Autumn 2016 – Day 14 : From Avignon to Paris

Today is final day. Maksudnya adalah hari terakhir bersama keluarga besar EUGOEU (biro perjalanalan dari tours4fun). Dari Avignon ke Paris jaraknya 700 km. Berhenti di rest area 3 kali dari jam 8 pagi kurang, sampe di Paris jam 5an sore. Tour leadernya nyalamain kita satu-satu. Rada lama salamannya mungkin karena bener-bener berkesan banget buat dia. Sang meneer yang nyetir lebih dari 3300 km masih semangat aja. Berikutnya melanjutkan perjalanan masing-masing dan sedih juga si opa Soo (salah satu peserta tour dari Australia, kita nyebutnya Opa Soo) sampe meluk gitu. Kita (saia dan 3 temen) dikasih kartu nama Opa Soo, katanya jika sewaktu-waktu ke Australia, hubungi dia. Hiksssssssss sediiiihhhh deh.

Geret-geret koper kesana kemari nyari-nyari hotel yang udah dibooking sebelumnya, akhirnya ketemu juga. Kami nginep di hotel Ibis. Makan malam di restoran Vietnam yang maknyosssssss banget pas di sebelah hotel. Hari ini gak rencana jalan kemana-mana karena mau nyantai dulu setelah beberapa hari alias 12 hari ikut tour. I love this tour and I hope someday I will meet again with all members of the tour.

C9BA8A78-0A87-4928-A572-7ED0E22BD653

Semangaaatttttttttttttttt…………..Berikutnya, kami sok-sok kepedean ngajakin semua fotoan buat kenang-kenangan gitu…ternyata pada mau loh…tumbenan….ini nih foto pertama dan terakhir yang semua tour members ada.

C5963555-61F0-44E5-8CF8-862D7B97CFCD
Foto full team minus dua orang yang sudah pergi ke Basel. Fotoan di tulisan Credit Suisse ini saia yang minta loh…waktu itu bilang, siapa tau nanti bisa gawe di Credit Suisse….wkwkwkwk

Post Note : Kisah perjalanan keliling Eropa bersama tours4fun berakhir sudah. Untuk selanjutnya di Paris, kami jalan sendiri. Temen saia ada kenalan temen di Paris ini, jadi untuk selanjutnya kami akan jalan bareng dia. Oiya, selama tour banyak banget ya kenal orang sesama tour. Di tour itu juga ada orang Indonesia, seorang ibu dengan dua anaknya. Anaknya yang pertama kuliah di London. Tapi, kami gak akrab sama mereka. Justru akrabnya sama orang diluar Indonesia. Kenapa? Saia juga gak tau kenapa ya, tapi ada beberapa orang Indonesia yang “mungkin”….mungkin yaaa…. agak kurang bersahabat bertemu dengan sesama orang Indonesia jika sedang di luar negeri. Kenapa saia menyimpulkan seperti ini? Karena ada cerita lain yang tidak akan saia ceritakan di blog ini 🙂 Si ibu dan anaknya ini kalau gak salah hanya sampai Austria yaa karena dia mau terbang ke Spanyol lalu ke Maroko. Tapi, kebanyakan dan pada umumnya saia ketemu orang Indonesia yang baik loh… 🙂

Jadi, temen-temen yang akrab sama kami adalah Uncle dari Singapore (lupa euy namanya…maap), Opa Soo dan Istrinya (kalau gak salah namanya Crystal) lalu Jennifer dari Filipina yang bekerja di Abu Dhabi.

