Tokyo Wide Pass

Selamat siang menjelang sore. Saia kepikiran untuk membahas Tokyo Wide Pass di blog saia ini. Pada saat masih di Jakarta dan searching mengenai alat transportasi di Jepang, maka saia baca tentang Tokyo Wide Pass (TWP) beserta keuntungan-keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan pass ini. Jika punya waktu 3 hari untuk keliling Tokyo bahkan sampai ke Mt. Fuji, saia sih saranin untuk beli TWP ini yaa…Harganya 10.000 yen untuk 3 hari dan bisa dipake naik metro, train yang ada di websitenya termasuk juga naik shinkansen loh. Tapiiiiiiiii, jangan ngarep naik shinkansen macam Nozomi dan satu lagi yang mahal itu, karena ga dicover TWP. TWP ini diterbitkan oleh perusahaan yang namanya JR East, jadi kita bisa pakai tuh semua kereta yang dilintasan JR East. Semuanya FREE deh, asik bener. Tapi, kalau gak ada rencana untuk ke tempat jauh seperti Mt Fuji, mendingan pakai pass lain yang harganya lebih murah dan pakai hitungan jam. Kalau pakai hitungan hari, itu artinya berakhir di pukul 00.00. Jadi, klo beli jam 22.00 artinya dua jam lagi ya udah diitung satu hari. Usahain belinya sepagi mungkin biar ga rugi-rugi amat.

Kalau pakai TWP, gak ngelewatin gate orang biasa in-out yaaa….lewatinnya gate khusus yang ada petugasnya. Tinggal ngasih lihat TWP kita, lalu kita lewat deh dengan bebasnya. TWP gak bisa dipake untuk shinkansen Tokyo-Osaka atau sebaliknya yaa, karena kalau kyak gitu musti beli JR Pass.

Selain TWP, saia juga mengandalkan Suica Card sih. Selain bisa digunakan dimana saja (subway, metro, dll) si Suica ini juga bisa buat beli minuman di mesin-mesin minuman yang tersebar di seluruh penjuru kota. Seru kan. O iya, harga minuman di Narita, Tokyo alias bandara lebih murah daripada harga minuman (air mineral biasa ya) yang dijual di kota. Biasanya kan di bandara harga pasti lebih mahal yak, lahh, ini lebih murah.

Happy traveling.

Advertisement

Pengalaman menggunakan maskapai Singapore Airlines

Hulaaaa….sebagai bagian dari trip saia ke Jepang kemarin, maka saia akan menceritakan tentang pengalaman menggunakan maskapai Singapore Airlines (SQ). Awal saia menggunakan SQ, waktu ada SQ Fair bulan Agustus 2017 lalu. Saia sih gak ikutan, tapi temen kantor saya yang dulu ikutan dan nawarin saia promo ke Jepang pakai SQ. Saia sih iya-iya aja waktu itu. Saia juga nawarin ke temen saia dan dia mau juga. Untungnya masih dapat juga promo ke Jepang pakai SQ ini. Pertama kali merencanakan trip ke Jepang, banyak tanggal-tanggal di 2018 yang diutak-atik supaya dapat sakura. Akhirnya jadilah tanggal 11-16 April 2018 dipilih. Waktu saia lihat tanggalnya, saia langsung search dan lihat kalau tanggal 13 April 2018 tanggal merah. Tapiiiiiiiii, di bulan Januari saia lihat kalender di rumah, kok tanggal 13 April gak merah, tapi tanggal 14 April. Saia stres gitu kan karena masih anak baru di kantor dan rencana 3 hari cuti, malah jadi 4 hari. Tapiiiiiiiiii, Tuhan maha baik, saia bisa cuti 4 hari. Horaaaayyyy…

Saia transit selama 1 jam di Singapore dari Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Narita, Jepang. Sebelum masuk pesawat, kita dikasih earphone. Di dalam pesawat, dikasih selimut, bantal dan hot towel juga yang panasnya hanya beberapa detik aja. Saia sempet foto-foto dikit di SQ. Jenis pesawatnya Airbus dengan bangku 3-3-3.

