Yuhuuuuuuuuuu…..sebenernya saia lupa-lupa inget gitu tentang si Roma ini…hehehee….Roma adalah ibukota dari negara Italy. Di Roma ini ada negara didalam negara, nantikan ceritanya. Karena singkat, saia akan taro 2 foto aja yah, soalnya filter foto yang ribuan jumlahnya seperti puyenk…hehehehe….(mudah-mudahan ga salah upload foto).
Sebenernya saia juga lupa-lupa ingat ini di Roma atau Milan. Tapi sepertinya ini di Roma deh…mudah-mudahan bener yakk…hahaaha *telat nulis blog di hari yang sama dengan perjalanan jadi lupa
Italy yang cantik. Eh ini beneran di Italy gak sih???? hihihihii…adem banget kan yah ngeliatnya.
Sekian cerita saia tentang Roma. Loh, singkat banget? iyaahh soalnya singkat juga sih di Roma,,,heehehe,,,banyak jalan menuju Roma, yup bener banget. Saia aja yang ga pernah punya mimpi ke Roma, malah ke Roma. Tujuannya ke Roma perjalanan saia yang tahun lalu itu sebenernya lebih fokus ke negara yang ada di Roma itu sendiri.
Holaaaa…ketemu lagi dengan saia disini setelah sekian lama tidak menulis. Kali ini saia akan menulis tentang kota yang suka disebut kota Mode di Italy, yaitu Milan. Yuk mari kita lihat foto-fotonya.
Pertama memasuki kota Milan, jalan inilah yang pertama. Suasana rame banget, kanan kiri restoran.Seperti kelaperan…hihihihi…Makan Pizza di Milan yang super duper ueenaaakkk dengan harga pas di kantong plus size yang besar. Di Milan (dan sepertinya seluruh Italy), makan di resto itu bayar meja dan kursi, jadinya ya kalau mau beli semacam pizza gini, ngantri, beli dan makan di luar. Alhasil saia ngemper menikmati pizza terlezat yang pernah saia makan di dunia…*lebay. Tapi beneran loh, pizza ala Milan ini uenaakkk banget, kalah deh pizza Florence (sayang gak ada fotonya….hiks)
Begaya di dalam toko Ferari. Toko ini adalah deket toko dimana saia ngemper makan pizza di atas itu…hihihiii,,,numpang poto-poto dalam toko.
Begaya di depan Katedral di Milan…hihihihi….Burung-burung dimana-mana….gak ketinggalan selfie dengan burung-burung di MilanUdara panas euuyyy
Di Milan, walaupun udara dingin (autumn) tapi tetep loh ada sinar matahari yang bikin sipit…hahahaha….Milan kotanya bagus banget, makanannya enak, harga-harganya lumayan pas di kantong dan apa lagi yaa…pokoke Milan ini keren banget. Kalau mau ke Italy wajib deh ngunjungin Milan. Di Milan gak lama-lama karena segera meluncur ke kota Selanjutnya. Sebenarnya saia juga ke kota Arezzo, salah satu kota di Milan juga. Tapi karena hanya sejenak saja, ya ga diceritain khususlah ya si Arezzo ini. Yuk yak yukkk, banyak ceritanya dan foto-fotonya sih, tapi lagi-lagi silakan liat di fb dan tanya-tanya aja yahh…hihihihii….
