Holaaaa…berjumpa lagi dengan saia, sang penulis blog…hehhe…kali ini saia mau menceritakan tentang kota pantai di Thailand, yakni Pattaya. Saia sendiri sudah dua kali ke Pattaya ini. Terakhir kali tahun 2015. Yuk mari bercerita lewat foto.
Pattaya di waktu malam
Pattaya di waktu malam sangat ramai. Pantainya gak terlalu terlihat di malam hari, tapi deburan ombaknya kedengeran.
Disini banyak orang berjualan dan berseliweran. Asli, rame banget. Seru.Hehee…begaya dulu di depan hotel di Pattaya. Tahun 2015 saia n the gank nginep disini. Abaikan sepatu busuk warna ungu yang tidak nyambung dengan bajunya ini. Maklum gak bawa sepatu lain dan karena sering dipake nih sepatu sekarang tinggal riwayat…hehehehe….
Waktu di Pattaya 2015, saia n the gank menyempatkan diri untuk nonton pertunjukkan Tiffany Show. Gak boleh ngerekam ataupun foto. Saia foto ini diem-diem di dalem. O iya, kami sungguh sangat beruntung ketika itu karena tiket yang kami beli seharusnya reguler dapat diskon, alias tiket harga reguler tapi bangku VIP. Asiikkk bener kannn,,,,hehehehe…
O iya, untuk fotoan sama “miss-miss” cantik (tau donk kenapa saia kasih tanda kutip??) harus bayar gitu, berapa Bath gitu deh,,,kyaknya suka-sukanya aja, berapa aja dikasih kayaknya mau-mau aja. Kami n the gank gak fotoan sama mereka karena bagi kami lebih baik beli oleh-oleh dibandingkan fotoan…hehehe…jadinya foto mereka yang berseliweran aja secara candid *otak pelit :p
Miss-miss Tiffany ini cantik-cantik banget, saia jadi merasa bersalah sebagai seorang wanita sejati *apa cobaaaaaaaaaaaa…..
Selamat pagiiii….pagi hari yang indah ini, kebetulan saia memiliki waktu untuk menuliskan sedikit pengalaman waktu mengunjungi Cannes, Prancis. Kebetulan jadi inget sama Cannes ini waktu ngebahas sama temen pagi ini mengenai festival film Cannes. Ada apa di Cannes?
Inilah yang disebut dengan Cannes, tempatnya film bergengsi. Tempatnya mirip kayak bioskop yahh…hihihihi….
Tempatnya ga seglamour or semewah yang saia pikirkan selama ini. Tapi, gak tau juga dalemnya kayak gimana yaah, karena waktu itu gak masuk ke dalamnya. Waktu saia lihat tempatnya, gak begitu interest, biasa aja…hihihii
Foto di depan iklan di Cannes. Saia juga berpose di depannya, hihihii…sebagai bukti bo’ kalo saia beneran pernah ke Cannes, tempat yang sebenarnya tidak masuk dalam daftar kota impian yang akan saia kunjungi. Tetapi, itulah baiknya Tuhan itu, dia memberikan lebih dari apa yang saia impikan. Ayoo, ucapkan terima kasih sama Tuhan. Terima kasih Tuhan 🙂
Bangunan gedung perfilman Cannes
Waktu saia ke Cannes, tidak banyak orang ada di sekitar gedung film itu. Eh, itu beneran gedung film atau bukan yahh??? hehee, intinya sih tempat festival film seluruh dunia, tempat yang glamour di industri perfilman.
Nih dia, Cannes Cote D’Azur
Singkatnya, Cannes tempatnya tidak terlalu ramai. Mungkin karena bukan weekend atau memang kotanya sepi yah, saia juga kurang begitu tahu. Pastinya, kota Cannes ini bisa menjadi tempat kunjungan yang menyenangkan. Kalau beruntung, bisa ngeliat artis-artis papan atas pas waktunya ada festival….xixixixi
Cote D’Azur tidak asing lagi di telinga ketika saia sudah pernah mengunjungi kota ini. Waktu di TV ada tayangan mengenai Cote d’ Azur saia langsung teringat, kalau saia pernah ke kota ini, tapi gak inget tempatnya Cannes…hahahaha
Sekian cerita dari saia. Singkat, sesingkat kunjungan saia ke Cannes, kota festival film dunia.
