Lucerne, part of my journey

Yihaaa….dari Engelbert mari kita berangkat ke Lucerne (Luzern). Disini banyak orang berpisah karena melanjutkan perjalananannya, contohnya ada temen tour yang lanjut ke Basel dan saia n temen-temen ngelanjut ke Italy.

20161015_171626
Waktu mau masuk ke kota Lucerne (Luzern). Jalanannya tidak sebesar di Jakarta, tapi rapih dan bersih.
20161015_172515
Foto di depan danau kota Lucerne. Ada bendera Swiss.
20161015_172455
Ada semacam bianglala deket danau di Lucerne

Gak banyak yang bisa diceritakan di Lucerne ini. Kalau tidak salah ingat sih waktu itu nginepnya di Lucerne. Waktu yang begitu singkat membuat saia jadi gak bisa explore lebih lagi. Kotanya indah banget dan mengesankan sih menurut saia. Sedihnya ya ketika pisah dengan teman-teman tour yang selama seminggu lebih udah menjadi seperti keluarga sendiri.

20161015_173903
Begaya depan danau di Lucerne
20161014_190149
Perpisahan yang mau gak mau ya harus mau…hiks…sedih dehh….

Foto-foto yang lainnya, seperti biasa, lihat di facebook. Ada bangunan sepert Masjid yang bagus banget. Tadi saia cari-cari filenya di kompi seperti tak terlihat, mungkin karena ada ribuan foto yang ada jadinya kelewat. Juga ada foto-foto sesama temen-temen tour di depan bangunan. Ntar deh saia cari-cari lagi trus diupdate yaahhhh….*semoga aja inget :p

Walaupun Lucerne sepertinya hanya sepintas lalu, tapi Lucerne merupakan bagian dari perjalanan saia di negeri impian, Swiss. Jika Tuhan saja dapat membuat saia menggapai impian ke negeri impian saia ini, kenapa tidak mungkin Tuhan akan membuat saia kembali menginjakkan kaki di negeri penuh pesona ini?

Mt. Titlis, Engelbert, Switzerland

Holaaaa…yukk mareeee kembali membahas salah satu kota di negara impian saia, Swiss, yakni Engelbert.

cropped-cropped-img-20161019-wa0253
Bergaya di depan tulisan Mt. Titlis

Mt. Titlis ini adalah pegunungan bersalju yang sepertinya saljunya gak ada habis-habisnya. Berikut beberapa foto ketika saia ada di Mt. Titlis. Maafkan saia yang terlalu narsis. Foto-foto lengkapnya tentu saja ada di facebook saia tercinta,,,,hihihii. Untuk yang di insagram, gak semua foto-fotonya ada dikarenakan di insta adalah foto-foto pilihan menurut saia. Yuk cek dan ricek yaa…

20161015_144755
Bahagia banget bisa megang salju lagi….hihihihi…putih bersih kyak kapas
20161015_135348
Pemandangan kota Engelbert dari atas cable car
20161015_144742
haaaaiiii….saia sudah berada di gunung Titlis, gunung yang penuh dengan salju putih
20161015_144455
Asliiiiiiii selain super dingin, kalau kesini lagi harus pake kacamata item nih
20161015_161507
Foto dari atas cable car. Fotoin cable car yang sedang akan lewat or sudah lewat. O iya, cable car disini pasti ada stiker bendera negara-negara di dunia di body cable car-nya. Kereen kaan.
20161015_140549
Seperti burem. Apa karena kamera fotonya kedinginan yahh…
20161015_161410
Pemandangan dari atas cable car. Kereeenn banget kaann…

Lihatlah foto super narsis saia di atas ini….hihihihi….Bahagia banget deh main-main di salju meski mata ga bisa diajak kerjasama saking dinginnya. Asliiiiiiiii deh, bener-bener harus pake kacamata item kalau datang kesini lagi.

20161015_161546
Bergaya di dalam cable car. Lihat style saia yang sedang bahagia ini…xixixi. Narsisnya saia si manusia tropis berkacamata, berambut panjang, bergigi behel bawah yang sangat falling in love dengan yang namanya dingin sehingga saia disebut si manusia kutub – *kata orang. Style : Long john, kaos turtle neck lengan panjang warna merah, Celana stocking yang beli di Korea (tebeeeellll pooll jadi ga kedinginan), Long coat, syal wool putih dan topi kupluk wool.
20161015_141943
Hamparan salju yang super duper dahsyat
20161015_153330
Fotoan di Ice Flyer bareng temen tour dari Abu Dhabi (warganegara Filipina) dan Pakistan. Sebenernya sih tadinya cuman barengan sama temen yang dari Abu Dhabi ini, tapi temen yang dari Pakistan ini juga mau ikutan. O iya, untuk naik Ice Flyer ini bayarnya Euro 12 dan untuk foto ini juga Euro 12. Saia gak beli foto ini, yang beli temen saia dari Filipina, namanya Jennifer. Jen beli ini dan saia disuruh foto aja dari foto yang dicetak dan dibeli sama dia. Ya sud, akhirnya saia foto deh ini foto cetakan yang dibeli oleh Jen.
20161015_140438
Cable Car di Mt Titlis. Ada dua bagian untuk naik ke atas. Untuk yang pertama naiknya bisa max 8 orang dan berikutnya bisa puluhan orang. Biaya masuknya all ini (gak termasuk Ice Flyer) Euro 80. Super mehong tapi worth it.
20161015_135751
Kyaaaaaaaaa….bahagia banget ngeliat ada cable car dengan stiker bendera Indonesia. Indonesia atau Monaco? yaahhh, sama ajalah…Indonesia sepertinya 😀
20161015_161732
Foto lagiiiiiiiiiiiiii cable car dengan stiker bendera Merah Putih

