Penipuan pembelian tiket perjalanan

Selamat hari Pancasila. Tiket adalah bagian penting dalam setiap perjalanan. Gak ada tiket, perjalanan hanya mimpi. Walaupun ada juga cerita-cerita mengenai orang yang melakukan perjalanan tanpa tiket, tapi itu adalah suatu keberuntungan yang mungkin tidak semua orang memilikinya.

Kali ini, saia ingin membahas mengenai penipuan dalam pembelian tiket online. Kebetulan, sore tadi dengar cerita tentang orang yang tertipu dalam pembelian tiket. Nyesek banget pasti rasanya.

Membahas tentang penipuan tiket, saia sendiri pernah mengalaminya, tapi tidak sampai tertipu. Ceritanya, saia ikut salah satu group jalan-jalan populer. Pernah nulis post dan komen juga. Gak berapa lama, muncullah friend request yang saia sendiri tidak kenal. Rata-rata para traveler kalau dilihat dari home fb-nya. Ada 1 penjual tiket online yang kalau saia lihat postingannya, bukan tipe penipu. Saia juga pernah pesan tiket dari dia dan ok. Jadi, ini adalah penjual yang amanah. Berikutnya, ada semacam fb dari salah satu travel agent yang lumayan populer sekarang ini tapi dulu saia belum pernah dengar, add saya sebagai friend. Karena ada hubungannya dengan traveling, maka saia accept. Kebetulan juga waktu itu ada rencana ke Singapore dan nanya harga tiket sama dia. Harganya murahhhhh banget. Padahal pas hari libur gitu. Misalkan normalnya bisa 2jutaan, kalau di dia itu hanya 600rban klo ga salah. Trus, harga tiket anak setengah harga tiket dewasa. Transfernya bukan ke nama perusahaan (karena fbnya atas nama perusahaan) tetapi ke personal bank.

Sebagai orang yang sudah makan asam garam dunia per-traveling-an (asheeeeekkkkk….wkwkwkk) dan kebetulan saia orangnya sangat perhitungan dalam soal duit apalagi klo duit buat traveling, pasti saia super duper pelit klo emang niatnya backpackeran ga bakal mau selisih serupiah pun….hahahhahaa (kecuali klo ga niat backpacker, tiket berapa aja asal udah NIAT BANGET pasti tanpa pikir panjang langsung booking). Nah si akun fb yang ternyata akun bodong ini menimbulkan kecurigaan saia. Saia sih suka hal-hal yang murmer, tapi klo murmer gak masuk akal, ya ga suka!!! #galak.

Niat awal ke Singapore mau backpackingan alias pake koper juga sihh, tapi maunya tiket murmer karena kan udah sering kesana, jadi gak mau yang premium. Nih tiket yang ditawarin si fb bodong kok murah amat, ke rekening pribadi dan contactnya masa ke nomor hp. Saia langsung telpon maskapai tersebut. Si admin fb bodong itu bilang harus dibayar dalam waktu 1 jam. Sempet nelpon juga dan logatnya itu masih kental dari daerah Indonesia yang sebelah sana deh pokoknya. Seperti masih terbata-bata menggunakan bahasa Indonesia. Apa iya ada call center maskapai yang menjelajah internasional punya CS yang maaf banget aksennya kental banget dari daerah tersebut.

Akhirnya saia cari di om gugel, nomor telepon CS maskapai yang dimaksud. Si mbak-mbak CS beneran yang saia telpon, cek bookingan dengan nomor booking yang saia sebut. Hasilnyaaaaaaaa??? Ya..ada nomor bookingan saia itu, tinggal bayar. Saia tanya, bayarnya ke account pribadi? Kata mbak-mbaknya, ke rekening perusahaan. Si mbak-mbak kyaknya udah curiga gitu, saia kena tipu. Saia tetep cool. Saia tanya, totalnya berapa? Kata dia klo ga salah 2jtaan atau 4jutaan gt deh buat berempat…si penipu suruh tranfser 1jutaan klo ga salah yaa. Si mbak-mbak CS bilang, jangan transfer ke rekening pribadi mbak, itu penipuan. Okk, makasih mbak.

Singkat cerita, si penipu itu telpon-telpon terus, tapi saia gak angkat. Dia sms dan tanya kenapa ga diangkat. Saia balas aja, anda penipu. Eh, dia bales, katanya dia ga nipu, saia telah menuduh dia dan bla bla bla….pake sok-sok ngancem segala. EGP!!!! Sana dah ke laut aja berenang-renang sampai ke tepian…hihihihi.

Akhirnya tuh fb bodong saia block. Saia jadi anti sama tuh travel agent. Tapi saia penasaran juga. Travel agent yang asli sih ga masalah ya, emang dasar penipu suka bikin perkara deh.

Jadiiiiiiiii, supaya ga tertipu, usahain cari aja sendiri atau dari travel agent online yang memang sudah kredibel seperti Traveloka, tiket.com, dll. Jangan mudah percaya dengan orang yang nawarin tiket lebih murah, apalagi murahnya gak masuk akal. Logika aja sih, emang keuntungan agent dari 1 tiket itu bisa 1 juta? Kan nggak. Jadi ga mungkin harga tiket normal 5 juta, jadi 3 juta misalnya, gak mungkin banget, memang agent mau nombokin yang 2 juta? Saia pernah juga jadi agent travel online kecil-kecilan, saia kasih tau ya, untungnya dikit…pernah untung 3000 perak aja dari 1 tiket. Tapi, ya ga tau lah klo agent besar. Tapi ya nggak mungkin berjuta-juta juga per tiket untungnya.

Jadi, buat para pencari tiket, belilah tiket di tempat yang TERPERCAYA. Jangan beli pada orang yang baru kenal di fb, ga jelas, dll. Kalau gak ngerti, tanya temen yang tau. Klo gak punya temen, datang langsung ke travel agent deket rumah. Tadinya mau untung malah buntung.

Buat para penipu, kasihanilah mereka yang kalian tipu. Kalian gak tau kan, mereka beli tiket karena ada urusan mendadak keluarga misalnya atau urusan penting lainnya. Ada mungkin diantara para pembeli itu, seseorang yang meminjam uang untuk beli tiket karena urusan penting, anak-anak yang patungan untuk orang tuanya, orang yang menabung dengan sepenuh hati, dll. Jangan cari uang dengan menipu orang lain. Nanti suatu saat nanti, semua perbuatan kita akan kembali ke kita. Apa yang kamu tabur, itu yang akan kamu tuai.

Sekian dulu sharing cerita hari ini.  Semoga berguna bagi para pembaca untuk tidak mudah tergiur tiket murah.

Hanamaru Udon

Selamat siang di hari libur ini. Hampir lupa nulis blog di bulan ini dikarenakan banyaknya kesibukan…hahhaaa…kali ini, saia bercerita tentang udon yang belum lama hadir di mall Pacific Place, namanya Hanamaru Udon. Jumat lalu saia berkesempatan untuk coba udon ini bersama teman-teman yang tidak puasa dan teman yang sedang libur puasanya.