Holaaaaaaaaaaa….hihiihihi….cepet banget yah nulisnya, ya iyalah, supaya selesai cepet nih cerita tentang Euro Trip kemaren…hehehehe….sekarang saia mau cerita tentang kota di Italy yang bernama Florence atau Firenze. Kenapa saia memberi judul kota sejuta pasta, menurut saia Florence ini pasta menjadi menu andalan dimana-mana, kayak bener-bener di Italy gitu….*lohh….yuk kita simak foto-fotonya :
Kota Florence. Klasik banget. Waktu itu turun hujan sehingga rada-rada gelap gitu deh. Tapi kota ini emang agak gelap gitu, karena bangunannya tinggi-tinggi sehingga sinar matahari tidak dapat nembus bangunan untuk menyinari kotaBegaya depan bangunan di kota Florence
Bangunan yang ada di kota Florence. O iya, di kota Florence ini meskipun saia bilang kota sejuta pasta, teuteup yah gak kepengen balik lagi ke sini….hihihihi…kecuali klo gretongan sih mau-mau aja…hahhaha….
Di kota ini juga ada pembuatan tas, dompet, dll dari kulit asli. Saia sendiri juga beli tas dari kulit asli, tapi gak di Florence, melainkan di Venice. Udah jadi korban tarik-tarikan, dempet-dempetan, dll di kereta, teuteup lo tasnya kuatttt banget, gak ada lecet…huahahaaa….jadi merasa beruntung beli tas asli dari Italy biarpun harganya bikin kantong cekak. Coba kalau di Jakarta, huh, males banget deh beli tas harga segitu. Mumpung di Eropah kan yaaa jadinya kapan lagi bisa beli langsung dan milih sendiri. Intinya ga bakal kecewa sama kualitasnya deh.
Begaya depan foto pizza di Florence
Yuk yak yuk, sekian cerita dari saia. Semoga saja bermanfaat.
Yuhuuuuuuuuuu…..sebenernya saia lupa-lupa inget gitu tentang si Roma ini…hehehee….Roma adalah ibukota dari negara Italy. Di Roma ini ada negara didalam negara, nantikan ceritanya. Karena singkat, saia akan taro 2 foto aja yah, soalnya filter foto yang ribuan jumlahnya seperti puyenk…hehehehe….(mudah-mudahan ga salah upload foto).
Sebenernya saia juga lupa-lupa ingat ini di Roma atau Milan. Tapi sepertinya ini di Roma deh…mudah-mudahan bener yakk…hahaaha *telat nulis blog di hari yang sama dengan perjalanan jadi lupa
Italy yang cantik. Eh ini beneran di Italy gak sih???? hihihihii…adem banget kan yah ngeliatnya.
Sekian cerita saia tentang Roma. Loh, singkat banget? iyaahh soalnya singkat juga sih di Roma,,,heehehe,,,banyak jalan menuju Roma, yup bener banget. Saia aja yang ga pernah punya mimpi ke Roma, malah ke Roma. Tujuannya ke Roma perjalanan saia yang tahun lalu itu sebenernya lebih fokus ke negara yang ada di Roma itu sendiri.
Holaaaa…ketemu lagi dengan saia disini setelah sekian lama tidak menulis. Kali ini saia akan menulis tentang kota yang suka disebut kota Mode di Italy, yaitu Milan. Yuk mari kita lihat foto-fotonya.
Pertama memasuki kota Milan, jalan inilah yang pertama. Suasana rame banget, kanan kiri restoran.Seperti kelaperan…hihihihi…Makan Pizza di Milan yang super duper ueenaaakkk dengan harga pas di kantong plus size yang besar. Di Milan (dan sepertinya seluruh Italy), makan di resto itu bayar meja dan kursi, jadinya ya kalau mau beli semacam pizza gini, ngantri, beli dan makan di luar. Alhasil saia ngemper menikmati pizza terlezat yang pernah saia makan di dunia…*lebay. Tapi beneran loh, pizza ala Milan ini uenaakkk banget, kalah deh pizza Florence (sayang gak ada fotonya….hiks)
Begaya di dalam toko Ferari. Toko ini adalah deket toko dimana saia ngemper makan pizza di atas itu…hihihiii,,,numpang poto-poto dalam toko.
