus dihabisin. Hitung-hitung dulu mau beli apaan supaya kuponnya gak sia-sia alias kebanyakan.

Ada semacam ruang-ruangan gitu disini, tapi bayar. Kalau gak salah 100rb/room/jam. Kita gak nyobain karena bayar itu…hehehee…foto-foto aja disini…yang suka fotoan dan ingin menikmati alam, bisa datang kesini. Letaknya di Parongpong, yukk mareeee…

Pulau Umang

Hari Jumat dan Sabtu lalu, tepatnya tanggal 27-28 Oktober 2017, saia ada gathering bersama satu Group Perusahaan (hanya 1 Department aja) ke suatu tempat yang bernama Pulau Umang. Rencana awal, berangkat jam 5.30 dengan 3 meeting point, yakni Kuningan, Kebon Jeruk dan Alam Sutera. Ternyata ada perubahan, jadinya Kamis malam jam 10. Berubah lagi, balik ke awal, yakni jam 5.30 pagi hari Jumat. Waktu hari Kamis tanggal 26 Oktober 2017, saia ada meeting di Bank (Group Perusahaan) dan pada saat saia disana, diberitahukan bahwa akan berangkat jam 10.30 Jumat. Siang juga yahh, saia pikir begitu, tapi tak apalah, males juga pagi-pagi…hehehehe….

Besoknya, berangkat jam 11an siang dari Kuningan. Satu meeting point aja, gak jadi 3 meeting point. Perjalanan panjang banget, kira-kira 8 jam. Sebelum sampai di Pulau Umang, melipir dulu ke Coconut Island. Tempatnya bagus.

20171027_162904_resized
Nih dia Coconut Island. Tempatnya bagus untuk wisata bersama keluarga, apalagi keluarga yang punya anak kecil.
20171027_162341_resized
Pemandangan di Coconut Island
20171027_162116_resized
Ini foto diambil ketika hujan, gak keliatan kalau lagi hujan yah…hehhe

Perjalanan panjang kembali dimulai. Hari semakin lama semakin gelap, jalanan semakin berkelok dan bis besar yang membawa kami pun bergoyang-goyang karena jalanannya yang gak rata. Sampai di Pulau Umang sekitar jam 8an malam. Tapiiiiiiiiiii belum sampai sebenernya sih, karena harus naik boat lagi kira-kira 3 menit menuju tujuan Pulau Umang itu. Daaaannnn inilah foto-fotonya.

20171027_203030_resized
Pulau Umang di Waktu Malam
20171027_203044_resized
Pulau Umang di Waktu Malam. Ini jalan menuju tempat penginapan
20171027_195248_resized
Lobby di Resort Pulau Umang
20171028_071828_resized
Ada komodo eh biawak kali yak di Pulau Umang

Foto-foto di depan pantai Pulau Umang. Pulau Umang pantainya bersih dan bagus. Gak banyak orang yang ada di sana. Sepiiiiiiiiii banget dan panas banget…hehehehe…ada acara snorkeling, tapi saia gak ikutan.

Gak lama di Pulau Umang. Hanya 2 hari saja. Makanannya enak-enak, barbequenya juga enak, pokoke enak deh, sayang jauh banget, klo gak jauh, pengen juga kesini sering-sering. Waktu kesana, hanya ada rombongan Group kami dan juga satu keluarga lainnya, masih sepi. Cucok nih yang mau liburan yang gak terlalu ramai.

Jakarta Selayang Pandang

Judul di atas adalah judul bab 1 buku PLKJ waktu saia kelas 1 SMP…hehehehe…saia kayaknya pernah janji yah mau nulis soal Jakarta. Untuk kali ini, saia gak pake foto-foto dulu lah ya, ceritanya aja. Jakarta adalah ibukota negara Indonesia tercinta. Banyak hal di Jakarta yang memikat para wisatawan untuk bertandang ke Jakarta. Kata orang, gak ke Jakarta namanya kalau gak ke Monas, emang gitu yah??? hihiihihii…

Saia lahir dan besar di Jakarta. Sampai sekarang ga pernah kepikiran untuk pindah ke kota lain di Indonesia. Kenapa? karena saia merasa bagian dari Jakarta. Saia singgah ke kota-kota lain, tetap tidak menggantikan Jakarta di hati saia.