Rangkaian foto-foto dari atas Ice Flyer, Cable Car dan tentu saja di atas Mt. Titlis yang super duper putih seperti salju. Ya iyalah, emang salju semua sih….

Hamparan salju yang terbentang putih bener-bener bikin pengen balik lagi deh. Tapi, ya karena udah pernah kesini, ya kapan-kapan kalau dapat undian berhadiah pengen lagi lah datang kesini lagi. Gak nyesel deh datang ke tempat ini. Belum ke Swiss namanya kalau belum menginjakkan kaki di Mt. Titlis, Engelbert, Switzerland. Salah satu destinasi favorit. Oiyaa….ada something nih…hmmm,,,dimana yaaa fotonya….hadehh, saking banyaknya foto harus dicari-cari dulu sepertinya. Begini…hehehehe…ternyata banyak banget loh turis Indonesia yang datang ke Swiss, sehingga saia pernah lihat tulisan di poster gedeeee buat fotoan ala Eropa gitu pake bahasa Indonesia. Waaahhhh, ternyata orang Indonesia terkenal banget di Swiss ini karena banyak wisatawan yang datang. Jadi bangga nih. Di sana juga saia ketemu segerombolan orang Indonesia, entah itu family or rombongan teman sekolah, kantor, dll saia juga gak tahu.

Lihatlah lebih dekat, maka kamu akan tahu. Berpetualang dan merasakan sendiri pengalaman menginjakkan kaki di tempat-tempat baru yang mungkin hanya ada dalam angan-angan itu memiliki kebahagiaan tersendiri loh. Diceritain sama temen aja udah bahagia apalagi dikasih kesempatan untuk dapat benar-benar merasakan semua cerita itu….pasti bahagianya udah luar biasa banget kann….

Swiss, Negara Impian yang Tergapai

Hulaaaa…..kembali lagi dengan saia disini. Ini adalah kisah paling menarik menurut pandangan saia. Swiss atau Switzerland adalah negara impian sejak kecil. Tidak menyangka Tuhan mengizinkan saia untuk menggapai negeri impian ini 20 tahun sejak saia menggantungkan impian. Ya, setelah 20 tahun, Tuhan membuat saia menginjakkan kaki di tanah negara yang bernama Swiss.

Disini tidak mungkin tidak tersedia foto-foto menarik seperti cerita-cerita yang lalu karena saia mau menceritakan Swiss ini terbagi atas 2 kota yang saia singgahi yakni Engelbert Mt. Titlis, Engelbert, Switzerland dan Lucerne (Luzern) Lucerne, part of my journey.

Swiss adalah negara kecil yang sangat indah dengan mata uang Franc Swiss (CHF), salah satu mata uang yang kuat. Nilai tukarnya beda tipis dengan Euro. Di Swiss apapun mahal tidak ada yang murah bagi saia sang wisatawan pas-pasan. Melihat Swiss, saia bener-bener terkagum-kagum, gak nyangka aja impian seorang anak kecil di tahun 90an yang lalu bisa jadi kenyataan. Saia menginjakkan kaki di SWISS…iyahh…SWISS!!!

20161016_091934
Pemandangan di negara Swiss
20161016_104130
Hijaunya pegunungan di Swiss
20161014_152906
Tanahnya hijau yang sangaaaatttt luaaasss
20161015_165738
Suka banget sama pemandangannya

Banyak banget foto-foto kerennya. Seperti biasa, gak bisa semuanya ditampilin di halaman blog ini dikarenakan keterbatasan…hehehehe…alesan ajaaahh :p kalau mau tau lebih lengkapnya bisa liat di facebook saia sepert biasa.

Tidak banyak kehidupan yang saia lihat karena keterbatasan waktu di Swiss. Saia tidak tahu sekolah, rumah sakit ataupun kegiatan orang-orang di Swiss. Jika suatu saat nanti saia diijinkan kembali untuk mengunjungi negara impian saia ini, pastinya saia akan sangat bersuka cita dan ingin explore lagi dan lagi sendi-sendi kehidupan di Swiss.