Begaya di depan Katedral di Milan…hihihihi….Burung-burung dimana-mana….gak ketinggalan selfie dengan burung-burung di MilanUdara panas euuyyy
Di Milan, walaupun udara dingin (autumn) tapi tetep loh ada sinar matahari yang bikin sipit…hahahaha….Milan kotanya bagus banget, makanannya enak, harga-harganya lumayan pas di kantong dan apa lagi yaa…pokoke Milan ini keren banget. Kalau mau ke Italy wajib deh ngunjungin Milan. Di Milan gak lama-lama karena segera meluncur ke kota Selanjutnya. Sebenarnya saia juga ke kota Arezzo, salah satu kota di Milan juga. Tapi karena hanya sejenak saja, ya ga diceritain khususlah ya si Arezzo ini. Yuk yak yukkk, banyak ceritanya dan foto-fotonya sih, tapi lagi-lagi silakan liat di fb dan tanya-tanya aja yahh…hihihihii….
Holahooooooooooooo….semenjak saia hidup di dunia millenium dimana bukan hanya orang-orang konglomerat saja yang bisa ke luar negeri, maka saia mulai merencanakan first destination without parents. Negara pertama yang saia kunjungi adalah Singapura atau Singapore bahasa kerennya…hehehehe….Karena masih awam, waktu itu saia perginya pake bagasi dan pulangnya nggak….heran kan??? trus, pake acara milih kursi berbayar segala lagi…hihihihii…tapi teuteup jatuhnya murah sih sekitar SGD 45 dengan kurs 6500 klo gak salah waktu itu. Perginya bareng my sistz dan temen kantor lama, tapi temen kantor lama udah duluan. Waktu itu di tahun 2012 masih ada Budget Terminal gak kayak sekarang yang semuanya di Changi. Sempet ngerasain juga loh yang namanya tidur di bandara, ya di bandara Budget Singapore itu. Mareeee lihat-lihat fotonya :
Sengaja fotonya gak satu-satu karena harus diceritain satu-satu…hihihihi….wisata murah meriah ini juga dibantu oleh salah satu teman di group backpacker yang tinggal di sana dimana kita-kita diajakin jalan kaki menyusuri kota Singapura ini. Seru deh pengalaman pertama ini. Dimulai dari negara Singapore inilah kemudian saia jadi traveler, menjelajah negara demi negara. Disini saia hanya sekedar mengingat tentang perjalanan pertama saia ini. Bener-bener masih pemula banget deh dan ternyata BERHASIL. Masuk wisata yang gratis-gratis aja. Merlion pastinya wajib dikunjungi yaa, Esplanade dan saia juga masuk USS….mehong banget sih….regularnya SGD 68 weekend SGD 74 (gak tau sekarang). Tapi, saia dapat harga SGD 60 beli di Jakarta. Ternyata dan ternyata, saia dan my sistz gak jadi di weekdays, jadinya di weekend, akhirnya nambah SGD 6 lagi deh. Seruuuuuuuuuuu banget, karena mehong, jadinya ya cukup sekali ajalah ya kesini klo bayar sendiri….hihihihi
Setelahnya, saia berkali-kali lagi berangkat ke Singapura, bahkan akhir bulan ini berencana ke sini lagi….hihihihihi….Singapura negara yang sangat bersih dan disiplin. Gak banyak kendaraan bermotor disini. Nanti trip Singapura yang akhir Mei akan saia share di blog ini yaaa….dan pastinya stay tune juga di blog saia yang lainnya www.menmybestfriends.blogspot.com
Sekian dulu perjalanan pertama saia ini yaaa…kalau ada yang mau tanya-tanya silakeun aja. Karena udah 5 tahun lalu jadi agak-agak lupa kisahnya sih…hehheee…tapi kisahnya bisa diliat di blog yang tadi saia share. Maklumlah…ini blog baru. Waktu pertama ke Singapore belum tercipta…xixixixi….happy traveling.