Holahooooooooooooo….semenjak saia hidup di dunia millenium dimana bukan hanya orang-orang konglomerat saja yang bisa ke luar negeri, maka saia mulai merencanakan first destination without parents. Negara pertama yang saia kunjungi adalah Singapura atau Singapore bahasa kerennya…hehehehe….Karena masih awam, waktu itu saia perginya pake bagasi dan pulangnya nggak….heran kan??? trus, pake acara milih kursi berbayar segala lagi…hihihihii…tapi teuteup jatuhnya murah sih sekitar SGD 45 dengan kurs 6500 klo gak salah waktu itu. Perginya bareng my sistz dan temen kantor lama, tapi temen kantor lama udah duluan. Waktu itu di tahun 2012 masih ada Budget Terminal gak kayak sekarang yang semuanya di Changi. Sempet ngerasain juga loh yang namanya tidur di bandara, ya di bandara Budget Singapore itu. Mareeee lihat-lihat fotonya :
Sengaja fotonya gak satu-satu karena harus diceritain satu-satu…hihihihi….wisata murah meriah ini juga dibantu oleh salah satu teman di group backpacker yang tinggal di sana dimana kita-kita diajakin jalan kaki menyusuri kota Singapura ini. Seru deh pengalaman pertama ini. Dimulai dari negara Singapore inilah kemudian saia jadi traveler, menjelajah negara demi negara. Disini saia hanya sekedar mengingat tentang perjalanan pertama saia ini. Bener-bener masih pemula banget deh dan ternyata BERHASIL. Masuk wisata yang gratis-gratis aja. Merlion pastinya wajib dikunjungi yaa, Esplanade dan saia juga masuk USS….mehong banget sih….regularnya SGD 68 weekend SGD 74 (gak tau sekarang). Tapi, saia dapat harga SGD 60 beli di Jakarta. Ternyata dan ternyata, saia dan my sistz gak jadi di weekdays, jadinya di weekend, akhirnya nambah SGD 6 lagi deh. Seruuuuuuuuuuu banget, karena mehong, jadinya ya cukup sekali ajalah ya kesini klo bayar sendiri….hihihihi
Setelahnya, saia berkali-kali lagi berangkat ke Singapura, bahkan akhir bulan ini berencana ke sini lagi….hihihihihi….Singapura negara yang sangat bersih dan disiplin. Gak banyak kendaraan bermotor disini. Nanti trip Singapura yang akhir Mei akan saia share di blog ini yaaa….dan pastinya stay tune juga di blog saia yang lainnya www.menmybestfriends.blogspot.com
Sekian dulu perjalanan pertama saia ini yaaa…kalau ada yang mau tanya-tanya silakeun aja. Karena udah 5 tahun lalu jadi agak-agak lupa kisahnya sih…hehheee…tapi kisahnya bisa diliat di blog yang tadi saia share. Maklumlah…ini blog baru. Waktu pertama ke Singapore belum tercipta…xixixixi….happy traveling.
Haloo…kembali lagi dengan saia disini…hehhee…kali ini saia akan cerita mengenai sebuah kota di Jerman yang bernama Munich (Munchen). Kenapa judulnya selayang pandang, karena saia juga gak tahu kenapa memberi judul seperti itu. Di Munich sendiri sebenernya gak lama yah, hanya beberapa jam saja. Beli aksesoris, foto-foto dan ke hotel. Hotelnya di Unterhaching (seperti distrik di kota Munich). Dikarenakan gak lama ada di Munich alhasil foto-foto yang ada juga tidak banyak. Waktu sudah sore pada saat tiba di Munich. Kota ini lumayan ramai dengan lalu lalangnya orang-orang beraktivitas. Yuk lihat foto-fotonya :
Begaya di depan toko Football Club Bayern MunchenLagi….begaya di depan toko yang jual peralatan klub sepakbola Jerman, Bayern Munchen. Saia bukan salah satu penggemar Bayern Munchen jadi ya ga beli apa-apa…hehee….price barang-barang di fan-shop ini lumayan mehong untuk ukuran saia….heheheeBegaya di depan mobil yang diparkir….maafkan foto yang ngeblur ini. Semoga besok-besok beneran punya mobil kyak gini….ammmiinnn
Hanya ada 3 foto di atas yang bisa saia share….hehehehe….soalnya waktunya singkat banget. Menurut saia Munich kota yang lumayan hidup dari segi kehidupan (maksudnya apa yahh :p), cuman ada something yang bikin kita-kita yang dari Asia ngerasa dibedain. Di Munich ini, resto antara orang Asia dan non Asia (alias bule Eropa) dibedain. Awalnya saia gak nyadar sih, temen satu team saia yang nyadar, kenapa kok kita di resto hotel itu hanya orang Asia aja (ada guide Eropanya satu – mungkin dia mau berbaur atau gak enakan). Di antara tour kami tentu saja ada bule Eropa dan pasangan bule Eropa itu restonya di depan sedangkan kami orang Asia paling belakang.