Jakarta itu macet. Ya memang begitu keadaannya. Kalau masih mau ngeluh aja kenapa Jakarta macet, ya tanya ke diri sendir, kenapa beli kendaraan bermotor, kenapa ga naik transportasi umum. Transportasi umum di Jakarta kan gak bagus? kata siapa? siapa yang bikin jadi ga bagus? kadang kita juga yang merusak sarana umum itu. Kalau sudah gitu mau nyalahin siapa?

Jakarta penuh dengan lika liku kehidupannya. Jakarta seolah tidak pernah tertidur. Semuanya serba cepat. Begitulah Jakarta. Tapi entah mengapa aku tetap cinta Jakarta.

 

Pengalaman dengan Maskapai Cathay Pacific

Holaaaa….kembali lagi dengan saia di blog traveling saia ini. Karena pesawat adalah bagian dari traveling, maka saia akan cerita tentang salah satu maskapai yang membawa saia terbang ke benua biru alias Eropa. Saia akan cerita asal muasal kenapa memilih Cathay Pacific. Saia tidak dibayar sepeserpun untuk endorse maskapai ini ya, tapi ini adalah cerita saia pribadi, melihat lebih dekat berdasarkan pengalaman saia.

Saia gak inget kapan tepatnya waktu saia lihat iklan mengenai Cathay Pacific, pastinya waktu itu saia masih kecil, udah sekolah, sekitaran SD lah sepertinya. Entah mengapa saia terlihat begitu kagum dengan pesawat ini, pesawat yang masih asing di telinga saia karena ketika itu saia hanya pernah naik pesawat kebanggaan Indonesia saja. Saia ingat, waktu itu saia punya semacam buku catatan dan saia gambar pesawat di buku catatan itu. Tau gak apa yang saia tulis di badan pesawat gambar saia itu? Ya! Saia menulis CATHAY. Saia merasa terbosesi dengan maskapai ini entah karena apa. Sejujurnya ketika kecil, saia tidak pernah melihat pesawat ini di Bandara Soekarno-Hatta, tapi terus terngiang-ngiang dan sepertinya ngarep banget buat naik pesawat dengan nama Cathay Pacific.

Sejenak, impian itu berlalu. Hingga suatu saat di tahun 2015, saia and temen kantor berencana pergi ke Eropa. Sebenernya saia diajakin ke Eropa sama temen yang lain pada tahun 2015 itu, bulan Oktober, tapi saia gak kebagian tour karena udah full. Saia ajak temen kantor dan dia bilang, tahun depan aja supaya bisa nabung. Saia juga ajak sahabat sejak SMP, Cindy dan dia bilang juga tahun depan, akhirnya saia n the gank (bahasanya….hihiihihii) berencana tahun depan ke Eropa. Waktu itu janjiannya sama temen kantor, biarpun nanti ada sesuatu hal yang terjadi seperti ada yang kawin, hamil, punya anak, dll bukan alasan buat batalin ke Eropa. YES. DEAL!!! O iya, Cindy gak jadi ikut waktu itu, karena ada alasan yang sangat urgent.

Di tahun 2015 itu, temen-temen kantor ngadain arisan, jadi saia n temen saia itu, sebut saja namanya mbak Rini, nabung dari arisan (walaupun banyak dipake juga buat hal lain…xixixixi). Waktu itu mulai arisan Mei 2015 dan September awal mbak Rini resign dari kantor….hiks…hiks….nanya ke mbak Rini : “masih jadi gak nih Eropa?” dan mbak Rini bilang, “jadi donk”…nah, itu yang namanya komitmen, apapun yang terjadi, tetep ke tujuan awal, EROPA. Untungnya juga, ada rejeki dari akuisisi perusahaan yang lumayan banget.