Haloo…kembali lagi dengan saia disini…hehhee…kali ini saia akan cerita mengenai sebuah kota di Jerman yang bernama Munich (Munchen). Kenapa judulnya selayang pandang, karena saia juga gak tahu kenapa memberi judul seperti itu. Di Munich sendiri sebenernya gak lama yah, hanya beberapa jam saja. Beli aksesoris, foto-foto dan ke hotel. Hotelnya di Unterhaching (seperti distrik di kota Munich). Dikarenakan gak lama ada di Munich alhasil foto-foto yang ada juga tidak banyak. Waktu sudah sore pada saat tiba di Munich. Kota ini lumayan ramai dengan lalu lalangnya orang-orang beraktivitas. Yuk lihat foto-fotonya :
Begaya di depan toko Football Club Bayern MunchenLagi….begaya di depan toko yang jual peralatan klub sepakbola Jerman, Bayern Munchen. Saia bukan salah satu penggemar Bayern Munchen jadi ya ga beli apa-apa…hehee….price barang-barang di fan-shop ini lumayan mehong untuk ukuran saia….heheheeBegaya di depan mobil yang diparkir….maafkan foto yang ngeblur ini. Semoga besok-besok beneran punya mobil kyak gini….ammmiinnn
Hanya ada 3 foto di atas yang bisa saia share….hehehehe….soalnya waktunya singkat banget. Menurut saia Munich kota yang lumayan hidup dari segi kehidupan (maksudnya apa yahh :p), cuman ada something yang bikin kita-kita yang dari Asia ngerasa dibedain. Di Munich ini, resto antara orang Asia dan non Asia (alias bule Eropa) dibedain. Awalnya saia gak nyadar sih, temen satu team saia yang nyadar, kenapa kok kita di resto hotel itu hanya orang Asia aja (ada guide Eropanya satu – mungkin dia mau berbaur atau gak enakan). Di antara tour kami tentu saja ada bule Eropa dan pasangan bule Eropa itu restonya di depan sedangkan kami orang Asia paling belakang.
Awalnya, waktu kami mau breakfast, kami melewati beberapa resto. Para pegawai hotelnya ramah-ramah. Trus, pas bilang mau breakfast, mereka nunjukkin jalan. Pas kami jalan, kami ketemu sama pasangan bule Eropa yang satu group sama kami. Kami lihat kok sepi, makan berduaan aja. Lalu kami ketemu sama driver bus, juga di resto depan, makan sendirian. Driver kami itu orang Polandia, orangnya udah berumur, tapi baik dan sangat helpful. Tampangnya mirip artis Ari Wibowo, …mungkin kalau Ari Wibowo udah tua, bakal mirip kyak bapak Polandia itu. Intinya sampailah kami di resto khusus orang-orang Asia dan temen saia yang dari Jakarta yang lebih dulu menyadari…ahhh syediiihhh dehh…jadi gak kepengen ke Munich lagi….
Saia sih masih berharap, kalau anggapan saia mengenai “dibedakan” ini hanyalah sebuah perasaan yang gak mendasar. Jika nanti saia memiliki pengalaman yang jauh lebih indah, pastinya saia akan terus menyapa : “Hi Munich….see you agaaiinnn!!!”
Semua cerita di atas berdasarkan pengalaman saia. Mungkin orang-orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Tapi, saia sih enjoy aja…I don’t care laahhh. Tapi disinilah seninya. Kita jadi tahu tentang hal-hal yang sebelumnya kita tidak pernah tahu. Ini bukanlah cerita orang lain, tapi cerita tentang diri sendiri, pengalaman sendiri dan merasakan sendiri. Bukan berarti saia tidak akan mengunjungi negara Jerman lagi lohhh…menurut saia Jerman ini memiliki ke-khas-an sendiri. Negeri yang memiliki banyak cerita menarik. Jerman termasuk dalam destinasi saia seandainya nanti saia diberi kesempatan kedua untuk kembali ke negeri penuh sejarah ini. Saia masih pengen dong mengunjungi Berlin, Bremen, Stuttgart dan tempat-tempat lainnya di Jerman. Semoga masih ada kesempatan itu….ammiinnn.