30708157_10156662309649411_2402031958608576512_n
Gambaran entertainment di SQ

Makanannya juga lumayan enak sih menurut saia. Tapi, ada satu yang menurut saia agak aneh, yaitu Soba dingin. Bagi yang suka Soba dingin, mungkin beda cerita. Soba ini adalah sejenis mie Jepang warna hijau yang memiliki kuah warna kehitaman campur semacam wijen. Rasanya…yaa aneh sih menurut saia…wkwkwkk.

30707632_10156662309759411_2928467568958111744_n
Salah satu penampakan makanannya. Perjalanan dari Singapore ke Tokyo. Soba dingin ada di sebelah kanan yang warna hijau.

O iya, penerbangan ke Tokyo ini juga merupakan terbangan lanjutan ke Los Angeles. Sempet cerita-cerita iseng sama temen-temen, gimana ya kalau kita nyasar sampai ke Los Angeles, kyak film Home Alone 2 yang harusnya kemana malah ke tempat lain…hihihihii #mimpi

Ada cerita waktu penerbangan pulang dari Tokyo ke Singapore. Ceritanya, kita gak tau kalau penerbangan itu dari Los Angeles kan. Kita-kita pada heboh gitu dengan barang bawaannya yang masuk ke kabin. Ternyata, orang di belakang saia itu orang Indonesia dan mereka rombongan banyak banget. Si tante itu (yang duduk di belakang saia) akhirnya nyapa dan dia bilang dia dari Indonesia. Tante itu nanya, udah berapa lama di Amerika? lalu, saia dan satu temen bingung. Kita bilang aja, kalau kita gak dari Amerika tapi dari Tokyo…si tante langsung ngeh trus ketawa-ketawa aja. Tante itu dari Surabaya dan kyaknya baru pulang traveling dari Amrik.

Back to my story, SQ pesawatnya keren, tapiiii untuk SQ yang dari Singapore ke Jakarta agak-agak gimanaaaa gitu yah,,,,hehee…kurang perhatian kali….

Demikianlah cerita pengalaman saia menggunakan maskapai SQ.

 

Museum Doraemon

Selamat siangggg…kali ini saia akan menceritakan tentang kunjungan ke Museum Doraemon. Beli tiket museum Doraemon ini di sebuah mesin di Lawson. Tulisannya juga tulisan Jepang semua, tapi saia sudah print petunjuk untuk beli tiket tersebut dari sebuah website. Awal-awal rada-rada bingung gitu, terus minta tolong petugasnya. Petugas Lawson gak ngerti bahasa Inggris, pakai bahasa tarzan dan aa uu deh gak karu-karuan…wkwkkwk…awalnya milih jam 12 siang dan ternyata sold out. Dari gerak gerik si petugas Lawson, dia bilang klo holiday itu sold out, saia gak percaya. Saia utak atik aja tuh mesin, tau deh pencet sana sini aja asal-asalan. Walaupun saia gak bisa bahasa or baca tulisan kanji Jepang, tapi saia agak-agak punya telepati yang dapat membaca tulisan kanji itu….wkwkkwk…saia pencet aja jam 2 pm dan teryata masih ada. Si petugas juga kaget dan manggut-manggut gitu…harga dewasa 1000 yen dan dibayar di kasir Lawson. Si petugas lalu ngeprint tiket dan tanda bayar dia simpan.

Kami bertiga (yang lainnya ga ikutan) akhirnya berjalan menuju Shibuya (ini waktu mau ketemu temen dan fotoan di Hachiko). Dari Shibuya naik kereta ke arah Odakyu-Odawara dan turun di Stasiun Noborito. Sesampainya di Noborito, turun tangga trus bingung mana nih bis yang katanya ada gambar-gambar Doraemon yang akan mengantar sampai museum. Saia lihat ada semacam tempat alias ruangan berkaca gitu, saia pikir itu information center. Sempat baca ada tulisan “care” gitu sebelum saia masuk ruangan itu. Ternyata itu semacam klinik kecantikan…wkwkwkk…petugasnya baik banget, sampai keluar dan nunjukkin bis yang dimaksud. Ongkos bis Doraemon sekali jalan 210 yen dan bisa dibayar pake Suica. Kalau Suica gak cukup, tinggal bayar kekurangannya aja di dalam bis.