Mei 2016, mulai hunting-hunting tiket. O iya, tadinya kan cuman berdua aja sama Mbak Rini dan ternyata ada temennya mbak Rini yang juga ikutan serta sodaranya, yaitu Mbak Yuli dan Om Chris…waaahhh, rame deh…jadi ada 4 orang. Kalau saia pribadi sih, gak masalah pakai maskapai apapun, tapi mbak Rini punya ciri-ciri maskapai yang dia gak mau, bukan masalah low cost or full service, mbak Rini mah orangnya asik-asik aja naik apapun, tapi ada ciri-ciri tertentu yang dia gak mau naik pesawat maskapai tertentu dengan alasan tersendiri, ya udah, saia mah sebagai anak buah ikut aja…hihihiihi…akhirnya mbak Rini milih Cathay Pacific. Seketika saia jadi gimanaaaa gitu denger Cathay. Gimananya itu yang gimana…hahahaha…pokoke ada something “feel” yang merayap dalam hati tapi gak tau juga apa “feel” itu.

Akhirnya, saia proses deh itu tiket buat 4 orang….legaaaa deh udah punya tiket pesawat, selangkah lagi menuju impian ke Eropa, o iya, sebelumnya pesen makanan “muslim meal” karena ngeri juga ntr kalo ternyata ada makanan yang mengandung pork. Tapi, sebenernya, bisa milih halal food lainnya sih, karena….. hehehehe, saia gak suka muslim mealnya, mungkin karena saia gak suka makanan kari or semacamnya. Sebagai contoh, kentang rebus aroma kari, kacang polong, daging kambing….kayak gitu deh…saia nda suka kambing, nda suka kari, jadinya saia gak suka makanannya,,,,,jadi pas ngeliat makanan itu di pesawat, saia berasa ada di padang pasir sambil dengerin lagunya Sherina yang jadi ost.nya Ayat-ayat Cinta. Kyaknya enakan klo standar aja deh, ga usah milih, yang penting halal. Makanan yang disajiin standar enak-enak loh. Waktu penerbangan dari Jakarta-Hongkong, asliiiiiiiiiii langsung nyesel banget milih makanan. Di Hongkong ke call center Cathay dan boleh loh penerbangan Hongkong-Amsterdam ganti ke makanan standar aja, dan makanannya enakkkkkkkkkk (maklum saia orangnya susah makan). Waktu saia mau urus makanan dari Paris ke Hongkong dan Hongkong-Jakarta, kata mbak-mbak CSnya diurus di Paris aja….ehhh, pas di Paris malah gak bisa, ktanya klo udah daftar ga boleh diganti, saia bilang kata mbak-mbak CS di Hongkong boleh, tapi teuteup loh, ga boleh sama si mbak-mbak di Paris…huuhuhu,,,,penerbangan long haul saia kelaparan.

Dari Paris ke Hongkong, saia ngeliat orang ada yang makan spaghetti dan ada juga chicken rice, sedangkan saia makan nasi lemak (tapi rasanya kyak gimanaaa gitu) dan udang. UDANG sodara-sodara!!! saia kan gak bisa makan udang!!! alhasil saia coba makan nasinya aja, yah mana enak, rasanya pait-pait gimana gitu, beda kayak nasi lemak yang di Malaysia. Alhasil, saia kelaperan tingkat berat, penumpang lainnya dapat roti, butter, ice cream, saia n Om Chris (kami berdua pulang duluan-maklum pegawai kecil :p) gak dapat. Saia protes ke Om Chris, kata Om Chris, jangan-jangan itu ice cream gak halal lagi…hah???? masa sih??? waktu ke Amsterdam kan saia makan ice creamnya…:'(