Awalnya, waktu kami mau breakfast, kami melewati beberapa resto. Para pegawai hotelnya ramah-ramah. Trus, pas bilang mau breakfast, mereka nunjukkin jalan. Pas kami jalan, kami ketemu sama pasangan bule Eropa yang satu group sama kami. Kami lihat kok sepi, makan berduaan aja. Lalu kami ketemu sama driver bus, juga di resto depan, makan sendirian. Driver kami itu orang Polandia, orangnya udah berumur, tapi baik dan sangat helpful. Tampangnya mirip artis Ari Wibowo, …mungkin kalau Ari Wibowo udah tua, bakal mirip kyak bapak Polandia itu. Intinya sampailah kami di resto khusus orang-orang Asia dan temen saia yang dari Jakarta yang lebih dulu menyadari…ahhh syediiihhh dehh…jadi gak kepengen ke Munich lagi….
Saia sih masih berharap, kalau anggapan saia mengenai “dibedakan” ini hanyalah sebuah perasaan yang gak mendasar. Jika nanti saia memiliki pengalaman yang jauh lebih indah, pastinya saia akan terus menyapa : “Hi Munich….see you agaaiinnn!!!”
Semua cerita di atas berdasarkan pengalaman saia. Mungkin orang-orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Tapi, saia sih enjoy aja…I don’t care laahhh. Tapi disinilah seninya. Kita jadi tahu tentang hal-hal yang sebelumnya kita tidak pernah tahu. Ini bukanlah cerita orang lain, tapi cerita tentang diri sendiri, pengalaman sendiri dan merasakan sendiri. Bukan berarti saia tidak akan mengunjungi negara Jerman lagi lohhh…menurut saia Jerman ini memiliki ke-khas-an sendiri. Negeri yang memiliki banyak cerita menarik. Jerman termasuk dalam destinasi saia seandainya nanti saia diberi kesempatan kedua untuk kembali ke negeri penuh sejarah ini. Saia masih pengen dong mengunjungi Berlin, Bremen, Stuttgart dan tempat-tempat lainnya di Jerman. Semoga masih ada kesempatan itu….ammiinnn.
Hulaaaaaaaaaa….kembali lagi dengan saia disini. Disini saia akan menceritakan tentang negara pertama dan kota pertama di benua biru dimana saia menginjakkan kaki. Tempat itu memiliki ikatan sejarah yang kuat untuk bangsa Indonesia, negara itu adalah Belanda (Netherland) dan kota itu adalah Amsterdam. Yuk mari bercerita melalui foto.
Barang bawaan menuju penjelajahan ke benua biruFotoan di Amsterdam Centraal. Dari bandara Schipol ke Amsterdam Centraal by trainBergaya di jalan AmsterdamDepan bangunan di AmsterdamEntah apa nama bangunan ini, kyak di Eropa yah?? :pSungai yang dikelilingi bangunan klasik BelandaFoto ini diambil dari Cruise city sightseeing AmsterdamCheersss….kami pakai bis seperti yang ada dibelakang itu loohhini dia cruise nyaNaik bis city sightseeing beli tiketnya di tempat-tempat ini. Bukan di cafenya loh yaa 😀Selpieh…tampang buzuk amat yakkFotoan dari dalam cruise city sightseeingMakan french fries dalam perjalanan mau balik ke SchipolSuasana kota AmsterdamSuasana kota Amsterdam. Airnya bersih, jalanannya juga bersih.Foto ini diambil dari atas bis city sightseeing
Saia di Amsterdam gak lama sih, hanya sekitar 12 jam saja karena harus melanjutkan perjalanan ke Frankfrut, karena tour dimulai dari Frankfurt. Sekian cerita saia.
Hulaaaaaaaaaa….kali ini saia akan cerita mengenai salah satu kota di Jerman, Frankfurt. Kenapa judulnya semalam di Frankfurt? karena ya hanya semalam saja saia berada di Frankfurt. Kenapa saia bisa berada di Frankfurt? Sebenernya sih karena tour dimulai dari Frankfurt ini. Jadi kami segerombolan empat orang dari Indonesia menginjakkan kaki pertama kali di Amsterdam. Dari Amsterdam kami menuju Frankfurt dan sampai sudah malam. Disini foto-foto yang dapat saia share mengenai keadaan kota Frankfurt. Berhubung sampai sudah malam dan pagi-pagi sekitar jam 8 harus berangkat, jadi gak banyak foto yang bisa saia berikan. Yukk mari kembali bercerita melalui foto-foto.