30738537_10156662369369411_8791534541488521216_n
Bis yang antar jemput menuju dan dari Museum Doraemon

O iya, jangan lupa ya. Kalo misalnya ambil jam 14.00 alias 2pm harus datang setengah jam sebelumnya karena super ngantri ya. Sambil ngantri, sambil foto-foto sih. Di dalam museum gak boleh foto-foto. Dikasih semacam hp kecil untuk mendengar penjelasan tentang museum. Ada berbagai macam bahasa seperti bahasa Inggris, Jepang dan Korea.

Itulah foto-foto yang berhasil dijepret. Posisinya ada di luar pintu masuk. Jadi, ngantri sekalian jepret sana sini. Banyak banget anak kecil bersama orangtuanya kesini. Ada juga orang dari Indonesia dari oma-opa sampai paling muda.

Di museum Dorameon juga ada toko yang jual souvenir. Saia gak beli apa-apa karena menurut saia harganya mahal yah.

30729176_10156662368909411_6664593296863526912_n
Ini jepretan di dalam, di playground bukan dalam museumnya

Setelah menyusuri museum, duduk-duduk di playground. O iya, di museum ini terdapat berbagai kisah Doraemon dan juga komik pertama yang ditulis. Ada semacam film hologram juga, pokoke keren deh. Dapat tiket untuk nonton di studio gitu, cuman ga dipake karena pastinya kan bahasa Jepang dan kita pada ga ngerti.

Apakah ada lagi yang terlupa???

30738928_10156662368734411_3655179905206845440_n
Dorayaki

Yaaaaaaaa…dorayaki, makanan kesukaan Doraemon. Saia beli dorayaki ini seharga 220 yen ya klo ga salah inget. Rasanya gimana? biasa aja sih menurut saia. Saia pikir ada rasa coklat or keju gitu, ternyata hanya ada 1 rasa aja, yaitu red bean. Saia gak gitu suka red bean, jadi saia bilang ya biasa aja.

Pulangnya nungguin bis Doraemon pink lagi, tapi yang ada malah bis ini :

30712708_10156662369194411_2735806052002955264_n
Bis Doraemon

Saia sendiri gak tau sih bedanya bis ini dengan bis Doraemon pink yang pertama kali dinaiki. Setelah lihat orang-orang pada meluncur ke kanan, kami ikutan. Tapi, kok masuk perkampungan gitu? Nanyalah sama orang yang lewat, dianterin sampai mau nyebrang loh. Ternyata ya harus balik lagi ke tempat semula sambil nunggu bis pink itu lagi…hehe…gak lama datanglah si bis pink yang membawa kami kembali naik train menuju Shinjuku. Di Shinjuku cuman bentaran dan balik lagi ke tempat tadi pagi ke Shibuya karena temen-temen saia mau pada belanja-belanji di sana.

Tokyo, Jepang

Selamat sianggggg…..Kali ini saia akan cerita tentang ibu kota Jepang, yakni Tokyo. Saia naik Peach Air dari Osaka ke Tokyo. Peach Air termasuk kategori budget airlines dan nanti setibanya di Narita, akan muncul di terminal 2. Kami berempat naik Peach Air sekitar jam 2an siang dengan tiket 700rban. Ada satu temen yang belakangan booking dapatnya 900rban. Jauh-jauh hari pesan sebenernya bisa lebih murah lagi. Pernah dapat 600rban tapi ga diambil. Kami dari tempat penginapan di Osaka sekitar jam 11an siang dan gak kena charge sih untungnya. Waktu Check-in di Jepang lumayan lama sekitar jam 5 sore sedangkan waktu Check-out nya itu jam 11 siang, seperti tidak adil kan yah…hahahaha.