Waktu sampai di Hongkong, saia langsung melipir ke McD, alhasil laperrrrr banget, makan banyakkkk banget….sumpeeeeeeeeeeeee….kayaknya mendingan makanan biasa deh atau makanan lainnya. Sedih banget ngeliat orang bisa milih dari menu yang ditawarkan sedangkan saia harus kembali bergulat dengan kambing, kari, kentang rebus aroma padang pasir, kacang polong…..oalaaaaaaaa….Hongkong-Jakarta juga harus dijalani dengan sangat tabah, yahh, karena makanannya itu ya begitu deh…ehh, tapi bukan berarti saia bilang makanan di Cathay gak enak yahh, saia kan emang ga suka kambing, kari n the gank gitu, makanya saia gak suka, kalau yang suka pastinya bilang enak. Saia gak nyangka yang dimaksud muslim meal itu bener-bener kyak di Arab, kirain ya kyak nasi goreng telor ceplok (mimpi :p), mie goreng, dll intinya makanan halal, dimasak halal, gituuuuuuuu…gak pernah kepikiran kalau itu maksudnya makanan yang ada di Timur Tengah. Pelajaran dari sini, gak usah sok-sokan lah, makan yang standar aja, pilih yang halal. Pilihan makanan di Cathay itu banyak banget loh, ada mungkin lebih dari 10 jenis makanan, kyak muslim meal, kosher meal (kyaknya mendingan mesen ini yak, halal juga, non alcohol juga, pastinya gak ada udang, lele or makanan laut yang gak bersirip dan bersisik lainnya), vegetarian, dll.

Overall, saia suka banget naik Cathay. Bangkunya luas dan sebelnya saia baru tahu itu bangku bisa nyaman banget dipake tidur pas udah 2 jam lagi sampai bandara Amsterdam, eneg banget dehhh….belasan jam sakit pinggang tau-tau bangkunya bisa dimodif sampe bener-bener gak ganggu penumpang lainnya.

Awalnya belum mikir apa-apa nih sepulangnya dari Eropa. Baru kembali mikir lagi waktu bulan lalu saia n temen-temen rencana ke Jepang tahun depan. Ada temen nanya ke saia, enak gak naik Cathay, saia bilang enak, entertainment enak, bangku enak, makanan enak (makanan standar alias yang ditawarin tanpa special request). Setelah berpromosi mengenai Cathay, saia jadi inget impian saia di masa kecil dulu. Pengen banget suatu saat naik Cathay dan saia bener-bener udah naik Cathay. Itulah baiknya Tuhan. Dia memeluk mimpi-mimpi kecil saia dulu ketika masih kecil. Dia memeluk mimpi saia ke Swiss dan Dia mengijinkan saia tidak hanya ke Swiss tapi juga ke belahan bumi Eropa lainnya. Dia mendengar impian saia yang tak pernah terkatakan untuk bisa naik Cathay dan Dia memberikan kesempatan itu secara bersama-sama. Cathay dan Swiss. Cathay membawa saia menuju impian kecil saia. Mimpi-mimpi mustahil saia di masa kecil kini menjadi nyata. Kemustahilan di mata manusia adalah ketidakmustahilan di mata Tuhan.

Cathay….love youuuuuuuuu!!!!

Jakarta

Jakarta adalah ibukota negara Indonesia. Negara yang kalah populer dari Bali, bagian dari negara yang sangat populer dibandingkan dengan negara yang menaunginya. Ada apa dengan Jakarta?

Banyak cerita tentang Jakarta. Jakarta kota metropolitan yang panas dan macet, tetapi kenapa masih banyak orang yang datang ke Jakarta untuk mencari penghidupan yang layak? Saia sendiri lahir dan besar di Jakarta dan sepertinya emang ga mau pindah ke kota lain walaupun ada yang bilang kota A, kota B lebih bagus, indah, asri atau apapun namanya itu.