Bergaya dengan pemandangan kota Frankfurt di waktu pagi. Jangan salah loh, ini waktu pagi sekitar jam 6-an pagi. Kelihatan masih gelap banget kan yaa..apa karena lagi autumn??? yah, mungkin juga sih.Waktu di Frankfurt nginep di hotel Excelsior. Hotel ini recommended banget, selain dapat coklat sebagai welcome chocolate, keistimewaannya adalah free minibar. Jarang-jarang kan bahkan hampir gak ada hotel yang ngasih free buat minibar nya. Baru kali ini saia dapat yang kayak gini. Kapan-kapan kalau ke Frankfurt lagi, pastinya akan nginep di hotel ini lagi. Very Recommended hotel. Dari segi harga juga masuk kantong kategori pelancong pas-pasan seperti saia. Gak mahal tapi gak murahan juga. Coklatnya enak dan jadi kepengen lagi makan coklat ini…heheheheFrankfurt di waktu pagi yang seperti waktu malamKeadaan Franfurt di waktu pagi. Jalanan masih sangat sepi, tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang.
Walaupun hanya satu malam di Frankfurt, saia merasakan kota ini begitu menyenangkan. Pagi hari ketika kondisi cerah, banyak orang berlalu lalang melakukan aktivitasnya. Itulah Frankfurt menurut pandangan saia.
Menuliskan kisah di Budapest, ibukota Hungary (Hongaria) sebenernya ada cerita yang tidak ingin diceritakan…tapi ceritain aja deh. Foto-foto di kamera hp yang keren-keren banget hilang musnah dikarenakan saia salah pencet…hikss…untunglah ada kamera saku sang penyelamat segala kenangan itu. Walaupun yang keren-keren menghilang, tapi paling nggak kenangan tentang Hungary ini tidak hilang sama sekali.
Sepert biasa, bercerita melalui foto. Foto-foto disini dari kamera saku saia yang menyelamatkan memory tentang Budapest. Satu hal yang baru saia ketahui yaitu ternyata lagu Danube River itu bener-bener dari nama sungai bernama Danube di Hungary. Saia baru tahu deh. Bagi yang suka musik klasik (bukan klasik kali yakk) atau yang pernah les piano pasti tahu deh lagu Danube River ini…
Danube River. Foto diambil dari dalam Danube Cruise. Biaya naik Danube Cruise ini Euro 10Pemandangan di Danube River
Fotoan dengan background bangunan atau kastil yang keren banget di Hungary. Berhubung banyak orang yang juga fotoan di background yang sama, jadinya ya banyak orang juga jadi background foto ini.
Danube river yang ada di buku piano ternyata bener-bener adaDanube River
Ini adalah foto-foto Hungarian Dinner di Budapest. Ada atraksi musik dari para Hungarian musician dan juga Hungarian Folk style Dance. Dinner disini lumayan mehong loh, sekitar Euro 50. Suasananya kyak di cafe-cafe gitu. Untuk makanan, sebenernya saia agak shock gitu ngeliatnya, maklumlah saia kan bukan orang yang suka mencoba kuliner-kuliner baru. Akhirnya saia memutuskan untuk memilih vegetarian food yang sepertinya saia salah pilihan 😥 Entah apa itu menu vegetarian yang diletakkan di dalam paprika yang besar-besar warna merah dan hijau. Menurut saia sih, gak masuk yah makanan seperti itu, maklum saia orang Indonesia yang kalo makan pake nasi dan telur aja udah seneng banget. Menu makanan lainnya ada semacam hati angsa, turkey kari dan entah apa lagi. O iya, ada pork juga disitu….haiiissshhh….hahahha….temen ada yang mesen menu fish dan menu ini menurut saia bisa dikategorikan makanan yang normal menurut saia. Minumnya ada air putih, ada wine juga dan lain sebagainya. Tentu saja saia tidak minum wine, hanya minum air putih, jus jeruk dan jus apa lagi yaa…semangka or jambu gitu.
