Venice, Italy

Jadi inget musti nulis tentang Venice (Venezia) di Italy. Pertama kali tau tentang Venice ini dari film judulnya “Chika”. Waktu nonton film tersebut (yang tentunya nonton di tv…hehe), saia jadi tertarik dengan kota air Venice ini. Saia udah pernah ke kota tiruan Venice di Makau, tapi pastinya berbeda dengan yang asli.

Saia dan rombongan saat ini menaiki kapal sampai di tempat penyebrangan. Dari sana, keliling-keliling. Ada banyak turis yang datang. Ada juga yang lagi pemotretan pre-wedding. Ada pemain-pemain musik. Semuanya serba ada deh disini…hehe. Begini penampakan tempat penyebrangannya.

Saia beli tas titipan temen dari kulit di Venice ini. Tas dan dompet sih lebih tepatnya. Karena beli titipan temen, saia jadi beli juga…hahahaha….trus, saia beli payung yang gambarnya cakep banget, gambar kota Italy warna biru laut, asli cakep banget, sampai ada temen kantor yang nanya payungnya cakep banget beli dimana…hehe…harga payungnya 5 euro dan menurut saia sih cukup murah ya untuk sekelas Eropa. Saia lihat payung-payung lainnya ynag saia temui kisaran paling murah 10-12 euro. Tapi, sekarang payungnya udah rusak, karena waktu hujan saia naik motor, dipakai dan langsung ambyar.

Saia dan temen-temen naik gondola. Kalau gak salah inget ketika itu harganya 12 euro yaa…pokoknya cukup murah sih untuk ukuran kantong euro. Begini penampakannya :

F435C7F6-B7DB-49C8-922B-1D68FC28E12E
Ini foto gegayaan dulu di atas jembatan gondola
70774DD9-C12E-484F-9662-8E46B5CCA48A
Gondolanya banyak, jadi inget film CHIKA disini.
C3343EBE-35C5-4E16-B107-7C3D9052A476
Menyusuri jalan ini
A2C89DFD-D295-4C5E-A699-5E5A607C33AE
Penampakan dari atas jembatan
2A71A46D-FFEF-4394-887C-FB00D42A5351
Kanan kiri kayak semacam flat gitu. Ada orang yang tingga disitu sambil “dadah dadah”
AF4D4F67-7735-4F5D-BD1F-8DFAD546AD2D
Bangunan yang juga dilewati oleh gondola
3EEFF560-C067-479A-A436-73146C8A0289
Pemandangan dari gondola juga

Sebelum naik gondola, ada tempat ngumpul gitu. Disitu banyak juga orang foto-foto. Tempatnya sih hanya berupa lapangan yang lapang gitu.

BB945C90-05BD-4CF9-B1E6-6268A2E34B6B
Ini dia titik kumpulnya

Kalau waktu saia di Venice sih memang gak bener-bener seperti yang dibayangkan gitu. Maksudnya, gak seperti yang saia bayangkan ketika nonton film Chika. Secara kebersihan sih, bersihan tiruannya di Makau…haha…banyak bangunannya yang lumutan, mungkin karena sering terkena air ya. Trus, saia pernah nemuin semacam mangkok gitu, intinya sih sumbangan minimal 1 euro di sebuah bangku saat mau naik ke atas lagi. Saia lihat juga, banyakan orang-orang yang sudah lanjut usia di flat-flat itu. Entah bagaimana cara mereka menuju daratan, ya pastinya sih naik kapal ya. Pokoknya sekelilingnya itu air, air dan air. Warna airnya juga keruh, ya mungkin karena hal-hal yang berkaitan dengan alam dan juga kebiasaan sehari-hari kali ya sehingga dapat mempengaruhi warna airnya.

 

 

Autumn 2016 – Day 18 : Hongkong – Jakarta

Hari ini (25 Oktober 2016) sudah tiba di Hongkong untuk penerbangan selanjutnya ke Jakarta pk 19.05 waktu Hongkong. Besok pagi udah kembali lagi ke realita hidup. Hahhaaaa…. Penerbangan dari Paris ke Hongkong sekitar 11 jam 45 menit dan ga sedramatis penerbangan ke Amsterdam. Mungkin karena udah mulai terbiasa dengan perjalanan jauh dan udah tau duduk di pesawat biar pewe….hehehe….

Okkk….see u Jakarta..