Hulaaaaaaaaaa….kembali lagi dengan saia disini. Disini saia akan menceritakan tentang negara pertama dan kota pertama di benua biru dimana saia menginjakkan kaki. Tempat itu memiliki ikatan sejarah yang kuat untuk bangsa Indonesia, negara itu adalah Belanda (Netherland) dan kota itu adalah Amsterdam. Yuk mari bercerita melalui foto.
Barang bawaan menuju penjelajahan ke benua biruFotoan di Amsterdam Centraal. Dari bandara Schipol ke Amsterdam Centraal by trainBergaya di jalan AmsterdamDepan bangunan di AmsterdamEntah apa nama bangunan ini, kyak di Eropa yah?? :pSungai yang dikelilingi bangunan klasik BelandaFoto ini diambil dari Cruise city sightseeing AmsterdamCheersss….kami pakai bis seperti yang ada dibelakang itu loohhini dia cruise nyaNaik bis city sightseeing beli tiketnya di tempat-tempat ini. Bukan di cafenya loh yaa 😀Selpieh…tampang buzuk amat yakkFotoan dari dalam cruise city sightseeingMakan french fries dalam perjalanan mau balik ke SchipolSuasana kota AmsterdamSuasana kota Amsterdam. Airnya bersih, jalanannya juga bersih.Foto ini diambil dari atas bis city sightseeing
Saia di Amsterdam gak lama sih, hanya sekitar 12 jam saja karena harus melanjutkan perjalanan ke Frankfrut, karena tour dimulai dari Frankfurt. Sekian cerita saia.
Hulaaaaaaaaaa….kali ini saia akan cerita mengenai salah satu kota di Jerman, Frankfurt. Kenapa judulnya semalam di Frankfurt? karena ya hanya semalam saja saia berada di Frankfurt. Kenapa saia bisa berada di Frankfurt? Sebenernya sih karena tour dimulai dari Frankfurt ini. Jadi kami segerombolan empat orang dari Indonesia menginjakkan kaki pertama kali di Amsterdam. Dari Amsterdam kami menuju Frankfurt dan sampai sudah malam. Disini foto-foto yang dapat saia share mengenai keadaan kota Frankfurt. Berhubung sampai sudah malam dan pagi-pagi sekitar jam 8 harus berangkat, jadi gak banyak foto yang bisa saia berikan. Yukk mari kembali bercerita melalui foto-foto.
Bergaya dengan pemandangan kota Frankfurt di waktu pagi. Jangan salah loh, ini waktu pagi sekitar jam 6-an pagi. Kelihatan masih gelap banget kan yaa..apa karena lagi autumn??? yah, mungkin juga sih.Waktu di Frankfurt nginep di hotel Excelsior. Hotel ini recommended banget, selain dapat coklat sebagai welcome chocolate, keistimewaannya adalah free minibar. Jarang-jarang kan bahkan hampir gak ada hotel yang ngasih free buat minibar nya. Baru kali ini saia dapat yang kayak gini. Kapan-kapan kalau ke Frankfurt lagi, pastinya akan nginep di hotel ini lagi. Very Recommended hotel. Dari segi harga juga masuk kantong kategori pelancong pas-pasan seperti saia. Gak mahal tapi gak murahan juga. Coklatnya enak dan jadi kepengen lagi makan coklat ini…heheheheFrankfurt di waktu pagi yang seperti waktu malamKeadaan Franfurt di waktu pagi. Jalanan masih sangat sepi, tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang.
Walaupun hanya satu malam di Frankfurt, saia merasakan kota ini begitu menyenangkan. Pagi hari ketika kondisi cerah, banyak orang berlalu lalang melakukan aktivitasnya. Itulah Frankfurt menurut pandangan saia.
Menuliskan kisah di Budapest, ibukota Hungary (Hongaria) sebenernya ada cerita yang tidak ingin diceritakan…tapi ceritain aja deh. Foto-foto di kamera hp yang keren-keren banget hilang musnah dikarenakan saia salah pencet…hikss…untunglah ada kamera saku sang penyelamat segala kenangan itu. Walaupun yang keren-keren menghilang, tapi paling nggak kenangan tentang Hungary ini tidak hilang sama sekali.