Swiss terkenal bankir yang TOP dimana negara ini melindungi aset kekayaan siapapun yang menyimpan harta kekayaannya di negara kecil mungil ini. Negara ini sangat kaya, teramat kaya menurut penilaian saia. Suasana juga damai, sepertinya kehidupan begitu tenang dan tidak ada gangguan apapun.

Bulan Oktober adalah musim gugur. Udara cukup dingin bagi saia sang manusia tropis. Berhubung saia sangat bahagia jika di daerah dingin, tidak ada kesulitan beradaptasi yang berarti untuk saia. Walau hanya singkat tapi banyak hal yang saia pelajari dari negara kecil ini.

Negara kecil yang kaya dan makmur. Penduduknya hidup teratur dan tenang. Tidak ada keributan atau huru hara. Tidak ada kemacetan ataupun polusi kendaraan. Udara sangat sejuk dan bersahabat. Benar-benar negara impian yang sangat saia impi-impikan.

Swiss. Negara tempat cita-cita keluar negeri pertama keluar dari pikiran kecilku. Negara pertama yang dulu hanya ada dalam angan-angan. Gak nyangka ternyata angan-angan itu bukan sekedar angan-angan belaka tetapi benar-benar terjadi.

Swiss terkenal dengan banyaknya organisasi internasional seperti PBB bermarkas di negara ini. Pengen juga sih sebenernya melihat kota Jenewa or Geneva yang terkenal itu, tapi tak mengapa. Waktu itu kalau saia tidak salah ingat sih, tour masih lanjut ke Geneva, tapi karena saia n temen-temen akan melanjutkan perjalanan ke Italy, maka kami pindah ke tour yang lain.

SWISS. Tak menyangka saia dapat menginjakkan kaki di bumi SWISS. Tuhan mendengar angan-angan seorang anak kecil menjadi nyata. Waktu 20 tahun mungkin waktu yang lama bagi sebagian orang. Tapi menurut saia, menunggu 20 tahun itu adalah waktu yang tepat yang Tuhan tunjukkan bagi angan-angan anak kecil yang selalu memiliki harapan.

Salzburg, Kota Sang Maestro

Setelah beberapa bulan yang lalu telah membahas negara Austria yang cantik, ceritanya bisa dilihat di Si cantik Austria sekarang saia akan membahas kota sang maestro musik klasik, yaitu Mozart. Nama kota eksotik nan klasik itu adalah Salzburg. Sejak pertama menginjakkan kaki di bumi Austria, saia langsung falling in love dengan dua kota di Austria, Salzburg salah satunya.

20161014_151755
Perjalanan menuju Salzburg

Salzburg memiliki pemandangan yang cuakeeeppnya itu pooollll deh…salah satunya nih…

20161014_142848
Salzburg, kota yang sangat amat cantiiiikkkkk

Bangunan yang ada di Salzburg ini khas Eropa banget….ya iyalaahhh, wong adanya di Eropa…xixixii…bangunannya keren-keren, arsitekturnya itu kayak dibuat dengan cerita yang unik dan memiliki ciri khasnya, pokoke bener-bener keren banget deh.

 

20161014_143351
Salah satu bangunan yang ada di Salzburg. Sepertinya sih ini bagunan rumah yaa…

Karena Salzburg ini kota sang maestro, maka saia juga berkesempatan untuk mengunjungi rumah sang maestro di Salzburg ini. Yuk mari kita bercerita melalui gambar-gambar berikut. O iya, sebenernya di rumah Mozart, sang maestro musik klasik ini gak boleh foto-foto. Ada gambar dilarang memotret juga di tembok. Tapi ternyata saia badung dan beberapa wisatawan lain juga badung. Curi-curi kesempatan buat foto-foto. Ya iyalahhh, jauh-jauh dari negara Asia yang kaya raya seperti Indonesia datang ke Salzburg masa ga ada kenangannya sih??? hehhee *membela diri. Tiket masuk ke museum Mozart ini kalau gak salah ingat sih sekitar 10 euro, tapi kalau rombongan minimum 10 orang kena per orangnya itu sekitar 8 -8,5 euro (lupa). Lumayan kan….Euro mehong bo’ jadi 1 euro pun berharga banget, apalagi buat sang pemimpi seperti saia yang mau menjelajahi dunia dengan seirit mungkin…hehehehee

20161014_122757

nih di depan Mozart museum

20161014_122951
Selpieh di depan Museum Mozart. Museum Mozart ini adalah rumah dari Mozart looh.
20161014_123637
Ini surat dari Mozart kepada istrinya atau adiknya gitu. Silakan dibaca yaaahh…
20161014_131132
Ruang makan di rumahnya Mozart. Gak boleh melewati garis alias tali penghalang jadinya ya cuman bisa difoto dari jauh aja
20161014_125125
Salah satu karya Mozart. Judulnya apa yahh??? gak tau juga deh, liat aja sendiri di kertasnya kalo kelihatan….hihihihii…maklum, namanya juga sembunyi-sembunyiy pas mau foto…hehe
20161014_125019
Piano sang maestro. Udah jadul banget yak, gak boleh dipegang. Waktu itu saia pegang kyaknya,,,,lupa juga sih…tapi kyaknya pegang deh…hehe
20161014_141457
Schubert, salah satu maestro yang juga gak asing untk orang-orang yang tahu musik klasik
20161014_141445
Gereja yang saia temui di Salzburg

Di Salzburg juga ada tembok cinta kyak di Korea gitu. Tempatnya di jembatan yang luaaasss banget, pemandangannya juga cakeepp banget, adem banget deh.