Autumn 2016 – Day 17 : Last day in Paris

Keren juga nih ya klo ditulis judul film “Last Day in Paris” hahahaaa…..yupp hari ini adalah final day….last day dari segala petualangan selama dua minggu ini ke Eropa. Hari ini gak ada rencana mau kemana-mana karena mau santai-samtai setelah tour berhari-hari, tersesat, jalan jauh, hujan-hujanan dan sebelum penerbangan jauh selama belasan jam menuju negara tercinta. Seperti yang sudah dituliskan kemarin, penerbangan hari ini jam 21.15 waktu Paris menuju Hongkong dan akan tiba di Hongkong pukul 15.00 waktu Hongkong. Dari Hongkong jam 19.05 dan akan tiba di Jakarta jam 22.50 waktu WIB.  

Perjalanan yang mengesankan dan penuh arti. Perjalanan ini mungkin hanya angan-angan belaka di zaman dahulu kala dan ternyata bisa menggapainya sekarang ini. Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kebaikan, kesempatan, kesehatan dan hal-hal lainnya yang membuat terlaksananya perjalanan ini. Perjalanan ini gak mudah tapi Dia memudahkan segala sesuatunya. Mungkin klo ada wifi akan cerita lagi di blog waktu di Hongkong. Akhir kata, biarlah segala yang bernafas memuji Dia. Amin.

Autumn 2016 – Day 16 : Disneyland Paris

Hari ini rencananya berangkat jam 9, tapi baru jam 10.30 berangkatnya karena nyasar-nyasar kemaren jadi bawaannya ngantuk. Setelah muter-muter nyari metro yang ujung-ujungnya ke Olympiades juga, beli tiket di counter untuk return sekitar 60 Euro…..dari Olmpyades ke Gare de Lyon, sempet nyasar pas mau naik RER ke Disneyland, akhirnya naik juga RER A4 dan turun paling ujung….namanya apa yah Marne Le Ville – Disneyland Parc kalo gak salah yaa…hahhaaa…pokoke paling ujung deh.

Pas nyampe ada matahari tapi dinginnya pooollll….foto-foto di gerbang Disneyland trus di pohon merah. Tiket magic flex yang udah dibeli 57GBP ternyata harus nambah 15 Euro untuk 2 parks….huhuhuhu males banget, toh gak banyak yang dieksplore.

Wahana pertama naik railroad  sampe muter lagi. Kenalan sama keluarga Australia yang asyik banget. Dari situ makan chips and fish. Trus ikutan meet and greet nya Mickey, setelah itu hujan turun dengan deras. Memutuskan untuk beli merchandise Disney. Setelah beli dan memutuskan untuk pulang, ternyata ada parade Disney. Hujan-hujanan bela-belain foto dan rekam. Bulan ini bulan Oktober, gak kyak di Disneyland Hongkong dulu yang udah bertema Halloween. Di Disneyland Paris biasa aja. Mungkin karena lagi liburan sekolah juga jadi banyak anak-anak yang tentu aja agak kurang enjoy dengan tema Halloween (mungkin ya). Cerita lengkap ada di Disneyland Paris.

Malam ini malam terakhir di hotel Ibis Paris. Besok malam masih di Paris juga sih, tapi udah di airport. Besok balik ke Hongkong jam 21.15. Hari Selasa malam sampe Jakarta dan Rabu pagi back to reality.

Kalau dipikir-pikir yahh….2 minggu lalu, lagi di Frankfurt. 1 minggu lalu lagi di Italy, hari ini lagi di Paris dan minggu depan udah di Jakarta. What a wonderful life.

Autumn 2016 – Day 15 : Paris

Pada hari ini bangun rada siangan mumpung gak pake tour lagi setelah malamnya ngelaundry ala Prancis. Asliiii bingung banget ngegunain mesinnya. Malah sempet nyasar juga sebelum sampe ke tempat laundry..hahaha….akhirnya diajarinlah sama orang-orang yang ada disana dengan bahasa sekedarnya. Wkwkwkkkk….Saia udah pernah nulis tentang Paris di Romantic City, Paris ya, tapi berhubung ini adalah lanjutan dari serial Autumn 2016, saia akan ceritakan cerita di hari ke-15 petualangan di benua biru ini. Gak ada foto-foto disini ya, karena semua foto udah ada di cerita masing-masing. Cekidot ke postingan tersebut aja ya.