Di peserta tour ada yang asik dengan dunianya sendiri gak? Oh tentu saja ada. Tapi mereka gak ganggu kok. Saia cerita aja ya. Salah satunya adalah pasangan yang terlihat dari Asia. Kyaknya mereka lagi honeymoon kali yaa…jarang bahkan ga pernah saling bicara antar sesama teman tour, gak pernah mau ikutan foto bareng dan hal-hal lainnya yang istilahnya bareng-bareng. Tapi, pas terakhir di Lucerne (waktu kami mau berpisah), mereka pertama kalinya mau ikutan foto bareng loh…Amazing!!! Trus, kyaknya yang cowo ada ngomong gitu dikit, mungkin kalau lamaan dikit bareng-barengnya, mereka akan lebih terbuka yaa…tapi gak apa-apalah….toh gak ganggu kok…hehe

Trus yang kedua, ada peserta tour yang kyaknya juga dari Asia. Kalau cowonya gak tau sih asalnya darimana tapi kalau yang cewe dari Vietnam. Sekilas terlihat, nih cewe kok kyak masih kecil ya…sekitaran 18 tahun tampangnya. Dia selalu pake stoking padahal dingin. Mungkin stoking anti dingin ya. Cewenya sih gak pernah ngomong, asik aja sama cowonya. Asli masih kecil itu cewe. Kalau yang cowo lebih ramah. Ternyata, si cewe memang masih muda, kyaknya anak kuliahan gitu sedangkan si cowo udah kerja di Basel. Jadi, pas di Lucerne, ada beberapa yang pisah. Kami berempat plus Opa Soo dan istrinya bareng ke Italy sedangkan cowo dan cewe dari Vietnam itu langsung ke Basel. Ada juga yang julid bilang, kok anak sekecil itu dibiarin orangtuanya jalan sama cowo keluar negeri….wkwkwkkwk…Siapa tau si cewe diem aja karena gak bisa bahasa Inggris…tapi gak tau sih…hahahaha….ternyata si cewe memang lagi dalam acara mengunjungi cowonya dan mereka akan ke Basel.

Seru juga ya cerita tentang peserta tour. Cerita lagi deh. Ada seorang pengusaha sepertinya (lupa padahal dia cerita) dari India yang bawa ibunya yang pakai kursi roda. Baik banget anaknya, ngangkat-ngangkat kursi roda, trus dorong kursi roda ibunya, pokoknya anak yang berbakti deh. Anaknya cowo loh. Kyaknya jarang saia lihat anak cowo yang bawa-bawa ibunya tanpa ada cewe satupun yang menyertai. Trus, ada juga peserta dari Pakistan yang saia kira temennya yang dari India ini, tau-tau beda. Waktu di Swiss, saia dan Jen bareng naik Flying ice sama si orang Pakistan ini.

Berikutnya ada pasangan bule dan satu-satunya pasangan bule yang ada di tour. Jarang ngomong juga, tapi orangnya ramah.

Selanjutnya ada pasangan Asia dan bule. Sama sih, gak banyak bicara tapi orangnya kelihatan ramah. Ada juga pasangan India yang tinggal di California lebih dari 12 tahun. Mereka jetlag selama di Eropa kata suaminya. Mereka gak ada anak karena ga mau punya anak. Waktu fotoan di negara mana gitu, si suaminya seneng banget deket sama kita-kita orang Indonesia, mungkin karena kita suka ngebanyol dan sok kepedean sama peserta lain kali yaa…Mereka suka fotoan deket saia, trus salah satu temen bilang, “kyaknya mereka seneng fotoan deket sama kamu, jangan-jangan kamu mau diangkat jadi anak”….wkwkkwkk…..Mereka ramah banget. Katanya, kesulitan dia selama di Eropa adalah masalah waktu karena beda 9 jam dan juga makanan. Mereka adalah vegetarian dan sulit mendapatkan makanan vegetarian, jadinya mereka bikin sendiri tiap hari makanan mereka. Lalu, ada peserta dari Kamboja, cowo yang selalu pake baju rapih kyak mau ke kantor. Dia selalu pakai kemeja rapi kantoran, celana panjang kantoran dan juga sepatu pantofel. Waktu ketemu sama dia pas breakfast, kirain dia itu turis yang lagi dalam perjalanan menuju acara kantor, tau-tau dia peserta tour juga. Lama-lama dia pake jaket juga sih…tapi tetep style kemeja rapinya, celana panjang dan pantofel ga pernah ketinggalan. Selebihnya orang-orang Filipina dan negara lainnya yang ramah-ramah.