20161014_142628

nih gembok cintanya

20161014_142712
Bergaya di depan tembok cintanya Salzburg
20161014_142543
Potoan lagi di depan bendera…gak depan-depan banget sih….yang penting kelihatanlah yaa benderanya
20161013_151129
Ini dia tugu Mozart
20161014_142845
Kereeeeeeeeennnnn banget yahhh….asliiiiiiiii bener-bener cakep banget…banget dan bangeeetttt dehhh

Mari kita lihat-lihat ada apa aja di Salzburg. O iya, berhubung ingatan saia kadang-kadang rada error dan lupa ini dimana, jika nanti para pembaca ada yang tahu saia salah naro foto, comment aja yaa…

20161014_075700
Pas nunggu bis, ngeliat ada bangunan terpapar sinar matahari sehingga jadi keemasan gitu, langsung deh saia poto….entah apa nama bangunan ini
20161014_121836
Liat foto ini jadi gak kepengen pulang deh ke Jakarta. Foto ini salah satu yang membuat saia fall in love dengan Austria
20161014_121834
Cakeeeeeeppppppppp

Sebenarnya masih banyak lagi sih foto-foto menarik tentang Salzburg, apalagi yang ada di rumahnya Mozart, cekidot langsung ke fb saia aja kali yahh…hehehe…fotonya dibikin dua album (bukan hanya Salzburg sih) dan itu ada ribuan. Disini saia post beberapa yang merupakan favorit saia dan sepertinya ok klo dimasukin ke blog….hehehehe…

Masihhhh banyak cerita tentang Salzburg. Cerita di blog saia ini hanya sebagian kecil dan bahkan tidak ada artinya dibandingkan dengan Salzburg yang sebenarnya. Jika suatu saat nanti saia diijinkan kembali, pastinya saia akan kembali lagi ke tempat ini. Semoga menjadi kenyataan…amiiinnnn 🙂

Si kecil yang kaya, Liechtenstein

Pasti nggak semua kenal dengan negara kecil penghuni benua biru antara Swiss dan Austria ini. Nama negara kecil ini adalah Liechtenstein. Saia sendiri sebenernya udah kenal nama negara kecil ini sewaktu SMP kalau ga salah yaa….kalau saia lihat di buku pintar seri Senior kala itu, negara kecil ini adalah negara yang sangat kaya, memiliki sumber penghasilan dari prangko. Waktu dulu baca-baca mengenai negara ini, negara ini tidak memiliki sumber daya seperti Indonesia yang sangat amat kaya. Dulu itu saya membayangkan, kok bisa ya ada negara yang bisa hidup dari filateli prangko gitu. Daaaannn yang bikin saia takjub ketika membaca buku pintar seri senior itu, tingkat baca tulis negara ini 100% yang artinya tidak ada yang buta huruf!!!! woowwwwwwwww….makin takjub aja sama negara kecil satu ini.

20161015_103919
Pusat kota Liechtenstein

Negara Liechtenstein itu mata uangnya Franc Swiss, tapi disini bisa juga loh bayar pakai Euro. Klo menurut saia sih, harga-harga barang di negara kecil nan kaya ini sangat mahal. Kalau misalnya di negara Eropa lainnya saia beli semacam wine glass tulisan negara itu sekitar 4-4,5 euro, kalau di sini bisa mencapai 7 euro!!! Saia juga beli coklat Swiss disini dan untuk 4 jenis coklat harganya bisa mencapai 100 USD…kenapa saia bilang mencapai 100 USD, karena saia tuker 100 USD ke Franc Swiss dan hanya sisa sekitar beberapa keping Franc Swiss yang jika dirupiahkan mungkin hanya sekitar 20rb Rupiah….miriiiiisssss….hehe

20161015_104746
Begaya di depan toko souvenir dan coklat Swiss

Tingkat kesejahteraan di negara kecil ini sangat tinggi. Dari segi pendapatan juga tinggi sepertinya, terlihat dari mahalnya barang-barang yang dijual di kota kecil ini. Negaranya tenang banget, pokoke bener-bener sepi deh.