Tempatnya saat itu cukup sepi, mungkin karena bulan puasa. Di bulan puasa ini, ada paket Ramadhan senilai Rp. 55.000 termasuk minuman dan gorengannya. Kalau pakai OVO diskon 20% dengan maksimum 10.000 klo ga salah ya. Beginilah penampakan pesanan saia :

C9D7EA71-7CAF-47FA-8CF6-6EC1089B4034
Paket udon yang saia pilih

Rasanya lumayan enak dan mirip-mirip Marugame Udon nuansanya. Ada crispy kriuk yang bisa diambil semaunya, cabe bubuk, daun bawang,dll. Yukk maree yang mau coba, silakan dicoba.

Central Market, Malaysia

Yeayyyy…selagi inget nulis dan kebetulan sore tadi ada yang nanya. Saia kalau ke KL pastinya beli oleh-oleh di Central Market. Paling gampang kalau mau kesini, pakai bis gratis yang purple line turun di Pasar Seni. Dari Pasar Seni, tinggal jalan kaki aja, gedungnya warna biru. Di sebelahnya ada lambang kayak burung gitu trus ada tulisan Kasturi Walk.

Ada salah satu toko coklat langganan saia “Choc Boutique”. Toko ini dimana-mana ada. Di Central Market sendiri ada dua toko. Toko pertama besar, gak jauh dari pintu masuk dan toko kedua berada di tengah. Langganan saia sih yang ditengah. Klo ke KL selalu beli disitu. Orangnya baik dan tabah banget ngadepin serombongan cwe-cwe heboh dari Indonesia…hahahaha….bukan endorse loh, tapi emang begitu. Kita juga akan dikasih tas yang bagus dan lumayan banget sebagai kantong belanja. Yuk yak yukk maree berbelanja.

 

Colmar Tropicale

Selamat sore menjelang malam. Hari ini hari libur, asik banget kan. Oiya, sebelum lupa, saia kali ini cerita tentang perjalanan ke Malaysia beberapa hari lalu. Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah Colmar Tropicale. Ada apa di Colmar? Lihat foto-fotonya yaa.

Colmar Tropicale ini adalah perkampungan dengan nuansa desa di Prancis. Biaya masuknya 16 Ringgit. Untuk mencapai kesana, saia dan teman-teman naik Grab car selama kurang lebih 1 jam. Lumayan jauh perjalanannya. Disini sih bagus buat foto-foto dan banyak banget rombongan Indonesia sedang berlibur disini.

Ramen Halal Seirock-ya

Selamat sore. Di hari pertama di bulan April ini, kembali cerita tentang makanan dulu ya…hehe. Jumat lalu, saia coba ramen halal yang ada di Jl. Radio Dalam. Dari kantor di SCBD, saia naik MRT yang masih gratis sampai ke Blok A. Dari Blok A naik transportasi online. Gampang tempatnya, deket lagi dari MRT, walau gak deket-deket amat juga sih. Tempatnya lumayan panas ya, walaupun ada AC nya. Saia reserved tempat karena saia baca-baca banyak yang bilang pengunjungnya banyak, jadi daripada sia-sia menunggu lebih baik reserve tempat. Awalnya dapat yang deket pintu, minta pindah ke tengah dan lumayan lah gak panas-panas banget, walaupun gak sejuk juga. Nama restorannya Seirock-ya.

Saia pesen Toripaitan shoyu pedas dengan tambahan telur. Begini penampakannya:

E43B358F-D3BE-4F74-9EE6-EB0CAFCE81F6
Penampakan awal
2375B59D-D834-4BC3-A04C-61D931662C4C
Penampakan setelah dicampur sambel

Menurut saia sih, ini ramen enakkkk dan kuahnya gurih dan kental. Telurnya super lembut. Saia tambahin cabe bubuk, tapi kyaknya ga ngaruh, mungkin cabe bubuknya buat hiasan aja kali ya, ga ada pedes-pedesnya sih menurut saia. Apa lidah saia yang udah kebal kali yaa….hahahaha

Temen saia yang lain pesan Toripaitan ekstrim pedas dan Toripaitan ekstrim telur. Selain itu kami berempat (satu nyusul abis sholat Jumat), nyobain Gyoza ayam panggang yang rasanya menurut saia sih, ga berasa sama sekali. Nyobain Yaki shumai juga dan rasanya agak kurang-kurang apaaa gitu deh.

Kenapa saia nggak mesen Toripaitan ekstrim pedas secara saia pencinta pedas? karena mengandung seafood, jadinya yaa yang amannya itu yang Toripaitan shoyu pedas yang pure ayam aja, gak pake aroma-aroma seafood.

Harga Toripaitan shoyu pedas sebelum tax Rp. 66.000 plus toping telur Rp. 11.000. Paketan saia itu ga pake telur, jadi klo udah sepaket sama telur, ya ga perlu tambahan toping telur lagi.

Harga Toripaitan ekstrim pedas Rp. 73.500 dan Toripaitan ekstrim telur Rp. 79.200. Kalau mau nambah sambal jepangnya juga bisa Rp. 5.500. Saia gak beli minum karena bawa  air minum di botol minum dari kantor biar irit…hahahaha. Nggak biar irit juga sih, tapi ya kali makan mesennya air mineral, mending bawa deh. Soalnya, jenis minumannya kurang banyak menurut saia, gak ada coklat…hehe.

Temen saia, satu juga bawa minum, satu pesen green tea cold yang bisa di-refill seharga Rp. 12.100 dan satu lagi pesen mango peach seharga Rp. 15.400. Gyoza harganya Rp. 34.100 dan Yaki shumai Rp. 39.600. Cukup pricey, tapi gak nyesel deh. Hari Minggu kepengen lagi makan di AEON, tapi berhubung saia hari Minggu kemarin nungguin tukang di ruko, jadinya gak jadi deh.

Pokoke cobain deh, halal lagi. Kalau saja restorannya rada disejukin dikit, wahh, lebih mantap lagi. Tapi, untuk sekarang ini ya lumayanlah untuk ramen halal yang enak.

MRT Jakarta

Selamat siang. Kali ini cerita saia mengenai MRT Jakarta yang akhir-akhir ini jadi viral dimana-mana ya…hehe. Ceritanya, kemarin berencana pulang naik MRT (waktu uji coba ga ikutan karena ga ada waktu *sok sibuk :p). Saia dan temen pakai tiket temen lainnya yang dibeli gratis di satu e-commerce yang memfasilitasi pembelian tiket MRT. Saia naik di statiun MRT Polda. Ada dua petugas yang minta lihat bukti bookingan tiket, lalu temen saia nunjukkin screen shot nya. Sebenarnya, ada yang lebih dekat stasiunnya, yaitu stasiun Bursa Efek Indonesia, tapi sepertinya belum full beroperasi kali yaa, jadinya naik via Stasiun Polda.