Banyak cerita di Jakarta. Bukan hanya berkisar hiruk pikuk dan orang-orang yang semakin lama semakin memiliki dunianya masing-masing. Cerita tentang Jakarta gak akan pernah ada habis-habisnya. Selanjutnya, saia akan cerita tentang kota yang memiliki pesonanya sendiri. Stay tune yaaa,,,

 

Negara di dalam Negara, Vatikan

Ini bagian terakhir mengenai Italy, kali ini saia akan cerita tentang sebuah negara yang ada di dalam negara, Vatikan, nama negara tersebut. Vatikan ini berada di kota Roma, Italy. Ada apa di Vatikan?

14681582_10154794707849411_4013609393696749380_n
Welcome to Vatikan

Vatikan ini adalah tempat tinggalnya Sri Paus, pimpinan tertinggi Gereja Katolik. Disini juga ada Sistine Chapel, gereja yang katanya memiliki nilai yang sangat tinggi. Saia gak masuk ke Sistine Chapel ini karena tiket masuknya mahal, kalau gak salah sekitar 55 Euro gitu, mahal beut, kantong rupiah saia gak mampu…hhehehe….saia foto-foto aja di depan bangunan-bangunan megah di Vatikan. Kalau dilihat dari banyaknya orang yang ngantri, kalau gak salah mereka itu yang mau masuk trus salaman sama Sri Paus atau gimana yaa, semacam itulah. Ngeliat ada rombongan biarawati yang sedang melakukan jalan salib, saia gak foto, karena saia gak tau boleh foto apa nggaknya, saia lihat gak ada orang foto-foto waktu hal tersebut berlangsung.

 

Ini foto saia di depan air mancur bangunan megah di Vatikan. O iya, di setiap gate alias pintu gerbangnya itu ada tulisan Alexander XX contohnya, semuanya berurutan gitu deh, entah apa maksudnya.

14724593_10154794736579411_7123566727349138019_n
Gak afdol kalau ga ada tulisan Vatican-nya

Berikutnya kita akan melihat suasana di Vatikan :

 

Saat itu banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke negara kecil ini. Kalau gak salah inget luas negara ini hanya 0,4 km2 yaa, sungguh kecil kan.

14731243_10154794731194411_5840846195791001359_n
Selfie di depan bangunan kota Vatican

Disini banyak pedagan souvenir yang berasal dari India. Ada makanan fastfood juga seperti McD. Kotanya kecil, jalanannya pun ramai meski tidak seramai di Jakarta.

Disini juga ada ada beberapa polisi yang keren, hahaa…waktu itu ada fotonya sih, tapi saia cari-cari di database kok ga ada yaa…hihihihi…sekian cerita saia tentang negara di dalam negara ini dan ini adalah negara dan kota terakhir yang saia ceritakan selama Euro Trip. Di lain kesempatan harus mengunjungi daerah Eropa lainnya nih, agar ada cerita seru lainnya.

Colloseum, Roma, Italy

Kembali lagi dengan saia sang penjelajah bumi…hihihihi….kali ini saia akan tetap di negara Italy untuk mengunjungi Colloseum.

14590379_10154796456694411_7122684954158903319_n
Ini dia tempat dimana sang gladiator, Colloseum

Waktu ke sana, hujan turun lumayan deres, jadi rada malay jalan-jalan sekitar Colloseum ini. Bangunannya seperti yang ada di foto itu. Hasil fotonya keren yah, gak keliatan seperti lagi hujan. Colloseum ini kalau gak salah merupakan icon terkenal lainnya setelah Menara Pisa di Italy ini. Banyak banget wisatawan datang kesini.