Berkeliling dunia melihat hal-hal baru. Melihat hal-hal yang dulu hanya ada dalam buku. Bermimpi pun tidak pernah untuk melihat negara kecil ini. Dalam pikiran kecilku dulu, negara ini adalah sebuah negara yang terletak di puncak gunung yang hijau, dimana kedamaian ada di sana. Negara ini sepertinya memiliki kekerabatan yang dekat dengan Austria dan Swiss sehingga kedua negara ini dapat menjadi benteng pertahanan untuk negara kaya yang kecil ini.

Liechtenstein, negara yang pada saat pertama kali mendengarnya seperti tidak percaya. Tidak percaya ada negara yang bernama Liechtenstein di dunia ini. Kagum ada negara kecil yang penghasilannya dari prangko dan hal lainnya yang bukan sumber daya alam sangat amat kaya. Surprise ada negara yang 100% bisa baca tulis dan hal-hal lainnya yang menakjubkan.

Lihatlah lebih dekat, maka kita akan tahu. Tidak pernah bermimpi. Tidak pernah masuk dalam catatan perjalanan yang akan dilalui, tapi Tuhan mengijinkan saia untuk menginjakkan kaki di negara yang hanya sekilas saia baca ketika SMP dulu.

Jika Tuhan saja membuat saia bisa menginjakkan kaki di tempat dimana saia tidak pernah memimpikannya, apalagi dengan mimpi-mimpi yang disertai doa? Niscaya Tuhan akan mengabulkannya. Mungkin bukan hari ini, mungkin besok dan mungkin juga lusa. Yakinlah, bahwa rencana-Nya lebih indah dari apa yang kita pikirkan.

Nice, si Kota Pantai Biru

Nice (baca : Nis) adalah sebuah kota di pinggir negara Prancis. Awalnya kota ini begitu terkenal karena adanya kejadian tidak menyenangkan sekitar bulan Juli 2016. Waktu ke sana bulan Oktober 2016 ada semacam monumen peringatan beserta tulisan-tulisan, bunga, boneka, dll untuk mengenang kejadian itu. Nice kota yang sangat indah. Sepertinya kehidupan begitu nyaman di kota ini. Cocok nih kalau mau santai-santai di pinggir pantai. Gak perlu jauh-jauh untuk menikmati pantai, karena sudah tersedia pantai di perkotaan. Kotanya cantik dan rapi. Bangunannya juga rapi. Berikut foto-foto kota Nice.

20161020_134924
Kota Nice
20161020_134918
Suasana jalan dan aktivitas di kota Nice

Pantainya membentang luas dan biruuuuuuuu banget, makanya gak salah deh kalau saia sebut kota Nice itu sebagai kota pantai biru.

20161020_134946
Pantai di Nice, Prancis

Kita juga bisa loh duduk-duduk di pinggir pantai. Ada deretan kursi terbentang di pinggir pantai. Kalau lagi ingin menikmati semilir angin sambil bersantai, cocok banget nih duduk-duduk di bangku yang telah disediakan.

20161020_134953
Sederetan pengunjung yang duduk-duduk di kursi pinggir pantai yang disediakan

Kota ini cenderung tenang. Jalanannya rapi dan bersih. Kalau mau dilihat-lihat sih persis jalan Thamrin-Sudirman di Jakarta, tapi disini lebih lengang.

20161020_143006
Jalan di kota Nice

Ada semacam tugu juga di kota Nice. Saia sih ada fotoan disitu tapi gak diposting karena ntar malah jadi tenar lagi….hihihihi :p

20161020_124327
Entah tugu apa ini namanya. Lupa euyy

Di Nice ini, kami (saia dan temen-temen) menemukan restoran Asia yang pas di kantong dan pas dilidah. Enak deh dan free mineral water lagi….hehehehe….

20161020_130311
Kalap makan di restoran Asia. Makan di tempat dan bawa pulang juga….hehehehe…

Restoran Asia ini letaknya mudah ditemui kok. Di sepanjang koridor jalan dari arah bangunan no 1 di atas lurus terus dan restorannya ada di sebelah kiri. Pemiliknya sepertinya imigran dari Thailand atau Vietnam. Rasanya pas dan paling penting sih free mineral water. Mineral water di benua biru adalah barang mahal. O iya, jangan sampe ketipu juga klo beli mineral water, karena ada yang bersoda gitu…hehehehe….lihatlah lebih dekat maka kamu akan lebih tahu. Begitu juga dengan saia. Selama ini saia gak pernah tahu ada kota pantai indah di pinggiran kota Paris (jauhh sih dari Paris), Prancis dimana lautan begitu tenang dan biru.

Monaco yang mempesona

Haii…kembali lagi di blog khusus melihat dunia lebih dekat lagi. Disini aku mau cerita tentang sebuah negara kecil yang indah bernama Monaco. Monaco negara kerajaan kecil yang sangat kaya raya dan memiliki bendera yang sama sepert Indonesia ini memiliki tingkat kemakmuran yang tinggi. Waktu di sana, denger-denger berita banyak orang kaya dunia memiliki pesawat jet pribadi dan kapal mewah pribadi di Monaco ini.