Rencananya, turun di statiun Dukuh Atas BNI City. Kemarin dapat kabar, kalau MRT tidak berhenti di situ, tapi kemarin sih berhenti di Dukuh Atas yaa. Orang-orang masih pada antusias foto-foto dan juga rekam video selama perjalanan MRT. Cepet banget. Berikut foto-foto yang dapat saia share :

Di dalam stasiun MRT, udah ada beberapa toko-toko yang buka, juga ngasih diskon khusus di jam-jam tertentu. Pokoke TOP banget deh. Hari Minggu mau coba sampai stasiun akhir, selagi masih gratis. Yukk coba naik MRT.

Jogja-Klaten

Holaaaaaaaaa….kembali ini re-post dari blog saia yang dulu dan yang sekarang masih tetep eksis…hehe….

Jogja-Klaten

Hari ini saia mau cerita tentang perjalanan ke Jogja-Klaten…berangkat hari Kamis malam tanggal 12 Juli 2012 jam 20.20 dari Stasiun Senen. Hampir aja ketinggalan kereta karena sebelumnya mau beli makanan dulu, tapi karena si penjual kayaknya cuek bebek dan ga niat jualan (sebel banget ama pedagang yang kayak gini, kesannya seperti hanya dia doank kali ya yang dagang, meskipun kenyataannya emang gitu…cuman dia doank yang dagang, lainnya pada udah tutup…)

Di kereta, suasana sih penuh ya tapi ga ada yang berdiri-berdiri seperti dulu waktu mau ke Jember. Perginya bertiga tapi tempat duduknya terpisah….mana tempat duduknya ga bisa dimodifikasi, pegel beut dah…dan untungnya jam 6 pagi keesokan harinya sampai di stasiun Tugu, Jogja…itu juga hampir kelewatan loh soalnya ga nyadar klo udah nyampe!!!

Dari stasiun jalanlah kami beriringan bertiga dan banyak yang nawarin naik becak. Setelah berjalan terus, akhirnya kami tertarik sama abang-abang becak (maksudnya tertarik buat naik becaknya….) jadi, karena bertiga dan barang bawaan banyak, naiknya dua becak trus nyari-nyari hotel. Waktu tiba di hotel yang dimaksud, ternyata udah full, trus si abang becaknya dengan baik hati nganterin buat nyari hotel lain dan ketemulah hotel itu…sejenak waktu melihat dari luar, saia merasa…koq hotelnya kyak gini ya…tapi mungkin emang begitu kali hotel di Jogja…akhirnya masuklah kami bertiga, sebelumnya si abang becak yang tau kami mau lanjut ke Klaten bilang : “ini no hp saya, kan katanya mau ke Klaten, nanti bisa hubungi saya, nanti saya jemput ke sini”…nama abang becaknya pak Supri…trus saia bilang “ok”.

Setelah dapat room no 03 (klo ga salah), kami bertiga masukin barang, ngecharge hp (klo saia berhubung batere masih ada dan colokan cuman 2 jd belakangan nge-chargenya), tidur-tiduran, mandi dan jalaaaannnnnn…..

Pertama keluar dari hotel, mau cari makanan dulu dan setelah berjalan menyusuri jalan Malioboro itu, terlihatlah ada tulisan “pecel ayam” gitu…trus tanpa a i u e o, pesen pecel ayam, nasi sama air mineral…pertama di kasih nasinya, agak kurang selera juga…buseeet, terlihat lembek seperti bubur, untung wkt dimakan ga gitu eneg-eneg banget sih, trus pas liat pecel ayamnya dengan banyak kol…kayak kurang ok gt menurut saia..rasanya juga kurang mantep, pokoke ga seenak yang di Jakarta deh…dan pada saat mau bayar…jreng….jreng…jreng….buseeeettttt…mahal beutt, gile….kalah dah ibukota Jakarta tercinta….waktu temen minta daftar harga, dikasih daftarnya (awalnya cuman dikasih daftar menu tanpa harga)..bener-bener kebohongan publik tingkat tinggi nih, ga mau lagi deh makan di situ lagi, udah sangat mahal, makanannya juga kurang enak….

Selanjutnya berjalan menyusuri jalan Malioboro, ditawari becak sama abang-abang becak yang banyak berseliweran di mana-mana dan memutuskan naik becak abang-abang yang terpilih, sangat murah meriah ongkos becaknya untuk jalan-jalan ke berbagai pelosok, klo ga salah 4 tempat seperti tempat belanja-belanja khas daerah…setelah keliling-keliling beli oleh-oleh kami berencana untuk berangkat ke Prambanan dan turun di halte trans Jogja.

Trans Jogja ini kayak trans Jakarta, tapi lebih keren di sini sih…soale di sana bisnya lebih kecil dan haltenya sempit, hanya ada satu pintu masuk dan masuknya satu-satu. Klo boleh kritik, hmm, sori dori aja sih…petugasnya juga kurang sigap terkesan lambat banget, udah gitu pake acara ngomong-ngomong jadi memperlambat pembelian tiket, trus kurang atraktif juga untuk ngembaliin kembalian atau bahasa kasarnya super duper lamban, selalu ga punya kembalian, beralasan ini itu supaya ngasih uang pas, alasan yang ga perlu penumpang lain tau…heran deh, koq petugas bisa omong kayak gitu ya, udah kayak klompencapir aja…pokoke, untuk pelayanan, Trans Jogja menurut saya kurang dah…(mungkin karena di Jakarta ga kayak gitu ya…) – ini pendapat tahun 2012, kalau sekarang, gak tau juga sih karena terakhir ke Jogja Oktober 2018 yang lalu saia tidak menggunakan Trans Jogja.

Di trans Jogja ini juga sih terlihat ga kayak Jakarta juga yang heboh-heboh rebutan tempat duduk, klo disini lebih membumi lah istilahnya….yah, ada plus minus nya sih…singkat cerita setelah perjalanan yang panjang..sampailah kami di Prambanan…belum sampe sebenernya, harus naik delman dulu lalu sampailah di Prambanan. Bayar tiket masuk dan mulai menjelajah Prambanan, foto sana sini, liat candi-candi lain, naik kereta jalan-jalan menuju 3 candi lainnya dan akhirnya keluar dari wilayah Prambanan. Sebelnya, di loket tertulis, klo wisatawan asing free klo lokal bayar…ya ampyuuunnn Indonesiakuuuuu, masa narik fee dari bangsa sendiri sih???? Lebih mengistimewakan orang asing daripada orang sendiri, seketika saia jadi kecewa dengan negaraku Indonesia tercinta….:( . Makan dulu di luar dan terlihat harganya murah meriah (karena paginya tertipu dengan makanan kurang enak tapi sangat mahal). Saia pesan nasi goreng alias nasgor yang lainnya nasi soto. Saia tadinya nanya dulu itu soto pake santan apa bening, kata ibu-ibunya semuanya bening…jd saia lebih milih nasgor aja. Sebelumnya saia nanya, nasgor isinya apa aja, si ibu itu bilang, “kol, telur…” trus saia tanya, “boleh ga telornya diceplok” trus si ibu bilang “ok”.  Waktu makanan datang, saia liat soto teman dan berpikir “itu soto?? Kyaknya airnya doank yang banyak dan isinya seiprit gitu….untung gw ga mesen soto!!!!”  datanglah nasgor pesanan saia dan seketika saia melihat ada yang kurang beres sama nih nasgor…warnanya coklat banget dan kyak basah gitu nandain kebanyakan kecap…telornya sih lumanyan beres lah….pas dimakan…ini nasgor manisnya ga keukur dah, udah gitu ada rasa-rasa asin. Tiba-tiba saia ngerasa bener-bener tertipu untuk kedua kalinya nih….pas bayar??? Ternyata tuh telor ceplok punya harga sendiri, et dah buset, koq gitu ya?? Udah nasgornya harganya lebih murah di Jakarta, manis dan asinnya ga kebayang, eh si telor ternyata nambah biaya lagi….lah tadi kata si ibu nasgor pake telor dan kol..lah ini kok jadi telornya nambah biaya nasgor??? Apa jadinya klo si nasgor doank yang saia pesan….bisa pingsan dah gw!!! Abis itu beli oleh-oleh yang harganya murah ketimbang waktu jalan-jalan pertama kali…lumayaan, tapi ada teman yang karena ga begitu perhatiin barang yang dibelinya, jadinya beli baju yang rada robek….weleh-weleh.