Kami tiba di Kansai Airport, Osaka sekitar jam 12an belum jam 1 siang ya kalau gak salah. Masih sepi banget, baik di tempat boarding maupun dalam boarding. Bandara Kansai kecil tapi lumayan bagus loh. Di tempat tunggu ada komputer-komputer yang bisa dipakai dengan kena charge per jam sekitar 100an yen. Di dalam ruang tunggu juga ada semacam mini market, jadi bisa sekalian liat-liat makanan dan benda-benda lucu yang dijual di sana. Saia sendiri beli sandwich isi telur dan rasanya lumayan enak juga, tapi kurang banyak…hahahaha…

Pesawat Peach Air sama seperti budget airlines lainnya, tapi kok menurut saia agak sedikit awut-awutan yak…hehehehe..sampai ada temen yang komplain dengan keadaan pesawat yang agak gak terawat gitu. Kantong tempat majalah, ada yang robek bahkan sekali tarik udah tinggal rangka aja deh tuh kantong. Untungnya perjalanannya hanya sekitar 1 jam-an jadinya ya biasa aja sih. Menurut temen saia yang duduk deket jendela, pesawatnya sempat berhenti beberapa menit. Saia sih gak tau ya, apa bisa pesawat berhenti, tapi menurut temen saia begitu, berhenti di udara.

Sesampainya di Tokyo, kami segera menuju Tokyo Station untuk melanjutkan ke tempat penginapan di daerah Nihombashi. Udara dingin ditambah gak tau jalan alias nyasar menyebabkan kami lama menemukan tempat penginapan itu. Setelah berjalan kesana kemari, nanya sana sini, akhirnya kami ketemu sama orang yang baik banget nganterin ke tempat penginapan itu berada. Baik banget deh orang itu, orang Jepang memang sangat helpful, pokoke gak akan hilang deh disini. Ini salah satu yang bikin saia jadi sangat terkagum-kagum dengan orang Jepang.

Di Nihombashi kami nginep di suatu hostel yang namanya saia juga lupa, maapkeuunn yaaakkk….satu kamar berempat dan tempatnya asik. Ada laundry service alias mesin cuci dan dry cleaningnya juga. hitungannya per setengah jam ya klo ga salah sekitar 300 yen, klo ngeringin pakaian, 100 yen dan itu bentar banget deh, hanya sekitar 10 menit, jadinya harus berkali-kali ngeringin supaya benar-benar kering.

Hari berikutnya, kami menginap di First Cabin di daerah Kyobashi. First Cabin ini sangat rekomen banget karena didesign ekslusif kayak First Class nya pesawat gitu. Bangunannya juga keren kayak hotel, ada laundry service juga. Untuk laundry service, 2 jam dan tergantung berapa kilo. Kalau 5kg itu 500 yen udah all in ya termasuk pengeringnya juga dan bener-bener kering deh. Intinya TOP Markotop. Fasilitasnya juga keren, ada ruang untuk gaya-gaya kayak di salon, trus kalau makan harus di lantai 2. Untuk Female Cabin ada di lantai 9 ya.

Di Tokyo, saia juga ketemu sama temen SMP-SMA yang tinggal sekitar 1 jam-an dari Tokyo. Ketemunya di Shibuya dan ngobrol-ngobrol sambil jalan-jalan menyusuri tempat-tempat. Saia fotoan dulu di depan patung Hachiko.

hachiko
Bergaya di Patung Hachiko

Saia sampai di Shibuya ini sekitar jam 9 pagi. Banyak yang ngantri buat fotoan, tapi ga sebanyak siang. Siangnya, pengunjung membludak banget, untung deh udah fotoan di sana paginya.