10
Monaco

Tuhh, lihat keren banget kan lautnya dan kapal-kapal yang ada di Monaco ini. Kotanya juga indah banget. Kali ini kita bahas dulu ya  mengenai Monaco ini. Kotanya bagus banget dan langsung falling in love dengan negara kecil nan kaya ini, saking bahagianya, lihat nih foto yang tak seberapa di bawah ini….hihihihi

9Abaikan orangnya yang terlalu bahagia di tengah-tengah taman di negara Monaco ini ya…:p Tamannya cantik banget, banyak burung-burung sebenarnya, tapi entah mengapa di foto ini lagi ga ada foto burungnya…burung merpati atau sejenisnya gitu deh, bagus banget. Tapi jangan bayangin kerumunan burung kayak di Italy atau di Korea yaa, burungnya gak sebanyak itu, tapi kelihatan adem banget deh kehidupan para burung itu di negara kaya ini. Burung aja hidupnya bahagia apalagi manusianya yaaa….jalanannya lengang dan bersih…pokoke bener-bener falling in love dehh…

8Kalau gambar di sebelah ini adalah foto gereja tempat Pangeran Reiner dari Monaco menikah dengan aktris terkenal pada zaman itu, Grace Kelly. Jadi mikir nih, beruntung banget yah Grace Kelly dapat Pangeran Monaco, kapan yah gue juga bisa dapat pangeran Monaco…hahahaha…ngayalllll.com. Gerejanya indah banget, banyak orang yang foto-foto di depan gereja. Foto saia yang di depan gereja gak diupload ahh, nanti jadi tenar lagi….xixixixixi. Foto gereja ini sengaja saia ambil rada ke atas agar orang-orang yang asyik berdiri dan foto-foto di depan gereja gak kelihatan 😀

7Lihat deh tamannya, keren banget kan. Awalnya nih gak ada rencana atau pikiran atau impian ke Monaco. Untunglah ada salah seorang temen yang pengen banget ke Monaco, jadinya ya ikutan deh. Gak nyesel deh ke Monaco. Monaco adalah negara yang ingin dikunjungi lagi suatu saat nanti jika ada kesempatan. Tamannya ini aslinya bagus bangeeeettt, fotonya aja udah bagus apalagi aslinya kan. Bahagia banget deh ada di taman ini sambil ngayal-ngayal gitu, ketemu pangeran trus akhirnya tinggal di Monaco deh. Hahahaha….pangeran manaaaa lagi ya yang available…xixixixi. Tamannya sepi yah, padahal banyak orang loh, tapi saia kan pakar mengambil gambar tanpa ada banyak orang di kanan kiri. Foto dua orang yang ada di gambar ini saia gak kenal…beneraann dehhh…hehehe

Apalagi yahh yang mau dikasih tau di Monaco. Gimana kalau lihat foto-foto selfie saia??? hehehe, gak banget yaaa…ok deh, akan saia kasih lagi nih foto pilihan untuk Monaco yang mempesona.

6
Jalan di Monaco

Tolong abaikan saja ya saia yang sedang berdiri di tengah-tengah jalan Monaco ini. cantik kan ya bangunannya….

5
Istana di Monaco

Nih dia nih, tempat tinggalnya penguasa Monaco. Seperti yang dilihat dari foto di atas, bangunan ini dibatasi oleh pembatas. Jadinya, gak bisa bebas lalu lalang masuk ke dalam ya. Keren banget kan bangunannya, kayak di luar negeri? oalaa…emang ini di luar negeri kan yaaa…

4
Negara Monaco

Jangan salfok sama saia yang lagi berpose di foto atas yaa..bener deh, bukannya mau mempopulerkan diri, tapi cuman mau ngasih tau indahnya negara Monaco ini,,,bener kaann???

3
Begaya dengan background negara Monaco

Kalau yang ini sengaja diposting, foto dengan background negara Monaco keren kan yaa…hehehe….

Nihh picture negara Monaco tanpa ada model di dalamnya :p

2
Monaco
1
Bangunan di Monaco

Bangunan plus pemandangan negara di Monaco. Waktu itu lagi ada semacam pembangunan atau perbaikan jalan gitu dehh, jadinya ini foto diambil mengarah ke atas supaya petugas yang ada serta mobil perbaikannya itu gak kelihatan.

Naah, bagaimana…mempesona banget kan nih si Monaco yang kaya raya ini. Selama ini, saia hanya tahu Monaco adalah negara yang punya bendera yang sama seperti Indonesia, gak ada kesan khusus lainnya. Gak pernah membayangkan juga kalau sebenernya Monaco ini adalah negara yang membuat saia tidak ingin berpaling…cielaaaahhhh….