Setelah dari Prambanan balik ke hotel, bergaya-gaya dan berheboh-heboh ria untuk menikmati Jogja di waktu malam. Masih belanja belanji juga, makan-makan dan tetep aja yang namanya makanan Jawa itu manisnya ga ketulungan, jadinya meski mesen yang mie goreng pedes, teuteup lohhh manisnyaaaaaa…..!!!!

Sabtu pagi rencana mau ke gereja, tapi berhubung ga tau letak arahnya kemana dan dimana, jadinya ga gereja deh. Sabtu siang siap-siap menuju Klaten dan ternyata ke sana hanya setengah jam naik kereta. Ke Stasiun nelpon pak Supri dan kayaknya dia rada kecewa gitu liat kami udah belanja-belanja tanpa menggunakan jasa dia. Sampai di sana dijemput dan singkat cerita Klaten itu sepiiii akan sarana wisata (mungkin karena udah malem), tapi namanya mobil, motor berseliweran sih…jangan ditanya…debu knalpot dimana-mana. Minggu siang naik bis menuju Jakarta dan sampai pagi hari jam 8 kurang. Lama banget dari perkiraan yang harusnya jam 5 pagi. Serunya, ngelewatin berbagai daerah di Jawa….dan berhubung Senin itu saia cuti, jadi bersantai-santai deh di rumah…hehehehe.

Jakarta-Singapore-Manila

Selamat siang menjelang sore. Kali ini saia re-post kisah ini di blog saia ini yaa…kali aja ada yang perlu untuk info-info. Kenapa ga ngepost cerita baru yang belum pernah diposting? karena adaaaaaaa aja yang suka nanyain, jadi ya posting di blog khusus traveling ini dulu aja deh dan tentu saja dengan editan yang seperlunya supaya lebih enak dibaca.  Kisah ini terjadi di bulan Mei 2012. Selamat membaca.

Hari ini saia mau cerita tentang perjalanan Jakarta-Singapore-Manila-Singapore-Jakarta. Berangkat pada hari Rabu malam dan kebetulan nih di jemput sama emak, babeh dan bro Chris…so ke bandara ga naek Damri deh, horrraayyy, dari kantor jam 5 kurang langsung menuju Atmajaya karena mereka semua menunggu di sana…tak dinyana, perjalanan macet, apalagi yang menuju Bandara bener-bener super duper macet tiada duanya deh…waktu check-in tinggal bentar lagi, tapi belum sampe juga, dalam hati berdoa dan nyanyi “Tuhan pimpin sepanjang jalan, amat senanglah hatiku…..” dan Tuhan mengabulkan permintaan saia dan segeralah berlari-lari ke tempat check-in meninggalkan keluarga yang nganterin..hihiihi dan untungnya semua berjalan lancar, kemudian menuju imigrasi lalu menunggu di tempat boarding.

Sampai di Singapore sudah tengah malam, ketemu sama teman yang sebelumnya udah sampe dari pagi dan akhirnya check-in untuk penerbangan ke Manila…kedua teman seperjalanan saia web check-in dan saia sendirian dengan tabah di check-in biasa yang panjangnya kayak ular naga panjangnya bukan kepalang, menjalar-jalar selalu kian kemari….dan setelah menunggu dan menunggu akhirnya selesailah segala proses tersebut.

Setelah semua berlalu, makan di McD dulu, tempe yang dibawa teman dan nasi. Abis itu menuju ke ruang boarding dan menunggu sampai tiba departure time. Akhirnya, saatnya tiba dan semuanya masuk ke dalam pesawat dan karena udah pagi buta, tidur di dalam pesawat. Selang beberapa waktu berlalu, maka tiba-tiba saia ngerasa lagi main kora-kora, dalam hati berpikir “ini pesawat kenapa kayak kora-kora yakh, oleng sana sini udah gitu turunan tajam, rasanya seperti lagi naik kora-kora dari atas langsung diterjunin ke bawah”, trus saia liat ke arah jendela entah ngantuk atau mimpi, ngeliat kayak bola-bola api gitu, serem banget. Ngeliat jam dan ternyata baru jam 3 pagi, berarti sekitar 2 jam lagi di pesawat. Rasa-rasanya pengen cepet-cepet sampe Manila deh, ga sabar, mana ga bisa tidur lagi. Pokoke bener-bener perjalanan yang super duper kora-kora…maksdnya kora-kora aja kalah syeereeem deh….

Akhirnya setelah melewati perjalanan panjang itu, sampai juga di Manila…horaaayyyy, dan Wie udah jemput ternyata….asheeekkkk lagiiiiiiiii, setelah urusan imigrasi dan lainnya beres, mulailah poto-poto dulu, trus menuju rumah Wie sebelum ke hostel. Dari bandara naik taksi dan emang perjalanan lagi macet, supir taksinya sampe tidur dan Wie bangunin,,,,weleh-weleh….bener-bener daahh. O iya, untuk poto-potonya di share di fb, jadi di fb aja klo mau liat karena yang moto kebanyakan teman…jadi di sini ceritanya aja yaa….hiihhihii

Di rumah Wie, pada tidur sampe siang, sedangkan saia juga tidur sih, tapi cuman bentaran. Berikutnya, main-main di kamarnya Wie, main piano, liat-liat gitar dan main internet di bb alias blackberry karena rumah Wie ada wifinya…o iya, di sana itu sama kayak di Indonesia, jadi bener-bener kayak Indonesia abis deh…dan berhubung sekarang summer, jadi suasana emang lagi panas-panasnya. Maksi di Chowking, dari rumah Wie naik tricycle lalu ngerasain halo-halo khas Manila, terus balik lagi ke rumah Wie, ke hostel abis itu jalan-jalan ke Rizal Park, poto-poto, makan kembang tahu, poto-poto lagi trus ke Ocean Park Manila. Harga masuk ke Ocean Park ini 300 peso dan entah kenapa tiba-tiba dapat diskon 50 persen jadi 150 peso, waaahhh, beruntungnyaaa…jangan-jangan karena ada saia lagi!!! Pede.com…:p

O iya, sebelumnya kita cari-cari tiket dulu karena ada yang belum pesen tiket ke Singapore dan ada sedikit masalah karena Wie kehilangan kertas “keramat” nya, dan jadilah tiket terbeli dengan harga yang sudah membludak, tapi tak mengapalah daripada ga bisa pulang kan ya…, tempatnya itu semacam mal deket MRT tapi panas, ga ber-AC, ber-AC kalau udah sampe di tokonya, kayak Mangga dua tapi lebih keren mangga dua sih, tuker dolar ke peso juga di “mangga dua” ini…yah, lumayanlah….abis itu baru petualang ke Ocean Park Manila dimulai.