Sepert biasa, bercerita melalui foto. Foto-foto disini dari kamera saku saia yang menyelamatkan memory tentang Budapest. Satu hal yang baru saia ketahui yaitu ternyata lagu Danube River itu bener-bener dari nama sungai bernama Danube di Hungary. Saia baru tahu deh. Bagi yang suka musik klasik (bukan klasik kali yakk) atau yang pernah les piano pasti tahu deh lagu Danube River ini…
Danube River. Foto diambil dari dalam Danube Cruise. Biaya naik Danube Cruise ini Euro 10Pemandangan di Danube River
Fotoan dengan background bangunan atau kastil yang keren banget di Hungary. Berhubung banyak orang yang juga fotoan di background yang sama, jadinya ya banyak orang juga jadi background foto ini.
Danube river yang ada di buku piano ternyata bener-bener adaDanube River
Ini adalah foto-foto Hungarian Dinner di Budapest. Ada atraksi musik dari para Hungarian musician dan juga Hungarian Folk style Dance. Dinner disini lumayan mehong loh, sekitar Euro 50. Suasananya kyak di cafe-cafe gitu. Untuk makanan, sebenernya saia agak shock gitu ngeliatnya, maklumlah saia kan bukan orang yang suka mencoba kuliner-kuliner baru. Akhirnya saia memutuskan untuk memilih vegetarian food yang sepertinya saia salah pilihan 😥 Entah apa itu menu vegetarian yang diletakkan di dalam paprika yang besar-besar warna merah dan hijau. Menurut saia sih, gak masuk yah makanan seperti itu, maklum saia orang Indonesia yang kalo makan pake nasi dan telur aja udah seneng banget. Menu makanan lainnya ada semacam hati angsa, turkey kari dan entah apa lagi. O iya, ada pork juga disitu….haiiissshhh….hahahha….temen ada yang mesen menu fish dan menu ini menurut saia bisa dikategorikan makanan yang normal menurut saia. Minumnya ada air putih, ada wine juga dan lain sebagainya. Tentu saja saia tidak minum wine, hanya minum air putih, jus jeruk dan jus apa lagi yaa…semangka or jambu gitu.
Dikarenakan harga yang super duper mahal untuk dinner disini, menurut saia cukuplah sekali saia mencoba dan nggak akan coba lagi…hehehehe….selain mehong, rasa dan jenis makanannya gak cucok di lidah saia yang doyannya nasi pake telor sekalian pake kecap juga.
Jalan di Budapest. Para pejalan kaki lagi nunggu lampu hijau untuk pejalan kaki agar dapat menyeberangSuasana kota BudapestBergaya di icon HungaryBergaya di icon BudapestJalanan di kota Budapest, HungaryTugu yang ada di BudapestBangunan dan jalanan di Budapest. Teratur.Bangunan di BudapestBergaya di tugu Budapest
Masih tugu di Budapest. Disini banyak banget pengunjung. Waktu itu ngeliat banyak anak sekolahan yang lagi study tour ke sini.
Bangunan Klasik di BudapestAgain…Danube River. Pemandangan kota dari Danube RiverDanube River ini sangat indah, airnya bersih, jernih, suasananya juga nyamanSelpieh again di depan semacam gedung parlemen di Budapest. Background lainnya anak-anak yang sedang study tour
Last picture, lagi-lagi saia bergaya di atas Danube Cruise dengan background Danube River dan bangunan klasik di pinggir Danube River. Di foto ini gak ada background orang…hehehe
Gak pernah kepikiran akan menginjakkan kaki di tempat yang namanya Hungary. Dulu waktu masih kecil, kirain Hungary ini adalah negara dari benua hitam tau-tau ini salah satu negara di benua biru. Letaknya sendiri di Eropa Timur kalau saia tidak salah. Waktu pertama kali ke Hungary sih ga ada pikiran ini negara terkenalnya karena apa. Setelah dibilang oleh tour guidenya akan menyusuri Danube River, saia mulai ingat ternyata si Danube River ini bener-bener ada di dunia dan letaknya di Hungary dan saia berhasil menginjakkan kaki saia di tempat dimana saia tahu hanya melalui lagu di buku piano.