Dikarenakan harga yang super duper mahal untuk dinner disini, menurut saia cukuplah sekali saia mencoba dan nggak akan coba lagi…hehehehe….selain mehong, rasa dan jenis makanannya gak cucok di lidah saia yang doyannya nasi pake telor sekalian pake kecap juga.
Jalan di Budapest. Para pejalan kaki lagi nunggu lampu hijau untuk pejalan kaki agar dapat menyeberangSuasana kota BudapestBergaya di icon HungaryBergaya di icon BudapestJalanan di kota Budapest, HungaryTugu yang ada di BudapestBangunan dan jalanan di Budapest. Teratur.Bangunan di BudapestBergaya di tugu Budapest
Masih tugu di Budapest. Disini banyak banget pengunjung. Waktu itu ngeliat banyak anak sekolahan yang lagi study tour ke sini.
Bangunan Klasik di BudapestAgain…Danube River. Pemandangan kota dari Danube RiverDanube River ini sangat indah, airnya bersih, jernih, suasananya juga nyamanSelpieh again di depan semacam gedung parlemen di Budapest. Background lainnya anak-anak yang sedang study tour
Last picture, lagi-lagi saia bergaya di atas Danube Cruise dengan background Danube River dan bangunan klasik di pinggir Danube River. Di foto ini gak ada background orang…hehehe
Gak pernah kepikiran akan menginjakkan kaki di tempat yang namanya Hungary. Dulu waktu masih kecil, kirain Hungary ini adalah negara dari benua hitam tau-tau ini salah satu negara di benua biru. Letaknya sendiri di Eropa Timur kalau saia tidak salah. Waktu pertama kali ke Hungary sih ga ada pikiran ini negara terkenalnya karena apa. Setelah dibilang oleh tour guidenya akan menyusuri Danube River, saia mulai ingat ternyata si Danube River ini bener-bener ada di dunia dan letaknya di Hungary dan saia berhasil menginjakkan kaki saia di tempat dimana saia tahu hanya melalui lagu di buku piano.
Hulaaahooo,,,,kembali lagi bersama saia disini….Hari ini saia mau cerita tentang bagian dari Austria, yakni ibukotanya, Vienna. Awalnya, Austria atau Vienna ini bukan bagian dari mimpi saia di masa-masa yang lalu. Tapiiiiiiiiiiii….seketka saia fall in love dengan si Vienna ini. Disini saia banyak menemui semacam orang-orang yang nawarin Vienna Waltz Concert dengan berpakaian a la musikus klasik jaman dulu. Keren banget. Di Vienna ini saia ga ikut Vienna Waltz Concert karena selain mehong sekitar Euro 55, temen-temen seperjalanan saia juga ga minat untuk ikutan, yasud…tapi bolehlah yaa lain kali saia ikutan, nabung dulu yang banyak…hihihihi….
Sekalinya saia kenal sama Vienna, seketika kok minat saia terhadap Swiss untuk menjadi negara tempat tinggal (amin!) pudar. Saia jadi lebih minat di Vienna. Pokoke kota satu ini bener-bener kota klasik banget. Mareeee lah kita bercerita melalui foto.
Bergaya di depan Schonbrunn gate. Ini tempat yang terkenal banget di Vienna. Ada Istananya. Saia nda masuk ke istananya, sebenernya sih lumayan murmer juga, kalau gak salah ingat Euro 15, tapi saia lebih memilih foto-foto diluar dibandingkan masuk ke dalam istananya. Antriannya super panjang dan jadi males.
Sejujurnya saia juga udah rada-rada lupa gitu ini tempat namanya apa. Fotoan bareng temen-temen perjalanan dari Jakarta. Tempatnya tinggi, di belakan itu ada teropong dan harus masukin koin Euro 1. Saia sih males ngeluarin Euro 1…hihihihi…Jen, temen dari Abu Dhabi sih nyobain.
Selfie di depan Istana di Vienna, entah apa namanya…hadeehhh….sepert lupa saiaSelpieh agaiinnn….:p
Di atas adalah bangunan-bangunan, jalanan dan suasana kota Vienna. Adem banget. Apa karena autumn yah….hehehe….