Setelah ke Ocean Park, makan malem di KFC, soale disini banyak makanan non halal, jadi musti pinter-pinter cari makanan. Pulang naik MRT seperti biasa. Disini naik jeepney juga loh, bentuknya jeep tapi panjang dan kalau kasih ongkos itu dari passenger yang satu ke yang lain…seru juga.

Hari Jumat Wie udah bilang dia akan datang jam 10 pagi karena akan ke Mall of Asia yang disebut-sebut sebagai mall terbesar di Asia Tenggara…dan waktu Wie datang saia dan teman-teman lagi breakfast di lantai paling atas, pake telor dan sosis…yahh, lumayan dah pagi-pagi dapat breakfast itu. Setelah itu jalan deh, waktu udah jam 11-an dan panas banget, jalan menyusuri perjalanan, ketemu sama ibu-ibu pinoy yang ngasih petunjuk ke tempat yang ingin dituju (eh, rada lupa juga nih, kayaknya ini kejadian waktu hari Kamis deh, waktu nyari-nyari jalan ke MRT)…apapun itu, intinya kami semua tiba di Mall of Asia, itu mall gede banget, terdiri dari berbagai macam mall yang sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia…eh Mall of Asia….poto-poto teruuusss…

Jalan-jalan di mall sebenernya sami mawon ya kayak di Indonesia, beli oleh-oleh di Kultura, makan di Han Nam, o iya, di Han Nam ini maknyos abiez loh, pokoke ga rugi deh ke sini, makanannya masarap alias delicious…hahahhaha….satisfy banget lah pokoke, jalan dan jalan-jalan terus sampe sore dan pulang ke rumah Wie, karena kk iparnya buatin kita pasta. Pastanya ditambah salad dan jus mangga….ueeenaaakkk dehhh, abis itu, Wie anterin kita ke hostel di daerah Guadalupe Viejo, o iya, kita juga laundry deket-deket situ, lumayan kan bawa baju bersih ke Jakarta… murah euyy…

Besoknya, hari sabat, Wie bilang akan datang jam 6 dan bener aja dia datang pagi dan belum semuanya ready, Wie nunggu di lobby…kali ini mba Ledi nda mau ikut, mungkin karena masih pagi benar dan ngantuk berat, jadilah kami bertiga menyusuri perjalanan di hari sabat yang indah ini…rencananya mau ke AUP trus ke AIIAS…sebelumnya ke McD dulu beli sarapan, Wie juga nunjukkin tempat dimana dia biasa gereja, di Pasay klo ga salah. Abis ntu naik bis. O iya, perjalanan ini panjang banget, gonta ganti bis dan angkot berkali-kali…buju buneng deh, tapi ok deh, terakhir sebelum tiba di AUP naik jeepney, dan tibalah di AUP yang puaaannnaassshhh banget, poto-poto dulu ahh, abis itu masuk ke dalam. Di depan ada 4 orang Africans sedang mengobrol, saia dan Wie ngomongin betapa hebohnya rambut mereka itu, pake bahasa Indonesia supaya mereka ga ngartos, abis ntu Wie poto-poto, sesekali four Africans itu ngeliat ke saia dan Wie dan waktu Wie poto-poto ke-gap, dan Wie langsung ga jadi moto. AUP itu Adventist University of Phillipines ya.

Poto-poto dulu depan gerejanya, Philippines International Church namanya, setelah heboh foto sana sini, masuklah saia ke dalam dan di situ panas banget, ga ada AC tapi ada berjuta-juta umat #lebay….weeeddeeeuuhhh. Acara gerejanya termasuk sebentar dibanding di Indonesia. Karena panas, saia jadi ngantuk dan tertidur…huahahahhaa….setelah itu, keliling-keliling potoan…luas banget, tapi ga gitu terawat yah sepertinya….tempat kuliahnya juga lebih bagus my lovely campus dah…wkwkkwkwk, pake payung saking panasnya. Setelah segala sesuatu urusan beres di sana, berangkatlah kami, 3 Indonesianers ke AIIAS (Adventist International Institute of Advanced Studies). Sebelumya makan siang dulu di Balinsansayaw di daerah Tagaytay, abis itu ke SSD (Southern Asia-Pacific Division of the Seventh-day Adventist Church). SSD itu perumahan pengerja di organisasi gereja alias mission. Poto-poto di sana dan ke AIIAS. Di AIIAS cuman bentar karena udah mau hujan dan ketemu sama beberapa orang Indonesia. Di sana PA alias Youth Program sendiri-sendiri ga kayak di Indonesia. Hm, klo dipikir-pikir kan lebih seru bareng-bareng yaa…

Setelah dari AIIAS, perjalanan kembali berlanjut, kali ini ke People’s Park. Sayangnya tulisannya ga sempurna ada yang ilang, jadi ga poto di tulisan itu. Poto-poto berlanjut di dalamnya, liat ada pelangi juga dan di sanalah hujan turun. Tempat itu tutup jam 6 sore. Setelah itu, pulang naik tricycle kemudian naik bis…perjalanan panjang banget, kira-kira sampe dua jam…ongkosnya lumayan murah 78 peso. Sampe di Goldilak (klo ga salah…:p) beli oleh-oleh, ke supermarket trus makan malam di McD…udah mulai bisa makan khas sana dengan gravy yang lumayan lah….abis itu kembali ke hostel dan sampai sekitar hampir jam 11 malam.

Berhubung Wie mau nginep, kita ternyata ditanya sama kuya nya (abang-abang, mas-mas) dan suruh bayar, setelah nego sana sini, akhirnya Wie bisa nginep free…horeeee….thank you kuyaaaaaa….bangun pagi-pagi, masak mie di atas, sarapan dan berangkat ke airport dianter Wie naik taksi, taksinya dicariin sama kuyanya dan ga sempet kasih tip gitu karena kan udah baik banget dia ngijinin Wie free nginep, ngijinin pake kompor di atas buat masak mie dan nyariin taksi di pagi buta gitu. Abis ntu masuk imigrasi, say thanks dan goodbye sama Wie dan menunggu pesawat ke Singapore. Di pesawat tidur berbagai model sampe leher sakit kanan kiri depan belakang. Waktu kayaknya lamaaaa banget dan akhirnya sampe Singapore juga. Pengen jalan-jalan bentar karena udah web check-in ujung-ujungnya harus 2 hours prior boarding time juga….buseeennggg. Makan di KFC, main internet di sana…dan berhaha hihi abis ntu say goodbye to mba Ledi karena mba Ledi msh dua hari lagi di Singapore.