14702310_10154794405674411_6005119917759706840_n
Selfian depan Colloseum

Kalau dilihat-lihat, bangunannya udah lumayan berumur yah, mungkin udah ratusan tahun. Kalau lihat kedalamnya kayaknya asik juga, tapi rada males klo hujan udah turun, dimana-mana becek, bikin suasana hati jadi bimbang dan ragu….hahahahahahahaha….

Gitu aja cerita saia tentang Colloseum ini.

Menara Pisa, Pisa, Italy

Holaaaa…kembali lagi dengan saia disini, sang penulis blog, hahahaa….Kali ini saia akan bercerita tentang kota Pisa. Dulu saia pikir, nama Pisa itu adalah nama sebuah menara miring yang ketika saia SD merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Ternyata, Pisa ini merupakan nama kota di negara Italia. Yuk yak yukk lihat-lihat si keajaiban dunia ini.

14690894_10154798598214411_1631834938095460231_n
Ini dia salah satu dari 7 keajaiban dunia, Menara Pisa

Banyak banget wisatawan yang foto-foto di icon ini. Saia salah satu dari ribuan wisatawan yang datang ke tempat ini, foto-foto dari berbagai macam arah.

Kota ini kota yang sepi sih menurut saia kalau dibandingkan Jakarta. Saia ga tau apakah ada tempat menarik lainnya di Pisa ini karena waktu itu ke kota Pisa hanya untuk mengunjungi menara miring ini. Mungkin lain waktu akan ada kesempatan itu.

 

 

Disneyland Paris

Ulalalaaaaaaaa…saatnya bermain bersama di Disneyland Paris. Ini adalah Disneyland ke-2 yang saia kunjungi setelah Disneyland Hongkong. Disini adalah seperti kota impian. Luaaaassss banget, jadinya ga semua bisa diexplore dalam 1 hari itu. Tiket masuknya lumayan mehong, sekitar 90 euro gitu buat dewasa….hadehhhh…yah gpp lah sekali-sekali, yang penting udah pernah menginjakkan kaki ke dalam Disneyland Paris. Waktu itu beli di website pake mata uang GBP yang ternyata pas dikonversi masih disuruh nambah sekitar 15 euro lagi. Di websitenya dibilang cheaper tiket than ticket in locket, eh tau-tau sama aja. Pas diminta kirim komentar menggunakan website, saia sampaikan saja unek-unek saia dan mereka minta maaf gitu. Ok lah, back to topic, lihat yuk ada apa aja di Disneyland Paris.

14671129_10154815816729411_2439734450955541859_n
Welcome to Disneyland Paris

Bagian depan dan belakang (atau samping yah) dari Disneyland Paris. Waktu itu kalau gak salah hari Minggu yah, suasana rame banget tapi gak seramai Dufan juga sih di high season.

14633053_10154815816334411_4383228202646179616_n
Inceran yang paling diincer nih. Antrian panjang banget buat fotoan sama si Mickey
14705870_10154815847674411_6409986656363431599_n
Fotoan sama si Mickey. Gak beli fotonya, soalnya mahal…hahahaha….ini difoto dari layar komputer
14731273_10154815817234411_7123394938829770327_n
Istana impian
14721596_10154815847074411_6918670917325317594_n
Sefieh di istana impian. O iya, waktu itu hujan deres banget, ga ada payung (ga bawa lebih tepatnya) tapi hasil foto semua maksimal

Kepala Mickey dan Donald Duck family menghiasi taman-taman di Disneyland Paris.

14717181_10154815847349411_829081694735320483_n
Komidi putar. Ngeblur karena bergerak komidi putarnya…haha….

Rangkaian parade tokoh-tokoh kartun. Walaupun hujan, tetep semangat nungguin sampai paradenya selesai. O iya, lagu paradenya ini saia sangat suka banget, judulnya Magic Everywhere. Sebenarnya lagi ini adalah lagu 20th anniversary celebration tahun 2012. Seru dan asik banget lagunya. Lalu, dimanakah magic wand?