Bergaya di depan Istana Vienna. Temen seperjalanan ada yang ikut kursus singkat pembuatan apple strudle. Berhubung saia nda suka cinnamon, jadi ya ga begitu suka apple strudle…hehe…
Ternyata ada patung Goethe. Sepintas saia jadi amnesia. Saia mikirnya ini ada di Jerman, tapi pas liat history di fb, upload locationnya Vienna….hihihihi…Tapi setelah dipikir-pikir masuk akal juga ya, Austria kan negara berbahasa Jerman.
Bareng sama Mbak Rini, pencinta apple strudle sejati…xixixixi…sayangnya dipoto pas apple strudlenya udah abis yakk..hahahaha…ini makan di semacam cafe gitu. Tadinya mau makan disini dengan harapan ada wifi, apa boleh buat wifinya ada di dalam ruangan sedangkan ini makannya di cafe outdoor (ada cafe indoornya juga)
Begitulah cerita tentang Vienna. Masih banyak lagi yang tidak terlukiskan disini saking banyaknya yang mau diceritain, tapi bingung juga sih mau mulai darimana. Austria menurut saia nih yaa, seperti yang saia kasih tau sebelumnya, nih kota klasik banget, ok banget deh bagi pencinta musik klasik seperti saia.
Jika suatu saat nanti saia disuruh memilih negara Eropa mana yang ingin dikunjungi kembali, Austria terlebih Vienna akan menjadi satu pilihan teratas. Semoga saja masih ada kesempatan itu dikemudian hari. Amiiinnnnn 🙂 🙂 🙂
Yihaaa….dari Engelbert mari kita berangkat ke Lucerne (Luzern). Disini banyak orang berpisah karena melanjutkan perjalananannya, contohnya ada temen tour yang lanjut ke Basel dan saia n temen-temen ngelanjut ke Italy.
Waktu mau masuk ke kota Lucerne (Luzern). Jalanannya tidak sebesar di Jakarta, tapi rapih dan bersih.Foto di depan danau kota Lucerne. Ada bendera Swiss.Ada semacam bianglala deket danau di Lucerne
Gak banyak yang bisa diceritakan di Lucerne ini. Kalau tidak salah ingat sih waktu itu nginepnya di Lucerne. Waktu yang begitu singkat membuat saia jadi gak bisa explore lebih lagi. Kotanya indah banget dan mengesankan sih menurut saia. Sedihnya ya ketika pisah dengan teman-teman tour yang selama seminggu lebih udah menjadi seperti keluarga sendiri.
Begaya depan danau di LucernePerpisahan yang mau gak mau ya harus mau…hiks…sedih dehh….
Foto-foto yang lainnya, seperti biasa, lihat di facebook. Ada bangunan sepert Masjid yang bagus banget. Tadi saia cari-cari filenya di kompi seperti tak terlihat, mungkin karena ada ribuan foto yang ada jadinya kelewat. Juga ada foto-foto sesama temen-temen tour di depan bangunan. Ntar deh saia cari-cari lagi trus diupdate yaahhhh….*semoga aja inget :p
Walaupun Lucerne sepertinya hanya sepintas lalu, tapi Lucerne merupakan bagian dari perjalanan saia di negeri impian, Swiss. Jika Tuhan saja dapat membuat saia menggapai impian ke negeri impian saia ini, kenapa tidak mungkin Tuhan akan membuat saia kembali menginjakkan kaki di negeri penuh pesona ini?
Holaaaa…yukk mareeee kembali membahas salah satu kota di negara impian saia, Swiss, yakni Engelbert.
Bergaya di depan tulisan Mt. Titlis
Mt. Titlis ini adalah pegunungan bersalju yang sepertinya saljunya gak ada habis-habisnya. Berikut beberapa foto ketika saia ada di Mt. Titlis. Maafkan saia yang terlalu narsis. Foto-foto lengkapnya tentu saja ada di facebook saia tercinta,,,,hihihii. Untuk yang di insagram, gak semua foto-fotonya ada dikarenakan di insta adalah foto-foto pilihan menurut saia. Yuk cek dan ricek yaa…
Bahagia banget bisa megang salju lagi….hihihihi…putih bersih kyak kapasPemandangan kota Engelbert dari atas cable carhaaaaiiii….saia sudah berada di gunung Titlis, gunung yang penuh dengan salju putihAsliiiiiiii selain super dingin, kalau kesini lagi harus pake kacamata item nihFoto dari atas cable car. Fotoin cable car yang sedang akan lewat or sudah lewat. O iya, cable car disini pasti ada stiker bendera negara-negara di dunia di body cable car-nya. Kereen kaan.Seperti burem. Apa karena kamera fotonya kedinginan yahh…Pemandangan dari atas cable car. Kereeenn banget kaann…
Lihatlah foto super narsis saia di atas ini….hihihihi….Bahagia banget deh main-main di salju meski mata ga bisa diajak kerjasama saking dinginnya. Asliiiiiiiii deh, bener-bener harus pake kacamata item kalau datang kesini lagi.