Temen-temen yang lainnya belanja-belanji selagi saia nungguin temen SMP-SMA. Setalah ketemu, jalan-jalan ke supermarket deket patung Hachiko dan juga pergi ke Don Quijote, semacam pasar swalayan yang super ramai dan murah meriah. O iya, kalau belanja minimum 5000 yen dapat TAX FREE yaaa.

Dari Shibuya, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Doraemon yang akan dibahas nanti. Setelah dari Museum Doraemon, kami balik lagi ke Shibuya karena temen-temen ada yang masih mau belanja lagi. Disini banyak banget merk-merk terkenal tapi made in Indonesia loh.

Area lain yang kami jalani adalah Shinjuku. Ini area super duper ramai. Bahkan sampai pernah kehilangan jejak satu sama yang lain gara-gara sibuk ber-hape-hape ria. O iya, saia pakai wifi dari Indonesia ya namanya Passpod. Biayanya 60 ribu/hari dan bisa dipakai sampai 5 devices, jadi bisa patungan sa teman yang lain. Passpod ini sangat amat useful banget dan besok-besok saia mau pakai lagi. Bisa pesen passpod  di http://www.passpod.id 

 

Ramai banget kan yah Shinjuku, banyak banget orang-orang pada ngumpul untuk liat semacam K-Pop gitu. Banyak juga truk-truk yang pakai gambar-gambar kartun gitu, pokoke lucu banget deh. Kapan-kapan pengen balik lagi deh nih ke Tokyo…hehehehe.

Osaka, Jepang

Selamat sore. Kemarin keingetan untuk nulis blog sebenernya, tapi karena lagi sibuk jadinya ga sempet nulis blog. Ok, sekarang lanjut lagi masih dengan tema Trip ke Jepang kemarin. Kali ini saia akan bahas tentang Osaka. Awalnya pengen ngerasain naik shinkansen. Karena shinkansen Tokyo-Osaka atau sebaliknya super mahal, maka diputuskan naik shinkansen dari Kyoto ke Osaka. Denger-denger dari temen ada yang bilang ada dan ada juga yang bilang nggak ada dan hasilnya nggak ada teman-teman!!! hahahaha…mungkin klo dari Osaka ke Kyoto ada kali yahh, gak tau juga deh. Akhirnya kami naik kereta biasa aja, turunnya di Tennoji. Maklum, karena baru pemula, nyasar-nyasar kesana kemari sampai dapat tempat penginapan yang dituju di daerah Tennoji.

Penginapannya sangat menyenangkan. Alas kaki semuanya harus dibuka yah. Dapat breakfast juga dan yang paling keren dapat FREE tiket ke Harukas 300. Itu tempat dimana kita bisa lihat pemandangan dari lantai 60. Harga tiket aslinya 1500 yen, lumayan banget kan.

30714280_10156662325129411_7850571970746777600_n
Pemandangan dari Harukas

Kami berempatan aja ke Osaka karena yang dua orang lagi masih melanjutkan wisata ke Gion. Ke Harukas hanya berdua karena dua teman lainnya memilih istirahat saja setelah dua hari udah membusuk di perjalanan…hehee….seruuuuu banget dan untuk pertama kalinya dapat nasi nih. Setelah dari Harukas, saia dan temen saia yang satunya jalan-jalan keliling Osaka, keluar masuk mall, tempat-tempat shopping yang udah pada mau tutup karena hari udah malem juga. Pokoknya memanfaatkan waktu selagi di Osaka deh, karena di Osaka singkat banget waktunya.

30739143_10156662334004411_2730396158441553920_n
Toko bunga di tempat menuju Osaka Castle

Gak banyak tempat di explore di Osaka karena waktu yang sempit banget. O iya, penginapannya itu terdiri dari 4 bed, karena kami berenam jadinya pesen 2 kamar jadi ada 2 bed yang ga kepake. Harga per kamar 10000 yen. Kami berempat akan melanjutkan perjalanan menuju Tokyo dengan penerbangan sekitar jam 2-an siang. Sarapan yang dikasih penginapan dua buah roti manis tanpa isi dan jus strawberry kotak. Berempatan sempat explore Osaka juga. Kami berempat pagi jam 8-an segera berangkat ke Osaka Castle. Lihat banyak toko bunga dan disinilah saia fotoan dengan bunga sakura. Saia gak nemuin lagi bunga sakura lainnya di tempat lain, mungkin kalo jalan-jalan ke taman-taman lainnya masih ada.