14611100_10154815848769411_1874463290107584117_n
Yihaaaaaaaaaaa,,,,ini dia sang magic wand

Disneyland Paris pokoke OK banget. Pengen banget kesini lagi suatu saat nanti dan tentu saja harus menabung pakai mikir karena mahal banget tiket kesini, tapi worth it loh. Yukk, ke Disneyland Paris.

 

Romantic City, Paris

Hulaaa….kali ini saia akan kembali cerita mengenai salah satu kota romantis di Prancis yang selalu diagung-agungkan selama ini, kota Paris yang terkenal dengan landmark Menara Eiffel yang waktu saia SD dulu termasuk dalam 7 keajaiban dunia (sekarang gak tau deh apa masih masuk apa ngga). Mari bercerita mengenai Paris dari foto.

14639615_10154816445249411_6858088864984837069_n
Ini dia si Menara Eiffel, lambangnya kota Paris

Ini saia fotoan di landmark kota romantis ini. O iya, waktu itu saia dua kali ke Eiffel, soalnya rada lama juga di kota Paris ini, sampai hafal jalannya, alur metronya, dll. Pokoke gampanglah di Paris. Pokoke kalau naik metro, turun di stasiun Trocadero, keluar pintu….langsung terpampang sang Eiffel.

14708303_10154810508509411_3025807358316364112_n
Keluar MRT Trocadero langsung fotoan. Harus jalan lebih ke depan supaya lebih ok, kalau dari sini seperti berkabut.
14681715_10154810509979411_3639448706086408854_n
Inilah jalan sekitar Eiffel

Fotoan dulu lah di Eiffel dengan jarak dekat (kesannya…hihihihii…gak bosen-bosen deh ke Eiffel, banyak orang tapi seru. Jadi inget film Eiffel I’m in love, gak nyangka saia juga bisa falling in love sama Eiffel.

Ini fotoan di depan pohon yang lagi bagus-bagusnya di musim gugur Oktober 2016 lalu. Matahari besinar tapi gak terik melainkan menyilaukan…hahaha…pohon ini dilewati kalau mau menuju Eiffel. O iya, di sekitar jalan ini banyak orang yang bawa-bawa semacam kertas plus paper board gitu, minta tanda tangan or gimana gitu. Kalau menurut temennya temen yang ada di Paris, gak usah ditanggepin, karena nanti ujung-ujungnya minta duit. Kayaknya mereka pada tau yang mana turis yang mana orang lokal. O iya, disini orang-orang dari berkulit hitam pada pinter bahasa Indonesia loh, artinya banyak banget ya orang Indonesia yang berkunjung ke Paris dan mereka tau banget klo kami tuh orang Indonesia…hehehehe….

14690826_10154816445339411_2346095894590462701_n
Ngelewatin gedung ini kalau mau ke Eiffel yang arah sungai Seine
14671326_10154810588384411_8867949043157849531_n
Pemandangan sekitar Eiffel
14716196_10154810625369411_1925026872981934764_n
Suasana kota Paris
14729111_10154810625474411_7694871314122899932_n
Ini dia yang namanya sungai Seine, sungai yang pernah saia denger waktu SD dulu, gak nyangka beneran bisa lihat sungai Seine langsung
14720541_10154810590149411_6572080809187188992_n
Salah satu jalan di sudut kota Paris. Lewatin jalan ini waktu mau ke Sorbonne

Ini lagi salah salah satu yang terkenal dari negara Prancis, Arc de Triomphe. Di sekitar jalan yang mirip jalan Sudirman di Jakarta ini, banyak outlet-outlet premium dengan harga yang menurut saia lebih murah dibanding di Jakarta. Kalau malam lampu-lampu dinyalakan dan keren banget, pokoke seru deh. Ke sini juga dua kali….xixixixi

14716340_10154810628939411_7120105792233166834_n
Gak afdol kalo gak selfiean depan Arc de Triomphe di siang hari
14910432_10154835059684411_5404362736823192856_n
Kali ini selfian di waktu malam….xixixixi

Di foto ini, saia fotoan di depan gereja yang jadi tempat syutingnya film Da Vinci Code. Berhubung saia gak pernah nonton filmnya dan cuma pernah denger aja, jadilah saia menelusuri ke dalam gereja ini. Ada bagian yang sedang direnovasi ketika itu, jadi fotonya segini aja.