Pagi-pagi setelah bangun langsung breakfast yang lumayan banget karena ada hot chocolate…hehe….trus ngelanjutin perjalanan ke Eiffel…..yesss….Eiffel I’m in love!!! Dari hotel ke stasiun metro terdekat untuk naik metro ke Trocadero. Beli tiketnya juga bingung-bingung. Atas petunjuk temennya mba Rini, kami beli tiket langsung yang 10 supaya lebih murah. Sampe Trocadero bingung-bingung nyari temennya mba Rini yang tinggal di Paris. Setelah jalan menyusuri jembatan sungai Seine, ketemu juga sama temennya mba Rini. Foto-foto di Eiffel dan di pohon yang warnanya keren banget. Dari sini, karena si Om Chris laper, tadinya temennya mba Rini mau ngajakin makan nasi goreng ikan asin, tapi karena saia pengen banget ke Sorbonne, jadi dia rekomendasiin makan ayam item. Kenapa dinamain ayam item? Karena ini adalah resep dari org berkulit hitam, rasanya maknyooooosssss banget. Sambelnya ok punya. Si empunya restoran adalah orang Asia Timur, jadi bukan asli dari tanah Ham. Kalau bahasa yang benernya ayam Afrika (waktu baca-baca di internet). Kisah si ayam Afrika ini bisa baca di Ayam Afrika, Paris

Dari resto ayam item, ngopi-ngopi cantik di sebuah cafe. Tentu saja saia nda ngopi, tapi minum hot chocolate (lagi?? Xixixixi). Dari situ pergi ke gereja tempat syuting Da Vinci Code. Masuk ke dalam gereja. Kyaknya ada bagian yang dipugar. Foto-foto di depan gereja dan air mancurnya.

Dari gereja, jalan kaki ke Sorbonne. Setelah impian 20 tahun lalu mengenai Sorbonne, akhirnya kesampaian juga fotoan dan ngeliat Sorbonne di depan mata. Ya….Sorbonne!! Gak ada yang lebih menyenangkan ketika impian masa kecil tercapai. Tuhan bener-bener memeluk setiap mimpi. Dia berikan kesempatan pada saia untuk dapat menggapai Sorbonne yang mungkin tak kan pernah terbayangkan akan kesini. God is good all the time.

Dari Sorbonne berangkat menuju Notre Dame. Kisah si bongkok dari Notre Dame sangat fenomenal. Foto-foto di depannya dan abis itu caooo lagi karena temennya mba Rini ada acara di rumahnya dan saia selagi di Paris ingin menyusuri semua icon semaksimal mungkin. (Post Note : syedihnya pas dapat berita tentang Notre Dame yang terbakar, untungnya udah pernah kesana).

Tadinya gak cukup waktu ke museum Louvre. Setelah mikir-mikir untuk naik metro, akhirnya naik metro ke Louvre. Foto-foto dulu di jembatan sungai Seine….bagus bangeeettt. Ternyata Louvre itu luas banget. Disini ada lukisan Monalisa. Gak masuk ke dalam karena udah sore, rugi juga klo masuk karena sebentar lagi akan tutup. Foto-foto aja. Apalagi pas cuacanya bagus banget sehingga bangunannya berwarna keemasan. Wiiihhh….kereeennn banget deh. Bener-bener fantastik deh menurut saia.

Dari Louvre langsung menuju Triomphe D’ Arch. Jalanannya seperti Sudirman-nya Jakarta. Wow….seneng banget bisa fotoan di icon ini. Setelah temennya mba Rini pamit pulang, kami masih jalan-jalan. Beli ini dan itu sampai akhirnya pulang.

Jalan pulang nyasar sampe pegel. Hahaaa…..karena belum familiar kali yakk. Rencananya hari ke 16 akan ke Disneyland. Nantikan cerita selanjutnya.

Autumn 2016 – Day 14 : From Avignon to Paris

Today is final day. Maksudnya adalah hari terakhir bersama keluarga besar EUGOEU (biro perjalanalan dari tours4fun). Dari Avignon ke Paris jaraknya 700 km. Berhenti di rest area 3 kali dari jam 8 pagi kurang, sampe di Paris jam 5an sore. Tour leadernya nyalamain kita satu-satu. Rada lama salamannya mungkin karena bener-bener berkesan banget buat dia. Sang meneer yang nyetir lebih dari 3300 km masih semangat aja. Berikutnya melanjutkan perjalanan masing-masing dan sedih juga si opa Soo (salah satu peserta tour dari Australia, kita nyebutnya Opa Soo) sampe meluk gitu. Kita (saia dan 3 temen) dikasih kartu nama Opa Soo, katanya jika sewaktu-waktu ke Australia, hubungi dia. Hiksssssssss sediiiihhhh deh.