Saia jadi orang pertama yang masuk ke boarding room…hahhayyyy, o iya, saia satu pesawat sama Ari Wibowo dan keluarganya loh..si Ari cuakkeeppp banget yaaa…hahahahaa…setelah beberapa waktu berlalu sampailah di tanah air tercinta….welcome Indonesia!!!!!!!!!!!!!!!!

Southeast Trip

Selamat pagiiii….tiba-tiba keingetan belum nulis blog ini di bulan ini….hehehehe…maklumlah butiran debu sedang mencari berlian :p kali ini saia mau cerita tentang pengalaman berpetualang di Asia Tenggara. Ini adalah re-post dari blog saia yang dulu yang tentu saja masih ada sampai sekarang. Mudah-mudahan berguna bagi siapa saja yang berniat berpetualang di Asia Tenggara. Ada editan kalimat supaya bisa dibaca dengan lebih ‘proper’ haha.

Saia mau cerita tentang perjalanan 11 hari yang dinamakan ‘Southeast Trip’. Tepatnya tanggal 11-22 Juli 2015. Saia akan mencoba menceritakannya disini secara keseluruhan, meski gak detail juga.

11 Juli 2015

Hari ini kebetulan hari sabat dan kami bertujuh gereja dulu. Karena banyak dari kami yang pergi (kami semua gerombolan dari satu gereja yang sama) dan kemungkinan acara PA (Youth Program) bakal sepi, akhirnya acara PA dimajuin ke jam setengah tiga klo gak salah yaaa…abis acara PA siap-siap dan biasaaaaaaaaaaa….pasti heboh bin hebring. Klo saia bareng sama tiga lainnya dianter sama orang tua dari salah satu yang ikut trip. Tiba di bandara, makan duyuu lesehan di lantai bandara yang kyaknya lumayan dapat dijadikan tempat makan. Siap-siap nih terbang ke KL untuk selanjutnya ke HCMC alias Ho Chi Minh City.

12 Juli 2015

Hari ini, tepatnya sih udah tengah malam gitu, kami bertujuh sampai dengan selamat di KL. Nyari-nyari tempat yang comfort buat tidur sejenak sambil menunggu penerbangan pagi menuju HCMC. Tempatnya……lumayanlah….daripada di kursi kan…ada yang kelaperan juga, jadi ada yang makan di bandara, ada yang baca buku, ada yang udah tidur dan lainnya. Pas jam enam pagi, siap-siap menuju ke gate check-in buat naro bagasi yang dikiiiiiittttt lagi nyampe, pastinya telat (untungnya nggak!). Padahal nginep di bandara. Klo sampe beneran telat, bisa nyesek seumur2 dehhh….

Penerbangan lancar-lancar aja sampai tiba di HCMC dengan selamat dan tidak kekurangan sesuatu apapun. Di hari ini, mungkin karena masih tired dan paanaaasss…gak banyak tempat di explore. Saia dan Mey (salah satu yang ikut trip) nyewa motor jalan-jalan keliling HCMC nyari tempat-nyari yang akan kami kunjungi. Siyalnya lagiiiii…ditepu sama tuh orang yang nyewain, katanya bensinnya penuh, tau-tau di jalan tuh motor mogok, mana gak ada pom bensin yang deket lagi. Untungnya, ada penjaga parkir mini market yang ngasih tau dimana ada pom bensin. Saia dan Mey nuntun itu motor sampai dapat pom bensin. Siyalnya lagi, ternyata tuh motor susah dibuka bangkunya alias tempat pengisian bahan bakar. Sampai minta tolong orang yang lewat, gak bisa juga. Sebelumnya udah diajarin sama si penjaga parkir minimarket cara bukanya, tapi entah mengapa kok itu kunci gak mau buka bangku motor yang ada tempat pengisian bahan bakarnya. Sampai akhirnya, tibalah seorang bapak yang berhasil membukanya. Kami bingung, mau isi berapa. Saia kasih uang duaribuan, dia gak mau, trus berapa lagi gitu…sepuluh ribu atau lima ribu (lupa!!! :D) gak mau juga, terakhir pas kasih duapuluh ribu baru mau (ini mata uangnya Dong yaaa). Akhirnya tuh motor bisa nyala juga dan balik ke tempat penyewaan motor. Sebelumnya sih ke tempat puppet show dulu, foto-foto di sana dan Mey membeli kenang-kenangan di sana. Yaaah, siapa tau kan besok gak sempet ke sana, jadi minimal ada kenang-kenangannya lah…

13 Juli 2015

Di hari ini, kami ikut tour Chao Dai Temple dan Cu Chi Tunnel. Saia sih sebenernya udah pernah nih ke Cu Chi Tunnel, tapi temen-temen yang lainnya pada beloman. Pertama sih ke Chao Dai Temple dulu, disitu Temple penggabungan 3 agama. Waktu upacara, saia dan temen-temen foto-foto. Gak boleh pakai alas kaki. Terdapat orang-orang berjubah putih, biru, merah dan kuning. Masing-masing memiliki artinya sendiri yang melambangkan simbol agama. Setelah selesai dari sini, makan siang di resto dengan menu nasi goreng. Saia sih gak gitu antusias banget sama makanannya. Lebih enak disinilah, di Indonesia tercinta…hahahaha

Setelah maksi, perjalanan lanjut ke Cu Chi Tunnel. Masih seru seperti pertama kali dulu datang ke sini. Setelah itu balik ke bis dan bilang ke guidenya klo kami mau ke puppet show. Ngebutlah itu drivernya sehingga bisa sampai jam setengah enam or jam lima-an gitu dehh, shownya akan mulai jam setengah tujuh. Untunglaaaahhhhh, sempet. Sebelumnya, mesen tiket puppet show ini di tour and travel dan ternyata udah full booked. Klo beli langsung, masih ada kok. Intinya, ga usah pake tour lah klo mau beli tiket show, langsung aja beli di tekape, lebih terjamin keberadaannya dan banyak kok yang masih kosong kursi-kursinya. Hari sudah malam waktu kami masih terus berjalan-jalan. Menikmati malam terakhir di HCMC sebelum keesokan harinya tiba di Phnom Penh. Jalan-jalan ke Katedral tapi udah kemalaman sehingga diusir sama penjaganya…hahahah….makan durian di pinggir jalan sambil duduk-duduk, liat truk yang nyiram-nyiram tanaman dan kami berlari-lari supaya itu truk gak menyiram kami…hahahaha….