30723767_10156662352829411_6472195095763353600_n
Fotoan di bunga sakura satu-satunya yang saia temui

Untuk menuju ke Osaka Castle ada semacam train gitu. Trainnya itu one-way 300 yen klo round trip 500 yen, jadi kami memilih yang round trip. Keliling-keliling kayak di Taman Mini, akhirnya tibalah di tempat pemberhentian terakhir. Foto-foto di deket Osaka Castle, tapi kami gak naik terlalu ke atas karena mengejar waktu. Setelah dari Osaka Castle kami berempat kembali ke penginapan untuk check out dan bersiap pergi ke Kansai Airport untuk penerbangan ke Tokyo. Dua teman lainnya menggunakan bis malam. Kami naik maskapai peach air. Maskapai budget.

30738180_10156662337094411_5843932657003528192_n
Osaka Castle

Singkat banget kan yak…mungkin kalo ada kesempatan lagi, pengen juga explore Osaka lebih luas.

Besok-besok kepengen juga gitu yah nyobain USJ….hehehee…pengen tau aja sih, apa bedanya sama USS gitu… #alesan :p

 

 

Kyoto, Japan

Holaaaaaaaa…kembali lagi dengan saia disini, di edisi Trip Jepang. Sekalian klo saia inget harga-harganya, akan saia tuliskan juga ya disini supaya jadi gambaran bagi yang mau pergi ke Jepang. Sekarang ada Air Asia yang direct Jkt-Japan pp murah meriah loh, jadi ga ada penghalang lagi bagi yang mau ke Jepang dengan tiket yang pas dikantong.

Saia ke Jepang bersama teman-teman karena ada promo Singapore Airlines bulan Agustus 2017 yang lalu, saia dapat tiket seharga Rp. 5.165.000. Ada satu temen yang ikutan setelah masa promo berakhir, dapat tiket seharga 5,5 juta. Beberapa hari kemudian saia cek-cek http://www.skyscanner.com dapat tiket SQ sekitaran 5,2jutaan bahkan ada yang dibawah harga promo SQ….wkwkkwk…jadi ga perlu ngantri lama untuk dapetin promo karena ternyata bisa juga harganya sama or lebih murah dikit tapi tanpa harus bersusah-susah gitu kan yakk…saia ga ngantri sih, tiket saia dibeliin sama temen yang ngantri dari pagi sampe sore. Ok, nanti akan saia bahas ya mengenai Singapore Airlines ini.

Saia n the gank tiba di Narita sekitar jam setengah enam sore. Setibanya di Jepang, fotoan dulu versi reramean.

30704992_10156662310159411_6181161823954272256_n
Welcome to Japan

Saia dan 5 orang lainnya langsung ke counter bis, Keisei Bus untuk beli tiket bis ke Stasiun Tokyo, harganya 1000 yen. Tapi, saia dan 3 orang lainnya nyari loker dulu untuk titip barang, karena kami akan naik pesawat dari Osaka ke Narita tanggal 13 April 2018, sedangkan yang dua lagi memilih naik bis. Ada banyak alternatif lainnya menuju Stasiun Tokyo seperti Narita Express, tapi yang paling murah ya pakai Keisei Bus ini. Dua temen lainnya naik pesawat menuju Osaka. Lama perjalanan Narita-Stasiun Tokyo sekitar 1 jam.