Ini adalah museum Louvre tempatnya lukisan Monalisa. Waktu kesini, gak masuk ke dalam karena udah sore dan sepertinya udah mau tutup. Wisatawan yang mau masuk ke museum ini denger cerita dari orang yang tinggal disana, ngantri banget. O iya, itu bangunannya warna kuning keemasan bukan karena warnanya beneran kyak gitu yah, tapi karena terpapar sinar matahari sore. Kalau lihat bagian yang tidak terpapar sinar matahari, ya warnanya warna asli. Saia foto dalam dua bagian biar keliatan jelas gitu perbedaanya…hahahaha….

14671373_10154810628409411_4996732439628376233_n

Nih dia yang lebih jelas ada tulisan Louvre nya…hehhee

14713537_10154810628174411_8557337027570250941_n
Masih bagian dari Louvre dari sisi yang tidak terpapar matahari. Gak mendung tapi cerah ceria
14657258_10154810590754411_2754773902859752683_n
Universitas Sorbonne

Khusus Sorbonne, saia mau cerita. Waktu itu saia bilang sama temennya temen yang tinggal di Paris supaya bisa berkunjung ke Sorbonne. Waktu itu sebenernya Sorbonne agak jauh dan gak sejalan dengan Arc de Triomphe, Louvre, dll. Tapi, saia bilang, Sorbonne ini memiliki arti penting buat saia, impian masa kecil saia. Waktu itu saia fotoan di depan yang tulisannya “Universite of Paris” or apaaalah gitu, intinya ya itu si Sorbonne. Saia bilang, saia belum ngerasa ke Sorbonne klo belum lihat ada tulisan Sorbonne-nya, akhirnya jalan menyusuri jalan dan keteeeeemuuuuu!!!!

Kenapa Sorbonne memiliki arti penting buat hidup saia? waktu itu saia masih kelas 6 SD, belajar mengenai negara-negara di dunia. Biasa aja sih. Tapi entah mengapa, waktu guru mengatakan Universitas Sorbonne di Paris, seketika itu juga saia merasa ada something yang saia gak tau apa itu. Saia bercita-cita untuk kuliah di Sorbonne (wkwkwkwk). Karena saia gak sejenius Marie Currie, akhirnya impian saia hanya melihat Sorbonne saja dannnn Tuhan mengabulkan impian saia untuk dapat benar-benar mengunjungi Sorbonne. Sorbonne kampus impianku, kapan yah aku beneran bisa kuliah di sana??? hahahahaha….tapi, ini adalah impian masa kecilku. Sorbonne yang hanya ada dalam lukisan kecil di kepala seorang anak kecil kini sudah tergapai. Makanya saia suka banget tetralogi Laskar Pelangi, beli bukunya di Gramedia, asli dan empat-empatnya punya karena apa? bukan karena lagi tenar ketika itu, tapi ketika saia tahu kalau penulisnya lulusan Sorbonne….hahhahaha

Cerita Sorbonne lagi ahh…(xixixixi). Ini benar-benar mimpi saia. Saia gak pernah mimpi ke Amerika atau ke Gurun Sahara. Hanya Sorbonne yang menjadi impian kecil saia (selain Swiss tentunya). Sorbonne…akhirnya Tuhan benar-benar mengijinkan saia untuk dapat melihatmu dari dekat.

Impian yang dahulu jauh, kini dekat. The power of dream…juga doa dan usaha….:)