Geret-geret koper kesana kemari nyari-nyari hotel yang udah dibooking sebelumnya, akhirnya ketemu juga. Kami nginep di hotel Ibis. Makan malam di restoran Vietnam yang maknyosssssss banget pas di sebelah hotel. Hari ini gak rencana jalan kemana-mana karena mau nyantai dulu setelah beberapa hari alias 12 hari ikut tour. I love this tour and I hope someday I will meet again with all members of the tour.

C9BA8A78-0A87-4928-A572-7ED0E22BD653

Semangaaatttttttttttttttt…………..Berikutnya, kami sok-sok kepedean ngajakin semua fotoan buat kenang-kenangan gitu…ternyata pada mau loh…tumbenan….ini nih foto pertama dan terakhir yang semua tour members ada.

C5963555-61F0-44E5-8CF8-862D7B97CFCD
Foto full team minus dua orang yang sudah pergi ke Basel. Fotoan di tulisan Credit Suisse ini saia yang minta loh…waktu itu bilang, siapa tau nanti bisa gawe di Credit Suisse….wkwkwkwk

Post Note : Kisah perjalanan keliling Eropa bersama tours4fun berakhir sudah. Untuk selanjutnya di Paris, kami jalan sendiri. Temen saia ada kenalan temen di Paris ini, jadi untuk selanjutnya kami akan jalan bareng dia. Oiya, selama tour banyak banget ya kenal orang sesama tour. Di tour itu juga ada orang Indonesia, seorang ibu dengan dua anaknya. Anaknya yang pertama kuliah di London. Tapi, kami gak akrab sama mereka. Justru akrabnya sama orang diluar Indonesia. Kenapa? Saia juga gak tau kenapa ya, tapi ada beberapa orang Indonesia yang “mungkin”….mungkin yaaa…. agak kurang bersahabat bertemu dengan sesama orang Indonesia jika sedang di luar negeri. Kenapa saia menyimpulkan seperti ini? Karena ada cerita lain yang tidak akan saia ceritakan di blog ini 🙂 Si ibu dan anaknya ini kalau gak salah hanya sampai Austria yaa karena dia mau terbang ke Spanyol lalu ke Maroko. Tapi, kebanyakan dan pada umumnya saia ketemu orang Indonesia yang baik loh… 🙂

Jadi, temen-temen yang akrab sama kami adalah Uncle dari Singapore (lupa euy namanya…maap), Opa Soo dan Istrinya (kalau gak salah namanya Crystal) lalu Jennifer dari Filipina yang bekerja di Abu Dhabi.

Di peserta tour ada yang asik dengan dunianya sendiri gak? Oh tentu saja ada. Tapi mereka gak ganggu kok. Saia cerita aja ya. Salah satunya adalah pasangan yang terlihat dari Asia. Kyaknya mereka lagi honeymoon kali yaa…jarang bahkan ga pernah saling bicara antar sesama teman tour, gak pernah mau ikutan foto bareng dan hal-hal lainnya yang istilahnya bareng-bareng. Tapi, pas terakhir di Lucerne (waktu kami mau berpisah), mereka pertama kalinya mau ikutan foto bareng loh…Amazing!!! Trus, kyaknya yang cowo ada ngomong gitu dikit, mungkin kalau lamaan dikit bareng-barengnya, mereka akan lebih terbuka yaa…tapi gak apa-apalah….toh gak ganggu kok…hehe

