Cara apply visa Schengen

Selamat pagi….hari ini kembali saia akan bercerita di blog tercinta. Banyak banget yang suka tanya tentang bagaimana caranya apply visa Schengen, sebenarnya saia sudah pernah nulis di blog saia yang satu lagi : http://menmybestfriends.blogspot.co.id/2016/08/ tapi untuk lebih maknyos lagi, saia tulis lagi deh disini :

Setelah berdoa dan berpuasa, akhirnya visa Schengen saia approved!!! Bahagiaaa banget dehhh. O ya sejak Agustus 2016, visa Schengen via Belanda harus pake dokumen yang di translate ke Bahasa Inggris. Apa aja dokumen yang diperlukan untuk apply visa Schengen di VFS Belanda (sejak Juli 2016 pengajuannya melalui VFS yang ada di Kuningan City) :

  1. Foto copy akte kelahiran dan ditranslate
  2. Foto copy paspor bagian depannya yang ada identitas, juga dibawa yang asli. Kalo punya paspor lama, bawa juga paspor lamanya. Masa berlaku paspor untuk pengajuan max 6 bln sebelum expired.
  3. Foto copy KTP dan ditranslate
  4. Surat referensi dari kantor asli yang menyatakan memberi ijin cuti sekian hari, biaya ditanggung sendiri dan akan kembali bekerja sekembalinya dari perjalanan. O iya, sebagai masukan, klo misalnya udah ga kerja karena udah pensiun, ada surat penyataan yang menyatakan udah pensiun. Klo ibu RT, lampirin surat ijin suami. Klo baru resign, lampirin surat keterangan kerja dari kantor yang lama. Klo dibiayai orang lain, lampirkan dokumen yang menyatakan kalo dibiayain orang lain.
  5. Rekening koran 3 bulan terakhir
  6. Surat referensi dari bank dalam Bahasa Inggris (bank udah tahu pastinya). O iya, sebagai tambahan catatan, saya minta surat referensi bukan di cabang pembuka Bank Man**ri, karena jauuuhhhh dari kantor. Jadi, saya buat surat referensi di salah satu cabang Bank tersebut. Cabang besar sehingga bisa mengakomodir keinginan saya. Biayanya Rp. 50.000 tapi klo mau dicantumin angka pada surat referensi (ini untuk pengajuan visa UK sih, Schengen ga perlu), Rp. 150.000. Dalam dua hari, jadilah itu surat referensi.
  7. Booking tiket pesawat
  8. Booking hotel yang confirmed
  9. Foto dengan latar belakang putih, berwarna. Untuk foto ini, di VFS ada jasa foto. Saia gak tau berapa tarifnya. Saia foto di F*ji film di Pacific Place, harganya Rp. 50.000 dapat 8 lembar foto.

O iya, sebagai informasi terupdate, studio foto tempat saia fotoan di PP alias Pacific Place ini udah ga ada alias closed ya, gak tahu kenapa, padahal tempatnya rame loh (sepenglihatan saia sih). Kira-kira bulan September 2017 saia nemenin temen yang akan ngurus visa karena dia akan ke Jerman, studio foto ini udah ga ada. Kemudian saia inget, pernah fotoan juga di studio dengan nama sama di Plaza Semanggi. Naik taksi lah ke sana dan ternyata menurut security disana, semua studio foto di Plangi ini udah tutup. Temen jadi agak-agak down gitu, tapi kemudian saia teringat pernah fotoan di studio foto Mat*hari di daerah Benhil waktu mau ambil sertifikasi. Saia ajak temen saia kesana dan voilaaaaaaa….nunggu setengah jam selesai. Sebenernya untungnya adalah, itu studio foto masih ada disana…hihihii….

Setelah menyampaikan seluruh dokumen, nanti ada proses biometric. Karena saia n temen-temen seperjalanan pake agent, jadi ga ada proses interview, hanya biometric aja. Ada email pemberitahun tentang proses visa udah sampe dimana. Seminggu kemudian….taraaaaaaaaaaaa…GRANTED! APPROVED! Dapat multiple entry visa untuk 6 minggu. Europe sudah di depan mata.

O iya, saia suka baca-baca para traveler yang akan menuju Eropa suka bingung. Bingungnya, jika mereka ke beberapa negara, misalnya Prancis, Belanda, Swiss dan Italy, ke kedutaan mana mereka harus apply visa. Banyak yang merekomendasikan negara yang pertama diinjak atau yang negara dimana kita lebih lama stay. Menurut pengalaman saia dan orang-orang yang udah pengalaman, bukan yang pertama diinjak yahh…tapi yang paling lama….jika masing-masing negara kita stay semuanya sama-sama 3 hari misalnya, baru apply di negara yang pertama kali dituju alias diinjak. Jadi, jangan salah kaprah yaaa….kalau yang pertama dituju Belanda, tapi cuman sehari sedangkan di Prancis 3 hari dan yang lainnya 2 hari, harus ambil visa di Prancis.

Menurut pandangan saia (lihat dari pengalaman orang lain waktu duduk-duduk nunggu giliran biometric dan pengalaman para traveler di group-group traveler), traveler yang mandiri alias biaya sendiri lebih banyak diapproved dibandingkan dengan yang menggunakan jalur undangan. Ini perspektif pribadi ya, bukan berarti yang pakai undangan gak bakal di approved, karena approved atau nggaknya itu hanya Tuhan dan orang kedutaan yang tahu. Jadi, jangan pesimis. Usaha yang mandiri dan kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik.

Sekian dulu cerita saia tentang pengalaman pembuatan visa Schengen. Semangaatttt….!!!!

Author: lihatlah lebih dekat

Pemimpi yang berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Hobi menulis, traveling dan membaca buku. Memiliki cita-cita melihat berbagai bagian dunia dengan lebih dekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s