Monaco menjadi negara favorit dalam daftar. Jika suatu saat nanti diberikan kesempatan untuk kembali ke benua biru, pengen banget balik lagi ke Monaco, ingin melihat kehidupan orang-orang di Monaco. Lihalah lebih dekat, maka segala sesuatunya akan diketahui lebih jelas. Love you, Monaco!!!

Si cantik Austria

Hari ini suasana begitu tenang. Di bulan November di hari terakhir bulan ini cuaca cukup cerah. Teringat bulan lalu, saia baru saja berkunjung ke beberapa negara di benua biru. Benua yang membuat saia falling in love. Salah satu yang saya impi-impikan selama ini adalah Swiss. Negara impian sejak kecil. Tapi, di akhir bulan November ini saia tidak membahas tentang Swiss dulu yaa, membahas tentang negara cantik lainnya yang bikin saia sungguh-sungguh falling in love dan negara itu adalah Austria. Saia sendiri sih gak lama berada di negara cantik ini, tapi saia cukup senang dapat kesempatan ke Vienna dan Salzburg.

Austria negara cantik dengan kehidupan yang saia lihat dari luar benar-benar nyaman. Jadi ingin menetap di sana selamanya….hahahaha…apa yah yang bikin saia falling in love dengan Austria yang cantik ini? Di sepanjang jalan kota Vienna yang cantik, saia melihat banyak orang-orang berpakaian seperti musisi. Mungkin karena sang maestro Mozart dilahirkan di negara cantik ini, tepatnya di Salzburg. Pemandangan kota negara cantik ini benar-benar indah, rumput-rumput dan pegunungan hijau yang terhempas luaaaaasssss….ahhh, seperti di surga….lohhh, kok tau surga? emang pernah ke sana? hihihihi….memang belum sih, tapi yang pasti surga pasti lebih indah dari negara cantik ini.

Saia betul-betul menikmati perjalanan selama menyusuri negara cantik ini. Apalagi disepanjang perjalanan disuguhi oleh film-film tentang negara cantik ini. Benar-benar senang banget tak terkira. Kehidupan begitu tenang, damai dan bahagia. Seandainya saja….yaaa, seandainya saja aku bisa tinggal di sana….hahaa…ngarep dan mimpi….

Saia sungguh sangat kagum melihat begitu banyaknya dan luasnya tanah-tanah subur yang indah menghijau. Seperti yang ada di cerita-cerita dongeng. Ternyata benar adanya suatu tempat yang betul betul indah. Konser musik banyak ditawarkan di jalan-jalan Vienna yang sayangnya saia gak ikut karena harga tiket konsernya mahal untuk ukuran kantong saia. Kadang suka nyesel juga sih yaa, kenapa ga sekali seumur hidup untuk lihat konser di Vienna. Semoga ada kesempatan lain melihat negara cantik ini lagi. Kalau Tuhan berkendak, siapa yang dapat membantah?

Vienna yang cantik tetap menjadi impian Vienna, si cantik nan klasik. Dari Vienna menuju Salzburg Salzburg, Kota Sang Maestroyang merupakan kota kelahiran sang komposer besar, Mozart. Ke museum Mozart, melihat-lihat sejarahnya, bangunan rumahnya, keluarganya dan semua tentang Mozart. Di banding Vienna, mungkin Salzburg kalah cantik, tapi tetap cantik dan ngangenin. Saia suka Salzburg. Ada jembatan yang indah banget dengan sungainya yang super bersih. Salzburg memiliki kesan tersendiri. Apalagi pada saat saia ke sana sedang autumn, jadi suasana benar-benar mengasyikkan.

Sepanjang saia berada di negara cantik ini, saia tidak pernah melihat anak-anak sekolah atau orang kantoran. Mungkin karena saia juga tidak tahu membedakan yang mana anak sekolahan atau orang kantoran kali yaa….hehee. Bisa juga sedang pada libur atau waktu saia ke sana sedang hari libur, ya tidak tahu juga.

Menginjakkan kaki di negara cantik ini adalah satu anugerah yang indah yang pernah saia dapatkan dari Tuhan. Tuhan yang mengizinkan saia untuk dapat mengenal negara cantik ini yang dulu sewaktu kecil hanya ada dalam buku cerita saja. Pegunungan Alpen pun ternyata membentang di negara cantik ini. Selama ini dikira hanya ada di Swiss.

Saia masih memiliki harapan untuk dapat kembali ke negara cantik ini. Ingin menikmati waktu lebih lama. Ingin menelusuri jalan-jalan lainnya yang tidak saia sebrangi waktu berkunjung ke sana. Saia ingin melihat lebih dekat kehidupan masyarakat negara cantik ini. Saia tidak pernah melihat ada peminta-minta ataupun tindakan kejahatan selama saia di sana. Saia jadi makin falling in love karena hal ini.

