Hai pembaca blog akuu…thanks banget ya bagi yang suka dengan postingan aku. O iya, ada beberapa komentar yang aku gak akan pernah tampilkan dalam blog aku ini yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut yang aku anggap sebagai spam ya :
Komentar yang tidak ada hubungannya dengan judul cerita, iklan-iklan togel, hadiah, undian, pinjaman uang, bersifat SARA, pornografi dan semua yang aku anggap berkonotasi negatif.
Komentar yang nyambung dengan judul cerita, komentarnya juga bagus tapiiiiiii usernamenya/pemilik blog/komentator menggunakan nama yang bersifat pornografi/berkonotasi negatif.
Aku cek komen-komen yang masuk, banyak sebenernya yang ok punya dan cocok ditampilkan di kolom komentar, tapi gak aku approve karena nama komentator menggunakan nama yang bersifat pornografi/berkonotasi negatif. Aku tidak pernah mengedit komentar/nama atau apapun itu, jadi aku mau tampilkan apa adanya, jadi please banget ya yang mau komentar ikutin rule blog aku ini.
Untuk temen-temen yang sudah berkomentar baik dengan yang nama baik dan suka dengan postingan aku, kalian memang TOP….
Ini blog aku khusus untuk postingan tentang traveling dan segala hal yang berhubungan dengan traveling, jadi aku tidak menerima iklan, komentar atau apapun itu yang gak ada hubungannya dengan traveling.
Bagi yang merasa mengirimkan komentar yang bagus dan juga pertanyaan seputar traveling tapi tidak aku jawab/tidak muncul dalam komentar blog aku, penjelasannya karena melanggar dua hal di atas ya.
Selamat sore. Di sore hari nan mendung ini bahkan hujan, saia akan menulis cerita tentang Museum Tekstil. Minggu sore, tepatnya tanggal 4 Februari 2018, saia dan anak-anak dari kelas Adventurer jalan-jalan alias study tour ke Museum Tekstil. Minggu pagi hujan deras, rasa-rasanya males banget buat pergi-pergi, tapi karena anak-anak kecil semuanya semangat, jadilah saia ikut berpartisipasi.
Museum Tekstil letaknya di deket stasiun Tanah Abang, jika jalan kaki dapat ditempuh sekitar 8 menit. Ada apa disana? O iya, sebelumnya berdoa dulu nih kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya cuaca cerah, kasihan anak-anak kecil kalau hujan dan Tuhan memang amat baik. Kemarin sampai di Tanah Abang matahari menyinari dengan rada garang gitu, tapi gpp deh daripada anak-anak kehujanan kan.
Museum Tekstil diresmikan
Sebenernya ada foto-foto di depan tulisan Museum Tekstil itu, tapi apalah ya panas banget. Hahahaa…fotoan sih, tapi ga ada di hp saia.
Tampang urakan kepanasan….hehehehe…inid fotoan di depan pintu masuk museum
O iya, untuk masuk ke Museum Tekstil, bayarnya Rp. 40.000 sudah termasuk belajar membatik loh. Kemarin, walau hari Minggu, suasana sepi. Disamping kami ber-15 terdapat 2 orang pengunjung lainnya. Selebihnya, tidak ada. Suasana museum adem dan kalau saia baca-baca, museum ini tadinya adalah kantor ex Depsos.
Selamat Datang. Ketika memasuki pintu museum akan langsung ketemu dengan kedua patung ini.Salah satu ruangan pameran batikBaru tahu nih, ada kebaya dengan corak sinterklasBaru tahu juga ada corak pohon-pohon sepert ini.
Setelah melihat seluruh koleksi, menuju bangunan luar. Di luar ada taman beserta kursi dan meja, juga kolam air mancur. Anak-anak seneng banget duduk di deket kolam air mancur sambil lari-larian di taman. Ada semacam pendopo buat duduk-duduk. Untuk anak mahasiswa yang lagi serius ngerjain skripsi atau mencari ilham, cocok nih duduk-duduk di pendopo taman ini.
Selanjutnya menuju bangunan tempat belajar membatik. Areanya disebut pendopo batik dan waktu ke sana ada tiga orang lainnya yang sedang belajar membatik juga.
Tempat belajar membatik
Untuk belajar membatik, pertama-tama akan dikasih sehelai kain mori putih. Kainnya gak gitu besar, sekitar 25×25 cm kali yah, gak ngukur juga sih…hehehehe…berikutnya, disuruh milih pola gambar, untuk yang baru pertama kali, lebih baik pilih gambar yang gampang aja dulu. Kemudian, gambarnya dicetak alias dijiplak ke kain menggunakan pensil. Setelah itu, pakai celemek dan mulailah membatik. Duduknya pun gak bisa sembarangan, intinya kompor di sebelah kanan (bagi yang bertangan kanan) dan arah kain nyerong ke arah barat daya (wkwkwkk). Cantingnya jangan sampe full, tapi setengahnya aja supaya ga blur keluar, seperti saia yang blur keluar berkali-kali. Cantingnya juga harus dalam keadaan panas, klo gak panas gak bakalan keluar deh.
Berikutnya ada proses pewarnaan yaitu awalnya pinggiran kain dikasih lilin. Bukan lilin kyak buat mati lampu gitu yah, tapi ini lilin cair, terus dicuci, dikasih warna pakai bahan kimia dan dicuci lagi. Serunya, kan ada warna merah dan biru, waktu dicuci dan digabung gak luntur euy, kok bisa yak? hahhaaa…o iya, setelah membatik ada rombongan turis dari Jepang mengunjungi pendopo ini. Mereka lihat-lihat, tanya-tanya dan gak ikutan belajar membatik.
Inilah batik hasil karya saia
Jangan tertipu dengan bintik-bintik yang disekeliling dan juga awan-awan gak jelas di sekitar nama saia karena itu semua adalah trik. Maksudnya?? hehhe…seperti yang telah saia sebutkan tadi, jangan sampai ngeblur, tapi saia ngeblur ke kain karena cantingnya udah gak gitu panas dan saia gak gitu profesional kan yahh…hehehe…daripada ketauan ngeblur sana-sini (kyak ketumpahan tinta gitu) akhirnya sama sang ibu pengajar disuruh buat motif sendiri aja supaya blur nya itu seolah-olah merupakan model batik itu, jadilah batik hasil karya saia yang tak seberapa ini. Ternyata, seru juga membatik. Membatik memang harus konsentrasi tinggi dan ulet supaya hasilnya bagus.