30713259_10156662309999411_2494760667601436672_n
Tiket bis Narita-Tokyo Station

Sesampainya di Stasiun Tokyo, kami jalan menuju Yaesu South Exit karena harus segera ke tempat bis yang akan membawa kami ke Kyoto. Ongkos busnya sekitar 3000an yen, tergantung waktu pemesanannya ya. Semakin jauh-jauh hari dibeli, semakin murah meriah. Semakin mendekati hari H jadi semakin mahal. Saia pesen busnya di https://www.kosokubus.com/en/ad=GGE&utm_source=adwords&utm_medium=cpc&utm_campaign=adwords_cpc_pc bisa dipilih mau berangkat jam berapa. Di tempat tunggu bis ada toilet yang bisa digunakan untuk sikat gigi, dll. Saia berangkat jam 22.10 waktu setempat dan lama perjalanan sampai ke Kyoto kurang lebih 9-10 jam. Saia dan 3 orang teman makan dulu di McD sebelum tiba di tempat tunggu bis.

Sampai di Kyoto sekitar jam setengah tujuh pagi waktu setempat. Segera ke rest room untuk sikat gigi, cuci muka, dll. Gak bisa mandi karena memang tidak ada kamar mandi untuk mandi. Tampang super kucel, lemes, dll jadi satu…hahahaha…o iya, sebelumnya di Bandara Narita kami beli Suica dulu. Suica kalau di Singapore seperti EzLink gitu. Enaknya, ga ada charge untuk kartu dan bisa direfund. Bayar loker juga bisa pakai Suica. Kami beli Suica dibantu dua orang Jepang yang super helpful. Ongkos loker di Narita untuk ukuran besar 500 yen. Di Kyoto, saia beli onigiri rasa tuna sedangkan yang lainnya ada yang beli onigiri juga dan makan di McD. Makan di McD sekitaran 500-600 yen dapat Cheese Burger, Friench Fries Medium dan minuman (coke, orange juice, dll – boleh milih). Sedangkan harga onigiri sekitaran 150-200an yen.

Di Kyoto kami melanjutkan perjalanan ke Nara menuju Romantic Train. Foto-foto disana dan sebenernya ingin melanjutkan perjalanan ke Arashiyama tapi berhubung pada lemes, laper, ngantuk, tersesat sana sini, jadinya Arashiyama di skip dan segera meluncur ke Inari. Di Inari, pada mau kimonoan tapi mahal sekitar 5000 yen, sampai akhirnya dapat yang 2000 yen+tax. Tax di Jepang itu 8% dan kalau beli barang lebih dari 5000 yen FREE TAX.

30715538_10156662310874411_9045216965215387648_n
Tempat pembelian tiket Romantic Train

Di Jepang semuanya serba tepat waktu. Begitu juga dengan loket pembelian tiket, walaupun banyak yang ngantri karena belum waktunya buka, maka loket tetep tutup.

30729160_10156662311094411_5544946883878715392_n
Foto di samping bangunan tempat pembelian tiket Romantic Train
229378d9-5483-4d27-a6a3-f0bbdcb6f23b
Fotoan lagi…hehe

Naik kereta Romantic Train sekitar 500 yen (mudah-mudahan ga salah inget) dan keren banget. Gak bisa tampilin videonya di blog ini, jadi cekidot instagram saia aja yaa…hehehehe

67770549-b4ad-4b30-8122-c1534115031c
Nih dia penampakannya
90cd3c22-9c82-45be-aed1-a64201fda9c8
Foto reramean

Pemandangan yang dilewati bagus-bagus contohnya kayak foto di bawah ini dan ada beberapa video juga di instagram saia yang mengabadikan perjalanan ini.

30729044_10156662336159411_2770353617880743936_n
Salah satu pemandangan yang dilewati oleh Romantic Train

Dari Romantic Train ini menuju Inari tidak jadi ke Bamboo Forest Arashiyama karena gak tau arahnya kemana. Disini kami sewa kimono untuk fotoan di Inari. Sakura udah jarang banget terlihat dan menurut informasi, sakura tahun ini datang lebih cepat jadi spot-spot sakura jadi jarang banget, apalagi di Tokyo, gak ada sama sekali saia temui.