Trus yang kedua, ada peserta tour yang kyaknya juga dari Asia. Kalau cowonya gak tau sih asalnya darimana tapi kalau yang cewe dari Vietnam. Sekilas terlihat, nih cewe kok kyak masih kecil ya…sekitaran 18 tahun tampangnya. Dia selalu pake stoking padahal dingin. Mungkin stoking anti dingin ya. Cewenya sih gak pernah ngomong, asik aja sama cowonya. Asli masih kecil itu cewe. Kalau yang cowo lebih ramah. Ternyata, si cewe memang masih muda, kyaknya anak kuliahan gitu sedangkan si cowo udah kerja di Basel. Jadi, pas di Lucerne, ada beberapa yang pisah. Kami berempat plus Opa Soo dan istrinya bareng ke Italy sedangkan cowo dan cewe dari Vietnam itu langsung ke Basel. Ada juga yang julid bilang, kok anak sekecil itu dibiarin orangtuanya jalan sama cowo keluar negeri….wkwkwkkwk…Siapa tau si cewe diem aja karena gak bisa bahasa Inggris…tapi gak tau sih…hahahaha….ternyata si cewe memang lagi dalam acara mengunjungi cowonya dan mereka akan ke Basel.

Seru juga ya cerita tentang peserta tour. Cerita lagi deh. Ada seorang pengusaha sepertinya (lupa padahal dia cerita) dari India yang bawa ibunya yang pakai kursi roda. Baik banget anaknya, ngangkat-ngangkat kursi roda, trus dorong kursi roda ibunya, pokoknya anak yang berbakti deh. Anaknya cowo loh. Kyaknya jarang saia lihat anak cowo yang bawa-bawa ibunya tanpa ada cewe satupun yang menyertai. Trus, ada juga peserta dari Pakistan yang saia kira temennya yang dari India ini, tau-tau beda. Waktu di Swiss, saia dan Jen bareng naik Flying ice sama si orang Pakistan ini.

Berikutnya ada pasangan bule dan satu-satunya pasangan bule yang ada di tour. Jarang ngomong juga, tapi orangnya ramah.

Selanjutnya ada pasangan Asia dan bule. Sama sih, gak banyak bicara tapi orangnya kelihatan ramah. Ada juga pasangan India yang tinggal di California lebih dari 12 tahun. Mereka jetlag selama di Eropa kata suaminya. Mereka gak ada anak karena ga mau punya anak. Waktu fotoan di negara mana gitu, si suaminya seneng banget deket sama kita-kita orang Indonesia, mungkin karena kita suka ngebanyol dan sok kepedean sama peserta lain kali yaa…Mereka suka fotoan deket saia, trus salah satu temen bilang, “kyaknya mereka seneng fotoan deket sama kamu, jangan-jangan kamu mau diangkat jadi anak”….wkwkkwkk…..Mereka ramah banget. Katanya, kesulitan dia selama di Eropa adalah masalah waktu karena beda 9 jam dan juga makanan. Mereka adalah vegetarian dan sulit mendapatkan makanan vegetarian, jadinya mereka bikin sendiri tiap hari makanan mereka. Lalu, ada peserta dari Kamboja, cowo yang selalu pake baju rapih kyak mau ke kantor. Dia selalu pakai kemeja rapi kantoran, celana panjang kantoran dan juga sepatu pantofel. Waktu ketemu sama dia pas breakfast, kirain dia itu turis yang lagi dalam perjalanan menuju acara kantor, tau-tau dia peserta tour juga. Lama-lama dia pake jaket juga sih…tapi tetep style kemeja rapinya, celana panjang dan pantofel ga pernah ketinggalan. Selebihnya orang-orang Filipina dan negara lainnya yang ramah-ramah.

 

Autumn 2016 – Day 13 : San Remo – Monaco – Grasse – Nice – Cannes – Avignon

Hari ini pagi-pagi dari San Remo melanjutkan perjalanan ke Monaco. Di sini damai banget, asli saia pasti betah banget kalo tinggal di Monaco. Tamannya bagus, jalannya bagus dan semuanya bagus, adem, teratur dan damai banget. Cintaaaaaaaaa deh sama Monaco. Kalau mau lihat indahnya Monaco bisa baca di Monaco yang mempesona.

Dari Monaco melanjutkan perjalanan ke Grasse. Disini, saia berkunjung ke pabrik pembuatan parfum. Dijelaskan juga bedanya perfume, eau de toilette dan lainnya. Seru juga jalan-jalan kesini. Kami dikasih semacam sample perfume gitu, sekitaran 5ml, wanginya uenak banget dan GRATIS hehe. Dari Grasse langsung ke Nice. Nice itu daerah pantai, bagus, adem banget dan jalanannya anteng. Kyaknya sih pantai buatan ya, tapi gak tau juga…haha…warnanya biru cerah dan adanya di deket kota. Istilahnya, kalau di Jakarta ada Jl Jend Sudirman, sebrangnya itu pantai…keren deh. Kisah di Nice saia tulis tersendiri di Nice, si Kota Pantai Biru. Di Nice ini nemu restoran Asia dan harganya lumayan murah. Jadi makan disini dan beli juga buat dinner.

