Holaaaaaaaa…kembali lagi dengan saia disini, di edisi Trip Jepang. Sekalian klo saia inget harga-harganya, akan saia tuliskan juga ya disini supaya jadi gambaran bagi yang mau pergi ke Jepang. Sekarang ada Air Asia yang direct Jkt-Japan pp murah meriah loh, jadi ga ada penghalang lagi bagi yang mau ke Jepang dengan tiket yang pas dikantong.
Saia ke Jepang bersama teman-teman karena ada promo Singapore Airlines bulan Agustus 2017 yang lalu, saia dapat tiket seharga Rp. 5.165.000. Ada satu temen yang ikutan setelah masa promo berakhir, dapat tiket seharga 5,5 juta. Beberapa hari kemudian saia cek-cek http://www.skyscanner.com dapat tiket SQ sekitaran 5,2jutaan bahkan ada yang dibawah harga promo SQ….wkwkkwk…jadi ga perlu ngantri lama untuk dapetin promo karena ternyata bisa juga harganya sama or lebih murah dikit tapi tanpa harus bersusah-susah gitu kan yakk…saia ga ngantri sih, tiket saia dibeliin sama temen yang ngantri dari pagi sampe sore. Ok, nanti akan saia bahas ya mengenai Singapore Airlines ini.
Saia n the gank tiba di Narita sekitar jam setengah enam sore. Setibanya di Jepang, fotoan dulu versi reramean.

Saia dan 5 orang lainnya langsung ke counter bis, Keisei Bus untuk beli tiket bis ke Stasiun Tokyo, harganya 1000 yen. Tapi, saia dan 3 orang lainnya nyari loker dulu untuk titip barang, karena kami akan naik pesawat dari Osaka ke Narita tanggal 13 April 2018, sedangkan yang dua lagi memilih naik bis. Ada banyak alternatif lainnya menuju Stasiun Tokyo seperti Narita Express, tapi yang paling murah ya pakai Keisei Bus ini. Dua temen lainnya naik pesawat menuju Osaka. Lama perjalanan Narita-Stasiun Tokyo sekitar 1 jam.

Sesampainya di Stasiun Tokyo, kami jalan menuju Yaesu South Exit karena harus segera ke tempat bis yang akan membawa kami ke Kyoto. Ongkos busnya sekitar 3000an yen, tergantung waktu pemesanannya ya. Semakin jauh-jauh hari dibeli, semakin murah meriah. Semakin mendekati hari H jadi semakin mahal. Saia pesen busnya di https://www.kosokubus.com/en/ad=GGE&utm_source=adwords&utm_medium=cpc&utm_campaign=adwords_cpc_pc bisa dipilih mau berangkat jam berapa. Di tempat tunggu bis ada toilet yang bisa digunakan untuk sikat gigi, dll. Saia berangkat jam 22.10 waktu setempat dan lama perjalanan sampai ke Kyoto kurang lebih 9-10 jam. Saia dan 3 orang teman makan dulu di McD sebelum tiba di tempat tunggu bis.
Sampai di Kyoto sekitar jam setengah tujuh pagi waktu setempat. Segera ke rest room untuk sikat gigi, cuci muka, dll. Gak bisa mandi karena memang tidak ada kamar mandi untuk mandi. Tampang super kucel, lemes, dll jadi satu…hahahaha…o iya, sebelumnya di Bandara Narita kami beli Suica dulu. Suica kalau di Singapore seperti EzLink gitu. Enaknya, ga ada charge untuk kartu dan bisa direfund. Bayar loker juga bisa pakai Suica. Kami beli Suica dibantu dua orang Jepang yang super helpful. Ongkos loker di Narita untuk ukuran besar 500 yen. Di Kyoto, saia beli onigiri rasa tuna sedangkan yang lainnya ada yang beli onigiri juga dan makan di McD. Makan di McD sekitaran 500-600 yen dapat Cheese Burger, Friench Fries Medium dan minuman (coke, orange juice, dll – boleh milih). Sedangkan harga onigiri sekitaran 150-200an yen.
Di Kyoto kami melanjutkan perjalanan ke Nara menuju Romantic Train. Foto-foto disana dan sebenernya ingin melanjutkan perjalanan ke Arashiyama tapi berhubung pada lemes, laper, ngantuk, tersesat sana sini, jadinya Arashiyama di skip dan segera meluncur ke Inari. Di Inari, pada mau kimonoan tapi mahal sekitar 5000 yen, sampai akhirnya dapat yang 2000 yen+tax. Tax di Jepang itu 8% dan kalau beli barang lebih dari 5000 yen FREE TAX.

Di Jepang semuanya serba tepat waktu. Begitu juga dengan loket pembelian tiket, walaupun banyak yang ngantri karena belum waktunya buka, maka loket tetep tutup.


Naik kereta Romantic Train sekitar 500 yen (mudah-mudahan ga salah inget) dan keren banget. Gak bisa tampilin videonya di blog ini, jadi cekidot instagram saia aja yaa…hehehehe


Pemandangan yang dilewati bagus-bagus contohnya kayak foto di bawah ini dan ada beberapa video juga di instagram saia yang mengabadikan perjalanan ini.

Dari Romantic Train ini menuju Inari tidak jadi ke Bamboo Forest Arashiyama karena gak tau arahnya kemana. Disini kami sewa kimono untuk fotoan di Inari. Sakura udah jarang banget terlihat dan menurut informasi, sakura tahun ini datang lebih cepat jadi spot-spot sakura jadi jarang banget, apalagi di Tokyo, gak ada sama sekali saia temui.

O iya, seperti yang sudah saia sebutkan tadi, kimonoan disini saia dapat yang 2000 yen + tax dan itu udah termasuk rambut juga, jadi lumayan murmer kan.

Ini full set banget kan yak fotonya, pake payung segala…wkwkk….ini payung dipinjemin sama yang empunya. Orangnya baik banget dan recommended banget. Saia sempet ambil kartu namanya, kalau ada yang minat, boleh aja nanti saia infoin. Kartu namanya ada di rumah jadi ga bisa di post disini..hehehehe

Banyak banget pengunjung disini, sampe semuanya kyaknya isinya orang terus….hahahahaa….

Di Kyoto gak lama, hanya beberapa jam saja karena sekitaran jam 4 sore kami berempat akan menuju Osaka sedangkan dua teman lainnya ingin melanjutkan perjalanan ke mana ya lupa dan satu lagi ke Gion. Naik train menuju tempat pemberhentian bis tadi pagi, karena kami nitip barang bawaan di loker. Loker di stasiun Kyoto yang kecil (bisa muat barang bawaannya sampai 3 orang tapi bukan koper) seharga 300 yen, sedangkan yang medium saia lupa dan yang besar 600 yen. Toilet di Jepang juga perlu dipelajari karena beda banget dengan toilet di Indonesia. Saia kan pernah baca-baca di web tapi lupa alhasil saia coba-coba aja dan jadi mahir….hihiihihi. Dari tempat penitipan koper menuju train kembali yang akan mengantarkan kami ke tempat penginapan di Osaka. Semua transportasi yang saia gunakan bayarnya menggunakan Suica tadi yah. Bisa diisi ulang, klo saia setiap isi ulang 1000 yen. Suica saia sepertinya hanya habis kurang dari 3000 yen selama di Jepang. Suica juga bisa ya dipake buat bayar minuman di mesin otomatis.
Sekian perjalanan di Kyoto. Singkat banget, kapan-kapan mau explore lebih banyak lagi Kyoto ini. Kotanya sungguh tradisional dan kesan Jepangnya masih kerasa banget.