14 Juli 2015

Perjalanan panjang dari HCMC ke Phnom Penh, Cambodia. Berangkat jam 7 pagi sampai sekitar jam setengah dua siang. Lumayan banget kan itu perjalanan. Sampai di terminal bis udah dijemput tuk-tuk. Ke hotel dan keluar lagi cari makanan. Nemu restoran Indonesia dan fotoan sama pemiliknya. Kami makan udah kayak orang kemaruk banget, kayak udah setahun gak makan. Kami juga mesen buat makan malam dan sarapan pagi keesokan harinya. Kami juga dikasih diskon sama yang empunya restoran. Asheeeekkk…makan nasi sampai nambah, ada sop buntut, soto ayam, makanan khas yang dari ikan (lupa namanya), kangkung, taoge,dll. Total semuanya plus buat makan malam dan sarapan USD60. Murah meriaahhh buat bertujuh dengan porsi yang sangat amat membludakkkkkk….

Naik tuk-tuk jalan-jalan ke Grand Palace (USD6,5/person), ke Market apaaaa gitu, trus ke museum (disini gak masuk, bayarnya USD3/person), terakhir ke Killing Field yang jauh juga dengan biaya masuk USD6/person, sekaligus kasih tip USD2 buat guidenya. Sebenernya itu tempat udah tutup waktu kami tiba. Tapi, kami masuk juga dan ditunjukkin tempat-tempat yang menggambarkan hal-hal yang mengerikan pernah terjadi di masa lalu. Hari sudah menjelang malam waktu kami pulang. Di luar, banyak anak-anak kecil meminta-minta. O iya, di Cambodia ini mata uangnya itu sebenarnya Riel, tapi kalau beli apapun, belinya pakai USD, kembaliannya klo kurang dari USD1 pakai Riel. Keren kan nih Negara….heehheee…waktu itu 1 USD = 4000 Riel.

15 Juli 2015

Berangkat dari Phnom Penh ke Siem Reap jam 7.30 pagi dan sampai di Siem Reap sekitar jam setengah 1-an. Awalnya terjadi insiden antar tuktuk. Si driver tuktuk yang di PP (Phnom Penh) itu menghubungi saudaranya buat jemput kami, padahal kami udah dijemput pihak hotel. Kasian juga sih. Kami menuju hotel, santai-santai, belanja-belanja dan makan-makan. Seru juga sih di SR (Siem Reap) ini. Kebetulah tempat menginap kami itu sebelahnya sekolah. Saia memandang dari arah jendela anak-anak itu main-main di halaman sekolah yang lumayan luas walaupun hujan turun. Kyaknya mereka pulang jam 5 sore deh. Anehnya lagi, selama berjam-jam ada di luar kelas, kayak main-main terus gitu…hahahaha….pas udah sore gitu, ada anak-anak yang berbaris sambil menyanyi dan ada orang yang ngomong di depan, sepertinya sih gurunya. Disini pakai setir kiri. Tapi, di sekolah itu saia pernah lihat orang bawa mobil setir kanan. Hahhahaa….

16 Juli 2015

Pagi-pagi bangun lihat sunrise di Angkor Wat yang sayangnya si sunrise ini udah ditunggu banyak orang gak muncul-muncul juga. Seru sih ngeliat banyak candi-candi di Angkor Wat ini sampai siang. Itu juga gak semua, karena banyak bangetttt. Kami cuman ikut small tour. Small tour aja udah gempor apalagi semuanya…malayyyy beuutt….sewa tuktuk USD18 dan uang masuk Angkor Wat USD20. Jalan2 lagi, belanja-belanja lagi di toko yang sama sampe fotoan sama si empunya toko dan lainnya. Siap-siap untuk perjalanan selanjutnya ke Pattaya, Thailand via Poipet Border.

17 Juli 2015

Berangkat pagi ke Pattaya. Awalnya beli tiket ke Bangkok USD15,5. Menurut sumber yang terpercaya, tidak ada yang langsung ke Pattaya, tau-tau tiket yang kami beli itu bisa langsung ke Pattaya,,,,hahhaaa…setelah 3 jam perjalanan, sampailah kami di border dan ternyata ada yang bisa langsung ke Pattaya meski harus bayar lagi sebesar 300 Baht/person plus 100 Baht/person untuk private van. Awalnya, udah mau dikibulin nih sama si empunya van, dia mau masukin orang lain, kami protes donk,,,katanya kan privat, masa mau digabung sama yang lain. Akhirnya sih gak jadi, tapi ada satu orang lain yang ikut di depan, turunnya ga jauh. Setelah dia turun, jadilah private van. Karena malam sabat, jadinya jalan-jalan di pantai aja.

18 Juli 2015

Hari ini adalah hari sabat. Bangun pagi-pagi ke gereja. Sebelumnya udah nanya sama orang hotel yang ternyata orang advent juga, tapi gak pernah gereja. Dia orang Philippines. Pagi-pagi dengan semangat kami jalan dan ketemu semacam angkot kali yak, tapi tulisannya taksi. Mirip jeepney lah di Manila. Dia suruh bayar 300 Baht, kami tawar jadi 150 Baht. Siyalnya, drivernya ntu gak bisa bahasa Inggris, jadilah salah tujuan terus dan setelah perjalanan panjang yang sangat amat gak jelas, sampailah kami di Pattaya Seventh-day Adventist Church yang ternyataaaaaaaa dekeeettt banget dari hotel kami. Fiuuuhhh, bayar ntu jeepney 1000 Baht!!! Trus, karena brosurnya dia jatuh (sebelumnya dia promo tentang wisata gitu melalui sebuah brosur yang dilaminating) maka kami harus bayar 300 Baht lagi!!! What a Wonderful dayyyyy!!!!!!!!!!! Perjalanan panjang 2,5 jam mencari gereja advent yang ternyata dekeeettt banget…..

Orang gerejanya ramah-ramah dan kasian ngeliat kita tuh semacam ditipu sama si driver jeepney. Tapi, yah apa boleh buat….sudah terjadi kaan…gerejanya kecil, sebelah kiri dari pintu masuk terdapat deretan bangku sebanyak 7 baris yang masing-masing bangku untuk dua orang. Sedangkan sebelah kanan terdapat 10 baris bangku yang masing-masing bangku bisa memuat 3 orang. Bisa dibayangin kan gerejanya. Tempat potlucknya lumayan dan makanannya juga lumayan banget. Nasinya enakkkk, mau nambah tapi gak pede….hihiihihii….o iya, kami disuruh lagu special disitu. Trus, bikin acara PA juga dan mereka tuh bener-bener seneeengggg banget waktu kami disitu, apalagi pianis handal kami bener-bener handal….

Di gereja ini banyak sekali orang dari berbagai etnis. Ada yang bule rapiiiiii pake jas, ada bule yang amazed banget kita disitu bersama istri Thai nya, trus ada juga bule yang bertato, pake kaos dan celana kayak mau macul di sawah….o iya, disini alas kaki dilepas yaa, tapi si bule-bule ini pada gak lepas alas kaki, mungkin udah biasa ya kyak di Indonesia. Kebanyakan disini orang-orang dari Filipina, keliatan dari bahasa dan facenya. Intinya, kami merasa seneeennggg banget dan mereka baiiikkkkkkkkkk banget. Kapan-kapan mau deh gereja di situ lagi. Saia sebelum ke sini, jauh-jauh hari nyari-nyari alamat gereja di Pattaya dan gak pernah nemu. Selalu yang muncul gereja advent besar di Bangkok. Untunglah setelah nyasar sana sini bahkan sempat memutuskan untuk balik ke hotel, nih gereja ketemu juga.