Dari Nice menuju Cannes sekitar 1 jam perjalanan. Cannes terkenal dengan festival film Cannes yang mendunia. Seru sih, ada kapal-kapal juga. Pantainya bersih. Cerita tentang Cannes saia tulis di Cannes, Tempatnya Festival Film Dunia.

Dari Cannes berangkat ke Avignon. Ini adalah malam terakhir bersama tour4fun, yakni biro perjalanan yang kami gunakan selama tour perjalanan. Besok udah berpisah dan melanjutkan perjalanan masing-masing di Paris. Di Avignon tinggal di apartment. Keren, semuanya lengkap. Sekian cerita hari ini.

Autumn 2016 – Day 12 : Florence – Pisa – Genoa

Hari ini perjalanan menuju Firenze alias Florence. Kotanya indah. Banyak bangunan-bangunan artistik di sini. Makan siang ala Florence dimana menunya itu spaghetti, pizza, ribs dan tiramisu. Ada wine juga…tapi saia nda minum wine.

Sebelumnya ke tempat pembuatan barang-barang kulit. Bagus-bagus loh dan tax free. Waahhh….tapi untuk kantong rupiah kyak saia tetep aja jatohnya mahal. Cerita lengkap mengenai Florence ada di Kota Sejuta Pasta dan Original Leather, Florence, Italy

Dari Florence langsung ke Pisa dan perjalanan sekitar 1 jam. Dulu mikirnya Pisa ini adalah nama menara aja, tau-tau Pisa nama kota juga, nama kotanya ya Pisa…hehe…Foto-foto di depan menara Pisa yang menjadi 7 keajaiban dunia versi saia masih kecil. Gak tau deh sekarang masih termasuk apa ngga. Cerita tentang Pisa ada di Menara Pisa, Pisa, Italy

Dari Pisa langsung menuju Genoa yang lebih tepatnya San Remo. Perjalanan dari Pisa sekitar 5 jam. Malam ini ada di San Marino. Hotelnya bagus tapi jauh dari parkiran bis. Jaringan internetnya juga bagus makanya bisa upload-upload foto.

Karena ada misunderstanding antara peserta tour dan tour guide, jadinya rada bermasalah juga pas sampe parkiran hotel, karena letak hotelnya jauh dari parkiran dan banyak tangga. Tour guide sebenarnya udah kasih tahu, kalau hotelnya harus jalan jauh dan tiap peserta diminta untuk bawa tas kecil isinya baju dan peralatan yang dibawa sendiri. Saia denger kan tuh, trus saia bilang gitu ke temen-temen. Tapi, temen saia yang satunya bilang, dia gak denger si tour guide ngomong gitu. Saia mikir, apa saia yang salah denger ya? Mungkin karena bahasa Inggris saia pas-pasan dan temen saia yang tadi bahasa Inggrisnya udah kelas tinggi, jadi pada gak percaya…wkwkwkk…Tapi, saia tetep berkeyakinan, kalau saia tuh gak salah denger. Akhirnya, ya udah deh, saia ikutan temen-temen lainnya aja, gak jadi bawa tas kecil.

Nah, pas di tempat tujuan…Peserta tour pada heboh, marah-marah, kenapa gak dikasih tau klo tempatnya jauh, tangganya banyak dan kudu bawa 1 tas kecil aja. Temen saia yang cowo bilang, “ah…bener apa kata lo, coba aja kita ikutin kata lo”.  Lah, sekarang baru ngomong gitu, kemaren gak ada ngomong gitu…haha…temen yang satu lagi, yang bahasa Inggrisnya selancar air mengalir juga kesel dan bilang kalau dia tuh ga denger tour guidenya ngomong gitu. Oiya, temen yang cowo itu sempet berbisik : “sebenernya gue percaya sama lo, besok-besok gue dengerin apa kata lo aja dah”… 😀 (mukanya mutung :p)