Harapan adalah doa. Tiada yang mustahil yang dapat dilakukan oleh Tuhan. Ketika DIA mengizinkan saia menginjakkan kaki di negara cantik ini sekalipun saia tak pernah memimpikannya, saia pun yakin, DIA akan kembali untuk mengizinkan saia sekali lagi untuk kembali ke negara cantik ini.

Kapan waktunya? Entahlah. Mungkin besok. Mungkin Lusa. Mungkin tahun depan. DIA membuat segala sesuatu indah pada waktunya…hanya itu yang selalu saia percaya…yukk, jika tidak bermimpi saja dapat meraih negara cantik ini, apalagi jika memiliki mimpi? quote yang sangat saia suka dari tetralogi Laskar Pelangi “bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”.

Kehidupan di Kamboja

Setelah memiliki banyak blog yang menceritakan banyak hal, kini saia membuat blog khusus mengenai opini saia terhadap perjalanan yang pernah saia lalui. Saat ini saia akan menceritakan sudut pandang saia terhadap kehidupan masyarakat di Cambodia. Untuk ulasan mengenai perjalanannya sendiri dapat di lihat di blog http://www.menmybestfriends.blogspot.com. Menginjakkan kaki pertama kali di bumi Kamboja itu bulan Juli tahun 2015 dalam rangka short trip bersama teman-teman mengarungi Asia Tenggara. Menginjakkan kaki pertama kali di bumi Kamboja tepatnya di Phnom Penh (PP) merupakan hal yang menakjubkan untuk saia. Kisah perjalanan sendiri sudah tertulis dalam blog saia. Saia ingin menceritakan kehidupan masyarakat Kamboja dari sudut pandang saia seorang traveler awam. Kamboja, dunia yang sesungguhnya cantik tapi kurang tersentuh fasilitas. Ketika saia naik tuktuk ke arah dan pulang dari Killing Field, saia melihat pemandangan yang menurut saia agak miris. Di tuktuk sendiri, saia menggunakan masker dikarenakan gumpalan debu seperti padang pasir. Cuaca yang panas menambah situasi yang menurut saia riweuh. Saia melihat pemandangan yang tak biasa terjadi di bumi pertiwi. Pada saat sore jam pulang kantor, saia melihat ada banyak truk yang mengangkut para pekerja. Sepertinya bukan hanya para pekerja, tetapi juga para anak sekolahan. Truk tersebut ditambahi papan-papan untuk alas pijakan kaki agar dapat menampung lebih banyak orang. Semua orang berdiri rapat. Jadi inget commuter line Jakarta yang padat sekali di pagi dan sore hari pulang kantor tapi masih ada sejuknya ac yang walaupun juga taraf dinginnya ac commuter line ada beberapa yang meragukan. Mereka terlihat biasa saja dan seperti sudah menjadi pemandangan umum. Saia jadi teringat di Jakarta, truk semacam itu biasanya untuk mengangkut sapi atau hewan-hewan lainnya, masih lebih bagus truk pengangkut air mineral di Jakarta dibandingkan dengan truk pengangkut manusia di Kamboja.

Belum habis rasa keheranan saia terhadap truk pengangkut manusia yang pastinya sudah bekerja seharian, saia melihat pemandangan lain. Saia tidak tahu persis jam berapa anak-anak sekolah di Kamboja masuk kelas. Satu hal yang saia tahu pasti, siang hari saia memandang arah sekolah anak-anak yang asyik bermain diluar sampai dengan sore hari jam 5 sang guru memanggil untuk berbaris dan siap-siap pulang. Hujan ketika itu turun dan saia masih mendengar deru riang anak-anak berlari-lari dan bermain. Saia tidak tahu apakah itu jam istirahat atau sedang ada pelajaran di luar sekolah. Bisa juga ternyata sudah jam pulang, tapi masih ada yang bermain-main di sekolah. Seketika hati saia menjadi nelangsa entah mengapa.

Banyak anak-anak jadi peminta-minta di depan tempat wisata yang dikunjungi oleh para turis. Miris sekali melihatnya. Di Indonesia, banyak juga saia temui kasus serupa, tapi entah mengapa disini saia melihat sesuatu yang berbeda. Beruntunglah sebenarnya Indonesia. Kaya akan sumber alam, kehidupan yang lebih baik dan hal-hal lainnya yang lebih baik.

Lihatlah lebih dekat. Maka kita akan melihat betapa beruntungnya kita hidup di bumi Indonesia. Mengeluh karena hal kecil, banyak terjadi. Lihatlah lebih dekat. Lihatlah kepada orang-orang yang berharap berada di posisi kita. Bersyukurlah dan belajarlah mulai mensyukuri apa yang ada pada diri kita. Kamboja dan kehidupannya mengajarkan hal-hal yang perlu kita teladani dalam hidup ini. Hidup ini tidak mudah, perlu perjuangan. Hidup ini tidak memberikan kebahagiaan, tapi kitalah faktor penentu dari kebahagiaan itu. Semoga semakin hari kita semakin lebih dapat melihat lebih dekat.