Bergaya di dalam cable car. Lihat style saia yang sedang bahagia ini…xixixi. Narsisnya saia si manusia tropis berkacamata, berambut panjang, bergigi behel bawah yang sangat falling in love dengan yang namanya dingin sehingga saia disebut si manusia kutub – *kata orang. Style : Long john, kaos turtle neck lengan panjang warna merah, Celana stocking yang beli di Korea (tebeeeellll pooll jadi ga kedinginan), Long coat, syal wool putih dan topi kupluk wool.Hamparan salju yang super duper dahsyatFotoan di Ice Flyer bareng temen tour dari Abu Dhabi (warganegara Filipina) dan Pakistan. Sebenernya sih tadinya cuman barengan sama temen yang dari Abu Dhabi ini, tapi temen yang dari Pakistan ini juga mau ikutan. O iya, untuk naik Ice Flyer ini bayarnya Euro 12 dan untuk foto ini juga Euro 12. Saia gak beli foto ini, yang beli temen saia dari Filipina, namanya Jennifer. Jen beli ini dan saia disuruh foto aja dari foto yang dicetak dan dibeli sama dia. Ya sud, akhirnya saia foto deh ini foto cetakan yang dibeli oleh Jen.Cable Car di Mt Titlis. Ada dua bagian untuk naik ke atas. Untuk yang pertama naiknya bisa max 8 orang dan berikutnya bisa puluhan orang. Biaya masuknya all ini (gak termasuk Ice Flyer) Euro 80. Super mehong tapi worth it.Kyaaaaaaaaa….bahagia banget ngeliat ada cable car dengan stiker bendera Indonesia. Indonesia atau Monaco? yaahhh, sama ajalah…Indonesia sepertinya 😀Foto lagiiiiiiiiiiiiii cable car dengan stiker bendera Merah Putih
Rangkaian foto-foto dari atas Ice Flyer, Cable Car dan tentu saja di atas Mt. Titlis yang super duper putih seperti salju. Ya iyalah, emang salju semua sih….
Hamparan salju yang terbentang putih bener-bener bikin pengen balik lagi deh. Tapi, ya karena udah pernah kesini, ya kapan-kapan kalau dapat undian berhadiah pengen lagi lah datang kesini lagi. Gak nyesel deh datang ke tempat ini. Belum ke Swiss namanya kalau belum menginjakkan kaki di Mt. Titlis, Engelbert, Switzerland. Salah satu destinasi favorit. Oiyaa….ada something nih…hmmm,,,dimana yaaa fotonya….hadehh, saking banyaknya foto harus dicari-cari dulu sepertinya. Begini…hehehehe…ternyata banyak banget loh turis Indonesia yang datang ke Swiss, sehingga saia pernah lihat tulisan di poster gedeeee buat fotoan ala Eropa gitu pake bahasa Indonesia. Waaahhhh, ternyata orang Indonesia terkenal banget di Swiss ini karena banyak wisatawan yang datang. Jadi bangga nih. Di sana juga saia ketemu segerombolan orang Indonesia, entah itu family or rombongan teman sekolah, kantor, dll saia juga gak tahu.
Lihatlah lebih dekat, maka kamu akan tahu. Berpetualang dan merasakan sendiri pengalaman menginjakkan kaki di tempat-tempat baru yang mungkin hanya ada dalam angan-angan itu memiliki kebahagiaan tersendiri loh. Diceritain sama temen aja udah bahagia apalagi dikasih kesempatan untuk dapat benar-benar merasakan semua cerita itu….pasti bahagianya udah luar biasa banget kann….