Bener aja,  bagi turis yang bawa koper gede lebih baik keliling Senayan dulu 3 kali selama sebulan kalo gak mau pingsan di tengah jalan…..hahahaa….Akhirnya, pihak hotel menyediakan semacam van untuk membawa seluruh koper yang perlu dibawa. Hotelnya sendiri, kamarnya gede ya, bahkan ini kamar terbesar selama tour Eropa. Tapi, dapat kamarnya juga beda-beda deh, karena temen yang dua lagi, kamarnya lebih kecil. Suasana kamarnya rada serem gitu. Seperti lagi ada di film horor. Sempet becanda sama temen, jangan-jangan hotelnya dulunya rumah sakit. Mirip rumah sakit dan suasananya mencekam banget….hahahaha…Lobinya sih bagus, keren, cucok buat foto-foto walaupun ada aura-aura mistisnya. Hari ini adalah hari terakhir di Italy. Besok udah mulai menuju negara baru, Monaco.

Autumn 2016 – Day 11 : Roma – Vatikan – Arrezo

Hari ini di Roma, pagi-pagi langsung menuju Negara dimana Paus berada, yakni Vatikan. Disini ngeliat St Peter Basilica Church. Saia gak ikut Sistine Chapel tour karena mahal, yaitu 45 Euro. Jalan-jalan sekitaran Vatican City. Banyak pastor, biarawati dan juga pedagang yang rata-rata dari India. Cerita-cerita selama di Vatikan, ada di Negara di dalam Negara, Vatikan

Setelah dari kediaman Sri Paus, perjalanan dilanjutkan ke Colosseum tempat sang gladiator. Sayangnya hujan yang semakin deras membuat kunjungan gak maksimal. Udah gitu, gak ikut tournya juga. Males, udah lumayan mahal hujan lagi. Cerita tentang Colosseum ada di Colloseum, Roma, Italy Hahahaha…..public toilet gak ada. Adanya di restoran. Seperti yang udah diceritain sebelumnya, kalo makan di Italy harus bayar table juga dan itu terjadi. Malesnya lagi, semua orang harus pesen makan gak kyak di Indonesia yang satu atau dua orang aja yang mesen gak masalah. Huh….Italia….kamu membuat saya tak ingin kembali lagi. Ehh…..ada tuh kolam yang klo lempar koin bisa balik lagi. Saia dikasih koin sama temen dan satu temen tour. Artinya bakal balik lagi donk? Hahaaa….aminlah….gak masalah sih balik lagi juga. Cerita selama di Roma ada di Cerita singkat di Roma, Italy

Dari kolam koin perjalanan langsung ke Arrezo sekitar 3 jam perjalanan. Hotelnya bagus dan wifinya juga bagus….xixixixi….teuteup yahhhh…..wifi 😊

Autumn 2016 – Day 10 : Venice – Roma

Selamat malam. Lagi santai-santai keingetan belum posting tentang kelanjutan perjalanan ke Eropa tahun 2016.

Hari ini disambut dengan dinginnya udara dan kabut. Pagi-pagi jam 8 pagi berangkat ke pelabuhan tempat penyebrangan ke Venice. Jadi inget film CHIKA klo inget Venice. Setelah nyebrang, dianter keliling-keliling Venice sama tour guide cewe yang kyaknya khusus tour guide Venice. Naik gondola. Hmmm, mungkin karena ekspektasi terlalu tinggi, ga sebagus yang dibayangkan. Kyaknya lebih cakep Venice nya Macau deh…hehehe….tapi it’s ok….overall masih bs foto-foto ala Venice…hahhaaa…ya iyalaaahhh.

Venice murmer dibanding Milan. Jadi heboh shopping. Selain beli tas dan dompet titipan teman yang terbuat dari fine leather, saia jg beli buat diri sendiri. Hahahahaa….pokoke…heboh banget deh. Dapat diskon lagi.

Dari Venice menuju Roma. Jadi inget ungkapan “masih banyak jalan menuju Roma”, ya memang banyak jalan menuju Roma, salah satunya, ya dari Venice. Perjalanan kira-kira sekitar 7 jam. Asliiiiiiiii sampe dipasangin 2 film di bis tetep gak sampe-sampe saking jauhnya. Roma oh Roma…mengapa tidak ada jalan yang lebih dekat???? Xixixixixi

Bermalam di Roma dan lagi-lagi ada free wifi tapi dibatasin 1 jam aja. Huhh…padahal masih banyak yang perlu diupload. Hahhahaaa….