Malam minggu di Pattaya, dijemput sama mobil jemputan untuk nonton Tiffanny’s Show. Gak nyangka aja semua yang performance itu cwo!! Asli, cewe bangeeetttt….tapi, tetep sih aura cwonya gak bisa dihilangain. Dimana-dimana yang namanya asli itu ya tetep asli kan yaaa…o iya, salah satu temen dapat kenalan yang lagi ambil Phd di India. Wow, di ceng-in lah ini temen….hahahahaa

19 Juli 2015

Siap-siap berangkat menuju Bangkok. Setelah perjalanan kurang lebih 2 jam, sampailah kami di Bangkok dan kami siyal lagi, ternyata bookingan hotel kami gak ter-booked di hotel itu. Setelah wara wiri, ngemeng sana sini sama si orang hotel, kami dicariin hotel lain dan ternyataaaa bagus dan lebih murah!!! Hahahhaha….di Bangkok kami jalan-jalan, belanja-belanja…ketemuan sama orang gereja yang lagi holiday di Bangkok. Awalnya sih mau diajakin makan siang, tapi dikarenakan ada miskomunikasi, kami akhirnya ditraktir makan malam. Dikasih oleh-oleh lagi. Sayangnya, 3 orang lainnya, oleh-olehnya terbuang or entah ada dimana…untung punya saia disimpen sendiri….hihihiihhii….

20 Juli 2015

Pagi-pagi benar siap-siap ke bandara menuju Myanmar. Karena mungkin masih terlalu pagi dan kami terlalu heboh, ada seorang bule yang maraaaahhhh!! Wkwkkwkwkwkk….yahhh itulah hidup. Kami naik penerbangan pagi ke Yangon, Myanmar dan sampai udah siang. Dijemput sama taksi yang udah dipesan oleh pihak hotel tempat kami menginap. Disini, cwo-cwo pada pake sarung yang disebut longji dan cwe2nya pada pake bedak dingin. Lucu juga klo diliat-liat. Perjalanan dari bandara ke hotel lumayan juga, jadi bisa tidur dehh di taksi….kebetulan panas banget dan pas sampe penginapan langsung pada tepar. Rencana mau keluar jam 12 siang, malah keterusan sampe jam setengah tiga sore…hahahaha….o iya, waktu di Myanmar lebih lambat setengah jam dibanding Jakarta.

Setelah beberes, kami semua makan di restoran halal Malaysia Kitchen yang pas banget di depan hotel. Kami bawa ikan teri yang kami bawa. Abis makan, naik taksi jalan2. Taksi disini muraaaahhhhh, jadi rekomen banget deh kemana-mana naik taksi. Jalan-jalan di pagoda, foto-foto di bangunan khas bergaya Inggris, taman kota, dll. Dinnernya di Sky Bistro, klo disini tuh kayak restoran bintang lima lah, yang kereeenn banget, tapi disini muraaahhhh. Handphone aja muraaahh, bisa beda sampe tiga juta dibanding Jakarta. Klo menurut saia, Jakarta tetep lebih keren sih, tapi disini aura bedanya kerasa banget, kayak jaman-jaman dulu gitu…hehheehe…orang hotelnya ramah, bahasa Inggrisnya bagus.

21 Juli 2015

Pagi2 banget udah siap-siap untuk penerbangan ke KL. Naik taksi ke bandara dan sampai di KL jam 1 siang waktu KL. Waktu di KL lebih cepat 1 jam dibanding Jakarta. Hari ini, makan di bandara, trus jalan-jalan sampai malam ke Petronas. Naik bis gratis, dll. Serulah pokoke….

22 Juli 2015

Hari ini sebenernya mau ke Genting, tapi setelah mikir penerbangan sore yang kayaknya mepet banget waktunya, maka kami ke Batu Caves. Seru juga di sana, foto-foto, makan semacam pop mie, minum air kelapa dan jalan-jalan sekitaran situ. Masuk ke Gua Ramayana 5 Ringgit. Saia naik ke atas yang tangganya banyak, klo gak salah 272 tangga deh…hehehehe….dari sini langsung balik ke hotel dan angkat koper yang untungnya udah diberesin sebelumnya. Tiba di bandara, check-in dan nunggu di boarding gate. Pulangnya naik Garuda, jadi dapat makanan di pesawat sampe saia kenyaaanggg banget karena jenis makanannya lumayan banyak. Sekitaran jam setengah sembilan sampailah kami bertujuh di tanah air tercinta….loph u Jakartaaaaaaaaaa…..

Saatnya berpisah dengan teman-teman….thanks buat 11 hari kebersamaan dengan penuh canda tawa, kerusuhan, kebersamaan, kekeluargaan dan segalanyaaaa….see u next trip….

Ayam Afrika, Paris

Selamat pagi menjelang siang dan selamat tahun baru (belum basi lah yaaa). Beberapa hari yang lalu tiba-tiba saia teringat sebuah menu yang pernah saia makan di Paris. Saia cari-cari di google dan ternyata si nama masakan yang waktu itu saia menyebutnya sebagai ‘ayam item’ namanya adalah ayam Afrika. Saia sendiri awalnya tidak tahu mengenai masakan ini, tapi diajakin makan ayam item ini, saia pun mencobanya. Bentuknya sih gak item seperti yang saia bayangkan. Gimana rasanya? uenaaakkkk tenan, apalagi sambelnya, pedes dan endeus abiez.

Waktu itu saia ditraktir, jadi gak tau persis berapa harganya, tapi klo gak salah sih untuk makan berlima waktu itu dan pake acara nambah nasi segala, gak gitu pricey (menurut saia untuk ukuran Eropa yaa). Nasinya juga enak, pulen, pokoknya mau nambah terus deh…hehehehe

Saia coba tanya ke temen jalan waktu ke Paris, nama tempat saia makan ayam Afrika itu apa. Sampai sekarang saia belum dapat jawabnya sih. Saia cari di google, banyak yang merekomendasikan satu restoran ayam Afrika yang banyak dikunjungi oleh orang Indonesia. Saia gak tau alias lupa apakah restoran tersebut yang dimaksud. Tapi, kyaknya sih beda yaaa…yang saia inget restorannya itu gak gitu jauh klo naik bis dari Eiffel. Saia lupa-lupa inget naik bis nomor berapa, kyaknya no 30 deh, tapi gak tau juga deh…hehe…amnesia akut nih sepertinya.

Kalau suatu saat nanti saia kembali lagi ke Paris, saia pastinya akan makan lagi menu ayam Afrika ini. Sebagai penganut makanan enak dan gak enak (biasanya klo orang lain, enak dan enak banget), saia bilang ini makanan termasuk dalam kategori enak, jadi yang ke Paris cobain deh….waahhhh jadi kebayang-bayang nih…hihihihi