30727651_10156662315634411_448769828405116928_n
Ini dia saia bergaya kimonoan ala ala orang Jepang…hihihii

O iya, seperti yang sudah saia sebutkan tadi, kimonoan disini saia dapat yang 2000 yen + tax dan itu udah termasuk rambut juga, jadi lumayan murmer kan.

30728203_10156662316024411_6435239917248315392_n
Gegayaan di bawah pohon sakura di Kyoto

Ini full set banget kan yak fotonya, pake payung segala…wkwkk….ini payung dipinjemin sama yang empunya. Orangnya baik banget dan recommended banget. Saia sempet ambil kartu namanya, kalau ada yang minat, boleh aja nanti saia infoin. Kartu namanya ada di rumah jadi ga bisa di post disini..hehehehe

30706381_10156662322604411_3021026433469251584_n
Pose selfie di Inari

Banyak banget pengunjung disini, sampe semuanya kyaknya isinya orang terus….hahahahaa….

30708659_10156662324164411_8347963899844231168_n
Menara Kyoto

Di Kyoto gak lama, hanya beberapa jam saja karena sekitaran jam 4 sore kami berempat akan menuju Osaka sedangkan dua teman lainnya ingin melanjutkan perjalanan ke mana ya lupa dan satu lagi ke Gion. Naik train menuju tempat pemberhentian bis tadi pagi, karena kami nitip barang bawaan di loker. Loker di stasiun Kyoto yang kecil (bisa muat barang bawaannya sampai 3 orang tapi bukan koper) seharga 300 yen, sedangkan yang medium saia lupa dan yang besar 600 yen. Toilet di Jepang juga perlu dipelajari karena beda banget dengan toilet di Indonesia. Saia kan pernah baca-baca di web tapi lupa alhasil saia coba-coba aja dan jadi mahir….hihiihihi. Dari tempat penitipan koper menuju train kembali yang akan mengantarkan kami ke tempat penginapan di Osaka. Semua transportasi yang saia gunakan bayarnya menggunakan Suica tadi yah. Bisa diisi ulang, klo saia setiap isi ulang 1000 yen. Suica saia sepertinya hanya habis kurang dari 3000 yen selama di Jepang. Suica juga bisa ya dipake buat bayar minuman di mesin otomatis.

Sekian perjalanan di Kyoto. Singkat banget, kapan-kapan mau explore lebih banyak lagi Kyoto ini. Kotanya sungguh tradisional dan kesan Jepangnya masih kerasa banget.

 

Trip ke Jepang – Intermezzo

Selamat siang, kali ini saia akan cerita tentang trip ke Jepang yang saia namakan : Spring in Japan yang baru saja terlewati, yakni tanggal 11-16 April 2018. Cerita ini akan ada beberapa seri ya dan hari ini hanya pendahuluannya saja. Trip ini direncanakan tahun lalu, tepatnya bulan Agustus 2017 pada saat ada promo dari Singapore Airlines. Berangkat ber-8 dari Jakarta dan tiba di Narita, Jepang dengan selamat. Perjalanannya terbagi-bagi dan tidak serombongan berdelapan menjelajah Jepang. Kota yang dikunjungi : Tokyo, Kyoto, Osaka dan Shizuoka.

Perjalanan dari Jakarta ke Narita, Tokyo jam 5.25 pagi. Supaya tidak terlalu jauh, saia dan teman satu perjalanan 1 orang nginep di D’primahotel yang ada di luar Bandara. Lumayan susah juga rute hotel ini karena benar-benar masuk ke daerah yang sangat asing bagi saia. Tiba di Narita, Tokyo sekitar jam setengah enam sore dan dilanjutkan dengan beli tiket ke Stasiun Tokyo.

Kartu yang dipake buat transportasi namanya Suica atau Pasmo. Saia sih pakai Suica. Orang Jepang sangat helpful dan tertib, pokoke jadi kepengen balik lagi deh ke sana jika ada rejeki dan kesempatan. Nantikan cerita berikutnya mengenai perjalanannya yaaa…sampai jumpa.