Short trip to Bogor

Selamat malam para readers and bloggers….hehe…setelah sekian lama tidak mengisi blog ini dengan perjalanan wisata, kali ini saia akan cerita tentang perjalanan ke Bogor yang baru dilalui weekend kemarin. Asal muasal kenapa ada rencana ke Bogor ini, bukan direncanakan panjang, tapi tiba-tiba saja. Biasanya yang tiba-tiba itu terlaksana sedangkan yang direncanakan suka ga jadi yaa…haha….ya ga semua case seperti itu sih.

Kami berenam yang terdiri dari para wanita cantik yang ada di bumi ini (wkwkwk) naik mobil menuju Bogor. Tempat penginapannya namanya Leuwung Geledegan Lodge. Murah meriah dan bagus tempatnya. Saia kemarin itu gak sempet foto-foto gitu, eh ada deng foto-foto, tapi lebih fokus ke vlog, jadi silakan liat aja ya di vlog saia : https://youtu.be/AugVzwEJ4Dk atau kalau susah di cari, bisa cari aja : Short trip to Bogor : Dari Leuweung Geledegan sampai Devoyage, channel youtubenya : My Journey My Story.

Leuweung ini semacam glamping alias glamour camping gitu, tempat tidurnya luas banget, bisa buat bertiga deh, trus semuanya ok lah, ada handuk, tv, ac, etapi ga ada toiletries sih, jadi kudu bawa dari rumah. Sunsetnya juga bagus, sambil berenang trus menikmati sunset, wah keren banget deh.

Menikmati sunset dari kolam renang

Disini juga harga makanannya ga mahal-mahal banget. Bisa terjangkaulah. Malamnya, kami berenam turun ke kota Bogor. Rencananya mau kulineran, tapi ya sepi gitu deh, padahal malam minggu. Tapi, kami berpikir apa karena hari pertama tarawih, sehingga pada tutup kali yaa, akhirnya makan malam berakhir di McD, itu juga makannya di mobil, karena McD mau tutup jam 10 malam (kirain 24 jam).

Karena sudah lelah hayati keliling kota Bogor, balik ke Lodge yang jaraknya lumayan jauh dari kota dan ditempuh sekitar 1 jam. Cerita-cerita sampai jam 2 pagi, tapi kalau saia sih udah tidur duluan, maklum ngantuk berat….haha

Besoknya, sarapan di Lodge. Sarapannya itu ya dingin gitu deh, alias kurang menggigit bagi kami berenam ya, tapi untuk ukuran tempat penginapan seperti Lodge gitu, udah lumayan sih. Tanahnya itu luas banget, banyak spot-spot foto juga. Saia sih gak nyusurin semua tempat yaa,,,,hehe

Setelah check out jam 12 siang, rencananya mau ke Devoyage. Tapi, di perjalanan hujan sangat deras, akhirnya setelah dipertimbangkan, gak jadi ke Devoyage, padahal udah lewatin, jadinya ke Warso Farm, tempat makan duren gitu. Setelah berlika liku di perjalanan yang sempit, hujan deras dan hal-hal lainnya, sampailah di Warso daaaannnn TUTUP sodara-sodara selama bulan puasa!!!!!!!!!!!!

Lalu??? wahh, tutup nih Warso, jadi mau kemana nih? kuy lah ke Devoyage lagi…setelah berjibaku dengan jalanan yang sepertinya jalanan yang kudu dilalui oleh Ninja Hatori, sampailah di Devoyage dengan hujan yang deras dan mager alias malas gerak. Kami ke restonya kongkow-kongkow sambil makan siang rencananya. Tiket masuk Devoyage Rp. 40.000 (weekend).

Setelah pesan macam-macam makanan, akhirnya salah satu temen perjalanan yang nyetir milih tidur di mobil sedangkan lima cewe cantik lainnya, berbincang-bincang di resto. Waktu minta bill, ternyata oh ternyata, kami mendapatkan tiket gratis masuk Devoyage untuk 6 orang dan temen perjalanan lainnya, pesan untuk take away dapat dua tiket gratis. Jadi, intinya, kalau kita makan di resto itu (mungkin dengan jumlah tertentu, karena kami makan sekitar 622ribu dapat enam tiket gratis, sedangkan temen yang take away, bill nya sektiar 90ribuan dapat 2 tiket gratis). Jadi, jika mau masuk Devoyage, mending makan dulu deh, perut kenyang, masuk Devoyage gratis. Demikianlah tips and trick untuk masuk Devoyage dengan gratis. Oya, cara dapat tiket gratisnya, bawa aja ya bon makannya itu ke loket, ntr bonnya itu diambil sama kasir Devoyage, lalu kita dapat semacam kertas gitu yang bertanda enam tiket.

Di Devoyage, tempat ala ala Eropa, saat itu masih hujan, jadi ya agak kurang enjoy gitu deh. Pas mau pulang, baru deh mulai berhenti. Btw, tentang Devoyage gratis itu, kalau masuk jam 4 sore yaa, kalau masuk sebelum jam 4 sore, bayar 50%, demikian infonya. Di Devoyage, bisa naik gondola kyak di Venezia, walaupun gondolanya ga ada mirip-miripnya dengan yang ada di Venezia, lebih condong kyak perahu biasa yang sering liat di tempat wisata untuk mainan anak-anak gitu. Kalau mau naik, harganya Rp.50.000/perahu. Kami sih gak naik, saia juga ga gitu minat karena ya kyak biasa aja gitu kapalnya, udah gitu basah lagi, ya tambah ga minat….ya sudlah yaaa kan udah pernah naik yang beneran di Venezia, jadi ya ga musti kudu naik juga di Devoyage ini. Jangan dikira ini kapal bisa dinaikin 10 orang ya, kapalnya kecil, jadi hanya bisa 2 orang gitu yang naik….di Devoyage ini juga ada semacam sewa pakaian ala ala Belanda gitu, bayarnya Rp. 55.000/orang dengan 3 kali foto. Sebenernya sih murmer yaa, tapi entah mengapa saia ga minat. Jadi inget waktu di Swiss, sewa baju ala ala gitu kan super mehong, klo ga salah sekitar 500ribuan gitu deh, trus fotonya juga hanya 1 pose lagi.

Fotoan ala ala
Yukk lahh dorongggg πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜‡

Disini ada semacam lagu ala ala Belanda, kita sampe joget-joget gitu, tapi saia ga upload ya,,,,wkwkwkk….Jadi, ini adalah liburan murmer untuk refreshing. Gak begitu jauh dari Jakarta dan otak juga segar melihat pepohonan dan pemandangan yang keren.

Published by

My Journey My Story

Hobi menulis, traveling dan membaca buku. Memiliki cita-cita melihat berbagai bagian dunia dengan lebih dekat.

2 thoughts on “Short trip to Bogor”

  1. trip yang sangat menyenangkan, saya malah baru 3x ke bogor, itupun karena kerjaan..cuma keliling diluar kebun raya saja hehe sama mampir di resto2 sama stay hotel

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s